Aktivitas Pencucian Uang Crypto Capai $82 Miliar di 2025: Laporan

2026-02-04

Aktivitas Pencucian Uang Crypto Capai $82 Miliar di 2025: Laporan

Aktivitas pencucian uang menggunakan aset kripto kembali menjadi sorotan serius di tahun 2025. Laporan terbaru dari Chainalysis mengungkap bahwa para pelaku kejahatan menerima setidaknya $82 miliar dalam bentuk cryptocurrency sepanjang tahun ini. 

Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan tahun 2020 yang hanya berada di kisaran $10 miliar. Tren ini menunjukkan bahwa kripto semakin dimanfaatkan dalam kejahatan lintas negara, meskipun tetap hanya sebagian kecil dari total kejahatan finansial global.

Poin Penting

  • Nilai pencucian uang kripto melonjak drastis dalam lima tahun terakhir.

  • Jaringan kriminal berbahasa Mandarin menjadi aktor dominan.

  • Stablecoin dan Bitcoin masih menjadi aset favorit untuk transaksi ilegal lintas batas.

lucky draw 15 juta.webp

Skala Masalah: $82 Miliar Bukan Angka Kecil

Aktivitas Pencucian Uang Crypto Capai $82 Miliar di 2025: Laporan

Menurut laporan Chainalysis, total aliran dana kripto ilegal pada 2025 mencapai sekitar Rp1.369 triliun atau setara dengan $82 miliar. 

Angka ini mencerminkan peningkatan signifikan dari laporan sebelumnya, sekaligus menandai pembalikan tren setelah tahun 2024 yang relatif lebih “tenang” dengan estimasi $40–51 miliar.

Yang membuat situasi ini semakin kompleks adalah temuan bahwa data tersebut kemungkinan masih bersifat konservatif. 

Chainalysis melacak sekitar 1.800 wallet aktif yang terhubung dengan jaringan pencucian uang, dengan total transaksi mencapai $16,1 miliar hanya dalam 2025. Artinya, potensi nilai sebenarnya bisa jauh lebih besar jika seluruh jaringan berhasil teridentifikasi.

Baca Juga: Telegram Jadi Surga untuk Pencucian Uang Menggunakan

Peran Jaringan Kriminal Berbahasa Mandarin

Salah satu temuan paling mencolok adalah dominasi jaringan kriminal berbahasa Mandarin. Kelompok ini disebut memproses hampir $40 juta transaksi kripto setiap hari, memanfaatkan struktur organisasi yang rapi dan teknologi canggih.

Mereka tidak hanya mengandalkan transfer wallet ke wallet, tetapi juga menggunakan sistem mirip “guarantee platform” atau layanan escrow ilegal. 

Platform ini berfungsi sebagai perantara “tepercaya” dalam dunia kejahatan, sehingga pelaku merasa aman bertransaksi tanpa takut ditipu, ironisnya, dengan mekanisme yang menyerupai layanan keuangan legal.

Baca Juga: UXLINK Kena Hack: 490 Juta Token Raib

Mengapa Stablecoin dan Bitcoin Jadi Pilihan Utama

Meski China memberlakukan larangan ketat terhadap kripto, jaringan kriminal tetap memanfaatkan aset digital, terutama stablecoin dan Bitcoin. Alasannya cukup jelas:

  • Stablecoin menawarkan kestabilan nilai dan likuiditas tinggi.

  • Bitcoin masih unggul dalam hal penerimaan global dan kemudahan transfer lintas negara.

Kombinasi keduanya membuat kripto menjadi alat yang efisien untuk memindahkan dana dengan cepat, relatif anonim, dan sulit dilacak dibandingkan sistem keuangan tradisional, terutama di yurisdiksi dengan pengawasan yang belum merata.

Baca Juga: Tren Kripto 2026: Evolusi Privasi, Security, dan Messaging

Konteks Lebih Luas: Tren Kejahatan Kripto Global

Jika melihat data dari TRM Labs, total volume aktivitas kripto ilegal pada 2025 diperkirakan mencapai $158 miliar, naik sekitar 140% secara tahunan. 

