BNB Chain L1 Baru 2027: Mengapa Tanpa Token Terpisah?

2026-10-26

BNB Chain L1 Baru 2027: Mengapa Tanpa Token Terpisah?

BNB Chain L1 baru ditargetkan meluncur pada awal 2027 dengan satu keputusan penting: jaringan ini tetap memakai BNB. Pengembangannya akan berjalan berdampingan dengan BNB Smart Chain (BSC), sehingga pengguna tidak perlu mengenal token native tambahan untuk memahami fungsi dasar jaringan.

Lalu, untuk apa membangun blockchain baru jika BSC sudah tersedia? Tujuannya adalah melayani aplikasi yang membutuhkan respons lebih cepat, seperti perdagangan dan pembayaran, sambil mempertahankan jaringan yang sudah digunakan ekosistem saat ini.

Key Takeaways

  • L1 baru BNB Chain akan menggunakan BNB untuk biaya transaksi dan staking tanpa menerbitkan koin native terpisah.
  • Jaringan baru menyasar aplikasi yang membutuhkan respons cepat, sementara BSC tetap melayani ekosistem yang sudah ada.
  • Target mainnet awal 2027 masih bergantung pada perkembangan pengujian dan kesiapan jaringan.

Apa Itu BNB Chain L1 Baru?

BNB Chain L1 baru adalah proyek blockchain tambahan yang sementara disebut New L1. Jaringan ini kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM), lingkungan yang digunakan untuk menjalankan berbagai aplikasi berbasis smart contract.

Kompatibilitas tersebut membantu pengembang memakai perangkat dan bahasa pemrograman yang sudah mereka kenal. Mereka tetap perlu memeriksa apakah aplikasi berfungsi dengan benar dalam aturan jaringan yang berbeda.

Ada tiga istilah yang perlu dibedakan sejak awal:

  • BNB Chain: ekosistem yang mencakup beberapa jaringan dan layanan.
  • BNB Smart Chain atau BSC: jaringan yang sudah digunakan berbagai aplikasi dalam ekosistem tersebut.
  • New L1: blockchain tambahan yang sedang dikembangkan untuk kebutuhan transaksi tertentu.

Jadi, berita ini membahas perluasan ekosistem. Pengembangan New L1 bukan sekadar perubahan nama BSC.

Baca juga : Lisk Chain Ditutup: Cara Withdraw dan Migrasi LSK

Mengapa BNB Chain Membutuhkan Jaringan Tambahan?

Aplikasi blockchain tidak selalu membutuhkan hal yang sama. Layanan perdagangan perlu merespons perubahan dengan cepat, sedangkan aplikasi lain mungkin lebih mengutamakan akses ke pengguna, aset, dan layanan yang sudah tersedia.

New L1 menyasar kebutuhan yang sensitif terhadap waktu. Contohnya mencakup perdagangan berfrekuensi tinggi, pembayaran real-time, dan aktivitas agen otomatis.

Sebagai ilustrasi, aplikasi pembayaran perlu memberi tahu pengguna apakah transaksi masih diproses atau sudah selesai. Sementara itu, aplikasi perdagangan harus menangani perubahan pesanan tanpa membuat pengguna terlalu lama menunggu.

Jaringan baru memberi pengembang ruang untuk merancang pemrosesan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Keberhasilannya akan terlihat dari pengalaman aplikasi saat digunakan, bukan hanya dari spesifikasi yang diumumkan.

Kapan L1 Baru BNB Chain Diluncurkan?

Laporan pada 26 Oktober 2026 menyebut public testnet ditargetkan pada akhir 2026, diikuti mainnet pada awal 2027. Jadwal ini masih berupa target pengembangan dan belum menjadi tanggal peluncuran yang pasti.

Dokumentasi resmi yang diperiksa menunjukkan jaringan masih berjalan sebagai devnet internal dengan beberapa validator. Akses public testnet dan mainnet belum tersedia dalam dokumentasi tersebut.

Untuk memahami tahapannya, perhatikan perbedaan berikut:

  1. Devnet digunakan tim pengembang untuk membangun dan memeriksa komponen jaringan.
  2. Testnet digunakan untuk menguji transaksi serta aplikasi sebelum penggunaan di jaringan utama.
  3. Mainnet menjadi jaringan operasional tempat transaksi menggunakan aset bernilai nyata.

Bagi pembaca, pengumuman akses testnet akan menjadi perkembangan yang berguna untuk dipantau. Pada tahap itu, informasi pengujian dapat membantu memperjelas bagian mana yang sudah berfungsi dan mana yang masih membutuhkan perbaikan.

BNB Chain L1 Baru 2027: Mengapa Tanpa Token Terpisah?

Mengapa Tidak Ada Token Terpisah?

Rancangan New L1 tetap menggunakan BNB untuk membayar biaya transaksi dan melakukan staking. Tanggapan CZ terhadap proyek ini juga menekankan gagasan beberapa jaringan yang memakai satu koin.

