Rekor! Visa Ambil 90% On-Chain Card Payments, Crypto Spending Meledak
2026-05-28
Visa berhasil ambil 90 persen dari semua pembayaran kartu on-chain di dunia kripto pada Mei 2026.
Pengeluaran kripto lewat kartu ini capai rekor baru sebesar 7,8 miliar dolar AS. Angka ini naik tajam 230 persen dibanding volume bulanan sejak Mei 2025.
Ini tandanya orang semakin suka pakai crypto card untuk belanja sehari-hari, bukan hanya trading. Kita bahas fakta lengkapnya dengan tenang supaya kamu paham apa artinya untuk stablecoin visa card dan pembayaran on chain tanpa terlalu berlebihan.
Key Takeaways
- Visa pegang 90 persen market share crypto card on-chain, jauh di atas kompetitor lain meski keduanya punya program serupa.
- Total spending crypto card capai rekor 7,8 miliar dolar AS kumulatif hingga Mei 2026, dengan volume bulanan naik 230 persen sejak Mei 2025.
- Program stablecoin visa card Visa dan Bridge sudah aktif di 18 negara dan rencana ekspansi ke lebih dari 100 negara akhir 2026.
Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.
Apa Itu On-Chain Card Payments dan Mengapa Visa Dominan
On-chain card payments adalah cara belanja pakai kartu yang transaksinya langsung tercatat di blockchain.
Uangnya berasal dari saldo stablecoin di wallet self-custody seperti MetaMask atau Phantom. Saat kamu gesek kartu di toko, stablecoin langsung dikonversi atau diselesaikan on-chain tanpa lewat bank tradisional dulu.
Visa ambil 90 persen dari semua transaksi jenis ini. Angka ini berdasarkan data terkini Mei 2026. Meski Mastercard juga punya lebih dari 130 program crypto card, Visa tetap unggul karena kerja sama awal dengan penyedia infrastruktur kripto-native.
Hasilnya, hampir semua volume on-chain lewat jaringan Visa yang sudah punya 175 juta merchant di seluruh dunia.

Crypto spending meledak karena orang sekarang pakai stablecoin untuk belanja nyata. Dulu stablecoin lebih banyak dipakai trading atau simpan nilai.
Sekarang kartu kripto bikin mudah beli kopi, bayar tagihan, atau shopping online. Contohnya, platform seperti Jupiter Global yang baru launching Januari 2026 naik spending 648 persen dalam dua bulan terakhir.
Visa vs kompetitor kripto terlihat jelas di sini. Visa tidak hanya sediakan jaringan kartu, tapi juga dukung settlement on-chain langsung lewat kerja sama dengan Bridge dan Lead Bank. Ini buat transaksi lebih cepat dan murah.
Banyak pengguna kripto pilih Visa karena bisa dipakai di mana saja kartu Visa diterima. Dengan begitu, crypto card jadi jembatan nyata antara dunia kripto dan kehidupan sehari-hari.
Ingin trading stablecoin populer seperti Tether (USDT)? Lihat harga dan market terbaru hanya di Bittime
Baca juga : Kenapa HYPE Coin Naik? Analisis Buyback, Short Squeeze, dan RWA $2,6 Miliar
Rekor Spending Crypto Card dan Pertumbuhan 230 Persen
Spending crypto card capai rekor 7,8 miliar dolar AS kumulatif hingga Mei 2026. Angka ini naik 230 persen dari level bulanan Mei 2025. Pertumbuhan ini sangat cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di awal 2026 saja, volume bulanan sudah sentuh 600 juta dolar AS dan terus naik.
Faktor utamanya adalah stablecoin visa card yang makin mudah diakses. Kamu bisa isi saldo dari wallet kripto, lalu belanja di toko fisik atau online tanpa konversi manual.
Beberapa kartu bahkan beri cashback sampai 10 persen atau yield pada saldo. Contoh program populer seperti RedotPay dan Ether.fi Cash tambah fitur Apple Pay supaya lebih praktis.
Pertumbuhan ini tunjukkan perubahan perilaku. Orang tidak lagi hanya simpan kripto. Mereka pakai untuk pembayaran on chain sehari-hari.
Visa market share crypto naik karena infrastrukturnya sudah siap. Sementara kompetitor lain masih ketinggalan dalam hal on-chain settlement.
Berikut beberapa data penting tentang spending crypto card:
- Kumulatif hingga Mei 2026: 7,8 miliar dolar AS.
