Ripple Kerja Sama dengan Jeonbuk Bank untuk Pembayaran Lintas Negara
2026-08-26
Ripple dan Jeonbuk Bank menjalin kerja sama untuk menghadirkan layanan pembayaran lintas negara bagi nasabah bisnis di Korea Selatan.
Kemitraan ini menempatkan teknologi blockchain lebih dekat dengan aktivitas perbankan konvensional, khususnya untuk perusahaan yang rutin melakukan transaksi internasional.
Melalui Ripple Payments, Jeonbuk Bank akan menyediakan layanan remitansi bisnis yang dapat diselesaikan dalam hitungan detik hingga menit dan beroperasi 24/7. Targetnya mencakup perusahaan ekspor-impor, startup teknologi informasi, hingga kreator konten online.
Langkah ini juga memperkuat posisi Ripple di pasar institusional Korea Selatan. Namun, ada satu detail penting yang belum diumumkan: aset atau jalur settlement spesifik yang akan digunakan dalam transaksi Jeonbuk Bank.
Key Takeaways
- Jeonbuk Bank Ripple menjadi kerja sama penting karena Jeonbuk merupakan bank regional pertama di Korea Selatan yang menerapkan Ripple Payments.
- Ripple cross-border payments ditujukan untuk mempercepat transaksi internasional bisnis dari hitungan hari menjadi detik hingga menit.
- Kemitraan ini positif bagi adopsi teknologi Ripple, tetapi belum dapat disamakan dengan konfirmasi bahwa setiap transaksi akan menggunakan XRP.
Jeonbuk Bank Gunakan Ripple untuk Pembayaran Lintas Negara
Pada 18 Agustus 2026, Ripple mengumumkan kemitraannya dengan Jeonbuk Bank untuk menerapkan Ripple Payments pada remitansi lintas negara. Ripple menyebut Jeonbuk sebagai bank regional pertama di Korea yang menggunakan platform tersebut.
Layanan ini ditujukan terutama kepada nasabah bisnis dengan kebutuhan transaksi internasional. Perusahaan importir dan eksportir, startup IT, serta kreator konten online menjadi kelompok pengguna yang disebut dalam pengumuman.
Perbedaan utama berada pada proses settlement. Transfer perbankan internasional tradisional dapat melewati sejumlah bank perantara melalui jaringan SWIFT dan membutuhkan waktu berhari-hari.
Ripple menyatakan Ripple Payments dapat menyediakan settlement hampir secara real-time, dengan transaksi yang dapat selesai dalam hitungan detik hingga menit dan berjalan sepanjang waktu.
Bagi perusahaan, perubahan ini bukan sekadar persoalan kecepatan. Transaksi internasional yang lebih cepat dapat membantu perusahaan mengelola arus kas, pembayaran pemasok, penerimaan dari pelanggan luar negeri, dan kebutuhan likuiditas dengan lebih efisien.
Baca Juga: Ripple Tambah Mitra Bank Korea, Dampaknya terhadap Harga XRP?
Bagaimana Ripple Payments Berbeda dari Transfer Tradisional?
Dalam sistem perbankan konvensional, pembayaran lintas negara sering melibatkan jaringan koresponden. Semakin kompleks rute pembayaran, semakin banyak pula titik yang dapat memengaruhi waktu penyelesaian dan biaya transaksi.
Ripple pembayaran lintas negara menawarkan pendekatan berbasis infrastruktur digital yang dirancang untuk mempercepat proses tersebut. Ripple Payments beroperasi 24/7 dan dirancang untuk memberikan settlement dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan transfer tradisional.
Namun, penting untuk tidak menyederhanakan kerja sama ini sebagai “Ripple menggantikan SWIFT”.
SWIFT terutama merupakan jaringan pesan keuangan, sedangkan Ripple menyediakan infrastruktur pembayaran dan settlement. Implementasi aktual tetap bergantung pada jalur pembayaran, mata uang, lembaga keuangan, dan konfigurasi yang digunakan.
Karena itu, dampak sebenarnya bagi nasabah Jeonbuk Bank baru dapat dinilai lebih jauh setelah detail koridor pembayaran, biaya, mata uang, dan volume transaksi dipublikasikan.
Pantau perkembangan XRP dan aset crypto lainnya dengan mendaftar di Bittime dan ikuti update pasar terbaru.
Apakah Jeonbuk Bank Akan Menggunakan XRP?
Ini menjadi salah satu pertanyaan terbesar dari kemitraan Ripple dan bank Korea Selatan tersebut.
Kerja sama dengan Ripple tidak otomatis berarti transaksi akan menggunakan XRP. Sampai informasi terbaru yang tersedia, Ripple dan Jeonbuk Bank belum mengungkapkan secara publik apakah settlement akan menggunakan XRP, RLUSD, aset digital lain, atau mekanisme berbasis fiat.
Hal ini penting karena Ripple Payments merupakan platform, sedangkan XRP merupakan aset kripto yang berbeda dari perusahaan Ripple. Dengan demikian, berita mengenai adopsi Ripple Payments sebaiknya tidak langsung diterjemahkan sebagai katalis penggunaan XRP dalam setiap transaksi.
Bagi investor XRP, informasi mengenai aset settlement yang sebenarnya digunakan akan menjadi perkembangan yang jauh lebih material.
Jika XRP memang digunakan dalam skala besar, potensi dampaknya terhadap kebutuhan likuiditas XRP tentu berbeda dibandingkan apabila transaksi menggunakan stablecoin atau jalur fiat.
