Gubernur BI Baru Destry Damayanti: Profil dan Strateginya Pimpin Bank Indonesia

2026-09-02

Gubernur BI Baru Destry Damayanti Profil dan Strateginya Pimpin Bank Indonesia.png

Destry Damayanti memasuki babak baru dalam kariernya setelah DPR menyetujui pencalonannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). 

Pengesahan tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR pada 1 September 2026, setelah Destry menjalani uji kelayakan dan kepatutan bersama Komisi XI.

Perubahan kepemimpinan ini menjadi perhatian karena Bank Indonesia menghadapi lingkungan ekonomi yang tidak sederhana. 

Ketidakpastian global, tekanan nilai tukar, inflasi, arus modal, hingga perubahan kebijakan bank sentral global akan menjadi tantangan utama bagi gubernur BI baru.

Lantas, siapa Destry Damayanti Gubernur Bank Indonesia dan bagaimana strategi yang akan dibawanya?

Key Takeaways

  • Destry Damayanti merupakan ekonom dengan pengalaman panjang di sektor perbankan, pasar keuangan, LPS, dan Bank Indonesia.
  • Strategi awalnya menempatkan stabilitas rupiah dan inflasi sebagai prioritas di tengah ketidakpastian global.
  • Destry juga menekankan sinergi dengan pemerintah, tetapi tetap menjaga pembagian kewenangan antara BI dan lembaga negara lainnya.

Siapa Destry Damayanti, Gubernur BI Baru?

Destry Damayanti merupakan ekonom kelahiran Jakarta pada 1963 yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di bidang ekonomi dan keuangan. 

Ia memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan kemudian meraih Master of Science di bidang Regional Science dari Cornell University, Amerika Serikat.

Kariernya cukup beragam. Destry pernah menjadi Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia, peneliti dan pengajar di Universitas Indonesia, serta ekonom di sektor perbankan dan pasar modal.

Ia kemudian menjabat sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas dan Kepala Ekonom Bank Mandiri. Destry juga pernah memimpin Satuan Tugas Ekonomi di Kementerian BUMN sebelum masuk ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai anggota Dewan Komisioner pada periode 2015–2019.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting karena posisi gubernur BI tidak hanya berkaitan dengan suku bunga. Bank sentral juga harus membaca kondisi pasar keuangan, sistem perbankan, stabilitas rupiah, inflasi, serta dinamika ekonomi global.

Baca Juga: 5 Kebijakan Strategis Menteri Keuangan Purbaya Yudhi untuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pengalaman Destry di Bank Indonesia

Sebelum menjadi gubernur bank Indonesia, Destry bukan sosok baru di lingkungan bank sentral.

Ia pertama kali dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada Agustus 2019. Pada 2024, Destry kembali dipercaya menduduki posisi tersebut untuk periode lima tahun berikutnya.

Pengalaman sebagai Deputi Gubernur Senior memberikan Destry pemahaman langsung mengenai proses pengambilan kebijakan di Bank Indonesia. Karena itu, pergantian kepemimpinan tidak sepenuhnya berarti perubahan arah secara drastis.

Dalam pernyataannya setelah disetujui DPR, Destry menegaskan bahwa stabilitas tetap menjadi prioritas ketika ketidakpastian global masih tinggi. Fokus tersebut mencakup stabilitas nilai tukar dan pengendalian inflasi.

Jadikan peluang hari ini sebagai langkah awal investasi. Daftar di Bittime dan mulai bangun portofoliomu.

Strategi Destry Memimpin Bank Indonesia

Salah satu sinyal terpenting dari gubernur baru Bank Indonesia adalah keinginannya mempertahankan fokus terhadap stabilitas.

Menurut Destry, kondisi ekonomi yang stabil akan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan. Karena itu, nilai tukar rupiah dan inflasi menjadi dua indikator utama yang akan diperhatikan.

Pendekatan tersebut cukup relevan dengan mandat Bank Indonesia. Secara kelembagaan, BI memiliki tujuan menjaga stabilitas nilai rupiah, yang tercermin melalui stabilitas inflasi dan nilai tukar, sekaligus mendukung stabilitas sistem pembayaran dan sistem keuangan.

Dengan demikian, strategi Destry kemungkinan lebih bersifat continuity with adjustment daripada perubahan arah kebijakan secara ekstrem. Tantangannya adalah menentukan seberapa jauh kebijakan moneter perlu disesuaikan ketika kondisi global berubah.

Baca Juga: Rupiah Terancam Melemah? Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed Naik

Sinergi dengan Pemerintah Jadi Bagian Penting

Destry juga membawa konsep “Sinergi Merah Putih” untuk memperkuat koordinasi antara BI dan pemerintah.

Sinergi tersebut terutama penting untuk persoalan inflasi yang berasal dari sisi pasokan. Bank Indonesia memiliki instrumen moneter, tetapi tidak dapat mengatasi seluruh sumber inflasi secara langsung.

