Konflik Ondo Finance Memanas, Ibu Pendiri Nathan Allman Gugat CEO
2026-08-07
Ondo Finance menghadapi perselisihan kepemimpinan setelah meninggalnya pendiri perusahaan, Nathan Allman, pada Mei 2026.
Kathleen Allman, ibu Nathan sekaligus perwakilan resmi harta warisannya, mengajukan gugatan di Delaware Court of Chancery untuk menentukan siapa yang secara sah mengendalikan perusahaan.
Gugatan tersebut mempertanyakan proses Ian De Bode mengambil posisi sebagai CEO setelah kematian Nathan.
De Bode membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kepemimpinan saat ini tetap mendapat dukungan sejumlah pemangku kepentingan utama serta Ondo Foundation.
Key takeaways
Kathleen Allman menggugat terkait kendali Ondo Finance dan mempersoalkan legitimasi pengangkatan Ian De Bode sebagai CEO.
Ian De Bode menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan menyatakan tim kepemimpinan tetap menjalankan bisnis Ondo.
Konflik korporasi ini tidak otomatis mengubah fungsi ONDO token atau produk RWA Ondo, tetapi dapat meningkatkan ketidakpastian tata kelola.
Bagaimana konflik Ondo Finance bermula?
Nathan Allman mendirikan Ondo Finance pada 2021 setelah sebelumnya bekerja di tim aset digital Goldman Sachs.
Ia memimpin pengembangan perusahaan menjadi salah satu pemain besar dalam tokenisasi aset dunia nyata, termasuk Treasury AS, saham, dan ETF yang dibawa ke jaringan blockchain.
Nathan meninggal secara tidak terduga pada akhir Mei 2026 dalam usia 32 tahun.
Ondo kemudian mengumumkan bahwa Ian De Bode, yang sebelumnya menjabat sebagai president dan telah menangani strategi serta operasi sehari-hari, akan menjadi CEO.
Persoalan hukum muncul karena pihak keluarga mempertanyakan apakah proses pergantian tersebut dilakukan sesuai struktur korporasi Ondo.
Apa isi Gugatan Kathleen Allman?
Menurut dokumen pengadilan yang diberitakan CoinDesk dan The Block, Kathleen Allman menuduh De Bode mengambil posisi CEO tanpa persetujuan dewan yang diperlukan.
Gugatan juga menuduh De Bode berusaha menempatkan dirinya sebagai satu-satunya direktur perusahaan setelah Nathan meninggal.
Pihak penggugat berpendapat bahwa pada saat Nathan meninggal, satu kursi direktur lainnya sedang kosong.
Akibatnya, menurut versi gugatan, perusahaan tidak memiliki direktur aktif yang dapat secara sah menunjuk CEO baru.
Inilah inti Ondo Finance lawsuit: bukan sengketa mengenai smart contract atau aset pelanggan, tetapi mengenai siapa yang memiliki kewenangan korporasi untuk menentukan dewan dan manajemen Ondo Finance.
Peran saham Nathan Allman dalam sengketa
Nathan disebut sebagai pemegang saham pengendali ketika meninggal. Hak suara tersebut kemudian menjadi bagian dari harta warisan dan untuk sementara tidak dapat langsung digunakan sampai proses probate menentukan perwakilan resmi estate.
Kathleen Allman kemudian ditunjuk sebagai personal representative melalui proses pengadilan Hawaii pada 26 Juni 2026.
Setelah itu, ia mengklaim memiliki kewenangan untuk menggunakan hak suara pengendali milik estate Nathan.
Besaran tepat kepemilikan saham Nathan tidak tersedia dalam versi publik dokumen pengadilan karena bagian tersebut disunting.
Mengapa posisi Ian De Bode dipersoalkan?
Sebelum menjadi Ondo Finance CEO, Ian De Bode sudah memegang posisi penting dalam perusahaan. Ia bergabung pada 2024 sebagai Chief Strategy Officer setelah sebelumnya menjadi partner McKinsey & Company dan memimpin pekerjaan terkait digital assets.
