Pembaruan Notasi Saham BEI: Apa yang Berubah
2026-08-03
Bursa Efek Indonesia memperbarui cara penyajian notasi khusus pada kode perusahaan tercatat mulai 3 Agustus 2026.
Perubahan ini membuat investor dapat melihat kondisi tertentu pada emiten secara lebih cepat melalui huruf yang muncul di belakang kode saham dan informasi tambahan pada kolom Remarks di Jakarta Automated Trading System atau JATS.
Kebijakan tersebut diatur melalui Surat Edaran Nomor SE-00009/BEI/07-2026 dan SE-00010/BEI/07-2026 yang diterbitkan pada 31 Juli 2026.
BEI menambahkan notasi P, menyesuaikan sejumlah definisi, serta merencanakan penghapusan notasi lama E, D, A, dan S setelah masa transisi.
Namun, tidak seluruh perubahan berlaku serentak pada 3 Agustus. Notasi P mempunyai jadwal penerapan bertahap, sedangkan beberapa notasi lama masih digunakan sampai 30 November 2026.
Karena itu, investor perlu memahami tanggal efektif setiap ketentuan agar tidak salah membaca kode pada aplikasi sekuritas.
Poin Penting
- Tampilan notasi baru mulai berlaku 3 Agustus 2026, tetapi notasi P diterapkan bertahap berdasarkan papan pencatatan.
- Notasi E, D, A, dan S masih dapat muncul hingga 30 November 2026 selama masa transisi.
- Notasi khusus merupakan informasi kondisi emiten, bukan sanksi otomatis atau rekomendasi membeli dan menjual saham.
Apa Itu Notasi Khusus Saham?

Notasi khusus adalah huruf yang ditempatkan di belakang kode saham untuk menunjukkan kondisi, karakteristik, atau status tertentu dari perusahaan tercatat.
Informasinya dapat berkaitan dengan laporan keuangan, perkara hukum, proses kepailitan, sanksi regulator, struktur hak suara, hingga penempatan saham pada Papan Pemantauan Khusus.
Sebagai contoh, sebuah kode dapat tampil sebagai ABCD.LX.
Huruf L menunjukkan perusahaan belum menyampaikan laporan keuangan sesuai batas waktu, sedangkan X berarti saham tersebut ditempatkan pada Papan Pemantauan Khusus.
Satu emiten dapat memiliki lebih dari satu notasi apabila memenuhi beberapa kondisi secara bersamaan.
Penambahan dan penghapusannya dilakukan berdasarkan keterbukaan informasi, pengumuman Bursa, informasi OJK, serta hasil pemantauan BEI.
BEI menegaskan bahwa notasi bukan hukuman.
Penanda tersebut hanya menerangkan status aktual perusahaan berdasarkan informasi publik agar investor dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
Baca Juga : Cara Memilih Saham IPO Potensial dan Menghindari Risikonya Bagi Pemula
Apa yang Berubah Mulai 3 Agustus 2026?
Perubahan utama adalah penyempurnaan tampilan notasi pada kode perusahaan tercatat dan kolom Remarks di JATS. Informasi mengenai kondisi emiten diharapkan menjadi lebih jelas dan tidak tersebar dalam beberapa sumber yang sulit dihubungkan oleh investor.
BEI juga menambahkan notasi P untuk menandai perusahaan yang belum memenuhi ketentuan saham beredar di publik atau free float sesuai Peraturan Nomor I-A dan I-V.
Pada saat yang sama, Bursa merencanakan penghapusan notasi E, D, A, dan S. Keempatnya sebelumnya mempunyai arti:
Penghapusan ini tidak berarti informasi mengenai ekuitas, opini auditor, atau pendapatan usaha menjadi tidak penting.
Informasi tersebut tetap dapat diketahui melalui laporan keuangan, keterbukaan informasi, kolom Remarks, serta kriteria penempatan pada Papan Pemantauan Khusus.
Jadikan peluang hari ini sebagai langkah awal investasi. Daftar di Bittime dan mulai bangun portofoliomu.
Masa Transisi Notasi Lama Masih Berlaku
Walaupun surat edaran baru berlaku mulai 3 Agustus 2026, notasi E, D, A, dan S masih berlaku hingga 30 November 2026.
