Celah Keamanan Bitcoin Ditemukan AI: Apakah BTC Berisiko?

2026-10-30

Celah Keamanan Bitcoin Ditemukan AI: Apakah BTC Berisiko?

Celah keamanan Bitcoin yang ditemukan dengan bantuan AI bisa membuat node tertentu berhenti bekerja. Temuan ini belum membuktikan pencurian BTC atau pengambilalihan jaringan, tetapi tetap penting bagi orang yang menjalankan Bitcoin Core. Risiko dan penanganannya berbeda untuk setiap jenis celah.

Salah satu masalah yang diungkap pada 28 Oktober 2026 menyerang cara node Windows, macOS, dan BSD menangani data koneksi. Perbaikannya sudah tersedia, sehingga pengguna perlu mengetahui apakah perangkat mereka terdampak dan apakah pembaruannya sudah terpasang.

Key Takeaways

  • AI membantu menemukan kelemahan kode, lalu peneliti memeriksa temuan sebelum tim pengembang menerbitkan perbaikan.
  • Node yang berhenti dapat mengganggu layanan yang memakainya, tetapi tidak otomatis menunjukkan kehilangan BTC.
  • Operator perlu mengecek versi Bitcoin Core, dukungan perangkat, dan batas perbaikan pada sistem 32-bit serta FAT32.

Memahami Celah Keamanan Bitcoin: Apa yang Diserang?

Masalah yang dibahas berada pada Bitcoin Core, perangkat lunak untuk menjalankan node. Full node memeriksa transaksi dan blok berdasarkan aturan Bitcoin, lalu membantu meneruskan informasi tersebut ke perangkat lain. Node juga dapat melayani aplikasi yang membutuhkan akses ke jaringan.

Ketika sebuah node mengalami crash, programnya berhenti bekerja. Dampak langsungnya adalah fungsi yang dijalankan perangkat tersebut ikut terhenti sampai dipulihkan.

Sebagai contoh, aplikasi pembayaran yang mengandalkan satu node mungkin terlambat memperbarui status transaksi ketika node itu bermasalah. Contoh ini menunjukkan mengapa gangguan tetap perlu ditangani meskipun tidak ada bukti aset dicuri. Layanan dengan node cadangan dapat memiliki kemampuan pemulihan berbeda.

Baca juga : Dugaan Peretasan Binance: US$5,7 Miliar Aset Kripto Berpindah Jadi Sorotan

Tiga Bug Bitcoin Core dan Cara Kerjanya

Ketiga temuan memiliki penyebab berbeda. Untuk pembaca umum, hal terpenting adalah memahami dampak dan batasnya, bukan menghafal nomor celah.

1. Data masuk menumpuk sampai memori habis

Pada CVE-2026-117350, perangkat yang terhubung ke node dapat mengirim jenis data TCP tertentu untuk melewati pembatasan antrian. Perangkat yang terhubung ini disebut peer.

Data kemudian bisa terus menumpuk hingga memori habis. Celah ini memengaruhi Windows, macOS, dan BSD, sedangkan Linux tidak terdampak karena memakai cara pemantauan koneksi yang berbeda; tingkat keparahannya dinilai medium.

2. Pesan keluar terus mengantri pada koneksi tertentu

Bug CVE-2026-117349 berkaitan dengan mekanisme untuk memeriksa respons perangkat lain. Peer yang mengaku tidak mendukung mekanisme ping BIP31 dapat membuat antrian pengumuman transaksi terus bertambah dalam kondisi tertentu.

Pertumbuhan memori bisa mencapai sekitar 2 MB per jam untuk setiap peer masuk dan 5 MB per jam untuk setiap peer keluar. Gangguannya dapat berkembang perlahan, sehingga tidak selalu terlihat sebagai program yang langsung mati.

3. Berkas pemulihan blok melewati batas yang bisa ditangani

Celah CVE-2026-117346 menyangkut undo data. Data ini digunakan ketika node perlu membatalkan perubahan akibat pemrosesan blok.

Dalam kondisi ekstrem, berkas tersebut dapat melewati batas ukuran atau posisi yang bisa ditangani, lalu membuat node berhenti. Bug ini dinilai berkeparahan rendah dan tidak praktis untuk dieksploitasi karena membutuhkan persiapan serta kondisi yang sangat khusus.

