Michael Burry Peringatkan Risiko Besar Jika Bitcoin Terus Turun di 2026
2026-02-04
Michael Burry, investor legendaris yang namanya melejit lewat film The Big Short, kembali menjadi sorotan setelah memperingatkan risiko besar yang bisa dihadapi Bitcoin jika tren penurunannya berlanjut hingga 2026.
Dalam pandangannya, Bitcoin bukanlah emas digital seperti yang selama ini digaungkan, melainkan aset spekulatif murni yang rentan memicu kerusakan jangka panjang jika tekanan jual terus berlanjut.
Poin Penting
Michael Burry menilai Bitcoin gagal berfungsi sebagai aset lindung nilai seperti emas.
Penurunan harga hingga 40% berpotensi memicu efek domino di kalangan perusahaan pemegang BTC.
Sentimen pasar yang sangat bearish bisa memperpanjang fase koreksi hingga 2026.
Peringatan Utama Michael Burry terhadap Bitcoin

Dalam tulisan terbarunya di Substack, Burry menyoroti penurunan tajam Bitcoin yang menurutnya bukan sekadar koreksi sehat.
Ia menekankan bahwa banyak perusahaan dan institusi telah menimbun Bitcoin sebagai bagian dari strategi neraca mereka. Ketika harga BTC turun signifikan, tekanan terhadap neraca keuangan perusahaan-perusahaan ini menjadi semakin besar.
Burry memperingatkan potensi terjadinya forced selling atau penjualan paksa. Artinya, perusahaan atau investor institusi bisa terpaksa melepas Bitcoin mereka untuk menutup kerugian, memenuhi kewajiban utang, atau menjaga likuiditas.
Jika hal ini terjadi secara masif, dampaknya bukan hanya pada harga Bitcoin, tetapi juga kepercayaan pasar secara keseluruhan.
Ia bahkan menggambarkan skenario tersebut sebagai sesuatu yang mengerikan karena dapat menimbulkan kerusakan jangka panjang bagi adopsi institusional kripto. Menurut Burry, sekali kepercayaan institusi runtuh, butuh waktu sangat lama untuk memulihkannya.
Baca Juga: Bitcoin vs Gold: Mana yang Lebih Baik buat Investasi
Bitcoin sebagai Spekulasi, Bukan Lindung Nilai
Salah satu kritik paling tajam dari Michael Burry adalah klaim bahwa Bitcoin merupakan aset lindung nilai terhadap inflasi. Ia menilai narasi ini gagal terbukti, terutama saat pasar mengalami tekanan besar.
Alih-alih bergerak seperti emas yang cenderung stabil di masa krisis, Bitcoin justru sering mengalami penurunan tajam bersamaan dengan aset berisiko lainnya.
Burry menyebut Bitcoin lebih mirip instrumen spekulasi yang sangat bergantung pada likuiditas dan sentimen. Ketika likuiditas global mengetat dan investor mulai menghindari risiko, Bitcoin biasanya menjadi salah satu aset pertama yang dilepas.
Baca Juga: Investasi Bitcoin Vs Emas di 2025: Mana yang Lebih Cuan?
Kondisi Pasar Bitcoin Saat Ini
Peringatan Burry muncul di tengah kondisi pasar kripto yang sedang tidak bersahabat. Bitcoin sempat jatuh di bawah level USD 78.000 setelah mengalami penurunan harian sekitar 6%. Penurunan ini memicu likuidasi posisi derivatif dengan nilai mencapai USD 2,56 miliar, menandakan tingginya penggunaan leverage di pasar.
Selain itu, Indeks Fear and Greed kripto berada di level 15, yang menunjukkan sentimen extreme fear. Angka ini mencerminkan kepanikan dan ketidakpastian tinggi di kalangan investor. Meski demikian, beberapa analis masih melihat peluang rebound teknikal jika tekanan jual mulai mereda dan tidak ada pemicu negatif lanjutan.
Namun, Burry tetap skeptis. Ia menilai bahwa tanpa perubahan fundamental yang signifikan, setiap kenaikan harga berisiko hanya menjadi dead cat bounce.
Baca Juga: Investasi Emas Digital: Dari Pegadaian hingga Blockchain
Pandangan Konsisten Sejak Dulu
Ini bukan kali pertama Michael Burry bersikap kritis terhadap Bitcoin. Sebelumnya, ia pernah menyebut harga BTC di level USD 100.000 sebagai sesuatu yang ridiculous atau tidak masuk akal. Ia bahkan membandingkan euforia Bitcoin dengan fenomena tulip mania di Belanda pada abad ke-17.
Burry juga dikenal sebagai pengkritik keras gelembung aset, termasuk di sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Sejak akhir 2025, ia telah memperingatkan bahwa kombinasi gelembung AI dan kripto bisa menjadi pemicu ketidakstabilan pasar global jika pecah secara bersamaan.
Apa Artinya bagi Investor Ritel?
Bagi investor ritel, peringatan ini bukan berarti Bitcoin pasti akan runtuh total. Namun, ini menjadi pengingat penting bahwa risiko di pasar kripto sangat nyata.
Volatilitas ekstrem, penggunaan leverage berlebihan, dan ketergantungan pada sentimen membuat investor perlu lebih disiplin dalam manajemen risiko.
Diversifikasi, penggunaan modal yang siap rugi, serta pemilihan platform trading yang aman dan teregulasi menjadi semakin krusial di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
Daftar di Bittime!
Sebelum melanjutkan membaca hingga kesimpulan, bagi Anda yang ingin mulai berinvestasi atau trading kripto dengan lebih aman, pastikan untuk melakukan registrasi di platform Bittime. Bittime menyediakan berbagai aset kripto, fitur yang ramah pengguna, serta telah terdaftar dan diawasi oleh regulator di Indonesia.
Baca Juga: Bonus Pengguna Baru! Dapatkan Hadiah Emas (XAUT) & Perak (SLVON) Digita
Kesimpulan
Peringatan Michael Burry tentang Bitcoin di 2026 menyoroti sisi risiko yang sering diabaikan saat pasar sedang bullish. Ia menilai Bitcoin lebih sebagai aset spekulatif daripada lindung nilai, dengan potensi dampak sistemik jika penurunan harga berlanjut.
Meski peluang rebound tetap ada, investor perlu bersikap realistis, disiplin, dan tidak mengabaikan manajemen risiko di tengah volatilitas pasar kripto.
FAQ
Siapa Michael Burry?
Michael Burry adalah investor terkenal yang memprediksi krisis keuangan 2008 dan kisahnya diangkat dalam film The Big Short.
Mengapa Michael Burry pesimistis terhadap Bitcoin?
Ia menilai Bitcoin gagal menjadi aset lindung nilai dan lebih menyerupai spekulasi yang bergantung pada likuiditas.
Apa risiko terbesar jika Bitcoin terus turun?
Risiko utamanya adalah penjualan paksa oleh institusi yang dapat memicu efek domino dan merusak kepercayaan pasar.
Apakah Bitcoin masih bisa rebound?
Masih ada peluang rebound jangka pendek, terutama jika tekanan jual mereda, namun risikonya tetap tinggi.
Mengapa penting memilih platform seperti Bittime?
Platform teregulasi seperti Bittime membantu investor bertransaksi dengan lebih aman dan transparan di tengah volatilitas pasar.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.