Masa transisi ini memberikan waktu bagi sistem perdagangan, perusahaan sekuritas, penyedia data, dan investor untuk menyesuaikan tampilan serta cara membaca informasi emiten.
Artinya, investor masih mungkin melihat kode seperti ABCD.EX sebelum akhir November. Notasi E menunjukkan ekuitas negatif berdasarkan ketentuan lama, sedangkan X menunjukkan saham berada di Papan Pemantauan Khusus.
Setelah masa transisi selesai, investor tidak seharusnya menganggap hilangnya huruf E, D, A, atau S sebagai tanda bahwa masalah perusahaan otomatis selesai. Kondisi keuangan dan opini auditor tetap harus diperiksa melalui laporan terbaru.
Baca Juga : Saham Haji Isam Apa Saja? Ini Daftar dan Risikonya
Notasi P Berlaku Bertahap
Notasi P tidak langsung diterapkan kepada seluruh perusahaan pada 3 Agustus 2026. Jadwal penerapannya adalah:
Notasi P menunjukkan perusahaan belum memenuhi ketentuan free float untuk tetap tercatat di Bursa.
Free float merupakan saham yang tersedia dan dapat diperdagangkan oleh masyarakat, di luar kepemilikan pengendali serta kategori pemegang saham tertentu.
Karena penerapannya bertahap, ketiadaan huruf P sebelum tanggal efektif belum tentu berarti sebuah emiten sudah memenuhi ketentuan.
Investor harus menyesuaikan pembacaan dengan papan pencatatan dan jadwal berlakunya.
Baca Juga : Mengapa Saham MLPT Ramai? Ini Dampak Stock Split dan Suspensi
Arti Huruf N, K, I, dan X
Notasi N, K, dan I berkaitan dengan struktur hak suara dan Papan Ekonomi Baru.
N digunakan untuk perusahaan yang menerapkan saham dengan hak suara multipel atau multiple voting shares, tetapi tidak tercatat di Papan Ekonomi Baru.
K menunjukkan perusahaan menerapkan saham dengan hak suara multipel dan tercatat di Papan Ekonomi Baru.
I berarti perusahaan tidak menerapkan saham dengan hak suara multipel, tetapi tercatat di Papan Ekonomi Baru.
Sementara itu, X merupakan penanda bahwa efek bersifat ekuitas perusahaan ditempatkan pada Papan Pemantauan Khusus.
Penempatan tersebut dapat berkaitan dengan kondisi fundamental, likuiditas, kepatuhan, atau kriteria lain yang ditentukan Bursa.
Investor perlu membedakan X dan P. Notasi X menunjukkan penempatan pada Papan Pemantauan Khusus, sedangkan P secara spesifik menunjukkan ketidakpatuhan terhadap ketentuan free float. Sebuah emiten dapat memperoleh keduanya apabila memenuhi masing-masing kriteria.
Baca Juga : Saham BBCA: Fundamental Kuat, Dividen Stabil & Prospek Jangka Panjang
Notasi RUPST Terlambat dan Sanksi OJK
Notasi Y diberikan kepada emiten yang belum menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan hingga enam bulan setelah tahun buku berakhir.
Jika tahun buku perusahaan berakhir pada 31 Desember, RUPST umumnya harus sudah diselenggarakan paling lambat pada akhir Juni. Apabila kewajiban tersebut belum dipenuhi, kode saham dapat memperoleh huruf Y.
Untuk sanksi administratif atau perintah tertulis dari OJK, BEI menggunakan tiga tingkat notasi:
- F untuk pelanggaran kategori ringan;
- G untuk pelanggaran kategori sedang;
- V untuk pelanggaran kategori berat.
Notasi tersebut membantu investor membedakan tingkat pelanggaran tanpa harus menyamakan semua tindakan regulator sebagai persoalan dengan tingkat risiko yang sama.
Cek harga token saham seperti Amazon Tokenized Stock Ondo (AMZNON), Netflix Tokenized Stock Ondo (NFLXON), Microsoft Tokenized Ondo (MSFTON) dan lebih banyak lagi hanya di Bittime.
