Apa Itu Concrete (CT)? Tokenomics, Fungsi, Roadmap, dan Cara Beli
2026-10-01
Sebelum 30 September 2026, platform yield on-chain Concrete sudah memproses volume kumulatif lebih dari US$23 miliar tanpa punya token sendiri. Kini Concrete CT resmi lahir lewat token generation event (TGE).
Token CT hadir sebagai alat tata kelola untuk platform yang dipakai lebih dari 54.000 depositor itu. Artikel ini membahas apa itu Concrete, fungsi token CT, pembagian tokenomics, cara ikut airdrop, arah pengembangannya, sampai cara membelinya.
Key Takeaways
- CT adalah token governance dan konfigurasi Concrete, dengan suplai tetap 1 miliar dan tanpa inflasi.
- Alokasi CT: ekosistem 35%, investor 28%, tim 22%, foundation 15%. Porsi tim dan investor memakai vesting.
- CT tidak memberi hak kepemilikan atau dividen atas Concrete. Harganya masih sangat fluktuatif di awal listing.
Apa Itu Concrete (CT)?
Concrete adalah infrastruktur yield on-chain. Platform ini membantu aset kripto menghasilkan imbal hasil lewat strategi vault otomatis, tanpa pengguna harus meracik strateginya sendiri. Pengembangnya adalah Blueprint Finance. Di situs resminya, Concrete menyebut diri sebagai sistem operasi untuk keuangan on-chain.
Produknya terbagi empat:
- Earn: vault yield untuk stablecoin, BTC, ETH, dan aset institusional. Tersedia dalam versi publik maupun versi berizin dengan KYC.
- Vaults: vault berstandar ERC-4626. Setoran pengguna diganti dengan token saham ct[ASSET] yang bisa dipakai di ekosistem DeFi, dengan NAV yang diperbarui harian.
- Enterprise: infrastruktur vault white-label. Mitra memegang produk dan hubungan dengan nasabahnya sendiri.
- AssetCX: jalur untuk aset yang harus tetap berada di kustodian resmi. Dikembangkan bersama tim BitGo, dan terintegrasi dengan BitGo Bank & Trust serta Ceffu.
Skalanya cukup besar. Menurut Concrete Foundation, ekosistem ini mengelola deposit sekitar US1,2 milyar dengan volume kumulatif di atas US 23 miliar, dan lebih dari 1,2 juta wallet pernah terhubung.
Situs Concrete juga mencantumkan sejumlah auditor, seperti Cantina, Code4rena, Halborn, dan Zellic. Daftar pendukungnya antara lain Polychain, VanEck, YZi Labs, Hashed, dan Tribe Capital.
Baca Juga: BIS Ungkap Potensi Baru XRP Ledger untuk Sistem Keuangan Digital
Lalu bagaimana posisi token CT? Menurut pengumuman resmi, CT adalah token ERC-20 di Ethereum yang menjadi alat tata kelola dan konfigurasi bagi ekosistem Concrete. Token ini diterbitkan Concrete Network, Ltd., anak usaha Concrete Foundation yang berbasis di British Virgin Islands.
Concrete Foundation sendiri berbentuk perusahaan yayasan di Cayman Islands. Tugasnya mengoordinasikan tata kelola protokol sekaligus mengelola treasury CT. Selain Ethereum, kontrak CT juga sudah dipasang di BNB Chain, menurut ChainCatcher.
Kalau kamu ingin mengenal pasar kripto lebih dekat sambil memantau perkembangan CT, kamu bisa membuat akun di Bittime, exchange kripto Indonesia yang berizin OJK.

Fungsi Token CT: Apa Saja Utilitasnya?
Utilitas CT berpusat pada tiga hal, sesuai penjelasan di blog resmi Concrete Foundation.
1. Tata kelola (governance). Pemegang yang memenuhi syarat dan mengunci (lock) CT bisa ikut memutuskan parameter protokol. Cakupannya meliputi persetujuan strategi, klasifikasi kolateral, kerangka biaya, hingga kebijakan treasury.
2. Konfigurasi protokol. Pengguna yang melakukan staking CT bisa mengakses penyesuaian biaya tertentu di sisi protokol. Penyesuaian ini berlaku untuk interaksi mereka sendiri dengan modul Concrete yang didukung, dalam batas parameter teknis yang sudah ditetapkan.
