Maker vs Taker Fee Futures: Cara Menghitung Biaya Trading
2026-08-19
Profit dalam trading futures tidak hanya ditentukan oleh selisih harga masuk dan keluar.
Setiap kali order tereksekusi, trader juga perlu memperhitungkan fee futures crypto karena biaya tersebut langsung mengurangi hasil akhir transaksi.
Dua istilah yang cukup sering muncul adalah maker fee futures dan taker fee futures.
Maker berkaitan dengan order yang menambah likuiditas ke order book, sedangkan taker terjadi ketika order langsung mengambil likuiditas yang sudah tersedia.
Pada banyak platform futures, maker fee biasanya lebih rendah daripada taker fee.
Perbedaan persentasenya memang terlihat kecil.
Namun, bagi trader yang menggunakan leverage tinggi atau melakukan banyak transaksi dalam sehari, akumulasi biaya trading futures bisa menjadi cukup besar.
Key Takeaways
Maker taker futures dibedakan berdasarkan apakah order menambah atau langsung mengambil likuiditas dari order book.
Trading fee umumnya dihitung dari nilai posisi atau notional value, bukan hanya margin yang disetor.
Biaya dapat muncul ketika membuka sekaligus menutup posisi, sehingga trader perlu menghitung total biaya satu transaksi secara round trip.
Apa Itu Maker dan Taker dalam Futures?

Sumber Gambar: AI
Maker adalah trader yang memasukkan order ke order book dan menunggu pihak lain mengeksekusinya.
Contoh paling umum adalah Limit Order yang dipasang pada harga tertentu dan tidak langsung terisi.
Disebut maker karena order tersebut membantu “membuat” atau menyediakan likuiditas pasar.
Platform biasanya memberi maker fee futures yang lebih rendah sebagai insentif bagi penyedia likuiditas.
Taker bekerja sebaliknya. Trader menjadi taker ketika order langsung mencocokkan order yang sudah berada di order book.
Market Order hampir selalu berperan sebagai taker karena prioritasnya adalah memperoleh eksekusi segera.
Namun, Limit Order juga dapat menjadi taker apabila harga yang dipasang membuat order langsung tereksekusi.
Bittime menjelaskan fitur Post-Only sebagai tipe order yang memastikan order masuk ke order book sebagai maker, sehingga trader dapat menghindari eksekusi sebagai taker.
Mengapa Taker Fee Biasanya Lebih Mahal?
Taker memperoleh keuntungan berupa kecepatan eksekusi.
Trader tidak perlu menunggu harga mencapai Limit Order karena posisi dapat dibuka atau ditutup menggunakan likuiditas yang sudah tersedia.
Sebagai kompensasi, taker fee futures biasanya berada di atas maker fee.
Sebagai contoh struktur industri, Exchange “A” per Agustus 2026 menampilkan tarif non-VIP 0,02% untuk maker dan 0,055% untuk taker pada kontrak perpetual tertentu.
Tarif setiap platform, produk, dan level pengguna dapat berbeda sehingga angka aktual tetap perlu diperiksa sebelum trading.
Perbedaan beberapa basis poin dapat terlihat kecil, tetapi efeknya meningkat seiring membesarnya nilai posisi dan frekuensi transaksi.
Rumus Menghitung Trading Fee Futures
Untuk kontrak perpetual berbasis USDT, pola perhitungan yang umum digunakan adalah:
Trading Fee = Nilai Posisi × Fee Rate
Nilai posisi atau notional value dapat dihitung dari:
Nilai Posisi = Jumlah Aset × Harga Eksekusi
Formula tersebut digunakan pada berbagai platform derivatives untuk menghitung biaya berdasarkan nilai kontrak yang benar-benar diperdagangkan.
Hal ini penting karena leverage membuat nilai posisi lebih besar daripada margin yang digunakan.
Contoh Menghitung Maker Fee dalam USDT
Anggap trader menggunakan margin 500 USDT dengan leverage 10x.
Nilai posisi menjadi:
500 USDT × 10 = 5.000 USDT
Untuk ilustrasi, anggap sebuah platform mengenakan maker fee 0,02%.
Maka:
5.000 × 0,02% = 1 USDT
Jadi, biaya buka posisi futures sebagai maker adalah 1 USDT.
Jika trader kemudian menutup seluruh posisi sebagai maker dan nilai posisi saat keluar tetap sekitar 5.000 USDT, biaya penutupan sekitar 1 USDT lagi.
Total round-trip fee menjadi:
1 USDT + 1 USDT = 2 USDT
Angka 0,02% di atas hanya contoh perhitungan. Tarif aktual perlu mengikuti fee schedule platform yang digunakan.
Contoh Menghitung Taker Fee dalam USDT
Gunakan nilai posisi yang sama, yaitu 5.000 USDT. Misalkan taker fee pada platform tersebut sebesar 0,05%.
Biaya membuka posisi:
5.000 × 0,05% = 2,5 USDT
Jika posisi kemudian ditutup menggunakan Market Order pada nilai posisi sekitar 5.000 USDT:
Biaya tutup = 5.000 × 0,05% = 2,5 USDT
Total biaya trading futures menjadi sekitar:
2,5 + 2,5 = 5 USDT
Jika entry menggunakan maker tetapi exit menggunakan taker, totalnya menjadi sekitar 3,5 USDT berdasarkan asumsi yang sama.