Ondo kemudian menyebut De Bode sebagai president yang telah menjalankan strategi, produk, dan operasi sehari-hari selama lebih dari dua tahun.
Setelah Nathan meninggal, perusahaan mengumumkan De Bode akan mengambil alih posisi CEO dengan dukungan tim kepemimpinan.
Gugatan keluarga tidak terutama mempermasalahkan pengalaman De Bode. Perselisihan berpusat pada apakah prosedur korporasi yang diperlukan untuk mengangkatnya sebagai CEO benar-benar terpenuhi.
Upaya keluarga mengganti kepemimpinan
Setelah memperoleh status sebagai perwakilan estate, Kathleen mengklaim telah menggunakan written consent pemegang saham untuk menunjuk dirinya sebagai direktur. Ia kemudian memperluas susunan dewan dan menunjuk beberapa anggota tambahan, termasuk Tahnee Towill, saudara perempuan Nathan.
Pada 24 Juli, dewan versi Kathleen disebut memilih untuk memberhentikan Ian De Bode dari posisi officer, employee, dan consultant perusahaan. Kathleen kemudian disebut ditunjuk menjadi chair, CEO, secretary, dan treasurer.
Karena kepemimpinan De Bode tidak mengakui langkah tersebut, persoalan akhirnya dibawa ke Delaware Court of Chancery.
Baca Juga : Cara Membeli Ondo Finance (ONDO)
Apa tanggapan Ian De Bode?
De Bode menolak tuduhan Kathleen Allman. Kepada The Block, ia menyebut klaim tersebut tidak berdasar dan mengatakan perusahaan masih memperoleh dukungan dari pemangku kepentingan penting, termasuk investor utama dan Ondo Foundation.
Ia juga menyatakan tim saat ini tetap fokus pada klien, ekosistem Ondo, dan visi yang dibangun Nathan.
Dengan demikian, hingga sengketa mendapat penyelesaian hukum, terdapat dua versi berbeda mengenai siapa yang memiliki kewenangan korporasi yang sah.
Pengadilan yang pada akhirnya akan menentukan dasar hukum dari klaim masing-masing pihak.
Apakah Konflik Mempengaruhi Bisnis Ondo RWA?
Ondo RWA merupakan salah satu ekosistem terbesar dalam sektor real world asset crypto. Produk perusahaan mencakup USDY, OUSG, serta platform tokenisasi saham dan ETF.
Baca Juga : Stablecoin USDY Ondo Kini Live di BNB Chain
Pada Juli 2026, Ondo juga meluncurkan produk sekuritas tertokenisasi di Amerika Serikat dan bekerja dengan Broadridge untuk menyediakan mekanisme voting serta komunikasi pemegang saham.
Artinya, operasi produknya terus berkembang beberapa minggu sebelum sengketa kepemimpinan menjadi publik.
Sejauh informasi publik saat ini, belum ada bukti bahwa gugatan telah menghentikan layanan tokenisasi atau menyebabkan produk Ondo berhenti beroperasi.
Ingin memantau dan menjelajahi aset kripto seperti ONDO? Daftar di Bittime sekarang.
Apa dampaknya terhadap ONDO token?
ONDO token perlu dibedakan dari saham Ondo Finance. ONDO merupakan governance token yang berkaitan dengan Ondo DAO, sedangkan sengketa saat ini berfokus pada kepemilikan dan pengendalian perusahaan Ondo Finance.
Ondo Foundation juga merupakan entitas tersendiri berbentuk foundation company di Cayman Islands. Tugasnya mencakup dukungan terhadap ekosistem, treasury management, penerbitan governance token, dan deployment smart contract.
Meski strukturnya berbeda, konflik manajemen tetap dapat mempengaruhi sentimen terhadap ekosistem.

ONDO to USDT via Bittime Market
Snapshot Harga ONDO saat berita muncul memperlihatkan ONDO di sekitar US$0,3543 dengan penurunan sekitar 4,56%, tetapi pergerakan tersebut tidak membuktikan gugatan menjadi satu-satunya penyebab.