- Kenaikan volume bulanan: 230 persen sejak Mei 2025.
- Contoh pertumbuhan Jupiter Global: 648 persen dalam dua bulan.
- Akses merchant: lebih dari 175 juta lokasi Visa di seluruh dunia.
- Target ekspansi: lebih dari 100 negara akhir 2026.
Dengan angka-angka ini, jelas bahwa visa blockchain payment makin jadi pilihan utama. Investor dan pengguna kripto merasa lebih nyaman karena bisa pakai aset digital untuk belanja tanpa ribet. Ini juga dorong adopsi stablecoin di kehidupan nyata.
Baca juga : Zcash ETF Segera Hadir? Cek Faktanya dan Update Terbarunya!
Stablecoin Visa Card dan Ekspansi ke 100 Negara
Program stablecoin visa card Visa dan Bridge sudah aktif di 18 negara sejak 2025. Mereka mulai dari Amerika Latin seperti Argentina, Kolombia, dan Meksiko. Sekarang rencana ekspansi ke Eropa, Asia-Pasifik, Afrika, dan Timur Tengah. Targetnya lebih dari 100 negara akhir 2026.
Cara kerjanya sederhana. Pengguna isi saldo stablecoin di wallet. Saat belanja, kartu Visa proses transaksi dan settlement bisa langsung on-chain lewat Bridge. Ini beda dengan kartu kripto lama yang harus konversi ke fiat dulu. Hasilnya lebih cepat dan transparan.
Stablecoin jadi kunci karena nilainya stabil seperti dolar AS. Di negara dengan mata uang tidak stabil, orang pakai stablecoin untuk simpan nilai dan belanja. Kartu Visa bikin prosesnya mudah. Kamu bisa belanja di mana saja tanpa buka rekening bank lokal.
Mulai trading USDT/IDR bersama Bittime di sini!
Visa vs kompetitor kripto terlihat di sini. Visa cepat kerja sama dengan penyedia kripto seperti Bridge yang bagian dari Stripe. Ini bikin mereka unggul dalam visa market share crypto.
Banyak developer fintech sekarang bangun kartu sendiri lewat API Bridge dan langsung pakai jaringan Visa.
Dengan ekspansi ini, pembayaran on chain bakal makin biasa. Orang di Indonesia atau negara lain bisa pakai stablecoin untuk bayar tagihan atau belanja internasional tanpa biaya tinggi. Ini langkah besar menuju ekonomi yang lebih terbuka dan cepat.
Baca juga : Harga Emas Hari Ini 26 Mei 2026: Antam Retro Horizontal & Buyback Logam Mulia
Kesimpulan
Rekor Visa ambil 90 persen on-chain card payments tunjukkan crypto spending benar-benar meledak di 2026.
Dengan total 7,8 miliar dolar AS dan pertumbuhan 230 persen, stablecoin visa card jadi alat praktis untuk belanja sehari-hari. Ekspansi ke lebih dari 100 negara bakal bikin akses makin luas.
Meski begitu, tetap bijak kelola risiko kripto seperti biasa. Yang terpenting, teknologi ini bantu orang pakai aset digital dengan lebih mudah dan aman. Semoga kedepannya semakin banyak orang nikmati manfaatnya dengan ceria.
Dengan ini pertumbuhan adopsi crypto bisa semakin pesat, ikuti arus perkembangannya bersama Bittime!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apakah Visa benar-benar ambil 90 persen on-chain card payments?
Ya, data Mei 2026 tunjukkan Visa pegang 90 persen market share crypto card on-chain.
Berapa total spending crypto card sekarang?
Kumulatif capai rekor 7,8 miliar dolar AS hingga Mei 2026 dengan kenaikan 230 persen sejak Mei 2025.
Apa itu stablecoin visa card?
Kartu yang izinkan belanja langsung dari saldo stablecoin di wallet, settlement on-chain, dan bisa dipakai di 175 juta merchant Visa.
Mengapa Visa lebih unggul dari kompetitor kripto?
Karena kerja sama awal dengan infrastruktur kripto dan dukungan settlement on-chain, meski Mastercard juga punya banyak program.
Apakah program ini akan ekspansi ke Indonesia?
Target akhir 2026 mencakup lebih dari 100 negara termasuk Asia-Pasifik, jadi kemungkinan besar ya.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



