Tokenized Stocks Catat US$1,01 Miliar di Weekend, Saat Bursa AS Tutup
2026-09-09
Sabtu pagi, saat NYSE gelap dan tak satu pun trader Wall Street mengangkat telepon, uang tetap mengalir deras ke saham-saham Amerika lewat jalur yang sama sekali berbeda: blockchain.
Saham tokenisasi, versi digital dari saham asli yang diperdagangkan di jaringan onchain, mencatat volume US$1,01 miliar selama dua hari penuh bursa AS tutup pada libur Labor Day 2026.
Angka ini nyaris menyamai transaksi hari Jumat, saat pasar saham konvensional masih beroperasi normal. Fenomena ini menegaskan satu hal: kebutuhan trading 24 jam terhadap eksposur saham AS ternyata nyata, bukan sekadar wacana industri kripto.
Key Takeaways
- 42 saham tokenisasi terbesar mencatat volume US$1,01 miliar selama akhir pekan Labor Day, nyaris menyamai volume hari Jumat saat bursa AS masih buka.
- Robinhood Chain menguasai 57% dari total volume weekend, meski nilai float tokennya justru paling kecil dibanding platform besar lainnya.
- Harga saham tokenisasi tetap stabil dekat harga penutupan Jumat, membuktikan mekanisme price discovery onchain tetap efisien meski tanpa referensi bursa langsung.
Data di Balik Lonjakan Volume Akhir Pekan
NYSE resmi tutup pukul 4 sore waktu New York pada Jumat, 4 September, dan baru dibuka kembali Selasa pagi pukul 9.30. Artinya ada jeda 89,5 jam di mana bursa saham Amerika benar-benar tidak beroperasi. Namun jeda itu tidak berlaku untuk versi tokenisasi dari saham-saham yang sama.
Menurut data volume dari CoinGecko yang mencakup 42 token teratas di empat platform utama, sebagaimana dilaporkan The Defiant, Sabtu membukukan US$490,3 juta dan Minggu US$516,9 juta, sehingga total akhir pekan mencapai US$1,01 miliar.
Sebagai perbandingan, Jumat, dengan pasar kas dibuka penuh sepanjang sesi, hanya menghasilkan US$1,02 miliar di 42 token yang sama. Selisihnya nyaris tidak terasa. Ditambah Labor Day yang menyumbang US$398,3 juta, total volume selama tiga hari penutupan bursa mencapai US$1,41 miliar.
Angka ini penting karena selama ini klaim "trading saham 24/7" sering dianggap sekadar jargon pemasaran platform kripto. Data akhir pekan Labor Day membuktikan sebaliknya: ada permintaan riil dari trader, terutama yang berada di zona waktu berbeda, untuk tetap mengambil posisi pada saham AS kapan pun mereka mau, tanpa menunggu bursa dibuka.
Kalau kamu tertarik memantau pergerakan aset kripto dan token RWA seperti ini secara real-time, kamu bisa langsung membuat akun di Bittime untuk mulai eksplorasi pasar aset digital dengan lebih mudah dan aman.
Robinhood Chain Mendominasi, tapi Rapuh di Balik Layar
Dari seluruh volume akhir pekan, Robinhood Chain menyumbang porsi terbesar: US$572,8 juta atau 57% dari total, terbagi US$288,2 juta pada Sabtu dan US$284,6 juta pada Minggu. Posisi kedua ditempati bStocks milik Binance dengan US$303,5 juta, disusul xStocks dari Backed Finance di US$87,1 juta, dan Ondo Global Markets di US$43,8 juta.
Yang menarik, Robinhood justru memegang nilai token terkecil di antara tiga platform besar tersebut, hanya US$133,2 juta, jauh di bawah Ondo yang mencapai US$860 juta dan xStocks di US$631,2 juta menurut data rwa.xyz yang dikutip The Defiant. Artinya, kecepatan perputaran uang (turnover) di Robinhood Chain jauh lebih tinggi dibanding ukuran pasarnya sendiri.
Salah satu penyebabnya adalah pasangan trading dengan memecoin. Token bernama AI, yang dipasangkan dengan NVDA versi tokenisasi, mencatat volume US$11,3 juta dalam dua hari dari pool likuiditas yang hanya bernilai US$22,4 juta.
Pola serupa juga terjadi pada token HIMS tokenisasi, di mana sembilan memecoin diperdagangkan melawannya di akhir Agustus, dan salah satunya sempat menguasai lebih dari separuh float token tersebut.
Baca Juga: Saham Masker MEDS: Mengenal Bisnis Emiten Alat Kesehatan dan Produk yang Dijual
Instrumen paling ramai sepanjang akhir pekan justru bukan saham individu, melainkan QQQB, versi bStocks dari Invesco QQQ Trust, dengan volume US$180,5 juta, lebih besar dari gabungan volume xStocks dan Ondo sepanjang dua hari itu.
CoinGecko mencatat rasio turnover QQQB mencapai 65 kali lipat nilai kapitalisasi tokennya dalam sehari, sinyal kuat aktivitas farming likuiditas dan arbitrase ketimbang investasi jangka panjang murni.
