Roket SpaceX Hantam Bulan Ciptakan Kawah 18 Meter, NASA Rilis Foto Before-After

2026-08-19

Roket SpaceX Hantam Bulan Ciptakan Kawah 18 Meter, NASA Rilis Foto Before-After.png

Permukaan Bulan kembali menyimpan jejak aktivitas manusia. Pada 5 Agustus 2026, roket SpaceX menghantam Bulan setelah tahap atas SpaceX Falcon 9 menabrak permukaan satelit alami Bumi tersebut. Beberapa hari kemudian, NASA menggunakan wahana Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) untuk memotret perubahan di lokasi tumbukan.

Hasil pengamatan menunjukkan adanya kawah Bulan sekitar 18 meter atau 60 kaki. NASA kemudian membandingkan kondisi permukaan sebelum dan sesudah kejadian melalui citra LRO, sehingga perubahan akibat tumbukan dapat terlihat dengan jelas.

Key Takeaways

  • Tahap atas Falcon 9 menghantam permukaan Bulan pada 5 Agustus 2026.
  • NASA memperkirakan kawah baru memiliki lebar sekitar 18 meter dan kedalaman kurang dari 3 meter.
  • LRO mengambil foto lokasi pada 11-12 Agustus 2026 dan menemukan material permukaan yang terlontar akibat tumbukan.

Roket SpaceX Hantam Bulan, NASA Temukan Kawah Baru

Peristiwa tumbukan terjadi ketika tahap atas Falcon 9 yang sudah tidak digunakan lagi menghantam permukaan Bulan. Yang jatuh ke Bulan adalah upper stage Falcon 9, bukan seluruh roket dalam konfigurasi lengkap.

NASA kemudian memanfaatkan Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) untuk memeriksa lokasi tumbukan. Wahana tersebut telah mengorbit Bulan sejak 2009 dan menjadi salah satu instrumen utama NASA untuk memetakan serta mempelajari permukaan lunar.

LRO mengambil gambar lokasi pada 11 dan 12 Agustus 2026, sekitar enam hari setelah tumbukan. Kamera Narrow-Angle Camera (NAC) pada LRO memungkinkan peneliti melihat perubahan permukaan dengan resolusi tinggi.

Menurut NASA, perbandingan citra sebelum dan sesudah tumbukan menunjukkan adanya fitur baru yang tidak terlihat pada gambar sebelumnya. Perubahan tersebut menjadi bukti visual terbentuknya kawah akibat tumbukan tahap atas Falcon 9.

Bagi Anda yang mengikuti perkembangan teknologi dan aset digital, Anda dapat mendaftar di Bittime untuk mengakses berbagai fitur perdagangan aset kripto yang tersedia.

Kawah Bulan 18 Meter, Seberapa Besar Dampaknya?

falcon 9 ke bulan phys org.png

Gambar yang dirilis NASA terkait kawah bulan hasil hantaman SpaceX Falcon 9. Sumber: Phys

Analisis NASA memperkirakan kawah yang terbentuk memiliki lebar sekitar 60 kaki atau 18 meter. Kedalamannya diperkirakan kurang dari 10 kaki atau sekitar 3 meter.

Ukuran tersebut menunjukkan bahwa tumbukan benda buatan manusia dapat meninggalkan perubahan yang cukup jelas pada permukaan Bulan. Namun, kawah ini tetap relatif kecil jika dibandingkan dengan banyak kawah alami yang terbentuk akibat tumbukan asteroid dan meteoroid selama sejarah Bulan.

Selain cekungan baru, NASA menemukan material permukaan yang tersebar di sekitar lokasi. Tumbukan dengan energi tinggi membuat debu dan batuan lunar terlontar dari titik benturan.

Baca Juga: Pendanaan AI Nvidia $500 Miliar, Token AI Crypto Ikut Diuntungkan?

Perkiraan kedalaman kawah juga perlu dibaca secara tepat. NASA menentukan kedalaman berdasarkan karakteristik citra, termasuk bayangan yang terlihat pada lokasi tersebut, sehingga angka sekitar 3 meter merupakan estimasi, bukan hasil pengukuran langsung menggunakan instrumen yang berada di permukaan.

Kondisi Bulan membuat jejak seperti ini sangat berguna bagi ilmuwan. Bulan hampir tidak memiliki atmosfer yang mampu menghasilkan cuaca seperti di Bumi, sehingga tidak ada hujan atau angin yang secara cepat mengikis struktur baru.

Material yang baru terbuka akibat tumbukan juga dapat terlihat lebih terang dibandingkan permukaan di sekitarnya. Seiring waktu, material tersebut akan mengalami perubahan akibat radiasi Matahari, angin Matahari, dan tumbukan mikrometeoroid.

Foto Before-After NASA Ungkap Perubahan Permukaan Bulan

Salah satu bagian menarik dari peristiwa ini adalah kemampuan NASA menunjukkan perubahan melalui foto before-after Bulan.

LRO memiliki arsip citra permukaan Bulan yang dapat dibandingkan dengan gambar terbaru. Dengan membandingkan dua gambar dari lokasi yang sama pada waktu berbeda, ilmuwan dapat menemukan fitur baru yang muncul setelah sebuah peristiwa.

Metode tersebut dikenal sebagai perbandingan temporal pairs. NASA telah menggunakan pendekatan serupa untuk menemukan kawah baru akibat tumbukan benda langit maupun wahana buatan manusia.

Baca Juga: SpaceX Umumkan Earnings Perdana 4 Agustus 2026, Apa Dampaknya bagi Investor?

