Saham Berkshire Hathaway: Strategi Baru Greg Abel dan Prospeknya
2026-08-10
Pergantian Warren Buffett ke Greg Abel menjadi salah satu perubahan manajemen paling penting dalam sejarah Berkshire Hathaway.
Setelah lebih dari enam dekade Buffett memimpin perusahaan, Abel resmi mengambil posisi CEO pada 1 Januari 2026, sementara Buffett tetap menjadi Chairman.
Perubahan tersebut mulai terlihat dalam cara Berkshire mengelola modal. Pada kuartal II 2026, perusahaan mengurangi posisi kas yang sebelumnya telah mencapai rekor, kembali melakukan pembelian saham Berkshire dalam jumlah besar, serta menjadi pembeli bersih saham setelah 14 kuartal berturut-turut sebagai penjual bersih.
Perubahan ini membuat saham Berkshire Hathaway 2026 menjadi perhatian investor. Pertanyaannya bukan hanya apakah Greg Abel mampu meneruskan filosofi Buffett, tetapi juga apakah Berkshire akan menjadi lebih agresif dalam mengalokasikan modal.
Key Takeaways
- Greg Abel Berkshire Hathaway mulai menunjukkan gaya alokasi modal yang lebih aktif dengan pembelian saham, investasi Alphabet, dan akuisisi perusahaan.
- Berkshire mengakhiri kuartal II 2026 dengan kas sekitar US$365,5 miliar setelah menggunakan sebagian besar dananya untuk investasi serta buyback.
- Prospek saham Berkshire Hathaway tetap didukung bisnis operasional yang kuat, tetapi investor perlu memantau kualitas alokasi modal Abel, valuasi saham, serta kemampuan Berkshire menghasilkan pertumbuhan tanpa Buffett sebagai CEO.
Greg Abel Membawa Berkshire ke Babak Baru
Greg Abel bukan sosok baru di Berkshire. Ia telah lama menangani bisnis non-asuransi perusahaan dan sebelumnya menjabat sebagai CEO Berkshire Hathaway Energy. Berkshire juga telah menunjuk Abel sebagai penerus Buffett jauh sebelum transisi resmi berlangsung.
Buffett sendiri memberikan dukungan kuat terhadap Abel. Dalam suratnya pada 2025, Buffett menyebut Abel telah memenuhi ekspektasi tinggi dan memahami bisnis serta personel Berkshire lebih baik dibandingkan dirinya dalam beberapa aspek.
Namun, transisi CEO tidak berarti Berkshire akan meninggalkan prinsip lama. Perusahaan tetap memiliki budaya konservatif, fokus terhadap arus kas, disiplin valuasi, dan kemampuan anak usaha menghasilkan keuntungan.
Perbedaannya mulai terlihat pada alokasi modal.
Baca Juga: Daftar Saham dengan Dividend Yield Tertinggi di 2026
Kas Berkshire Mulai Digunakan Lebih Agresif
Salah satu perkembangan terbesar dalam Berkshire Hathaway stock outlook adalah berkurangnya tumpukan kas.
Pada akhir kuartal I 2026, Berkshire memiliki sekitar US$397,4 miliar. Angka tersebut turun menjadi sekitar US$365,5 miliar pada 30 Juni 2026, atau berkurang sekitar 8%.
Penurunan tersebut bukan karena memburuknya bisnis utama Berkshire, tetapi terutama karena perusahaan mulai menggunakan sebagian besar likuiditasnya.
Pada kuartal II, Berkshire menghabiskan sekitar US$4,5 miliar untuk membeli kembali sahamnya sendiri. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan sekitar US$235 juta pada kuartal I.
Buyback memiliki arti penting karena Berkshire hanya biasanya membeli kembali saham ketika manajemen menilai saham tersebut diperdagangkan di bawah estimasi nilai intrinsiknya.
Dengan demikian, aksi tersebut dapat dibaca sebagai sinyal bahwa manajemen melihat nilai pada saham BRK.A dan saham BRK.B pada level tertentu.
Want to gain exposure to US shares? Sign up to Bittime and start investing via tokenised stocks.
Berkshire Kembali Menjadi Pembeli Bersih Saham
Perubahan strategi tidak berhenti pada buyback.
Pada kuartal II 2026, Berkshire mencatat pembelian bersih saham sekitar US$20 miliar, termasuk investasi sekitar US$10 miliar pada Alphabet, perusahaan induk Google.
