Mengapa Saham Circle (CRCL) Turun Tajam setelah Peluncuran OpenUSD?

2026-07-01
Mengapa Saham Circle (CRCL) Turun Tajam setelah Peluncuran OpenUSD.webp

Saham Circle Internet Group (CRCL) anjlok hampir 15% pada 30 Juni 2026 setelah peluncuran OpenUSD (OUSD), sebuah stablecoin baru yang didukung lebih dari 140 perusahaan raksasa termasuk Visa, Mastercard, BlackRock, Stripe, Google, dan Coinbase. 

OUSD mengancam dominasi USDC, stablecoin andalan Circle, dengan menawarkan model ekonomi yang lebih menarik bagi mitra: pendapatan dari cadangan stablecoin dibagikan kepada mitra, bukan hanya kepada penerbit. 

Ini menjadi pukulan telak bagi Circle, yang 99% pendapatannya pada 2024 berasal dari imbal hasil cadangan USDC. 

Artikel ini mengupas mengapa peluncuran OUSD menjadi ancaman serius bagi Circle dan apa dampaknya bagi investor.

Poin Penting

  • Saham Circle (CRCL) turun hampir 15% usai peluncuran OpenUSD (OUSD).
  • OUSD mengancam model bisnis USDC yang menjadi sumber utama pendapatan Circle.
  • Coinbase bergabung dengan OUSD menjelang perpanjangan kontrak dengan Circle.

Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.  

Mengapa Saham Circle (CRCL) Turun Tajam setelah Peluncuran OpenUSD?

Saham Circle (CRCL) anjlok hampir 15% setelah peluncuran OpenUSD (OUSD), stablecoin baru yang didukung lebih dari 140 raksasa korporasi seperti Visa, Mastercard, BlackRock, dan Coinbase. 

OUSD mengancam model bisnis Circle karena memungkinkan mitra menyimpan sendiri pendapatan dari cadangan stablecoin, berbeda dengan USDC yang selama 99% pendapatan Circle berasal dari imbal hasil cadangan. 

Coinbase, yang menerima $908 juta dari Circle pada 2024 untuk distribusi USDC, kini justru bergabung dengan konsorsium OUSD di tengah akan habisnya kontrak kerja sama pada Agustus 2026.

Baca juga : USDC Faucet: Panduan Cara Mendapatkan Stablecoin Circle Gratis

Apa Itu OpenUSD (OUSD)?

OpenUSD adalah stablecoin yang dipatok 1:1 terhadap dolar AS, dikelola oleh Open Standard melalui dewan independen yang terdiri dari para mitra. 

Token ini didesain untuk menjadi "standar terbuka" yang dapat digunakan oleh bisnis dan institusi keuangan secara gratis, tanpa biaya pencetakan atau penebusan. 

Keunggulan utama OUSD: mitra yang bergabung dalam konsorsium berhak atas pendapatan dari imbal hasil cadangan yang mendukung token tersebut, setelah dipotong biaya kecil.

Zach Abrams, mantan CEO Bridge (perusahaan stablecoin yang diakuisisi Stripe senilai $1,1 miliar pada 2025), memimpin Open Standard sebagai CEO interim. 

Stripe sendiri langsung mengintegrasikan OUSD sebagai stablecoin default untuk bisnis yang berjalan di platformnya.

Baca juga : Bitcoin Monetization Program Strategy: Strategi Baru Michael Saylor

Mengapa OUSD Mengancam Circle?

Circle menghasilkan hampir seluruh pendapatannya (99%) dari imbal hasil cadangan USDC yang disimpan dalam instrumen aman seperti Treasury AS. 

Pada 2024, Circle membayar Coinbase $908 juta sebagai imbalan distribusi USDC, menjadikannya mitra terbesar Circle.

Dengan OUSD, mitra seperti Coinbase, Visa, dan Stripe justru bisa "memotong perantara" dan menyimpan sendiri pendapatan dari cadangan stablecoin mereka. 

Ini adalah ancaman eksistensial bagi model bisnis Circle, karena USDC kehilangan daya tariknya di mata mitra enterprise yang kini memiliki alternatif lebih menguntungkan.

Saham Circle (CRCL): Reaksi Pasar

Mengapa Saham Circle (CRCL) Turun Tajam setelah Peluncuran OpenUSD - image.webp

Sumber: Google Finance

Saham CRCL jatuh hampir 15% pada hari peluncuran OUSD, mencapai level terendah dalam sesi perdagangan. 

Penurunan ini memperpanjang tren bearish setelah saham Circle sempat rally dari $50 ke $129 dalam enam pekan sebelumnya.

Analis melihat kejatuhan ini sebagai respons rasional terhadap ancaman kompetitif. 

Dragonfly Capital's Rob Hadick menyebut daftar mitra OUSD sebagai "ancaman nyata" bagi bisnis Circle. 

Investor khawatir bahwa OUSD bisa menggerus pangsa pasar USDC, yang saat ini mencapai $74 miliar, dan menekan margin keuntungan Circle di masa depan.