Dalam kasus Falcon 9, citra sebelum tumbukan menjadi pembanding untuk menunjukkan bahwa kawah tersebut belum ada sebelumnya. Citra setelah tumbukan kemudian memperlihatkan cekungan baru serta material yang tersebar di sekitarnya.

LRO berada sekitar 60 mil atau 97 kilometer di atas permukaan Bulan ketika melakukan pengamatan, menurut Forbes. Kamera NAC juga memiliki kemampuan untuk mendeteksi fitur permukaan dengan ukuran beberapa kaki.

Hasilnya bukan sekadar foto dokumentasi. Citra before-after membantu ilmuwan mempelajari bagaimana permukaan Bulan bereaksi ketika terkena benda dengan kecepatan tinggi.

Falcon 9 Bukan Benda Buatan Manusia Pertama yang Jatuh ke Bulan

Tumbukan Falcon 9 menambah daftar benda buatan manusia yang telah meninggalkan jejak di permukaan Bulan.

NASA sebelumnya telah menggunakan LRO untuk menemukan sejumlah lokasi tumbukan wahana antariksa. Pada 2023, misalnya, LRO mengidentifikasi kawah baru yang kemungkinan berkaitan dengan tumbukan Luna 25 milik Rusia.

NASA juga pernah mendokumentasikan lokasi tumbukan wahana GRAIL. Dua wahana tersebut sengaja diarahkan untuk menabrak Bulan pada akhir misi dan menghasilkan kawah yang diperkirakan berukuran sekitar 5 meter.

Kasus lainnya terjadi pada Hakuto-R Mission 2 milik perusahaan Jepang ispace. LRO mengamati perubahan permukaan di lokasi pendaratan keras wahana tersebut pada 2025.

Perbedaan setiap tumbukan memberikan data tersendiri bagi ilmuwan. Ukuran benda, kecepatan, sudut tumbukan, serta karakteristik tanah Bulan dapat memengaruhi ukuran dan bentuk kawah yang terbentuk.

Baca Juga: Popular Tokenized Stocks in 2026: Technology Stocks Become Investor Favorites

Mengapa NASA Memantau Kawah Akibat Roket SpaceX?

Pengamatan terhadap kawah baru memiliki nilai ilmiah yang lebih luas daripada sekadar mencatat kecelakaan sebuah roket.

NASA menggunakan data LRO untuk memahami regolit, yaitu lapisan material lepas yang menutupi permukaan Bulan. Ketika sebuah benda menabrak permukaan, material tersebut dapat terlontar dan membentuk pola tertentu di sekitar kawah.

Data tumbukan juga dapat membantu ilmuwan memahami proses pembentukan kawah yang terjadi secara alami. Dengan mengetahui karakteristik benda yang menabrak dan ukuran kawah yang terbentuk, peneliti dapat membandingkannya dengan kawah akibat meteoroid dan asteroid.

Pengamatan ini semakin relevan karena aktivitas eksplorasi Bulan terus meningkat. Semakin banyak wahana dikirim ke Bulan, semakin banyak pula peluang terjadinya pendaratan keras atau tumbukan yang meninggalkan perubahan pada permukaan.

LRO memiliki peran penting dalam proses tersebut. Wahana ini tidak hanya mendokumentasikan jejak misi lama, tetapi juga membantu NASA mempelajari lokasi potensial untuk misi robotik dan manusia di masa depan.

Kesimpulan

Tumbukan tahap atas Falcon 9 SpaceX pada 5 Agustus 2026 menghasilkan kawah baru di Bulan dengan lebar sekitar 18 meter dan kedalaman kurang dari 3 meter, menurut analisis NASA. 

Foto before-after yang diperoleh LRO memperlihatkan perubahan permukaan dan material yang terlontar, sekaligus memberikan data ilmiah tentang respons regolit Bulan terhadap tumbukan benda buatan manusia.

Setelah mengetahui perkembangan AI, kini saatnya cari tahu crypto berbasis AI di Bittime seperti aset digital AIAGIRENDERTAOVVV, dan lebih banyak lagi coin AI.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Kapan roket SpaceX menghantam Bulan?

Tahap atas Falcon 9 menghantam permukaan Bulan pada 5 Agustus 2026. NASA kemudian mengamati lokasi tersebut menggunakan LRO pada 11-12 Agustus.

Seberapa besar kawah akibat roket SpaceX?

NASA memperkirakan kawah tersebut memiliki lebar sekitar 60 kaki atau 18 meter. Kedalamannya diperkirakan kurang dari 10 kaki atau sekitar 3 meter.

Apakah seluruh roket Falcon 9 jatuh ke Bulan?

Tidak. Bagian yang menghantam Bulan adalah tahap atas atau upper stage Falcon 9 yang telah menyelesaikan tugas penerbangannya.

Bagaimana NASA mengetahui ada kawah baru?

NASA membandingkan citra permukaan Bulan sebelum dan sesudah tumbukan menggunakan data dari Lunar Reconnaissance Orbiter. Perbandingan tersebut menunjukkan fitur baru di lokasi tumbukan.

Apakah sudah ada benda buatan manusia lain yang menciptakan kawah di Bulan?

Ya. NASA sebelumnya telah mendokumentasikan kawah atau perubahan permukaan akibat sejumlah wahana, termasuk GRAIL, Luna 25, dan Hakuto-R Mission 2.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Elicit AI Adalah: Pengertian dan Cara Menggunakannya
Elicit AI Adalah: Pengertian dan Cara Menggunakannya

Elicit AI adalah asisten riset untuk mencari, menganalisis, dan merangkum literatur ilmiah. Simak pengertian dan cara menggunakan Elicit AI.

2026-08-21Baca