3. Partisipasi. Tergantung mekanisme dan tingkat keterlibatan, staker aktif berpotensi mendapat reward token. Concrete menegaskan bahwa kelayakan, waktu, dan jumlahnya mengikuti aturan yang berlaku dan tidak dijamin.
Satu hal yang perlu digarisbawahi: CT tidak memberi hak kepemilikan, ekuitas, utang, dividen, bagi hasil, maupun klaim atas protokol dan asetnya. Jadi memegang CT berarti punya suara dalam keputusan tertentu, bukan punya saham di Concrete.
Baca Juga: Tokenized Stock Populer 2026: Saham Teknologi Jadi Favorit Investor
Tokenomics CT: Total Suplai dan Alokasi Token
Total suplai CT dikunci di angka 1 miliar token tanpa mekanisme inflasi. Artinya, tidak akan ada pencetakan CT baru di luar jumlah tersebut. Berikut pembagiannya menurut pengumuman TGE yang dikutip ChainCatcher:
- Ekosistem: 35% (350 juta CT). Untuk distribusi komunitas, partisipasi ekosistem, likuiditas, dan pertumbuhan.
- Investor: 28% (280 juta CT). Untuk para pendukung strategis protokol.
- Tim: 22% (220 juta CT). Untuk kontributor saat ini dan yang akan datang.
- Foundation: 15% (150 juta CT). Untuk keamanan, integrasi, tata kelola, riset dan pengembangan, serta inisiatif komersial jangka panjang.
Porsi kontributor dan investor tunduk pada jadwal vesting jangka panjang. Dari sumber yang saya telaah, rincian jadwalnya belum terpublikasi, jadi pembaca perlu mengeceknya langsung di white paper resmi.
Analisis AskSurf mencatat bahwa suplai tetap tidak otomatis menghapus risiko dilusi. Ketika token tim dan investor mulai terbuka, pasar harus menyerap tambahan suplai tersebut.
Soal angka pasar, data CoinMarketCap saat artikel ini disusun (1 Oktober 2026) menunjukkan CT di kisaran Rp7.255 dengan lonjakan 267% dalam 24 jam. Valuasi fully diluted tercatat Rp7,25 triliun, sementara kapitalisasi pasar dan suplai beredar masih tertulis nol.
Ini lazim terjadi pada token yang baru listing, ketika data suplai beredar belum stabil. Karena harga dan angka ini terus bergerak, cek ulang sebelum mengambil keputusan.
Baca Juga: 10+ Coin AI Terbaik 2026: Ini Daftar Crypto Bertema Artificial Intelligence!

Generated by AI
Airdrop CT: Cara Klaim dan Syaratnya
Distribusi awal CT berjalan lewat beberapa jalur. Yang paling ramai dibicarakan adalah airdrop di Binance Alpha. Menurut PANews, pengguna yang memenuhi syarat bisa mengklaim airdrop memakai Binance Alpha Points lewat halaman Alpha Events setelah trading dibuka.
Ketentuan klaim yang dilaporkan CoinGabbar:
- Saldo minimal 223 Binance Alpha Points.
- Biaya klaim 15 poin.
- Jumlah airdrop 200 CT untuk pengguna yang memenuhi syarat.
- Konfirmasi klaim harus dilakukan dalam 24 jam lewat halaman Alpha Events.
Selain jalur Binance, Concrete menyediakan antarmuka klaim di situs Concrete Foundation. Mekanismenya diatur dalam CT Claim Terms, dengan Concrete Network, Ltd. sebagai penerbit dan pihak yang mendistribusikan. Syarat kelayakan wallet mengacu pada dokumen tersebut, jadi baca dulu sebelum mengklaim.
Waspadai juga tautan palsu. Sebelum TGE, Crypto Briefing melaporkan bahwa Concrete sudah memperingatkan pengguna soal tawaran tidak resmi. Selalu akses klaim lewat concrete.xyz atau situs resmi Foundation, dan jangan pernah membagikan seed phrase.
Baca Juga: 10 Tokenisasi Aset Kripto RWA Terbesar di Dunia
Roadmap CT: Rencana Pengembangan yang Sudah Diumumkan
Concrete belum merilis roadmap bertanggal untuk CT. Yang ada adalah arah pengembangan di bagian "What's Next" pada blog resmi Concrete Foundation:
- Tata kelola bertahap. Makin banyak keputusan protokol akan bergeser ke proses yang transparan dan berbasis token. Kerangkanya bergerak dari administrasi berbasis multisig menuju timelock yang dikendalikan token. Concrete berencana menerbitkan tulisan khusus soal proses voting, kewenangan tata kelola, dan jadwal peluncurannya.