Ini merupakan perubahan yang cukup signifikan. Berkshire sebelumnya tercatat sebagai penjual bersih saham selama 14 kuartal berturut-turut.
Dengan demikian, era Abel mulai memperlihatkan willingness untuk menginvestasikan sebagian kas ketika terdapat peluang yang dianggap menarik.
Bagi investor, perkembangan ini penting karena salah satu tantangan Berkshire dalam beberapa tahun terakhir adalah besarnya kas yang belum digunakan.
Kas memang memberikan fleksibilitas dan perlindungan ketika pasar mengalami tekanan, tetapi terlalu banyak kas juga dapat menurunkan potensi return jika tidak dialokasikan ke aset produktif.
Baca Juga : Daftar Saham dengan Investor Terbanyak di Indonesia 2026
Alphabet Menjadi Sinyal Penting Strategi Investasi Baru
Pembelian sekitar US$10 miliar pada Alphabet menjadi salah satu transaksi paling menarik di era awal Abel.
Alphabet memberikan eksposur Berkshire terhadap bisnis teknologi berskala global, termasuk mesin pencari Google, YouTube, cloud computing, dan bisnis berbasis AI.
Investasi tersebut juga menunjukkan bahwa Berkshire tidak sepenuhnya menghindari perusahaan teknologi. Di bawah Abel, investor akan memperhatikan apakah Berkshire mulai meningkatkan eksposur terhadap sektor teknologi dan perusahaan yang memiliki pertumbuhan struktural tinggi.
Namun, satu transaksi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa strategi investasi Berkshire telah berubah total. Detail portofolio saham kuartal II akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai perusahaan apa saja yang dibeli dan dijual.
Dapatkan eksposur ke saham GOOGLX melalui Alphabet tokenized stock yang tersedia di Bittime

Ilustrasi: Generated by AI
Kinerja Operasional Berkshire Tetap Solid
Perubahan manajemen akan lebih mudah diterima pasar jika bisnis inti tetap menghasilkan keuntungan.
Pada kuartal II 2026, operating earnings Berkshire meningkat sekitar 16% menjadi US$12,98 miliar. Kinerja tersebut didukung oleh beberapa unit utama.
Berkshire Hathaway Energy mencatat pertumbuhan laba sekitar 27%, sementara BNSF Railway meningkat sekitar 6%. Bisnis manufacturing, service, and retail juga tumbuh sekitar 24% menjadi hampir US$4,5 miliar.
Namun, bisnis asuransi menghadapi tekanan. Laba underwriting turun 13%, sedangkan pendapatan investasi asuransi turun 9%. GEICO bahkan mencatat penurunan laba underwriting sekitar 45%.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa prospek saham Berkshire Hathaway tidak hanya ditentukan oleh portofolio saham publik. Kinerja perusahaan asuransi, energi, kereta api, manufaktur, dan retail tetap menjadi fondasi utama nilai Berkshire.
Baca juga : Daftar Saham Cuan Akhir 2025 hingga 2026
BRK.A vs BRK.B: Apa Bedanya?
Berkshire memiliki dua kelas saham yang diperdagangkan di pasar, yaitu BRK.A stock dan BRK.B stock.
Class A merupakan saham dengan harga per lembar sangat tinggi dan memiliki hak suara lebih besar. Setiap saham Class A dapat dikonversi menjadi 1.500 saham Class B.
Sementara itu, BRK.B stock dirancang agar lebih mudah diakses oleh investor dengan modal yang lebih kecil. Dari sisi ekonomi, Class B mewakili 1/1.500 kepentingan ekonomi Class A.
Karena itu, investor yang mencari harga saham Berkshire Hathaway yang lebih terjangkau biasanya memilih BRK.B, sementara BRK.A lebih banyak digunakan oleh pemegang saham dengan kepemilikan besar.
Keduanya tetap memberikan eksposur terhadap bisnis Berkshire Hathaway.
Cek harga token saham seperti Amazon Tokenized Stock Ondo (AMZNON), Netflix Tokenized Stock Ondo (NFLXON), Microsoft Tokenized Ondo (MSFTON) dan lebih banyak lagi hanya di Bittime.
Bagaimana Prospek Saham Berkshire Hathaway?
Berkshire Hathaway stock outlook pada 2026 akan sangat bergantung pada kemampuan Abel menjaga disiplin alokasi modal sekaligus menggunakan kas yang sangat besar secara produktif.