Pertumbuhan sektor ini pun sejalan dengan tren yang lebih besar. Riset CoinGecko mencatat kapitalisasi pasar saham tokenisasi melonjak dari sekitar US$2 juta pada Juni 2025 menjadi sekitar US$486 juta pada akhir Kuartal I 2026.
Data terbaru dari Cryptobriefing bahkan menyebut sektor ini telah menembus US$3,1 miliar pada awal September 2026, dengan Ondo Finance menguasai 31% pangsa pasar. Sementara PANews melaporkan, mengutip data Token Terminal, kapitalisasi pasar saham tokenisasi naik US$187,8 juta hanya dalam tujuh hari terakhir, kenaikan terbesar di antara seluruh sektor aset dunia nyata (RWA).
Baca Juga: BIS Ungkap Potensi Baru XRP Ledger untuk Sistem Keuangan Digital
Sengketa AMC dan Ujian Regulasi Saham Tokenisasi
Tidak semua pihak menyambut baik popularitas saham tokenisasi. Token AMC Entertainment versi Robinhood menjadi nama tersibuk ketiga akhir pekan dengan volume US$103,1 juta, padahal itu justru periode "sepi" bagi token tersebut.
Pada Jumat sebelumnya, volume token ini mencapai US$232,6 juta, angka harian tertinggi dalam sampel data, sehari setelah CEO AMC Adam Aron menuntut Robinhood menghentikan produk tersebut. Chief Legal Officer Robinhood, Dan Gallagher, membalas dengan singkat: suruh pengacaranya yang bicara.
Perseteruan ini menyoroti persoalan hukum yang belum tuntas di industri tokenisasi saham: apakah emiten punya hak menolak sahamnya direplikasi dalam bentuk token sintetis oleh pihak ketiga, tanpa perjanjian resmi? Sampai ada kejelasan regulasi, kasus semacam ini kemungkinan besar akan terus muncul seiring makin banyak platform meluncurkan produk serupa.
Baca Juga: 10 Situs Free Bitcoin Mining dan Faucet 2026, Mana yang Legit?
Meski begitu, dari sisi harga, sistem onchain terbukti cukup rapi. Pool tokenisasi NVDA utama diperdagangkan antara US$229,18 hingga US$233,52 pada Sabtu, dan US$230,15 hingga US$233,25 pada Minggu, dibandingkan harga penutupan Jumat NVDA di US$230,36, dengan premium yang tidak pernah melebihi 1,4%.
Artinya, meski bursa acuan tutup total, mekanisme price discovery onchain tetap berjalan wajar dan tidak liar.
Hampir seluruh volume juga berjalan lewat exchange terdesentralisasi (DEX), bukan exchange tersentralisasi. Token SPY milik Robinhood misalnya, sama sekali tidak memiliki listing di exchange tersentralisasi manapun, seluruh volumenya murni mengalir lewat Uniswap V4, Ramses V3, dan Uniswap V3 di Robinhood Chain.
Baca Juga: 10+ Coin AI Terbaik 2026: Ini Daftar Crypto Bertema Artificial Intelligence!
Kesimpulan
Data akhir pekan Labor Day membuktikan bahwa saham tokenisasi bukan lagi sekadar eksperimen niche di dunia kripto, melainkan pasar dengan permintaan nyata yang terus bergerak bahkan saat bursa Wall Street tutup total.
Robinhood Chain memimpin dari sisi volume meski dengan float terkecil, sebagian besar didorong oleh pasangan trading memecoin yang membuat turnovernya melonjak drastis.
Di sisi lain, sengketa hukum seperti kasus AMC menunjukkan bahwa regulasi terkait hak emiten atas replikasi saham dalam bentuk token masih jauh dari selesai. Namun satu hal jelas: harga tetap stabil dan mengikuti wajar harga acuan, tanda bahwa infrastruktur tokenisasi saham sudah cukup matang untuk menopang perdagangan lintas waktu tanpa henti.
Pantau token saham AS: AMZON, AMDON, TSLAX, NFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi, kamu bisa mulai trading di Bittime.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu saham tokenisasi?
Saham tokenisasi adalah representasi digital dari saham asli di bursa tradisional, diperdagangkan di jaringan blockchain agar bisa diakses 24 jam tanpa batasan jam bursa konvensional.
Kenapa volume saham tokenisasi tinggi saat bursa AS tutup?
Karena trader dari berbagai zona waktu tetap ingin mengambil posisi pada saham AS meski NYSE dan Nasdaq sedang libur, sehingga permintaan onchain justru meningkat.
Platform mana yang paling banyak menangani volume saham tokenisasi?
Robinhood Chain menguasai 57% dari total volume akhir pekan Labor Day, diikuti bStocks Binance, xStocks Backed Finance, dan Ondo Global Markets.
Apakah harga saham tokenisasi bisa berbeda jauh dari harga saham asli?
Berdasarkan data terbaru, premiumnya sangat kecil, di bawah 1,4% dari harga penutupan bursa, sehingga price discovery-nya tergolong efisien.
Apakah saham tokenisasi legal diperdagangkan tanpa izin emiten?
Status hukumnya masih abu-abu, seperti terlihat dari sengketa AMC dan Robinhood, karena belum ada aturan baku yang mengatur replikasi saham dalam bentuk token oleh pihak ketiga.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



