Bitcoin Naik Setelah Fed Naikkan Suku Bunga? Ini Alasannya

2026-09-21

Bitcoin Naik Setelah Fed Naikkan Suku Bunga Ini Alasannya.png

Selasa, 16 September 2026, The Fed resmi menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4%, kenaikan pertama dalam lebih dari tiga tahun. Secara teori, kenaikan suku bunga Fed biasanya dianggap sentimen negatif buat aset berisiko macam Bitcoin

Tapi yang terjadi justru sebaliknya: harga Bitcoin sempat terkoreksi sesaat, lalu berbalik naik dan diperdagangkan di atas $81.700 cuma tiga hari setelah keputusan itu diumumkan. 

Pertanyaan kenapa Bitcoin naik setelah Fed menaikkan suku bunga ini punya jawaban yang lebih rumit dari sekadar angka kenaikannya sendiri—ada kombinasi ekspektasi pasar, nada komunikasi The Fed, dan proyeksi kebijakan moneter ke depan yang ikut membentuk respons harga Bitcoin pasca pengumuman.

Penting dicatat sejak awal: pergerakan harga Bitcoin bersifat volatil dan dipengaruhi banyak faktor sekaligus. Artikel ini murni membahas konteks dan mekanisme di balik pergerakan tersebut, bukan sinyal atau ajakan untuk mengambil keputusan transaksi tertentu.

Key Takeaways

  • Bitcoin sempat terkoreksi ke kisaran $75.000–76.000 usai The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin pada 16 September 2026, sebelum berbalik naik ke atas $81.700 dalam tiga hari.
  • Kenaikan suku bunga yang sudah diperkirakan pasar (priced in) sejak awal membuat dampak kejutannya terbatas, sementara nada komunikasi The Fed dan sinyal regulasi turut memengaruhi arah pergerakan.
  • Pergerakan Bitcoin pasca keputusan Fed tetap perlu dilihat bersama indikator makro lain seperti data inflasi, yield Treasury, dan arus dana ETF, bukan dibaca sebagai sinyal arah harga ke depan.

Apa yang Diputuskan The Fed dan Kenapa Bitcoin Tetap Naik?

Keputusan FOMC 16 September 2026

Berdasarkan pemberitaan CoinMarketCap Academy, Federal Open Market Committee (FOMC) menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin lewat voting bulat 12-0—kenaikan pertama sejak Juli 2023, sekaligus menandai berakhirnya siklus penahanan/pemangkasan suku bunga yang sebelumnya membawa suku bunga ke kisaran 3,50%–3,75%. 

Keputusan ini diambil sehari setelah RUU CLARITY Act gagal lolos pemungutan suara prosedural di Senat AS, yang sempat menekan harga Bitcoin ke level bulanan terendah.

Yang perlu dipahami, keputusan aktual The Fed dan ekspektasi pasar sebelumnya adalah dua hal berbeda. 

Berdasarkan data CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga sudah dipatok pasar di angka 92,9%–94% sebelum pengumuman resmi keluar. Artinya, mayoritas pelaku pasar sudah memperhitungkan skenario ini jauh-jauh hari.

Baca Juga: Purbaya Dicopot dari Kemenkeu, Jadi Gubernur BI? Cek Faktanya

Harga Bitcoin hari ini.png

Kenapa Respons Pasar Berbeda dari Ekspektasi Umum?

Inilah kunci kenapa Bitcoin naik setelah suku bunga Fed naik, alih-alih langsung anjlok:

  • Sudah priced in. Karena probabilitas kenaikan sudah sangat tinggi sebelum pengumuman, keputusan resmi The Fed tidak lagi membawa unsur kejutan besar bagi pasar.
  • Nada komunikasi The Fed. Nansen Senior Research Analyst Nicolai Sondergaard, sebagaimana dikutip CryptoPotato, menjelaskan bahwa gejolak dari kegagalan CLARITY Act sebenarnya lebih besar dampaknya ke Bitcoin dibanding keputusan Fed itu sendiri, dan Bitcoin bertahan lebih baik dibanding aset dengan beta lebih tinggi seperti ETH dan SOL.
  • Ketidakpastian yang mereda. Analyst Nexo Dispatch, Iliya Kalchev, dikutip CryptoPotato, mencatat bahwa Bitcoin justru naik di hari keputusan diumumkan—pola yang lazim terjadi ketika periode ketidakpastian sebelum sebuah keputusan besar berakhir dan investor mulai mengambil posisi ulang.
  • Katalis tambahan dari regulasi. Berdasarkan pemberitaan CoinMarketCap Academy, dalam 48 jam setelah kegagalan CLARITY Act, CFTC mengajukan kerangka aturan pasar kripto ke Gedung Putih dan SEC mengumumkan "innovation exemption" lima tahun untuk trading terbatas saham AS yang di-tokenized. Kedua sinyal ini disebut ikut mendorong pemulihan harga.