Ada beberapa alasan yang mendukung prospek perusahaan. Berkshire memiliki bisnis operasional yang terdiversifikasi, neraca sangat kuat, arus kas besar, serta portofolio investasi yang luas.
Strategi baru Abel juga mulai mengurangi kekhawatiran mengenai tumpukan kas yang terlalu besar. Pembelian Alphabet, investasi saham lainnya, buyback, dan akuisisi Taylor Morrison menunjukkan bahwa modal mulai kembali bekerja.
Namun, tantangan utamanya adalah ekspektasi yang sangat tinggi. Berkshire harus menemukan peluang investasi berukuran besar karena skala perusahaan sudah sangat besar. Investasi yang hanya bernilai ratusan juta dolar tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap keseluruhan bisnis.
Selain itu, investor perlu melihat apakah Abel dapat mempertahankan budaya Berkshire tanpa Warren Buffett sebagai CEO.
Inilah faktor yang membuat Warren Buffett Berkshire Hathaway tetap relevan meskipun Buffett sudah tidak menjalankan operasional harian perusahaan.
Baca juga : Saham yang Bagus untuk Investasi Jangka Pendek
Apakah Saham Berkshire Hathaway Masih Menarik?
Perubahan kepemimpinan tidak serta-merta mengubah Berkshire menjadi perusahaan yang berbeda. Justru perkembangan 2026 menunjukkan kombinasi antara kesinambungan dan perubahan.
Budaya disiplin modal Buffett masih menjadi fondasi, tetapi Abel mulai memperlihatkan keberanian untuk menggunakan kas ketika peluang muncul.
Buyback US$4,5 miliar, pembelian bersih saham, investasi Alphabet sekitar US$10 miliar, serta akuisisi Taylor Morrison senilai US$6,8 miliar menjadi bukti awal perubahan tersebut.
Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya melihat harga saham Berkshire Hathaway atau performa BRK.A dan BRK.B dalam jangka pendek.
Faktor yang lebih penting adalah apakah Abel mampu mengubah cadangan kas Berkshire menjadi aset dan bisnis yang meningkatkan nilai intrinsik perusahaan dalam jangka panjang.
Dengan fondasi bisnis yang kuat dan neraca yang besar, saham Berkshire Hathaway 2026 tetap menjadi salah satu aset yang menarik untuk dipantau. Namun, babak baru Berkshire akan ditentukan oleh kualitas keputusan Abel, bukan sekadar warisan nama Buffett.
Dapatkan eksposur ke saham perusahaan teknologi ternama melalui tokenized stock seperti AMZON, TSLAX, MSFTON atau GOOGLX di market Bittime.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu saham Berkshire Hathaway?
Saham Berkshire Hathaway adalah saham perusahaan konglomerasi yang memiliki berbagai bisnis, termasuk asuransi, energi, transportasi, manufaktur, retail, dan investasi saham perusahaan publik.
Apa perbedaan saham BRK.A dan BRK.B?
BRK.A merupakan saham Class A dengan harga per lembar jauh lebih tinggi dan hak suara lebih besar. BRK.B merupakan Class B yang memberikan eksposur ekonomi terhadap Berkshire dengan harga per lembar yang lebih terjangkau. Satu saham Class A dapat dikonversi menjadi 1.500 saham Class B.
Siapa Greg Abel di Berkshire Hathaway?
Greg Abel adalah CEO Berkshire Hathaway sejak 1 Januari 2026. Sebelumnya, ia merupakan Vice Chairman untuk bisnis non-asuransi Berkshire dan pernah menjadi CEO Berkshire Hathaway Energy.
Apakah Warren Buffett masih memimpin Berkshire Hathaway?
Warren Buffett tidak lagi menjabat sebagai CEO setelah transisi pada awal 2026, tetapi tetap menjadi Chairman Berkshire Hathaway.
Apa strategi baru Greg Abel?
Salah satu indikasi awal strategi Abel adalah penggunaan kas yang lebih aktif melalui pembelian saham, buyback Berkshire, investasi Alphabet, serta akuisisi perusahaan. Pada kuartal II 2026, Berkshire juga kembali menjadi pembeli bersih saham setelah 14 kuartal sebagai penjual bersih.
Bagaimana prospek saham Berkshire Hathaway?
Prospeknya bergantung pada kinerja bisnis operasional, kemampuan menghasilkan arus kas, kualitas investasi baru, kebijakan buyback, dan kemampuan Greg Abel mengalokasikan modal secara efektif. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil investasi masa depan.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



