Temukan Bitcoin yang Hilang 12 Tahun, Orang Inggris Ini Jadi Miliarder
2026-09-02
Kisah tentang Bitcoin yang hilang selama bertahun-tahun kembali menarik perhatian setelah seorang pria Inggris bernama Chris berhasil mendapatkan kembali 61 BTC yang tidak dapat diakses sejak 2014.
Bitcoin tersebut berasal dari investasi sekitar £1.500 pada 2011 dan kini bernilai lebih dari £3,3 juta.
Yang membuat kasus ini menarik bukan hanya kenaikan harga Bitcoin. Aset tersebut sebenarnya tidak hilang dari blockchain.
Bitcoin milik Chris masih dapat dilacak, tetapi akses terhadapnya terhambat setelah platform tempat ia menyimpan aset tersebut, Intersango, berhenti beroperasi.
Setelah lebih dari satu dekade, bantuan profesional dalam penelusuran blockchain dan proses hukum akhirnya membuat 61 BTC tersebut dikembalikan pada Mei 2026.
Kasus ini menjadi contoh bahwa Bitcoin recovery masih mungkin dilakukan dalam kondisi tertentu, terutama ketika pemilik memiliki bukti kepemilikan yang kuat.
Key Takeaways
- Chris membeli 61 BTC dengan sekitar £1.500 pada 2011 dan kehilangan akses setelah Intersango bermasalah pada 2014.
- Proses Bitcoin recovery dilakukan dengan menggabungkan dokumen lama, bukti transaksi, penelusuran blockchain, dan proses hukum.
- 61 BTC tersebut dikembalikan pada Mei 2026 dengan nilai sekitar £3,33 juta, menjadikan investasi awalnya bernilai jutaan pound.
Bagaimana Bitcoin Chris Bisa Hilang Selama 12 Tahun?
Chris membeli Bitcoin pada 2011 setelah mendapat rekomendasi dari seorang teman. Saat itu, Bitcoin masih berada pada tahap awal perkembangan dan belum memiliki nilai seperti sekarang.
Ia menginvestasikan sekitar £1.500 untuk membeli 61 BTC, atau sekitar £2,94 per Bitcoin. Pembelian tersebut dilakukan melalui Britcoin, platform yang kemudian dikenal sebagai Intersango.
Menurut CEL Solicitors, Intersango merupakan salah satu exchange Bitcoin awal di Inggris dan sempat menjadi salah satu platform dengan aktivitas perdagangan terbesar.
Masalah muncul ketika Intersango mulai mengalami gangguan dan akhirnya tidak dapat diakses pada awal 2014. Chris tidak lagi bisa menarik Bitcoin dari akunnya.
Pada saat akses tersebut hilang, 61 BTC miliknya hanya bernilai sekitar £4.000. Namun, harga Bitcoin kemudian meningkat berkali-kali lipat.
Selama bertahun-tahun, Chris hanya bisa menyaksikan harga Bitcoin terus naik tanpa dapat mengakses aset yang dimilikinya. Ia akhirnya menganggap Bitcoin tersebut sudah tidak bisa diselamatkan.
Baca Juga: Claude AI Bantu Pulihkan Dompet Bitcoin yang Non-aktif 9 Tahun
Bitcoin Sebenarnya Tidak Hilang dari Blockchain
Kasus ini penting karena istilah bitcoin yang hilang dapat menimbulkan kesalahpahaman.
Dalam kasus Chris, Bitcoin tersebut tidak menghilang dari jaringan Bitcoin. Blockchain tetap menyimpan catatan transaksi dan pergerakan aset.
Masalahnya adalah Chris kehilangan kemampuan praktis untuk mengakses atau mengendalikan aset tersebut karena Bitcoin berada dalam sistem exchange yang sudah tidak beroperasi.
Perbedaan ini sangat penting dalam memahami Bitcoin recovery.
Bitcoin yang benar-benar kehilangan private key biasanya jauh lebih sulit, bahkan secara praktis tidak dapat dipulihkan tanpa akses ke kunci tersebut.