Secara praktis, BNB memperoleh tempat penggunaan tambahan di dalam ekosistem yang sama. Pengguna tidak harus mempelajari aset native baru hanya untuk memahami pembayaran biaya jaringan.

Namun, memakai koin yang sama tidak membuat seluruh aturan jaringan otomatis identik. Cara menghitung biaya, memproses transaksi, dan menghubungkan aplikasi tetap dapat berbeda.

Dokumentasi turut menyebut govBNB, yaitu catatan hak suara yang diperoleh melalui staking dan tidak dapat dipindahtangankan. Fungsinya berkaitan dengan tata kelola, sehingga tidak tepat dipahami sebagai koin baru yang bebas diperjualbelikan.

Keputusan tanpa token native tambahan juga bukan pengumuman airdrop. Pembaca perlu membedakan informasi pengembangan jaringan dari penawaran token yang mungkin memakai nama serupa.

Baca juga : XRP USDT Turun 3%, Berapa Untung Ruginya dalam Rupiah?

Apa Perbedaan L1 Baru BNB Chain dan BSC?

Perbedaan kedua jaringan paling mudah dipahami melalui kebutuhan aplikasi dan cara transaksi diproses. Membandingkan angka kecepatan saja belum memberi gambaran lengkap.

BSC melayani ekosistem yang sudah berkembang

BSC tetap menjadi jaringan bagi aplikasi dan layanan yang sudah ada. Pengembang tidak otomatis perlu berpindah hanya karena tersedia rancangan blockchain tambahan.

Keputusan menggunakan jaringan baru sebaiknya mengikuti kebutuhan produk. Jika aplikasi sudah memenuhi kebutuhan pengguna, perpindahan jaringan harus memiliki manfaat yang jelas.

New L1 memisahkan pengurutan dan eksekusi transaksi

Dalam rancangan New L1, proses menentukan urutan transaksi dipisahkan dari pelaksanaan perhitungannya. Pemisahan ini memungkinkan pengurutan berjalan tanpa harus menunggu seluruh eksekusi selesai.

Konsekuensinya, aplikasi perlu membaca status transaksi dengan tepat. Transaksi yang sudah mendapat urutan belum tentu seluruh hasilnya telah selesai dan final.

Pengaturan gas perlu diperhatikan

Panduan pengembang menyebut New L1 mengenakan biaya berdasarkan batas gas yang dideklarasikan. Gas adalah satuan untuk mengukur pekerjaan komputasi pada blockchain.

Artinya, menetapkan batas gas terlalu tinggi dapat membuat transaksi lebih mahal daripada yang diperlukan. Pengembang wallet dan aplikasi perlu menyesuaikan pengaturannya agar pengguna tidak membayar berlebihan.

Ini merupakan perbedaan yang langsung berkaitan dengan pengalaman pengguna. Jaringan yang cepat tetap membutuhkan penghitungan biaya yang mudah dipahami.

Baca juga : Solana Targetkan Upgrade V1 pada 9 September, Apa yang Perlu Diketahui?

Apakah Transaksi Benar-Benar Selesai dalam 20 Milidetik?

Angka sekitar 20 milidetik merujuk pada target prekonfirmasi, bukan penyelesaian akhir transaksi. Sementara itu, interval blok yang ditargetkan berada di sekitar 200 milidetik.

Prekonfirmasi adalah sinyal awal bahwa transaksi akan diproses. Sinyal ini masih dapat dibatalkan sebelum blok mencapai finalitas.

Misalnya, aplikasi dapat memakai sinyal awal untuk memperbarui tampilan agar pengguna tahu permintaannya sudah diterima. Namun, aplikasi yang akan menyerahkan aset atau melakukan tindakan yang tidak bisa dibatalkan membutuhkan kepastian lebih lanjut.

Perbedaan ini penting saat membaca klaim performa blockchain. Respons cepat pada layar tidak selalu berarti hasil transaksi sudah permanen.

Apa Dampaknya bagi Pemegang BNB?

Dampak yang paling langsung adalah rencana penggunaan BNB di jaringan tambahan. Besarnya manfaat akan bergantung pada apakah aplikasi dan pengguna benar-benar memanfaatkan jaringan tersebut.

Bagi pemegang BNB, ada tiga hal yang lebih berguna untuk dinilai daripada sekadar antusiasme peluncuran:

  • Kegunaan aplikasi: apakah tersedia layanan yang memberi alasan jelas untuk memakai New L1?
  • Aktivitas berkelanjutan: apakah pengguna tetap bertransaksi setelah promosi atau insentif berakhir?
  • Pengalaman penggunaan: apakah biaya, keandalan, dan kemudahan akses sesuai kebutuhan?

Ketiganya membantu membedakan kapasitas teknologi dari permintaan nyata. Blockchain dapat menawarkan fitur menarik, tetapi tetap membutuhkan aplikasi yang digunakan secara rutin.

Karena itu, perluasan penggunaan BNB tidak menjamin harga naik. Harga juga dipengaruhi kondisi pasar, likuiditas, dan keputusan pelaku pasar yang tidak seluruhnya berkaitan dengan pengembangan jaringan.