Contohnya adalah kenaikan harga pangan seperti cabai, bawang, dan komoditas lainnya. Ketika tekanan harga berasal dari gangguan produksi, distribusi, atau pasokan, penyelesaiannya membutuhkan koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Destry melihat stabilitas harga bukan hanya sebagai persoalan suku bunga. Kebijakan moneter perlu berjalan bersama kebijakan sektor riil dan koordinasi lintas lembaga.

Namun, Destry juga menekankan bahwa sinergi tersebut tetap harus menghormati mandat dan kewenangan masing-masing lembaga.

Konversi 1 BTC menjadi IDR - Kurs Bitcoin ke Rupiah

Langkah Pertama Destry di Bank Indonesia

Hal menarik lainnya adalah rencana Destry untuk melakukan penataan pembagian bidang di internal Dewan Gubernur.

Ia mengatakan akan terlebih dahulu duduk bersama seluruh Anggota Dewan Gubernur untuk menentukan pembidangan tugas. Area tersebut dapat mencakup kebijakan moneter, makroprudensial, pendalaman pasar keuangan, dan bidang lainnya.

Menurut Destry, pembagian tersebut tidak bersifat statis dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Langkah ini penting agar struktur tanggung jawab menjadi jelas dan pelaksanaan tugas BI dapat segera berjalan efektif.

Bagi pasar, langkah tersebut juga dapat menjadi indikator awal mengenai bagaimana kepemimpinan Destry akan mengatur koordinasi internal bank sentral.

Baca Juga: Obligasi Indonesia Jadi Incaran Asing, Rupiah Ikut Menguat?

Tantangan Gubernur BI Baru ke Depan

Tantangan terbesar Destry bukan sekadar menjaga inflasi domestik. Lingkungan eksternal juga akan menjadi faktor yang sangat menentukan.

Perubahan suku bunga bank sentral global dapat memengaruhi arus modal dan rupiah. Ketika imbal hasil aset global meningkat, Indonesia perlu menjaga daya tarik aset domestik tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan.

Di sisi lain, tekanan harga dari komoditas dan pangan dapat muncul tanpa disebabkan oleh permintaan domestik yang berlebihan. Kondisi tersebut membutuhkan kombinasi kebijakan moneter dan koordinasi dengan pemerintah.

Karena itu, keberhasilan Destry sebagai gubernur BI yang baru akan sangat bergantung pada kemampuannya menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan.

Baca Juga: Kelas Menengah Indonesia Turun Kelas: Biaya Hidup Jadi Beban Utama?

Kesimpulan

Destry Damayanti memiliki latar belakang yang cukup lengkap untuk memimpin Bank Indonesia, mulai dari sektor perbankan, pasar modal, LPS hingga pengalaman langsung sebagai Deputi Gubernur Senior BI. 

Pengalaman tersebut membuatnya memahami baik dinamika pasar maupun mekanisme kebijakan bank sentral.

Strategi awal Destry terlihat menekankan stabilitas rupiah dan inflasi di tengah ketidakpastian global. Pada saat yang sama, ia ingin memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk menangani persoalan inflasi dari sisi pasokan.

Dengan tantangan global yang masih tinggi, kepemimpinan Destry akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

bittime biaya withdrawal murah

Yuk mulai trading crypto dari aset terbesar seperti BTC/IDR dan ETH/IDR langsung di aplikasi Bittime.

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Siapa Destry Damayanti Gubernur Bank Indonesia?

Destry Damayanti adalah ekonom yang sebelumnya menjabat Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Ia memiliki pengalaman di sektor perbankan, pasar modal, LPS, pemerintahan, dan kebijakan ekonomi.

Kapan Destry Damayanti menjadi Gubernur BI?

DPR menyetujui Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI dalam Rapat Paripurna pada 1 September 2026. Pada 2 September 2026, ia dijadwalkan menjalani pengambilan sumpah jabatan di Mahkamah Agung berdasarkan informasi yang diberikan.

Apa strategi Destry Damayanti sebagai Gubernur BI?

Fokus utama Destry adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia juga menekankan koordinasi dengan pemerintah untuk mengatasi tekanan inflasi dari sisi pasokan.

Apa pengalaman Destry sebelum menjadi Gubernur BI?

Destry pernah menjadi ekonom di Mandiri Sekuritas dan Bank Mandiri, anggota Dewan Komisioner LPS, serta Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Ia juga memiliki pengalaman di pemerintahan dan akademik.

Apa tantangan utama Gubernur BI baru?

Tantangannya mencakup menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, menghadapi perubahan suku bunga global, mempertahankan stabilitas sistem keuangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Temukan Bitcoin yang Hilang 12 Tahun, Orang Inggris Ini Jadi Miliarder
Temukan Bitcoin yang Hilang 12 Tahun, Orang Inggris Ini Jadi Miliarder

Orang Inggris menemukan kembali 61 Bitcoin yang hilang selama 12 tahun. Investasi £1.500 itu kini bernilai lebih dari £3,3 juta.

2026-09-02Baca