Baca Juga: Ripple Integrasikan RLUSD untuk Global Payments, Gini Updatenya!
Ripple Korea Selatan Semakin Agresif Masuk Pasar Institusi
Kemitraan dengan Jeonbuk Bank bukan langkah pertama Ripple di sektor keuangan Korea Selatan pada 2026.
Ripple sebelumnya bekerja sama dengan Kyobo Life Insurance untuk mengeksplorasi settlement obligasi pemerintah secara on-chain. Ripple juga bekerja sama dengan Kbank, bank internet-only Korea Selatan, dalam infrastruktur wallet institusional melalui Ripple Custody.
Rangkaian kerja sama tersebut menunjukkan bahwa strategi Ripple Korea tidak hanya berfokus pada satu jenis penggunaan. Ripple berupaya menawarkan infrastruktur untuk pembayaran, custody, wallet, treasury, dan aset digital kepada institusi keuangan.
Dari perspektif industri, perkembangan ini menarik karena adopsi blockchain mulai bergerak dari eksperimen teknologi menuju kebutuhan operasional tertentu. Bank tidak harus mengubah seluruh sistem keuangan mereka menjadi berbasis blockchain untuk mendapatkan manfaat dari teknologi tersebut.
Apa Dampaknya bagi Pembayaran Lintas Negara Ripple?
Kerja sama Jeonbuk Bank memperkuat narasi bahwa pembayaran lintas negara Ripple mulai mendapatkan tempat di sektor perbankan regional Korea Selatan.
Bagi Jeonbuk Bank, teknologi tersebut dapat menjadi cara untuk meningkatkan layanan kepada nasabah bisnis yang beroperasi secara global. Bagi Ripple, integrasi ini memberikan bukti tambahan bahwa infrastrukturnya dapat digunakan oleh lembaga keuangan tradisional.
Namun, keberhasilan jangka panjang akan bergantung pada penggunaan aktual. Kecepatan settlement saja tidak cukup.
Biaya, likuiditas, kepatuhan, jumlah koridor yang tersedia, volume transaksi, dan pengalaman nasabah akan menentukan apakah teknologi tersebut benar-benar memberikan keunggulan dibandingkan sistem yang sudah ada.
Karena itu, perkembangan berikutnya yang layak diperhatikan adalah kapan layanan tersebut tersedia secara luas, negara dan mata uang apa saja yang didukung, serta bagaimana struktur biaya dan settlement-nya.
Baca Juga: XRP Ledger Jadi Tulang Punggung Uji Coba Won Digital Korea
Apa Arti Kemitraan Ini bagi Ripple dan XRP?
Dari sisi Ripple, kerja sama ini merupakan perkembangan positif karena memperluas jaringan institusional perusahaan di salah satu pasar keuangan Asia yang penting.
Untuk XRP, dampaknya masih perlu dilihat secara terpisah. Adopsi produk Ripple dapat meningkatkan legitimasi perusahaan dan memperkuat ekosistemnya, tetapi tidak otomatis menciptakan permintaan langsung terhadap XRP.
Investor sebaiknya menunggu informasi resmi mengenai mekanisme settlement sebelum membuat kesimpulan mengenai dampaknya terhadap harga XRP.
Pendekatan ini lebih masuk akal dibandingkan menganggap setiap kerja sama Ripple dengan bank sebagai sinyal kenaikan XRP.
Mulai trading XRP/IDR bersama Bittime di sini!
Kesimpulan
Kemitraan Jeonbuk Bank dan Ripple menunjukkan bahwa teknologi blockchain semakin masuk ke infrastruktur pembayaran perbankan Korea Selatan.
Dampak paling jelas saat ini adalah perluasan penggunaan Ripple Payments untuk transaksi bisnis lintas negara.
Sementara itu, hubungan langsung dengan XRP masih belum dapat dipastikan hingga Ripple atau Jeonbuk Bank mengungkapkan aset settlement yang digunakan.
Tertarik trading XRP? Selain pasangan XRP/IDR, Bittime juga menyediakan XRP/USDT untuk memudahkan strategi trading dan investasimu.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu Jeonbuk Bank Ripple?
Jeonbuk Bank Ripple adalah kerja sama antara Jeonbuk Bank dan Ripple untuk menerapkan Ripple Payments dalam transaksi remitansi lintas negara bagi nasabah bisnis.
Apa tujuan Ripple bekerja sama dengan Jeonbuk Bank?
Tujuannya adalah menyediakan pembayaran internasional yang lebih cepat dan efisien bagi bisnis, termasuk perusahaan ekspor-impor, startup IT, dan kreator konten online.
Apakah Jeonbuk Bank menggunakan XRP?
Belum ada konfirmasi publik bahwa transaksi Jeonbuk Bank akan menggunakan XRP. Aset settlement yang digunakan dalam implementasi tersebut belum diungkapkan secara spesifik.
Apakah Ripple Payments lebih cepat daripada transfer SWIFT?
Ripple menyatakan Ripple Payments dapat menyelesaikan transaksi dalam hitungan detik hingga menit dan beroperasi 24/7, sedangkan transfer tradisional melalui jaringan bank perantara dapat membutuhkan beberapa hari.
Apa dampaknya bagi Ripple Korea Selatan?
Kemitraan ini memperkuat ekspansi Ripple Korea Selatan di sektor institusional dan menjadi kerja sama ketiga Ripple dengan institusi keuangan Korea pada 2026 setelah kemitraan dengan Kyobo Life Insurance dan Kbank.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



