Target Bitcoin $150K Bernstein Tetap Meski Pullback 54%

2026-07-08

Target Bitcoin $150K Bernstein Tetap Meski Pullback 54%.png

Pasar kripto sudah beberapa kali membuktikan bahwa koreksi tajam tidak selalu mengakhiri tren jangka panjang. Pandangan itulah yang kembali ditegaskan dalam target Bitcoin $150K Bernstein, meski aset kripto terbesar tersebut telah mengalami pullback Bitcoin 54% dari puncaknya. 

Bagi tim analis Bernstein, penurunan kali ini lebih mencerminkan fase penyesuaian dalam siklus pasar daripada tanda melemahnya fundamental Bitcoin. 

Penilaian tersebut juga didukung oleh arus investasi institusional, akumulasi perusahaan treasury Bitcoin, serta perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat. 

Key Takeaways

  • Bernstein tetap mempertahankan target Bitcoin US$150.000 hingga akhir 2026 meski harga telah terkoreksi sekitar 54%.
  • Menurut analis, koreksi saat ini tidak disertai krisis sistemik seperti pada siklus bearish sebelumnya.
  • Pembelian Bitcoin oleh perusahaan seperti Strategy dinilai mampu mengimbangi arus keluar ETF Bitcoin spot.

Mengapa Bernstein Tetap Mempertahankan Target Harga Bitcoin US$150.000?

Dalam laporan riset terbarunya, analis Bernstein menilai koreksi yang terjadi saat ini belum mengubah prospek jangka panjang Bitcoin. 

Mereka tetap mempertahankan target harga Bitcoin sebesar US$150.000 pada akhir 2026 karena sejumlah indikator fundamental masih menunjukkan tren yang positif.

Menurut laporan yang dikutip ForkLog, penurunan harga sekitar 54% dari puncak Oktober 2025 justru lebih dangkal dibandingkan siklus bearish sebelumnya. Sebagai perbandingan, Bitcoin pernah mengalami penurunan sekitar 94% pada 2011, 86% pada 2014, 84% pada 2018, dan 77% pada 2022.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pasar Bitcoin saat ini dinilai lebih matang karena mampu menyerap tekanan jual dengan lebih baik dibandingkan beberapa siklus terdahulu. 

Baca Juga: Cara Membeli Bitcoin yang Aman dan Murah di Indonesia

Bitcoin Bernstein Unsplash.png

Sumber: Unsplash

Yuk mulai invest dan trading di Bittime dengan proses yang cepat, aman, dan mudah.

Analisis Bitcoin Bernstein: Koreksi Tidak Disertai Krisis Sistemik

Salah satu alasan utama yang mendukung analisis Bitcoin Bernstein adalah absennya gangguan besar terhadap infrastruktur industri kripto.

Pada bear market sebelumnya, penurunan harga Bitcoin biasanya dipicu oleh kegagalan institusi besar, kebangkrutan bursa kripto, krisis likuiditas, maupun efek domino akibat penggunaan leverage yang berlebihan.

Namun kali ini, Bernstein menilai kondisi tersebut tidak terjadi. Menurut mereka, pelemahan harga lebih dipengaruhi oleh sentimen investor dan kondisi makroekonomi global daripada kerusakan pada ekosistem Bitcoin itu sendiri.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa meskipun ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar sekitar US$5,5 miliar, total aset yang dikelola ETF masih berada di kisaran US$74 miliar. Dengan demikian, tekanan jual dari ETF dinilai belum cukup besar untuk mengubah tren jangka panjang Bitcoin. 

Baca Juga: Strategic Bitcoin Reserve AS Terhambat, Ada Apa?

Strategy dan Regulasi AS Menjadi Penopang Prospek Bitcoin 2026

Faktor lain yang membuat Bernstein tetap optimistis adalah meningkatnya akumulasi Bitcoin oleh perusahaan publik.

Strategy, misalnya, dilaporkan telah membeli sekitar 175.000 BTC sepanjang 2026 dengan nilai sekitar US$14 miliar, sehingga total kepemilikannya mencapai lebih dari 847.000 BTC. 

Menurut Bernstein, pembelian dalam skala besar tersebut berhasil mengimbangi tekanan jual yang berasal dari ETF maupun aktivitas penambang Bitcoin.

Selain itu, perusahaan riset tersebut juga melihat perkembangan regulasi di Amerika Serikat sebagai katalis positif. 