Ekosistem Pendukung OUSD

OpenUSD didukung oleh konsorsium lintas sektor yang mencakup:

- Jaringan pembayaran: Visa, Mastercard, Stripe

- Institusi keuangan: BlackRock, BNY Mellon

- Perusahaan teknologi: Google, Shopify

- Platform kripto: Coinbase

Banyak dari perusahaan ini sebelumnya mendukung Facebook Libra pada 2019, tetapi mundur di bawah tekanan regulasi. 

Kali ini, perbedaan utamanya adalah pendekatan yang lebih terdesentralisasi dan kepatuhan regulasi yang lebih matang di AS dan Eropa.

OUSD akan diluncurkan akhir tahun 2026 di Plasma dan blockchain lain yang dirancang khusus untuk pembayaran stablecoin. 

Kehadiran infrastruktur ini menambah kepercayaan bahwa OUSD bukan sekadar proyek spekulatif.

Baca juga: Visa Ambil 90% On-Chain Card Payments

Bagaimana Nasib Circle ke Depan?

Circle masih memiliki keunggulan kompetitif: USDC memiliki regulasi yang kokoh di AS dan Eropa, serta likuiditas yang dalam di berbagai exchange global. 

Namun, tekanan dari OUSD datang di momen kritis: perjanjian distribusi USDC dengan Coinbase akan diperbarui pada Agustus 2026, memberi peluang bagi Coinbase untuk mengalihkan fokus ke OUSD.

CEO Circle, Jeremy Allaire, belum memberikan pernyataan resmi mengenai respons strategis perusahaan. 

Sementara itu, Tether (USDT) dengan kapitalisasi pasar $185 miliar, dan PayPal tidak terlibat dalam konsorsium OUSD, memilih untuk fokus pada ekosistem stablecoin masing-masing.

Baca juga : Bitcoin vs AI: BlackRock dan JPMorgan Punya Pandangan Berbeda di 2026

Kesimpulan

Peluncuran OpenUSD mengubah lanskap stablecoin secara fundamental, mengancam dominasi USDC dan model bisnis Circle yang selama ini bergantung pada imbal hasil cadangan. 

Dengan dukungan 140+ perusahaan besar, OUSD berpotensi menjadi standar baru dalam pembayaran digital enterprise. 

Bagi Circle, tantangan terbesar adalah merespons dengan cepat untuk mempertahankan mitra dan pangsa pasar. 

Investor CRCL perlu mencermati perkembangan ini, terutama menjelang perpanjangan kontrak dengan Coinbase pada Agustus 2026.

bittime biaya withdrawal murah

Ingin memiliki aset yang nilainya mengikuti dolar AS? Cek pergerakan USDTUSDCUSD1, dan USDS, lalu mulai trading stablecoin favoritmu di Bittime.

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa itu OpenUSD (OUSD)?

OpenUSD adalah stablecoin yang dipatok 1:1 terhadap dolar AS, dikelola oleh Open Standard dan didukung oleh lebih dari 140 perusahaan termasuk Visa, Mastercard, dan Coinbase.

Mengapa saham Circle (CRCL) turun?

Saham Circle turun hampir 15% karena OUSD menawarkan model ekonomi yang mengancam pendapatan utama Circle dari imbal hasil cadangan USDC.

Siapa saja pendukung OUSD?

Visa, Mastercard, Stripe, BlackRock, Coinbase, Google, Shopify, BNY Mellon, dan lebih dari 140 perusahaan lainnya.

Apa perbedaan OUSD dan USDC?

OUSD membagikan pendapatan dari imbal hasil cadangan kepada mitra, sementara USDC memberikan imbal hasil kepada Circle (99% revenue Circle berasal dari sini).

Kapan OUSD akan diluncurkan?

OUSD dijadwalkan meluncur akhir tahun 2026 di Plasma dan blockchain lainnya.

Berapa kapitalisasi pasar USDC saat ini?

USDC saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar $74 miliar, di bawah USDT ($185 miliar).

Apakah Coinbase masih bermitra dengan Circle?

Coinbase adalah mitra distribusi USDC dan menerima $908 juta dari Circle pada 2024. Kontrak mereka akan diperbarui pada Agustus 2026.

Siapa pemimpin Open Standard?

Zach Abrams, mantan CEO Bridge (diakuisisi Stripe $1,1 miliar), memimpin Open Standard sebagai CEO interim.

Apakah OUSD aman secara regulasi?

OUSD dibangun dengan mempertimbangkan kepatuhan regulasi di AS dan Eropa, dengan dewan independen dari para mitra.

Bagaimana prospek Circle ke depan?

Circle menghadapi tekanan besar dari OUSD, tetapi masih memiliki keunggulan regulasi dan likuiditas. Respons strategis Circle dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan masa depan perusahaan.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Prediksi Spanyol vs Belgia: Polymarket Jagokan Siapa?
Prediksi Spanyol vs Belgia: Polymarket Jagokan Siapa?

Prediksi Spanyol vs Belgia Piala Dunia 2026 versi Polymarket, lengkap dengan analisis performa, taktik, pemain kunci, dan estimasi skor. Simak selengkapnya!

2026-07-09Baca