Baca juga : Arbitrum Cetak Rekor Baru, Prediksi Harga Arbitrum Akhir Tahun 2026

Apakah Pengguna BSC Harus Memindahkan Aset?

Tidak ada dasar dalam informasi yang diperiksa untuk menyimpulkan bahwa semua pengguna BSC wajib migrasi. Dokumentasi menempatkan jaringan lama dan baru untuk berjalan berdampingan.

Panduan migrasi yang tersedia merupakan bahan persiapan bagi pengembang aplikasi. Keberadaan panduan tersebut bukan instruksi agar pengguna langsung mengirim BNB ke jaringan baru.

Bridge native yang dirancang menghubungkan BSC dan New L1 juga masih dalam pengembangan. Pengguna perlu menunggu layanan dan petunjuk resminya sebelum mencoba pemindahan aset.

Saat layanan tersedia, periksa jaringan tujuan, aset yang didukung, dan instruksi dari wallet atau aplikasi terkait. Kesamaan nama aset tidak berarti dana bisa dikirim menggunakan sembarang jaringan.

5 Hal yang Perlu Dipantau Menjelang Peluncuran

1. Akses pengujian publik

Perhatikan kapan jaringan pengujian dapat diakses dan siapa yang bisa berpartisipasi. Informasi ini membantu pengembang memulai pengujian melalui jalur yang benar.

2. Hasil pengujian dalam kondisi yang jelas

Angka performa lebih berguna jika disertai metode pengukuran. Jumlah peserta, jenis transaksi, dan kondisi jaringan dapat mempengaruhi hasilnya.

3. Kesiapan komponen keamanan

Periksa hasil audit dan pekerjaan keamanan yang belum selesai. Dokumentasi saat ini secara khusus menyatakan fitur privasi shielded pool belum siap untuk penggunaan dana nyata.

4. Dukungan aplikasi dan wallet

Jaringan membutuhkan layanan yang membuatnya mudah digunakan. Dukungan wallet, penjelajah transaksi, serta aplikasi akan menentukan apakah pengguna dapat beraktivitas dengan nyaman.

5. Biaya penggunaan yang sesungguhnya

Evaluasi biaya berdasarkan aktivitas yang kamu perlukan. Pengalaman mengirim aset sederhana bisa berbeda dari penggunaan aplikasi dengan transaksi yang lebih kompleks.

Jika ingin mulai mempelajari layanan aset digital, kamu bisa daftar Bittime dan memahami fitur serta risikonya sebelum bertransaksi.

Kesimpulan

BNB Chain L1 baru menawarkan pendekatan untuk melayani aplikasi yang membutuhkan respons cepat dengan tetap menggunakan BNB. Pengembangannya berjalan bersama BSC, sehingga pengguna dapat menilai manfaat jaringan tambahan tanpa menganggap layanan lama akan ditinggalkan.

Menjelang target 2027, hal terpenting adalah melihat hasil pengujian, keamanan, dan aplikasi yang tersedia. Bukti penggunaan tersebut akan membantu menjawab apakah New L1 memberikan manfaat yang berarti bagi pengembang maupun pengguna.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa itu L1 baru BNB Chain?

L1 baru BNB Chain adalah blockchain tambahan yang sedang dikembangkan untuk aplikasi yang membutuhkan respons transaksi cepat. Jaringan ini kompatibel dengan EVM dan sementara disebut New L1.

Kapan L1 baru BNB Chain diluncurkan?

Laporan terbaru menyebut mainnet ditargetkan pada awal 2027, dengan public testnet direncanakan sebelumnya. Jadwal tersebut masih dapat berubah mengikuti hasil pengembangan dan pengujian.

Apakah jaringan baru BNB Chain memiliki token sendiri?

Rancangannya menggunakan BNB sebagai aset native untuk biaya transaksi dan staking. govBNB yang disebut dalam dokumentasi berfungsi sebagai catatan hak suara yang tidak dapat dipindahtangankan.

Apa perbedaan L1 baru BNB Chain dan BSC?

New L1 menekankan respons cepat serta memiliki perubahan pada pemrosesan transaksi dan penghitungan biaya. BSC tetap melayani ekosistem aplikasi yang sudah berkembang.

Apakah pemegang BNB harus melakukan migrasi?

Informasi yang diperiksa tidak menunjukkan kewajiban migrasi bagi seluruh pemegang BNB. Tunggu panduan resmi dari penyedia layanan jika kamu ingin menggunakan jaringan baru setelah tersedia.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Harga Bitcoin Pekan Ini: 4 Agenda Penting yang Perlu Dipantau
Harga Bitcoin Pekan Ini: 4 Agenda Penting yang Perlu Dipantau

Harga Bitcoin pekan ini menghadapi keputusan Fed, inflasi PCE, GDP AS, dan laporan Big Tech. Simak jadwal WIB serta skenario yang berpotensi mendukung atau menekan BTC.

2026-10-26Baca