Crypto Card Tumbuh Pesat: Tanda Penggunaan Kripto untuk Belanja Makin Meluas?

2026-06-10

Crypto Card Tumbuh Pesat Tand Penggunaan Kripto untuk Belanja Makin Meluas (1).png

Penggunaan aset kripto tidak lagi terbatas pada aktivitas trading dan investasi. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai perusahaan pembayaran dan penerbit kartu mulai menghubungkan stablecoin dengan jaringan pembayaran global seperti Visa dan Mastercard

Hasilnya, pengguna kini dapat melakukan pembayaran dengan kripto di jutaan merchant tanpa harus memahami detail teknis blockchain.

Data terbaru menunjukkan tren tersebut semakin kuat. Pada Mei 2026, volume crypto card melampaui US$747 juta per bulan dengan pertumbuhan 48,6% sejak awal tahun. 

Angka ini jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan pasokan stablecoin yang hanya sekitar 3,2% pada periode yang sama. Lalu, apakah kripto benar-benar mulai digunakan sebagai alat pembayaran sehari-hari?

Key Takeaways

  • Volume transaksi crypto card mencapai lebih dari US$747 juta pada Mei 2026.
  • Pertumbuhan penggunaan crypto card jauh lebih cepat dibanding pertumbuhan pasokan stablecoin.
  • Solana dan BNB Chain menjadi jaringan utama untuk transaksi kartu kripto, sementara Ethereum masih dominan sebagai penyimpan likuiditas stablecoin.

Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi. 

Volume Crypto Card Tumbuh Lebih Cepat dari Pasokan Stablecoin

Salah satu temuan paling menarik dari data terbaru adalah perbedaan antara pertumbuhan stablecoin dan pertumbuhan transaksi kartu.

Sepanjang 2026, total pasokan stablecoin meningkat dari sekitar US$311 miliar menjadi US$321 miliar, atau hanya naik sekitar 3,2%. Namun dalam periode yang sama, volume transaksi crypto card melonjak 48,6%.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa stablecoin tidak lagi hanya berfungsi sebagai aset parkir dana atau jaminan dalam ekosistem DeFi. Sebaliknya, stablecoin semakin sering digunakan untuk transaksi riil melalui kartu pembayaran.

Dengan kata lain, nilai yang berputar dalam sistem pembayaran tumbuh jauh lebih cepat daripada jumlah stablecoin yang beredar. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya utilitas aset digital sebagai alat transaksi sehari-hari.

Crypto Card.png

Baca Juga: Rekor! Visa Ambil 90% On-Chain Card Payments, Crypto Spending Meledak

Mengapa Crypto Card Semakin Populer?

Pertumbuhan adopsi crypto card didorong oleh beberapa faktor utama.

Pertama, pengalaman pengguna menjadi jauh lebih sederhana. Pemilik stablecoin tidak perlu mengirim aset secara langsung ke merchant. 

Saat melakukan pembayaran, sistem akan secara otomatis mengonversi saldo kripto menjadi mata uang yang diterima oleh pedagang.

Kedua, semakin banyak penerbit kartu yang fokus pada pasar berkembang. Wilayah seperti Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Afrika memiliki tingkat adopsi kripto yang tinggi karena kebutuhan terhadap alternatif pembayaran lintas batas yang lebih efisien.

Ketiga, biaya transaksi blockchain semakin rendah, terutama pada jaringan seperti Solana dan BNB Chain. Hal ini membuat transaksi mikro dan pembayaran harian menjadi lebih praktis dibanding beberapa tahun lalu.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa penggunaan crypto card mulai bergeser dari produk niche menjadi alat pembayaran yang memiliki utilitas nyata.

Ingin trading stablecoin populer seperti Tether (USDT)? Lihat harga dan market terbaru hanya di Bittime

Solana dan BNB Chain Unggul dalam Pembayaran Kripto

Menariknya, distribusi pembayaran kartu kripto tidak mengikuti distribusi pasokan stablecoin.

Ethereum saat ini menyimpan sekitar 53% dari total pasokan stablecoin global. Namun jaringan tersebut hanya menyumbang sekitar 12% dari volume settlement crypto card.

Sebaliknya, BNB Chain hanya memiliki sekitar 5% pasokan stablecoin tetapi menangani sekitar 14% volume pembayaran kartu. Solana juga menunjukkan pola serupa dengan sekitar 5% pasokan stablecoin namun berkontribusi sekitar 12% volume transaksi.

Data ini mengindikasikan bahwa jaringan blockchain yang unggul untuk aktivitas pembayaran bukanlah jaringan dengan likuiditas terbesar, melainkan jaringan yang menawarkan kecepatan tinggi, biaya rendah, dan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Ethereum tetap menjadi pusat likuiditas institusional dan aktivitas DeFi, tetapi untuk kebutuhan transaksi harian, pengguna cenderung memilih blockchain yang lebih efisien.

Baca Juga: Crypto Card Terbaik: Cara Mudah Belanja dengan Aset Kripto

Visa Masih Mendominasi Pasar Crypto Card

Dalam persaingan jaringan pembayaran global, Visa masih menjadi pemimpin mutlak.

Sekitar 97% volume pembayaran crypto card saat ini diproses melalui jaringan Visa, sementara Mastercard hanya menguasai sekitar 3%.

Dominasi tersebut sebagian besar berasal dari integrasi awal Visa dengan berbagai penerbit kartu berbasis kripto. 

Kerja sama dengan perusahaan seperti Rain, Reap, dan berbagai penyedia layanan pembayaran digital memungkinkan Visa membangun ekosistem lebih cepat dibanding kompetitor.