- Ekspansi lintas jaringan. CT dirancang hadir di lebih banyak jaringan seiring pertumbuhan ekosistem.
- Integrasi ekosistem. Fungsi tata kelola dan konfigurasi CT akan terus dihubungkan ke produk Concrete lainnya.
Tanggal pasti untuk tiap tahap belum diumumkan. Pantau kanal resmi Concrete untuk pembaruannya.
Baca Juga: Aplikasi Crypto Legal di Indonesia 2026: Cara Cek Platform Berizin OJK
Cara Beli CT
Hari pertama TGE, CT sudah bisa diperdagangkan di sejumlah platform:
- Binance Alpha. Menurut PANews, ini platform pertama yang membuka CT, dengan trading mulai 08.00 UTC pada 30 September 2026.
- OKX. Menurut pengumuman resmi OKX, pasangan CT/USDT dibuka lewat call auction pukul 09.00-10.00 UTC, trading spot mulai 10.00 UTC, dan penarikan dibuka 12.00 UTC.
- Coinbase. Crypto Briefing melaporkan pasangan CT-USD masuk ke mode auction. Ketersediaan di tiap wilayah bisa berbeda.
Langkah umumnya:
- Pilih platform yang tersedia untuk wilayahmu dan selesaikan verifikasi akun.
- Siapkan dana, misalnya USDT, di platform tersebut.
- Cari CT lalu cocokkan alamat kontrak resminya: 0x0A092E544DA31150b439a1aAA1A3a2214a867F46 di Ethereum.
- Mulai dengan nominal kecil. Harga di fase awal listing biasanya naik-turun tajam dan likuiditasnya bisa tipis.
- Simpan CT di wallet yang kamu kendalikan sendiri jika berencana mengunci atau staking untuk tata kelola.
Perlu dicatat, pembelian token yang baru listing berisiko tinggi. Tulisan ini bersifat edukasi, bukan ajakan membeli.
Baca Juga: 9 Kelebihan Investasi Emas Digital yang Menguntungkan 2026 (XAUT & PAXG)
Kesimpulan
Concrete CT adalah token tata kelola dari platform yield on-chain yang sudah punya basis pengguna dan modal besar. Suplainya tetap 1 miliar, dan fungsinya berfokus pada voting, konfigurasi biaya, dan partisipasi di ekosistem.
Alokasinya memberi porsi terbesar ke ekosistem, sementara porsi tim dan investor yang terkena vesting akan jadi faktor penting ke depannya.
Di sisi lain, CT tidak memberi hak kepemilikan atas Concrete, roadmap-nya belum bertanggal, dan harganya masih dalam tahap penemuan. Baca white paper dan CT Claim Terms, verifikasi alamat kontrak, lalu putuskan dengan pertimbangan sendiri.
Cek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu Concrete CT?
CT adalah token governance dan konfigurasi dari ekosistem Concrete, platform yield on-chain. Token ini berbasis ERC-20 di Ethereum dengan suplai tetap 1 miliar.
Berapa total suplai dan alokasi token CT?
Total suplai CT adalah 1 miliar tanpa inflasi. Alokasinya: ekosistem 35%, investor 28%, tim 22%, dan foundation 15%.
Apa fungsi token CT?
CT dipakai untuk mengikuti tata kelola protokol dengan cara mengunci token, serta menyesuaikan biaya tertentu lewat staking. Staker aktif juga berpotensi mendapat reward, tetapi tidak dijamin.
Apakah memegang CT berarti memiliki saham Concrete?
Tidak. CT tidak memberi hak kepemilikan, ekuitas, dividen, maupun bagi hasil atas protokol dan asetnya.
Bagaimana cara ikut airdrop CT?
Lewat Binance Alpha, pengguna butuh minimal 223 Alpha Points dengan biaya klaim 15 poin, lalu konfirmasi di halaman Alpha Events dalam 24 jam. Klaim juga tersedia lewat situs resmi Concrete Foundation sesuai CT Claim Terms.
Di mana CT bisa dibeli?
Pada hari TGE, CT dibuka di Binance Alpha dan OKX (pasangan CT/USDT), dan Coinbase membuka pasangan CT-USD lewat mode auction. Ketersediaannya bergantung pada wilayah dan kebijakan masing-masing platform.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