Meski angka ini terdengar mengkhawatirkan, penting dicatat bahwa kripto masih menyumbang porsi kecil dibandingkan kejahatan keuangan konvensional.

Namun, pertumbuhan yang cepat ini menegaskan satu hal: regulasi dan penegakan hukum belum sepenuhnya mengimbangi inovasi teknologi. Celah inilah yang dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan.

Baca Juga: Hacker Bjorka Ditangkap, Bjorka Asli atau Palsu?

Dampak Langsung bagi Trader dan Investor Kripto

Bagi trader kripto, termasuk di Indonesia, laporan ini bukan sekadar berita internasional. Regulator global kini semakin agresif memperketat kebijakan Anti-Money Laundering (AML) dan Know Your Customer (KYC). Sayangnya, secara historis hanya sekitar 0,1% dana ilegal yang berhasil dipulihkan.

Ini berarti risiko tidak hanya ada pada pelaku kejahatan, tetapi juga pada pengguna biasa yang tanpa sadar berinteraksi dengan dana kotor. 

Oleh karena itu, memilih platform kripto yang patuh regulasi, transparan, dan menerapkan standar internasional seperti Travel Rule menjadi semakin krusial.

Menggunakan Platform Kripto yang Patuh Regulasi

auto earn.webp

Sebelum Anda melangkah lebih jauh dalam aktivitas trading atau DeFi, pastikan Anda menggunakan platform yang legal dan diawasi. 

Salah satu langkah bijak adalah melakukan registrasi di platform kripto resmi seperti Bittime, yang mengedepankan kepatuhan regulasi, keamanan aset, dan transparansi transaksi. Dengan begitu, Anda dapat bertransaksi lebih tenang tanpa khawatir terjebak risiko hukum di kemudian hari.

Baca Juga: Awali Tahun Baru dengan Bonus! Airdrop USDT hingga Rp1.000.000 untuk Pengguna Baru!

Kesimpulan

Lonjakan aktivitas pencucian uang kripto hingga $82 miliar di 2025 menjadi pengingat keras bahwa inovasi finansial selalu berjalan beriringan dengan risiko. 

Meski kripto bukan penyebab utama kejahatan keuangan global, perannya yang semakin signifikan menuntut kewaspadaan lebih tinggi dari regulator dan pengguna. 

Bagi trader dan investor di Indonesia, memilih platform yang patuh regulasi dan memahami risiko AML bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan mutlak di era kripto modern.

FAQ

Apa itu pencucian uang dalam kripto?

Pencucian uang kripto adalah upaya menyamarkan asal dana ilegal melalui transaksi aset digital agar terlihat sah.

Mengapa angka pencucian uang kripto meningkat di 2025?

Peningkatan dipicu oleh ekspansi jaringan kriminal global dan pemanfaatan teknologi kripto yang semakin canggih.

Aset kripto apa yang paling sering digunakan untuk kejahatan?

Stablecoin dan Bitcoin paling sering digunakan karena likuiditas dan kemudahan transfer lintas negara.

Apakah trader biasa bisa terdampak risiko AML?

Ya, trader bisa terkena dampak jika bertransaksi di platform tidak patuh atau menerima dana dari sumber ilegal.

Bagaimana cara meminimalkan risiko sebagai pengguna kripto?

Gunakan platform kripto yang legal, patuh regulasi, dan memiliki sistem KYC serta AML yang kuat

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Michael Burry Peringatkan Risiko Besar Jika Bitcoin Terus Turun di 2026
Michael Burry Peringatkan Risiko Besar Jika Bitcoin Terus Turun di 2026

Investor legendaris Michael Burry memperingatkan bahwa Bitcoin berpotensi menghadapi risiko besar jika tren penurunannya berlanjut hingga 2026. Ia menilai BTC gagal menjadi aset lindung nilai dan lebih menyerupai spekulasi murni yang dapat memicu dampak sistemik di pasar kripto.

2026-02-04Baca