Sebaliknya, aset yang tersangkut pada exchange atau kustodian yang masih dapat dilacak dapat memiliki jalur pemulihan apabila tersedia bukti kepemilikan dan pihak yang menguasai aset dapat diidentifikasi.
Dalam kasus Intersango, penelusuran blockchain membantu menghubungkan wallet tertentu dengan aktivitas exchange tersebut.
Trading crypto lebih nyaman saat keamanan aset dan proses withdrawal dapat diandalkan. Daftar di Bittime dan mulai trading dengan lebih aman dan tenang!
Bagaimana 61 BTC Berhasil Dipulihkan?
Upaya serius untuk mendapatkan kembali Bitcoin tersebut baru dilakukan pada 2026 setelah Chris mendapat dorongan dari istrinya untuk mencari bantuan profesional.
Pada 20 Januari 2026, Chris secara resmi meminta bantuan CEL Solicitors. Tim tersebut kemudian mengumpulkan berbagai bukti lama untuk menunjukkan bahwa 61 BTC memang merupakan milik Chris.
Tantangan terbesar adalah usia transaksi. Bukti pembelian telah berumur hampir 15 tahun. Karena itu, dokumen seperti catatan bank, informasi akun lama, serta dokumen terkait kepemilikan menjadi penting.
Selain bukti dokumenter, tim yang menangani kasus tersebut juga menggunakan blockchain tracing untuk menelusuri wallet yang berkaitan dengan Intersango. Menurut CEL Solicitors, proses tersebut menemukan wallet yang masih menyimpan Bitcoin dalam jumlah besar dan diyakini terkait dengan mantan pengguna exchange.
Pada 28 Mei 2026, penyelesaian tercapai dan seluruh 61 BTC milik Chris dikembalikan. Proses dari penunjukan firma hukum hingga pengembalian Bitcoin tersebut berlangsung sekitar empat bulan.
Baca Juga: Profil Timothy Ronald: Kekayaan, Bisnis, dan Kontroversinya
Dari Investasi £1.500 Menjadi Lebih dari £3,3 Juta
Perubahan nilai aset Chris menunjukkan betapa ekstremnya perkembangan Bitcoin dalam 15 tahun terakhir.
Pada 2011, ia mengeluarkan sekitar £1.500 untuk membeli 61 BTC. Harga pembelian tersebut hanya sekitar £2,94 per Bitcoin.
Ketika aksesnya terputus, nilai Bitcoin yang dimilikinya berada di kisaran £4.000. Setelah Bitcoin berkembang menjadi salah satu aset kripto terbesar di dunia, nilai 61 BTC meningkat menjadi sekitar £3,33 juta saat dikembalikan kepada Chris.
Dengan demikian, investasi awal sekitar £1.500 berubah menjadi aset bernilai jutaan pound.
Namun, menyebut Chris langsung menjadi “miliarder” perlu diperjelas. Dalam konteks Indonesia, istilah miliarder berarti memiliki kekayaan minimal Rp1 miliar.
Dengan nilai aset sekitar £3,3 juta, Chris memang telah melewati ambang tersebut. Tetapi dalam konteks poundsterling atau dolar AS, ia lebih tepat disebut millionaire, bukan billionaire.
Perbedaan istilah ini penting agar pemberitaan mengenai miliarder Bitcoin tetap akurat.
Convert 1 BTC to IDR - Bitcoin to Indonesian Rupiah Exchange Rate
Masih Ada Ribuan Bitcoin yang Berpotensi Dipulihkan
Kasus Chris juga membuka pertanyaan yang lebih besar. Menurut CEL Solicitors, terdapat lebih dari 5.500 BTC yang diyakini berkaitan dengan mantan pengguna Intersango.
Jika menggunakan harga Bitcoin sekitar $78.000, nilainya dapat mencapai lebih dari $400 juta, meskipun angka tersebut berubah mengikuti harga pasar dan status kepemilikan masing-masing aset.
Artinya, kasus 61 BTC bukan hanya cerita keberuntungan seorang investor awal Bitcoin. Ada kemungkinan pemegang akun lama lainnya juga memiliki klaim terhadap aset yang masih dapat dilacak.
