Prediksi Bitcoin 2026: Performa Harga BTC dan Apa yang Bisa Kamu Harapkan?
2025-12-31
Bitcoin memasuki tahun 2026 dengan fondasi pasar yang jauh lebih kuat dibanding siklus sebelumnya. Setelah halving 2024, suplai Bitcoin baru semakin terbatas, sementara minat institusional terus meningkat melalui ETF dan treasury korporasi.
Namun, euforia pasar sempat terganggu oleh koreksi tajam di akhir 2025, ketika harga BTC jatuh ke bawah $82.000 akibat likuidasi masif senilai lebih dari $19 miliar dan derasnya outflow ETF.
Meski demikian, koreksi tersebut justru dipandang banyak analis sebagai fase konsolidasi sehat. Alih-alih menandakan akhir siklus bullish, kondisi ini dianggap sebagai “reset” sebelum Bitcoin melanjutkan tren jangka panjangnya. Lalu, bagaimana prospek realistis Bitcoin di sepanjang 2026?
Faktor Bullish Utama yang Mendukung Bitcoin 2026

Salah satu sinyal paling kuat datang dari sisi suplai. Data on-chain menunjukkan jumlah Bitcoin yang tersimpan di bursa berada di level terendah sejak 2018. Artinya, semakin sedikit BTC yang siap dijual dalam jangka pendek. Banyak koin kini terkunci di wallet jangka panjang, ETF spot Bitcoin, serta treasury perusahaan besar.
Perusahaan seperti Strategy (sebelumnya MicroStrategy) tercatat memegang lebih dari 430.000 BTC, menjadikannya salah satu pemilik Bitcoin korporasi terbesar di dunia. Di sisi lain, inflow ETF Bitcoin diproyeksikan melampaui $50 miliar, menciptakan tekanan beli yang konsisten.
Dari sisi prediksi harga, pandangan analis cukup beragam namun mayoritas tetap optimis. Standard Chartered memproyeksikan Bitcoin di kisaran $150.000, Brad Garlinghouse (CEO Ripple) menyebut potensi $180.000, sementara JPMorgan memperkirakan $170.000 dengan membandingkan volatilitas Bitcoin terhadap emas.
Fundstrat bahkan mengemukakan skenario agresif hingga $400.000, meski angka ini masih tergolong sangat spekulatif.
Faktor makroekonomi juga menjadi angin segar. Bank sentral global diperkirakan mendekati akhir siklus pengetatan moneter, dengan peluang penurunan suku bunga di beberapa negara besar. Likuiditas global yang membaik dan inflasi yang lebih terkendali berpotensi mendorong aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin Menurut Arthur Hayes hingga 500K
Risiko Bearish yang Tidak Boleh Diabaikan
Di balik optimisme, risiko koreksi tetap nyata. Analisis teknikal berbasis teori Elliott Wave menunjukkan kemungkinan pola koreksi tiga gelombang (A-B-C) setelah reli lima gelombang dari kisaran $16.500 hingga $126.000. Dalam skenario ini, level support penting berada di $84.000, $70.000, hingga $58.000.
Risiko lainnya datang dari arus dana ETF. Jika kondisi makro kembali memburuk, outflow ETF bisa terulang dan menekan harga BTC dalam jangka pendek.
Faktor non-teknikal juga patut diwaspadai, seperti insiden keamanan. Contohnya, kasus peretasan besar seperti hack Bybit senilai $1,4 miliar berpotensi mengguncang sentimen pasar.
Selain itu, risiko struktural seperti eksklusi perusahaan kripto dari indeks MSCI dapat memicu outflow pasif hingga $2,8 miliar.
Bahkan, analis ekstrem bearish seperti Mike McGlone dari Bloomberg sempat menyebut skenario Bitcoin turun ke $10.000. Meski banyak pihak menilai prediksi ini terlalu pesimistis, beberapa skenario terburuk lain masih menempatkan BTC di kisaran $56.000.
Baca Juga: Bitcoin Gelap 2025: Harga Bitcoin Ambles, Bull Run di 2026?
Ekspektasi Realistis untuk Investor di 2026
Secara realistis, Bitcoin di 2026 kemungkinan tidak bergerak dalam euforia ekstrem sepanjang tahun. Pola yang lebih masuk akal adalah grind up atau kenaikan bertahap dengan volatilitas tinggi, terutama di paruh pertama tahun.
Jika driver institusional seperti ETF dan adopsi korporasi tetap solid, potensi reli lanjutan di paruh kedua 2026 tetap terbuka.
Investor disarankan untuk memantau beberapa indikator kunci: arus masuk dan keluar ETF, cadangan Bitcoin di bursa, data on-chain holder jangka panjang, serta keputusan MSCI pada Januari yang bisa mempengaruhi aliran dana institusional. Dalam kondisi pasar yang tidak pasti, diversifikasi portofolio dan manajemen risiko menjadi kunci utama.
Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin (BTC): Analisis Komprehensif
Mulai Investasi dengan Aman di Bittime
Bagi kamu yang ingin mempersiapkan diri menghadapi peluang Bitcoin 2026, memilih platform yang aman dan teregulasi adalah langkah awal yang penting.
Daftarkan dirimu di platform Bittime sekarang untuk mendapatkan akses perdagangan kripto yang mudah, transparan, dan sesuai regulasi di Indonesia.
Dengan fitur yang ramah pengguna, Bittime bisa menjadi pintu masuk ideal untuk memulai atau mengembangkan portofolio aset digital.
Kesimpulan
Prediksi Bitcoin 2026 menunjukkan potensi pertumbuhan yang tetap menarik, meski tidak lepas dari risiko koreksi dan volatilitas tinggi.
Faktor suplai yang semakin ketat, dukungan institusional, dan kondisi makro yang membaik menjadi pendorong utama.
Namun, investor perlu bersikap realistis, disiplin, dan siap menghadapi berbagai skenario. Dengan strategi yang tepat dan platform terpercaya, Bitcoin masih menawarkan peluang besar di tahun 2026.
FAQ
Apa prediksi harga Bitcoin paling realistis di 2026?
Mayoritas analis memproyeksikan Bitcoin berada di kisaran $120.000–$170.000, tergantung kondisi makro dan arus ETF.
Apakah Bitcoin masih layak dibeli setelah koreksi 2025?
Banyak investor melihat koreksi sebagai fase konsolidasi sehat, bukan akhir tren jangka panjang.
Faktor apa yang paling mempengaruhi harga BTC di 2026?
ETF Bitcoin, suplai di bursa, kebijakan suku bunga global, dan sentimen institusional.
Apakah ada risiko Bitcoin turun drastis di 2026?
Ada, terutama jika terjadi pembalikan makro, outflow ETF besar, atau insiden keamanan besar.
Bagaimana strategi aman menghadapi volatilitas Bitcoin?
Gunakan manajemen risiko, diversifikasi aset, dan pantau indikator on-chain serta makro secara rutin.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.