Leverage Bisa Membuat Fee Terasa Lebih Besar
Salah satu kesalahan umum trader pemula adalah menghitung fee berdasarkan margin saja.
Misalnya, modal yang digunakan hanya 100 USDT dengan leverage 20x. Nilai posisi sebenarnya menjadi 2.000 USDT.
Jika taker fee 0,05%, biaya bukan:
100 × 0,05% = 0,05 USDT
Melainkan:
2.000 × 0,05% = 1 USDT
Exchange “B” memberikan contoh serupa: posisi BTC/USDT senilai US$20.000 dengan leverage 10x tetap menghitung fee berdasarkan nilai kontrak US$20.000, bukan margin US$2.000 yang digunakan.
Itulah sebabnya leverage dapat memperbesar dampak trading fee futures terhadap modal aktual trader.
Baca Juga : Cara Menghitung PnL Futures agar Tidak Salah Membaca
Biaya Buka dan Tutup Posisi Sama-sama Perlu Dihitung
Perhitungan profit sebaiknya tidak berhenti pada gross PnL.
Posisi biasanya mengalami eksekusi ketika dibuka dan kembali mengalami eksekusi ketika ditutup.
Secara sederhana:
Net PnL = Gross PnL − Fee Entry − Fee Exit − Biaya Lain
Jika posisi terkena funding, komponen tersebut juga perlu dimasukkan.
Bittime menjelaskan funding rate sebagai pembayaran periodik antara pihak Long dan Short yang bertujuan menjaga harga kontrak perpetual tetap dekat dengan pasar spot.
Jadi, biaya buka posisi futures dan biaya tutup posisi futures bukan satu-satunya biaya yang mungkin mempengaruhi hasil trading.
Bagi kamu yang ingin mempelajari perdagangan derivatif crypto secara langsung, kamu bisa daftar di Bittime dan mengeksplorasi Bittime Futures.
Maker Tidak Selalu Lebih Baik daripada Taker
Maker memang cenderung lebih murah, tetapi harga tidak selalu menunggu Limit Order trader.
Bayangkan Bitcoin sedang bergerak turun cepat dan trader perlu menutup posisi Long untuk membatasi kerugian. Memaksakan Limit Order hanya demi menghemat beberapa basis poin dapat membuat posisi mengalami kerugian lebih besar apabila order tidak segera terisi.
Sebaliknya, ketika entry tidak mendesak dan trader sudah menentukan level harga tertentu, Limit atau Post-Only Order dapat menjadi pilihan yang lebih efisien.
Karena itu, keputusan maker atau taker perlu mempertimbangkan fee, slippage, peluang order terisi, serta kecepatan eksekusi.
Baca Juga : Panduan Lengkap untuk Transaksi OTC USDT IDR di Bittime
Cara Hemat Fee Futures Tanpa Mengorbankan Strategi
Salah satu cara hemat fee futures adalah mengurangi transaksi yang tidak memiliki setup jelas. Semakin sering posisi dibuka dan ditutup, semakin besar akumulasi trading fee.
Trader juga dapat menggunakan Limit atau Post-Only Order ketika tidak membutuhkan eksekusi instan.
Namun, penghematan fee seharusnya tidak mengalahkan manajemen risiko.
Ukuran posisi juga perlu diperhatikan.
Posisi yang terlalu besar akibat leverage tinggi bukan hanya memperbesar potensi profit dan loss, tetapi turut memperbesar nominal fee karena biaya dihitung dari nilai posisi.
Baca Juga : Mark Price vs Last Price vs Index Price: Perbedaan dan Pengaruhnya
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa perbedaan maker dan taker futures?
Maker menempatkan order yang menambah likuiditas ke order book, sedangkan taker mengeksekusi likuiditas yang sudah tersedia. Maker biasanya mendapatkan fee lebih rendah dibanding taker.
Apakah Limit Order selalu terkena maker fee?
Tidak selalu. Limit Order yang langsung bertemu dengan order di order book dapat dieksekusi sebagai taker. Fitur Post-Only digunakan ketika trader ingin memastikan order masuk sebagai maker.
Bagaimana cara menghitung fee futures?
Rumus sederhananya adalah nilai posisi × trading fee rate. Untuk kontrak USDT, nilai posisi biasanya dihitung berdasarkan kuantitas aset dikalikan harga eksekusi.
Apakah leverage mempengaruhi biaya trading futures?
Leverage memperbesar nilai posisi yang dapat dikendalikan dengan margin lebih kecil. Karena fee umumnya dihitung dari notional value, posisi ber-leverage dapat menghasilkan biaya yang jauh lebih besar dibanding jika fee keliru dihitung dari margin saja.
Apakah membuka dan menutup posisi sama-sama kena fee?
Pada umumnya, ya. Fee dikenakan ketika order entry tereksekusi dan kembali dikenakan ketika order untuk menutup posisi tereksekusi.
Apakah funding rate sama dengan trading fee?
Tidak. Trading fee muncul karena eksekusi order, sedangkan funding rate merupakan pembayaran periodik antara trader Long dan Short pada kontrak perpetual.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