Namun, recovery tidak otomatis berarti setiap pengguna lama dapat memperoleh kembali Bitcoin mereka. Bukti kepemilikan, riwayat transaksi, status hukum aset, serta kemampuan menghubungkan wallet dengan klaim individu tetap menjadi faktor penting.
Baca juga: Winklevoss Bersaudara: Penggagas Facebook Pilih Jadi Miliarder Bitcoin
Pelajaran dari Kasus Bitcoin yang Hilang
Kasus Chris memberikan pelajaran penting bagi investor kripto. Pertama, penyimpanan aset digital harus memperhitungkan risiko kustodian.
Bitcoin yang disimpan melalui platform pihak ketiga memiliki risiko berbeda dengan Bitcoin yang dikendalikan langsung menggunakan private key.
Kedua, dokumentasi tetap penting. Catatan pembelian, transaksi, email, informasi akun, dan bukti kepemilikan dapat menjadi sangat berharga apabila terjadi sengketa atau kehilangan akses.
Ketiga, istilah “Bitcoin hilang” tidak selalu berarti koin tersebut lenyap. Dalam kondisi tertentu, aset masih berada di blockchain tetapi akses atau kepemilikannya perlu dibuktikan melalui proses teknis dan hukum.
Bagi investor saat ini, kasus tersebut juga menjadi pengingat bahwa kenaikan harga Bitcoin bukan satu-satunya risiko yang harus diperhatikan. Cara menyimpan, mengamankan, dan mengakses aset sama pentingnya dengan keputusan membeli Bitcoin itu sendiri.
Mulai trading BTC/IDR bersama Bittime di sini!
Kesimpulan
Kisah orang Inggris menemukan Bitcoin setelah 12 tahun menunjukkan bagaimana aset kripto yang dianggap tidak dapat diakses masih mungkin dipulihkan dalam kondisi tertentu.
Chris membeli 61 BTC dengan sekitar £1.500 pada 2011. Setelah Intersango tidak lagi beroperasi, ia kehilangan akses selama lebih dari satu dekade.
Pada 2026, bantuan CEL Solicitors melalui pengumpulan bukti dan blockchain tracing berhasil mengembalikan seluruh Bitcoin tersebut.
Dengan nilai sekitar £3,33 juta saat recovery, investasi awalnya berubah menjadi kekayaan jutaan pound.
Lebih dari sekadar kisah keberuntungan, kasus ini memperlihatkan pentingnya bukti kepemilikan, transparansi blockchain, dan keamanan penyimpanan aset digital.
Bitcoin sudah tersedia dan siap diperdagangkan di Bittime dengan pair BTC/USDT, selain itu ada juga aset lain di jaringan BRC20 Bitcoin, seperti SATS dan ORDI.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apakah Bitcoin Chris benar-benar hilang?
Tidak sepenuhnya. Bitcoin tersebut tidak hilang dari blockchain. Chris kehilangan akses terhadap aset setelah exchange Intersango tidak lagi beroperasi, sementara asetnya masih dapat ditelusuri.
Berapa Bitcoin yang berhasil ditemukan?
Sebanyak 61 BTC berhasil dipulihkan dan dikembalikan kepada Chris pada Mei 2026.
Berapa nilai Bitcoin yang ditemukan?
Saat dikembalikan, 61 BTC tersebut bernilai sekitar £3,33 juta. Nilai dalam dolar dapat berubah mengikuti harga Bitcoin.
Bagaimana proses Bitcoin recovery dilakukan?
Recovery dilakukan dengan mengumpulkan bukti kepemilikan lama, termasuk catatan transaksi dan dokumen pendukung, kemudian menggunakan blockchain tracing untuk mengidentifikasi aset yang berkaitan dengan exchange lama.
Apakah Bitcoin yang kehilangan akses selalu bisa dipulihkan?
Tidak. Kemungkinan recovery sangat bergantung pada penyebab kehilangan akses. Jika private key benar-benar hilang, pemulihan Bitcoin biasanya sangat sulit. Kasus Chris berbeda karena aset masih dapat ditelusuri dan terdapat bukti yang mendukung klaim kepemilikan.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