Di sisi penerbit, RedotPay menjadi pemain paling dominan. Perusahaan ini menyumbang sekitar 59% dari total volume bulanan crypto card, bahkan melampaui gabungan sepuluh penerbit terbesar berikutnya.

Mayoritas transaksi saat ini berasal dari kartu debit dan prepaid. Sementara itu, kartu kredit berbasis kripto masih menjadi segmen yang relatif kecil. Padahal, jika model kredit mulai berkembang, potensi pertumbuhan industri dapat meningkat lebih jauh.

Baru mulai investasi crypto? Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) bisa jadi pilihan awal yang populer untuk dipantau dan diperdagangkan di Bittime.

Crypto Cards.png
Sumber: Reddit Forum

Apakah Ini Tanda Kripto Semakin Digunakan untuk Belanja?

Data terbaru memberikan indikasi yang cukup kuat bahwa jawabannya adalah ya.

Selama bertahun-tahun, sebagian besar aktivitas kripto didominasi oleh trading, investasi, staking, dan spekulasi harga. Namun pertumbuhan volume pembayaran menunjukkan perubahan perilaku pengguna.

Semakin banyak orang yang memilih menggunakan stablecoin untuk membeli barang dan jasa melalui infrastruktur pembayaran yang sudah mereka kenal. Mereka tidak perlu mempelajari dompet blockchain yang rumit atau meminta merchant menerima kripto secara langsung.

Selain itu, munculnya ekosistem pembayaran dari Solana, Optimism, dan berbagai platform crypto payment lainnya semakin mempercepat adopsi.

Meski nilai transaksi crypto card masih kecil dibanding industri pembayaran global yang mencapai triliunan dolar per tahun, laju pertumbuhannya menunjukkan bahwa pasar sedang memasuki fase baru. 

Fokus tidak lagi hanya pada investasi, tetapi juga pada penggunaan praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Visa Fokus pada Integrasi Stablecoin ke Sistem Pembayaran: Tren 2026?

Prospek Crypto Card ke Depan

Ke depan, pertumbuhan pembayaran dengan kripto kemungkinan akan terus meningkat seiring bertambahnya integrasi antara stablecoin, blockchain, dan jaringan pembayaran tradisional.

Jika tren saat ini berlanjut, volume transaksi kartu kripto berpotensi tumbuh lebih cepat daripada pasokan stablecoin itu sendiri. Ini berarti efisiensi penggunaan aset digital semakin meningkat.

Selain itu, perkembangan solusi layer-2, biaya transaksi yang lebih rendah, serta regulasi yang semakin jelas dapat membuka jalan bagi penggunaan crypto card dalam skala yang lebih luas.

Pada akhirnya, crypto card mungkin menjadi salah satu jembatan terpenting antara dunia keuangan tradisional dan ekonomi digital berbasis blockchain.

Tertarik mulai investasi crypto? Simak cara beli Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH), beberapa coin populer bagi pemula!

Kesimpulan

Pertumbuhan volume crypto card yang mencapai lebih dari US$747 juta per bulan menunjukkan bahwa aset digital mulai digunakan untuk tujuan yang lebih praktis. 

Pertumbuhan transaksi yang jauh melampaui pertumbuhan pasokan stablecoin mengindikasikan peningkatan aktivitas pembayaran nyata, bukan sekadar akumulasi aset.

Dominasi jaringan seperti Solana dan BNB Chain dalam settlement pembayaran juga memperlihatkan bahwa efisiensi dan biaya rendah menjadi faktor utama dalam adopsi. 

Dengan semakin banyak pengguna yang memanfaatkan kartu kripto untuk transaksi sehari-hari, industri ini tampaknya sedang bergerak dari fase spekulasi menuju penggunaan riil sebagai alat pembayaran.

bittime biaya withdrawal murah

Dengan pesatnya penggunaan crypto card pertumbuhan adopsi crypto bisa semakin pesat, ikuti arus perkembangannya bersama Bittime!

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa itu crypto card?

Crypto card adalah kartu pembayaran yang terhubung dengan saldo aset kripto atau stablecoin pengguna dan dapat digunakan untuk bertransaksi di merchant yang menerima jaringan seperti Visa atau Mastercard.

Mengapa volume crypto card meningkat pada 2026?

Peningkatan volume dipicu oleh adopsi stablecoin yang lebih luas, biaya transaksi blockchain yang lebih rendah, serta kemudahan penggunaan kartu kripto untuk pembayaran sehari-hari.

Blockchain apa yang paling banyak digunakan untuk pembayaran crypto card?

BNB Chain dan Solana menjadi jaringan yang paling aktif dalam settlement pembayaran kartu kripto karena biaya rendah dan kecepatan transaksi yang tinggi.

Apakah pembayaran dengan kripto sudah digunakan untuk belanja sehari-hari?

Ya. Data menunjukkan penggunaan crypto card terus meningkat, menandakan bahwa stablecoin semakin sering digunakan untuk membeli barang dan jasa, bukan hanya untuk trading atau investasi.

Apakah crypto card lebih populer dibanding transfer kripto langsung?

Saat ini, crypto card menjadi salah satu jalur adopsi terbesar karena menawarkan pengalaman yang mirip dengan kartu pembayaran tradisional tanpa mengharuskan merchant menerima kripto secara langsung.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Daftar Saham Potensi Cuan Saat Piala Dunia 2026
Daftar Saham Potensi Cuan Saat Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 berpotensi mendorong konsumsi dan pariwisata global. Simak daftar saham yang berpotensi mendapat keuntungan dari ajang FIFA terbesar dunia.

2026-06-10Baca