Batas perbaikannya perlu diperhatikan: sistem 32-bit dan node yang menyimpan blok pada FAT32 masih terdampak. Jadi, operator harus memeriksa perangkat dan tempat penyimpanan data, bukan hanya nomor versi program.

Celah Keamanan Bitcoin Ditemukan AI: Apakah BTC Berisiko?

Apakah Celah Ini Bisa Digunakan untuk Mencuri BTC?

Berhentinya program belum menunjukkan bahwa seseorang memperoleh kunci wallet atau melakukan transaksi tanpa izin. Untuk menyatakan pencurian, dibutuhkan bukti tentang akses atau perpindahan aset tersebut.

Dalam klasifikasi keamanan Bitcoin Core, masalah yang mengganggu layanan dibedakan dari celah kritis pada protokol. Contoh kategori kritis mencakup pencurian pada tingkat protokol dan penciptaan koin di luar aturan.

Karena itu, frasa “Bitcoin Core hack” terlalu luas jika tidak disertai penjelasan. Periksa apakah berita membahas bug yang baru ditemukan, pengujian serangan, atau insiden yang benar-benar menimpa pengguna.

Jangan pula menganggap semua kegagalan aplikasi berasal dari celah yang sama. Operator perlu memeriksa kondisi perangkat dan catatan kesalahan sebelum menentukan langkah pemulihan. Diagnosis yang tepat mencegah perubahan sistem yang tidak menyelesaikan penyebab gangguan.

Baca juga : CoinDCX Hack: Hilang 15,99 Juta USDT, Sempat Disebut False Alarm

Apa yang Perlu Dilakukan Pemilik BTC?

Jika kamu menggunakan aplikasi wallet atau exchange, cari tahu apakah kamu menjalankan node sendiri atau mengandalkan layanan pihak lain. Memiliki BTC tidak otomatis membuat kamu bertanggung jawab memperbarui Bitcoin Core.

Periksa pemberitahuan penyedia aplikasi melalui kanal yang biasa digunakan. Jika tidak mengelola node, jangan memasang perangkat lunak tambahan hanya karena membaca judul tentang kerentanan.

Tetap lindungi akses wallet dan berhati-hati terhadap pesan yang menawarkan “perbaikan keamanan”. Pembaruan harus berasal dari sumber yang terpercaya, bukan tautan acak yang meminta akses ke asetmu. Praktik pengamanan wallet tetap diperlukan terlepas dari berita bug ini.

Jika muncul gangguan pada layanan yang kamu gunakan, simpan informasi transaksi dan ikuti pemberitahuan penyedianya. Pisahkan masalah tampilan atau koneksi dari dugaan transaksi tanpa izin agar laporan kepada layanan pelanggan lebih jelas.

Baca juga : Alasan JPMorgan Blokir AI Agent dari Rekening Nasabah

Pembaruan Bitcoin Core: Periksa Versi dan Masa Dukungannya

Perbaikan dua celah pertumbuhan memori tersedia pada Bitcoin Core 29.5, 30.4, 31.2, dan 32.1. Versi 31.2 dan 32.1 dirilis pada 27 Oktober 2026, sedangkan 29.5 dan 30.4 menyusul pada 28 Oktober.

Namun, catatan rilis 32.1 menyatakan bahwa cabang 29.x dan versi lebih lama telah mencapai akhir masa dukungan. Patch untuk masalah tertentu tidak berarti versi tersebut akan terus dipelihara. Pilih rilis dengan mempertimbangkan kompatibilitas dan dukungan berikutnya.

Untuk operator, berikut lima pemeriksaan yang berguna:

  1. Catat instalasi aktif. Periksa versi, sistem operasi, serta apakah node dipasang langsung atau melalui paket pihak ketiga.
  2. Periksa penyimpanan. Pastikan kamu mengetahui jenis sistem dan format penyimpanan blok, terutama terkait batas perbaikan undo data.
  3. Baca petunjuk pembaruan. Cocokkan langkah pemasangan dengan perangkat dan siapkan cadangan yang relevan jika memakai wallet.
  4. Hentikan program dengan benar. Tunggu proses selesai sebelum mengganti instalasi.
  5. Pastikan layanan pulih. Periksa koneksi, pemrosesan blok, dan aplikasi yang menggunakan node setelah pembaruan.

