Gold & Silver On-Chain: Strategi Trading Crypto di Era 2026

2026-02-24
Gold & Silver On-Chain Strategi Trading Crypto di Era 2026

Awal 2026 ditandai lonjakan tajam harga emas dan perak. Emas sempat menembus 5.600 dolar AS per ons dan perak melewati 120 dolar AS per ons sebelum terkoreksi signifikan. Pergerakan ekstrem ini terjadi di tengah kekhawatiran inflasi, risiko geopolitik, serta keterbatasan pasokan.

Menariknya, volatilitas tersebut tidak hanya terjadi di pasar komoditas tradisional. Melalui tokenisasi, emas dan perak kini aktif diperdagangkan secara on chain di ekosistem kripto, menjadikannya salah satu sumber volatilitas baru bagi trader digital.

Key Takeaways:

  • Emas dan perak mengungguli banyak aset kripto pada awal 2026.
  • Tokenisasi memungkinkan perdagangan logam mulia 24 jam di blockchain.
  • Derivatif on chain meningkatkan peluang sekaligus risiko leverage.

Mengapa Gold dan Silver Menguat di 2026

Mengapa Gold dan Silver Menguat di 2026
Sumber: TradingView

Kenaikan harga emas didorong oleh meningkatnya permintaan lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Arus dana institusional kembali masuk ke instrumen berbasis emas karena dianggap lebih stabil dibanding aset berisiko.

Perak memiliki dinamika tambahan. Selain faktor makro, permintaan industri seperti panel surya, kendaraan listrik, dan infrastruktur digital menjaga konsumsi tetap tinggi. Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan memperkuat tren kenaikan harga.

Sementara itu, beberapa aset kripto utama mengalami konsolidasi setelah reli kuat pada akhir 2025. Hal ini membuat emas dan perak secara year to date tampil lebih unggul dibanding banyak aset digital.

Baca juga: Cara Beli Saham ANTM yang Aman dan Mudah Dipahami

Perpindahan Volatilitas ke On Chain

Tokenisasi memungkinkan investor memiliki eksposur emas dan perak tanpa harus memegang fisik. Contohnya adalah Tether Gold dan PAX Gold untuk emas, serta Kinesis Silver untuk perak.

Selain token spot, tersedia juga kontrak perpetual berbasis harga logam mulia. Instrumen ini memungkinkan posisi long maupun short dengan leverage dan diperdagangkan 24 jam. Likuiditas meningkat karena trader kripto dapat mengakses pasar tanpa batasan jam bursa tradisional.

Namun, karakter aset berubah ketika diperdagangkan dengan leverage. Emas dan perak yang dikenal defensif dapat menjadi sangat volatil dalam struktur derivatif kripto.

Baca juga: Prediksi Harga Emas 2026-2030: Prakiraan Berbasis Analisis AI

Strategi Trading yang Perlu Dipahami

Pendekatan paling sederhana adalah membeli token spot untuk eksposur langsung terhadap harga emas atau perak. Strategi ini cenderung lebih stabil dibanding penggunaan leverage.

Trader yang lebih aktif memanfaatkan kontrak perpetual untuk menangkap momentum jangka pendek. Perlu diperhatikan bahwa leverage meningkatkan potensi keuntungan sekaligus risiko likuiditas.

Sebagian pelaku pasar juga mengkombinasikan spot dan derivatif untuk strategi lindung nilai atau memanfaatkan selisih pendanaan. Strategi ini memerlukan pemahaman teknis dan manajemen risiko yang ketat.

Bagi investor yang ingin mengakses pasar kripto dan memahami dinamika aset digital termasuk tokenisasi logam mulia, platform seperti Bittime dapat menjadi salah satu opsi. 

Sebelum mengambil keputusan, pastikan melakukan riset mandiri dan memahami profil risiko masing masing.

Baca juga: Harga Emas dan Perak Tembus All Time High

Kesimpulan

Tahun 2026 menunjukkan bahwa sumber volatilitas tidak hanya berasal dari aset kripto murni. Emas dan perak, yang terdorong faktor makro dan permintaan industri, menjadi pusat perhatian baru setelah mencetak rekor harga dan mengalami koreksi tajam. Melalui tokenisasi, logam mulia kini terintegrasi ke ekosistem blockchain dengan akses 24 jam dan berbagai instrumen derivatif. Bagi trader kripto, peluang ini terbuka lebar, namun tetap memerlukan disiplin, manajemen risiko, dan pendekatan yang rasional.

Cara Beli Crypto di Bittime

bittime biaya withdrawal murah

Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.

Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!

Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.

Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.

FAQ

Apa itu gold dan silver on chain?

Representasi token digital emas dan perak yang diperdagangkan di jaringan blockchain.

Mengapa perak lebih volatil di 2026?

Karena kombinasi permintaan industri tinggi dan keterbatasan pasokan.

Apakah token emas didukung emas fisik?

Sebagian besar token besar mengklaim memiliki cadangan fisik yang diaudit.

Apa risiko trading perpetual emas?

Risiko utama adalah likuidasi akibat penggunaan leverage.

Apakah emas on chain cocok untuk lindung nilai?

Bisa digunakan sebagai diversifikasi, namun tetap tergantung profil risiko investor.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

ZachXBT Crypto Investigator — Mengenal Sosok di Balik Akun Pseudonim ini
ZachXBT Crypto Investigator — Mengenal Sosok di Balik Akun Pseudonim ini

Profil singkat ZachXBT, investigator anonim yang membongkar berbagai scam kripto lewat analisis blockchain.

2026-02-24Baca