Memahami dinamika seperti ini—bahwa pergerakan Bitcoin dibentuk banyak faktor makro dan sentimen sekaligus, bukan cuma satu keputusan suku bunga—jadi bekal penting sebelum mengamati pasar kripto lebih jauh. 

Kalau ingin memantau data harga dan mendalami pasar secara mandiri, pembaca bisa mendaftar akun di Bittime, platform exchange kripto yang beroperasi dengan izin OJK di Indonesia.

Suku Bunga, Post-Fed Recovery, dan Indikator yang Perlu Dipantau

Kenapa Suku Bunga Bisa Memengaruhi Bitcoin?

Secara umum, suku bunga yang lebih tinggi membuat instrumen berbunga rendah risiko—seperti deposito, reksa dana pasar uang, atau obligasi pemerintah—jadi lebih menarik dibanding aset yang tidak menghasilkan yield seperti Bitcoin. 

Dilansir KuCoin, kondisi ini terlihat jelas selama siklus pengetatan 2022, ketika suku bunga naik dari mendekati nol ke lebih dari 5% dalam waktu sekitar setahun, membuat investor punya pilihan imbal hasil rendah risiko yang jauh lebih kompetitif dibanding menahan aset kripto.

Namun hubungan ini tidak selalu berjalan satu arah atau instan. Kondisi likuiditas pasar, selera risiko investor, dan skala kenaikan suku bunga itu sendiri ikut menentukan seberapa besar dampaknya. 

Grayscale, lewat kepala risetnya Zach Pandl, menyebut kenaikan 25 basis poin di September 2026 ini sebagai "koreksi tengah siklus, bukan perubahan siklus"—berbeda jauh dari 2022 di mana The Fed menaikkan suku bunga sebanyak 11 kali beruntun dengan total kenaikan 5,25 poin persentase.

Baca Juga: BIS Ungkap Potensi Baru XRP Ledger untuk Sistem Keuangan Digital

Apa Itu Post-Fed Recovery?

Istilah post-Fed recovery merujuk pada pola di mana pasar sempat bergejolak menjelang dan segera setelah keputusan bank sentral diumumkan, lalu berangsur pulih begitu ketidakpastian mereda. 

Berdasarkan data dari SoSoValue yang dikutip CryptoPotato dan KuCoin, spot Bitcoin ETF mencatat net outflow sekitar $450 juta pada 15 September dan $296 juta pada 16 September—dua hari penuh tekanan akibat kombinasi kegagalan CLARITY Act dan kenaikan suku bunga. 

Begitu ketidakpastian itu berlalu, arah arus dana berbalik: net inflow $159 juta tercatat pada 17 September, dengan IBIT milik BlackRock menyumbang $184 juta.

Pola pemulihan semacam ini perlu dibaca sebagai bagian dari reaksi pasar secara keseluruhan terhadap serangkaian peristiwa, bukan indikasi bahwa arah harga ke depan sudah pasti. Faktor seperti keputusan Fed berikutnya dan data ekonomi yang baru akan tetap memengaruhi bagaimana pola ini berlanjut.

Baca Juga: Tokenized Stock Populer 2026: Saham Teknologi Jadi Favorit Investor

Indikator yang Perlu Diperhatikan Investor Setelah Keputusan Fed

Beberapa hal yang secara edukatif layak dipantau pasca keputusan bank sentral:

  • Forward guidance The Fed. Pernyataan resmi dan konferensi pers pasca FOMC sering memberi sinyal soal arah kebijakan berikutnya, kadang lebih berpengaruh ke pasar dibanding keputusan hari itu sendiri.
  • Proyeksi suku bunga ke depan. Berdasarkan pemberitaan KuCoin, pejabat The Fed memproyeksikan suku bunga berakhir di sekitar 4,1% pada akhir 2026, bertahan di level itu sepanjang 2027, dengan pemangkasan baru diperkirakan muncul di 2028–2029.
  • Data inflasi dan tenaga kerja AS. Inflasi tahunan AS tercatat di 3,4%, dengan inflasi inti naik 0,3% secara bulanan—data semacam ini jadi acuan utama arah kebijakan moneter berikutnya.
  • Pergerakan indeks dolar AS dan yield Treasury. Berdasarkan pemberitaan KuCoin, yield Treasury 10 tahun sempat menyentuh level 5%, membuat instrumen berisiko rendah ini makin kompetitif dibanding aset non-yield seperti Bitcoin.
  • Sentimen pasar aset berisiko secara luas. Perubahan selera risiko di pasar saham dan obligasi biasanya ikut menjalar ke pasar kripto, sehingga tidak bisa dilihat terpisah dari kondisi makro secara keseluruhan.

Baca Juga: 10+ Coin AI Terbaik 2026: Ini Daftar Crypto Bertema Artificial Intelligence! 

Kesimpulan

Respons Bitcoin terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada 16 September 2026 menunjukkan bahwa pergerakan harga aset kripto tidak semata-mata ditentukan oleh satu keputusan bank sentral, melainkan oleh kombinasi ekspektasi pasar sebelumnya, nada komunikasi The Fed, sinyal regulasi, dan reaksi investor setelah ketidakpastian mereda. 

Fenomena Bitcoin naik setelah Fed menaikkan suku bunga ini penting dipahami sebagai bagian dari dinamika makroekonomi yang lebih luas, bukan sebagai sinyal arah harga ke depan. 

Karena harga aset kripto tetap volatil dan bisa berubah oleh berbagai faktor lain, keputusan Fed berikutnya, data inflasi, serta arus dana ETF tetap layak dipantau secara berkelanjutan sebelum menarik kesimpulan apa pun.

Cek harga Bitcoin (BTC)Ethereum (ETH)XRPSolana (SOL)GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Kenapa Bitcoin naik setelah Fed menaikkan suku bunga, padahal biasanya dianggap sentimen negatif? 

Kenaikan suku bunga 25 basis poin ini sudah diperkirakan pasar jauh sebelum pengumuman resmi (priced in), sehingga dampak kejutannya terbatas. Nada komunikasi The Fed dan sinyal regulasi tambahan dari SEC dan CFTC turut memengaruhi arah pemulihan harga setelahnya.

Apakah kenaikan suku bunga selalu berdampak negatif ke harga Bitcoin? 

Tidak selalu. Dampaknya bergantung pada apakah kenaikan tersebut sudah diperkirakan pasar, skala dan kecepatan siklus pengetatannya, serta kondisi likuiditas dan sentimen risiko secara keseluruhan saat itu.

Apa itu post-Fed recovery dalam konteks pasar kripto? 

Post-Fed recovery adalah pola pemulihan harga yang terjadi setelah ketidakpastian seputar keputusan bank sentral mereda, biasanya ditandai kembalinya arus dana masuk ke instrumen seperti ETF. Pola ini perlu dibaca sebagai reaksi pasar terhadap berkurangnya ketidakpastian, bukan jaminan arah harga selanjutnya.

Indikator apa yang perlu diperhatikan investor setelah keputusan Fed diumumkan? 

Beberapa indikator penting meliputi forward guidance dan proyeksi suku bunga The Fed, data inflasi dan tenaga kerja AS, pergerakan yield Treasury, serta sentimen pasar aset berisiko secara umum. Semua faktor ini saling berkaitan dalam membentuk arah pasar ke depan.

Apakah artikel ini merekomendasikan untuk membeli atau menjual Bitcoin? 

Tidak. Artikel ini bersifat edukatif untuk menjelaskan konteks di balik pergerakan harga Bitcoin pasca keputusan Fed, bukan rekomendasi investasi maupun prediksi harga.

 

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

XRP Partnership: Ripple Gandeng Klub Football AS, Ini Dampaknya ke XRP
XRP Partnership: Ripple Gandeng Klub Football AS, Ini Dampaknya ke XRP

Partnership terbaru XRP memperluas langkah Ripple ke dunia football AS. Simak tujuan kerja sama, dampaknya terhadap XRP coin, dan prospek Ripple ke depan.

2026-09-22Baca