Petunjuk rilis membedakan cara pembaruan untuk Windows, macOS, dan Linux. Jika memakai perangkat node siap pakai, sesuaikan langkahnya dengan dokumentasi penyedia perangkat tersebut.

Baca juga : Kasus Timothy Ronald: Dua Penyelidikan Disetop, Ini Alasannya

Mengapa Penemuan Melalui AI Penting?

Pemindaian kode melalui Project Loupe membantu menemukan masalah yang kemudian diperiksa oleh manusia. Pada temuan pertumbuhan memori, Gregory Sanders memvalidasi laporan sebelum meneruskannya kepada tim keamanan. AI membantu pencarian, tetapi hasilnya tetap membutuhkan penilaian teknis.

Kebijakan pengungkapan juga menyesuaikan penanganan celah yang mudah ditemukan, termasuk melalui model bahasa. Untuk kategori ini, perbaikan dan pemberitahuan diterbitkan secepat mungkin tanpa masa embargo standar.

Bagi operator, kebiasaan mengikuti pemberitahuan rilis menjadi semakin berguna. Penemuan bug baru memberi alasan untuk memeriksa sistem, tetapi keputusan pembaruan tetap harus melihat perangkat lunak dan konfigurasi yang benar-benar dipakai.

Baca juga : Bitget Diduga Diretas, Aset US$388 Juta Terdampak, Korea Utara Disorot

Apa yang Perlu Dipantau Selanjutnya?

Setelah patch tersedia, perhatian beralih ke pemasangan dan hasilnya. Pengelola layanan sebaiknya mencatat versi yang digunakan, waktu pemeliharaan, serta hasil pemeriksaan fungsi.

Bagi pembaca berita, cari bukti baru mengenai eksploitasi atau perubahan cakupan perbaikan. Banyaknya bug yang ditemukan tidak menunjukkan banyaknya korban, dan tersedianya pembaruan tidak berarti seluruh node sudah memasangnya.

Perubahan harga BTC juga tidak cukup untuk membuktikan dampak suatu celah. Tanpa data yang menghubungkan keduanya, keputusan keamanan sebaiknya didasarkan pada informasi teknis dan kondisi layanan.

Kesimpulan

Celah keamanan Bitcoin yang ditemukan AI menegaskan pentingnya pemeliharaan node. Operator perlu memasang perbaikan yang sesuai dan memeriksa batasnya, sedangkan pemilik BTC perlu mengikuti informasi dari produk yang digunakan.

Saat memilih layanan perdagangan, gunakan kebiasaan yang sama: pahami fitur, biaya, dan ketentuannya sebelum membuat keputusan. Jika sesuai dengan kebutuhanmu, kamu bisa daftar Bittime setelah mempelajari informasi tersebut.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apakah AI sudah berhasil merusak jaringan Bitcoin?

Temuan ini menunjukkan kemampuan AI membantu menemukan bug pada perangkat lunak node. Temuan tersebut tidak membuktikan pengambilalihan atau kerusakan seluruh jaringan.

Apakah node Linux terkena celah yang sama?

Linux tidak terdampak oleh bug TCP urgent data yang dijelaskan. Pengecualian ini tidak otomatis berlaku untuk kerentanan lainnya.

Apakah semua pengguna Bitcoin harus memasang pembaruan?

Pembaruan Bitcoin Core ditujukan kepada pihak yang menjalankannya. Pengguna aplikasi lain perlu mengikuti pemberitahuan penyedia masing-masing.

Mengapa sistem 32-bit dan FAT32 perlu diperiksa?

Pengumuman undo data menyebut sistem tersebut masih terdampak meskipun rilis perbaikan tersedia. Operator perlu meninjau konfigurasi perangkat, bukan hanya memperbarui aplikasi.

Apakah saldo BTC hilang ketika node crash?

Program yang berhenti tidak otomatis menunjukkan pencurian saldo. Dugaan kehilangan aset perlu diperiksa melalui bukti transaksi atau akses tanpa izin.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Hardware Wallet Ledger Diduga Dimodifikasi, Pengguna Kripto Perlu Waspada
Hardware Wallet Ledger Diduga Dimodifikasi, Pengguna Kripto Perlu Waspada

Polisi Singapura menemukan komponen berbahaya di Ledger ritel. Seed phrase bisa dicuri, kerugian SGD 3,5 juta. Ini langkah aman bagi pemilik wallet.

2026-10-30Baca