Pantau token saham AS: AMZON, AMDON, TSLAX, NFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi, kamu bisa mulai trading di Bittime.
Risiko yang Perlu Diperhatikan holder ONDO
Risiko terdekat bukan perubahan otomatis terhadap tokenomics ONDO, melainkan ketidakpastian kepemimpinan.
Perselisihan yang berkepanjangan dapat mengganggu pengambilan keputusan, hubungan investor, perekrutan eksekutif, dan pelaksanaan roadmap perusahaan.
Namun, klaim bahwa bisnis Ondo akan runtuh juga belum memiliki dasar.
De Bode menyatakan tim tetap beroperasi, sedangkan pihak Kathleen juga menyatakan ingin mempertahankan momentum dan visi Nathan mengenai pasar keuangan on-chain.
Investor perlu mengikuti putusan pengadilan, perubahan resmi dewan, dan pengumuman dari Ondo sebelum menarik kesimpulan mengenai dampak jangka panjang.
Baca Juga : ChatGPT AI Prediksi Investasi $5.000 di ONDO Bisa Jadi $138.889 pada 2030 (Naik 2.678%!)
Mengapa kasus ini penting bagi sektor RWA?
Ondo mempunyai posisi besar dalam narasi tokenisasi aset dunia nyata.
Produk-produknya membawa Treasury AS, saham, dan ETF ke blockchain serta menjembatani institusi keuangan tradisional dengan infrastruktur on-chain.
Karena itu, konflik kepemimpinan dapat mendapat perhatian lebih besar dibandingkan perselisihan di proyek kripto berukuran kecil. Kredibilitas manajemen dan kepastian governance penting ketika suatu perusahaan menangani produk yang berkaitan dengan sekuritas dan institusi keuangan.
Hasil perkara akan membantu menentukan siapa yang secara sah memimpin perusahaan setelah meninggalnya Nathan Allman.
Sampai pengadilan memberikan keputusan, klaim kedua pihak tetap harus dibaca sebagai posisi hukum yang sedang dipersengketakan.
Baca Juga : RWA Crypto Menguat, 7 Proyek Ini Bersiap Rilis Token pada 2026
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Mengapa ibu Nathan Allman menggugat Ondo Finance?
Kathleen Allman mengklaim Ian De Bode tidak memperoleh persetujuan dewan yang diperlukan untuk menjadi CEO setelah Nathan meninggal. Ia juga meminta pengadilan menentukan pihak yang memiliki kendali sah atas perusahaan.
Apakah Ian De Bode masih CEO Ondo Finance?
Ondo dan De Bode masih menyebutnya sebagai CEO, tetapi posisi tersebut menjadi objek sengketa hukum. Kathleen Allman mengklaim dewan yang ia bentuk telah memberhentikannya pada 24 Juli 2026.
Siapa Nathan Allman?
Nathan Allman adalah pendiri Ondo Finance dan mantan anggota tim digital assets Goldman Sachs. Ia mendirikan Ondo pada 2021 dan meninggal secara tidak terduga pada Mei 2026 dalam usia 32 tahun.
Apakah gugatan ini langsung memengaruhi ONDO token?
Tidak secara langsung. Sengketa berfokus pada kontrol korporasi Ondo Finance, sementara ONDO adalah governance token yang terkait dengan Ondo DAO. Namun, ketidakpastian kepemimpinan dapat memengaruhi sentimen pasar terhadap ekosistem.
Apakah layanan Ondo RWA berhenti beroperasi?
Belum ada informasi yang menunjukkan produk Ondo dihentikan akibat gugatan. Kedua kubu juga menyatakan ingin menjaga keberlangsungan operasional dan visi perusahaan.
Apa yang perlu dipantau selanjutnya?
Perkembangan utama adalah keputusan Delaware Court of Chancery mengenai hak suara estate Nathan Allman, susunan dewan yang sah, dan status Ian De Bode. Pengumuman resmi perusahaan serta Ondo Foundation juga perlu dipantau.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