Daftar Notasi yang Berlaku dalam Sistem Baru
Selain P, N, K, I, X, Y, F, G, dan V, terdapat beberapa notasi lain yang tetap penting:
Jadwal Pembaruan Notasi oleh BEI
BEI memperbarui notasi khusus satu kali setiap Hari Bursa. Apabila informasi diterima Bursa sebelum pukul 14.00 WIB, perubahan notasi diterapkan pada Hari Bursa berikutnya.
Jika informasi diterima setelah pukul 14.00 WIB, perubahan berlaku pada Hari Bursa kedua setelah informasi tersebut diterima.
Mekanisme ini menjelaskan mengapa notasi tidak selalu berubah pada hari yang sama ketika perusahaan menyampaikan keterbukaan informasi.
Investor perlu memeriksa tanggal publikasi, waktu penerimaan informasi, dan pembaruan pada sistem perdagangan.
Baca Juga : Apa Itu Saham HSC? Pengertian, Risiko, dan Daftar Saham HSC Terbaru
Cara Membaca Notasi Sebelum Membeli Saham
Notasi sebaiknya digunakan sebagai titik awal pemeriksaan, bukan keputusan akhir. Ketika melihat sebuah huruf di belakang kode saham, cari arti notasinya, tanggal pengenaan, dan penyebab spesifiknya.
Untuk notasi L, periksa laporan apa yang terlambat. Untuk Y, cari penjelasan mengenai jadwal RUPST.
Jika terdapat F, G, atau V, baca keputusan OJK dan bentuk pelanggarannya. Pada saham dengan X, periksa kriteria yang menyebabkan perusahaan masuk Papan Pemantauan Khusus.
Notasi juga tidak selalu berarti saham harus dihindari. Sebaliknya, tidak adanya notasi bukan jaminan bahwa kondisi fundamental perusahaan baik.
Investor tetap perlu memeriksa pendapatan, laba, arus kas, utang, tata kelola, dan valuasi.
Kesimpulan
Perubahan notasi saham BEI mulai 3 Agustus 2026 memperjelas penyampaian kondisi perusahaan melalui kode saham dan kolom Remarks di JATS.
Notasi baru P digunakan untuk ketentuan free float, tetapi penerapannya berlangsung bertahap: 30 November 2026 untuk Papan Akselerasi dan 30 April 2027 untuk Papan Utama serta Papan Pengembangan.
Sementara itu, notasi lama E, D, A, dan S masih berlaku sampai 30 November 2026. Investor perlu memperhatikan masa transisi tersebut agar tidak salah menganggap kode lama sudah tidak relevan atau kode P seharusnya langsung muncul pada seluruh emiten.
Dapatkan eksposur ke saham perusahaan teknologi ternama melalui tokenized stock seperti AMZON, TSLAX, MSFTON atau GOOGLX di market Bittime.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Kapan pembaruan notasi saham BEI mulai berlaku?
Tampilan baru notasi khusus mulai berlaku pada 3 Agustus 2026 berdasarkan surat edaran yang diterbitkan BEI pada 31 Juli 2026.
Apakah notasi P langsung berlaku untuk semua emiten?
Tidak. Notasi P berlaku mulai 30 November 2026 untuk Papan Akselerasi dan 30 April 2027 untuk Papan Utama serta Papan Pengembangan.
Apa arti notasi X pada kode saham?
Notasi X menunjukkan bahwa efek bersifat ekuitas perusahaan ditempatkan pada Papan Pemantauan Khusus.
Apa perbedaan notasi P dan X?
P menunjukkan perusahaan belum memenuhi ketentuan free float. X menunjukkan saham berada pada Papan Pemantauan Khusus berdasarkan kriteria Bursa.
Apakah notasi E, D, A, dan S sudah dihapus pada 3 Agustus 2026?
Belum sepenuhnya. Keempat notasi lama tersebut tetap berlaku selama masa transisi hingga 30 November 2026.
Apa arti huruf Y pada saham?
Huruf Y berarti perusahaan belum menyelenggarakan RUPST hingga enam bulan setelah tahun buku berakhir.
Apakah notasi khusus merupakan sanksi?
Tidak. BEI menjelaskan bahwa notasi khusus merupakan informasi mengenai status aktual perusahaan, bukan hukuman atau rekomendasi transaksi.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