Sejumlah isu yang mereka soroti meliputi kemajuan pembahasan GENIUS Act untuk stablecoin, peluang pengesahan CLARITY Act, hingga pertumbuhan pasar aset dunia nyata yang ditokenisasi (Real World Assets/RWA).

Di sisi lain, Bernstein menilai risiko keuangan Strategy masih terkendali. Rasio utang perusahaan diperkirakan hanya sekitar 13% dibandingkan nilai kepemilikan Bitcoin, sementara jatuh tempo utang utama baru akan berlangsung pada 2028. 

Baca Juga: Crypto AI Apa Saja? 9 Koin AI Populer 2026 yang Wajib Dipantau 

Prediksi Bitcoin 2026: Apa Saja Risiko yang Masih Perlu Diperhatikan?

Meski mempertahankan target Bitcoin 2026 di level US$150.000, Bernstein mengakui perjalanan menuju level tersebut tidak akan berjalan mulus.

Perusahaan memperkirakan sebagian penambang Bitcoin di Amerika Serikat akan terus mengalihkan investasi ke bisnis pusat data AI karena menawarkan margin yang lebih menarik. 

Pergeseran tersebut berpotensi memengaruhi distribusi hashrate global, meski diperkirakan tidak akan mengganggu keamanan jaringan Bitcoin secara signifikan.

Selain itu, kondisi makroekonomi masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Suku bunga tinggi, kebijakan moneter bank sentral, serta arus modal menuju aset defensif seperti emas dapat memengaruhi pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek.

Meski demikian, Bernstein menilai kombinasi akumulasi institusional, pertumbuhan perusahaan treasury Bitcoin, dan regulasi yang semakin jelas tetap menjadi fondasi utama yang mendukung prospek Bitcoin 2026

Oleh karena itu, mereka menyebut skenario kenaikan menuju US$150.000 masih realistis meski kini terlihat lebih ambisius dibandingkan beberapa bulan lalu. 

Baca Juga: Cara Beli SpaceX Tokenized Stock (SPCXon): Panduan Token Saham SpaceX Ondo

Kesimpulan

Bernstein tetap mempertahankan target Bitcoin US$150.000 karena melihat koreksi 54% sebagai bagian dari siklus pasar, bukan pertanda melemahnya fundamental aset tersebut. Dibandingkan siklus bearish sebelumnya, penurunan kali ini berlangsung tanpa krisis sistemik yang mengguncang industri kripto.

Di sisi lain, pembelian Bitcoin oleh Strategy, pertumbuhan investasi institusional, serta perkembangan regulasi di Amerika Serikat menjadi faktor yang memperkuat optimisme terhadap prospek Bitcoin hingga akhir 2026. 

Meski volatilitas diperkirakan masih tinggi, Bernstein menilai fondasi pasar saat ini jauh lebih kuat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

bittime biaya withdrawal murah

Cek harga Bitcoin (BTC)Ethereum (ETH)XRPSolana (SOL)Polygon (POL), dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Mengapa Bernstein tetap mempertahankan target Bitcoin US$150.000?

Bernstein menilai koreksi sekitar 54% tidak disertai kerusakan fundamental pada pasar Bitcoin dan masih didukung oleh permintaan institusional yang kuat.

Berapa target harga Bitcoin menurut Bernstein?

Analis Bernstein mempertahankan target harga Bitcoin sebesar US$150.000 hingga akhir 2026.

Apa alasan utama di balik optimisme Bernstein?

Mereka melihat akumulasi Bitcoin oleh perusahaan seperti Strategy, arus modal institusional, serta perkembangan regulasi AS sebagai faktor pendukung utama.

Apakah arus keluar ETF Bitcoin menjadi ancaman?

Menurut Bernstein, outflow ETF sekitar US$5,5 miliar masih relatif kecil dibandingkan total aset ETF Bitcoin yang dikelola, sehingga belum mengubah prospek jangka panjang.

Apa risiko terbesar bagi Bitcoin pada 2026?

Risiko utama berasal dari kondisi makroekonomi, kebijakan suku bunga, volatilitas pasar global, serta perubahan sentimen investor terhadap aset berisiko.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Prediksi Hyperliquid Juli 2026: Apakah Harga HYPE Masih Bisa Naik? Ini Analisis Teknikalnya
Prediksi Hyperliquid Juli 2026: Apakah Harga HYPE Masih Bisa Naik? Ini Analisis Teknikalnya

Prediksi harga Hyperliquid (HYPE) Juli 2026 berdasarkan analisis teknikal, fundamental, dan prospek ekosistem Hyperliquid.

2026-07-08Baca