Alasan Negara Eropa Pindahkan Cadangan Emas dari AS dan Kanada, Ada Apa dengan Keamanan Aset?
2026-09-07
Puluhan ton emas batangan baru saja berpindah tangan lintas benua, bukan lewat transaksi pasar, melainkan lewat keputusan langsung bank sentral. De Nederlandsche Bank, bank sentral Belanda, mengonfirmasi telah memindahkan 86 ton cadangan emas dari total 313 ton yang selama ini disimpan di Amerika Serikat dan Kanada, menuju brankas Bank of England di London.
Bukan tanpa alasan, tindakan ini menjadi bagian dari strategi keamanan aset negara yang makin jadi perhatian bank sentral Eropa dalam beberapa tahun terakhir.
Key Takeaways
- Bank sentral Belanda memindahkan 86 ton emas dari AS dan Kanada ke London untuk memperkuat kesiapan menghadapi krisis ekonomi.
- Langkah serupa sudah lebih dulu dilakukan Prancis dan Jerman, dipicu ketidakpastian geopolitik dan perang dagang global.
- Bank sentral dunia, termasuk China dan Polandia, terus menambah cadangan emas rata-rata 1.000 ton per tahun sejak empat tahun terakhir.
Alasan Utama Eropa Pindahkan Cadangan Emas dari AS dan Kanada
Gubernur De Nederlandsche Bank, Olaf Sleijpen, menjelaskan bahwa keputusan ini murni soal kesiapsiagaan, bukan reaksi panik. "Kami berharap tidak akan pernah perlu menggunakannya, namun kami perlu memperkuat ketahanan dan kesiapan kami," ujarnya, dikutip BBC International lewat pemberitaan Sindonews.
Joseph Cavatoni, ahli strategi pasar senior di World Gold Council, punya pandangan yang lebih tenang soal isu ini. Menurutnya, perang dagang dan ketegangan geopolitik memang ikut berpengaruh, tapi bukan pemicu utama.
"Saya tidak melihat adanya tanda-tanda bencana besar yang akan segera terjadi," kata Cavatoni, sebagaimana dikutip BBC. Ia menilai bank sentral kini sekadar lebih paham cara mengelola dan mengoptimalkan aset cadangan mereka.
Baca Juga: Cara Beli Emas Digital Aman, Murah, dan Mudah di Bittime
Belanda bukan pemain pertama yang melakukan ini. Prancis lebih dulu memindahkan cadangan emasnya dari AS kembali ke dalam negeri awal tahun ini. Bundesbank Jerman bahkan sudah memulai langkah serupa jauh sebelum itu, memindahkan lebih dari 216 ton emas dari New York dan Paris hingga rampung pada 2016.
Pola ini sebenarnya bukan hal baru, karena menurut analis Goldman Sachs, Lina Thomas dan Daan Struyven, "beberapa bank sentral Eropa memindahkan sebagian kepemilikan emas mereka ke New York selama Perang Dingin" — sekarang arahnya berbalik.
Kalau kamu tertarik memantau pergerakan aset safe haven seperti emas sekaligus ingin mulai eksplorasi aset digital sebagai bagian dari diversifikasi portofolio, kamu bisa langsung daftar akun di Bittime untuk mulai bertransaksi dengan mudah dan aman.
London Dipilih karena Alasan Likuiditas, Bukan Sekadar Prestise
Pertanyaan yang sering muncul: kenapa harus London? Jawabannya sederhana, kota ini adalah pusat perdagangan emas terbesar dunia.
Bank of England menyimpan sekitar 400.000 batang emas senilai lebih dari £200 miliar di bawah gedungnya yang sudah berusia 300 tahun. Kalau suatu negara butuh menjual atau membeli emas dengan cepat saat krisis melanda, London adalah tempat yang paling memungkinkan untuk itu.
Survei industri dari World Gold Council juga menunjukkan Bank of England tetap jadi lokasi penyimpanan paling populer di kalangan bank sentral. Namun tren terbarunya, makin banyak negara yang mendiversifikasi lokasi penyimpanan emas mereka, tidak lagi terpusat di satu tempat saja.
Menurut Thomas dan Struyven dari Goldman Sachs, lokasi penyimpanan kini "semakin menjadi prioritas utama bagi para manajer cadangan devisa."
Baca Juga: BIS Ungkap Potensi Baru XRP Ledger untuk Sistem Keuangan Digital
Trik "Jual dan Beli Kembali" agar Emas Tak Perlu Diangkut Fisik
Menariknya, tidak semua emas yang "dipindahkan" benar-benar berpindah secara fisik. Belanda, misalnya, menjual sekitar 59 ton emas di New York lalu membeli kembali dalam jumlah setara di London. Dengan cara ini, emas tidak perlu diangkut melintasi Samudra Atlantik sama sekali.
Cavatoni menjelaskan mekanismenya secara sederhana: "Saya bisa menjualnya di London dan membelinya di New York pada hari dan waktu yang sama; pada dasarnya ini merupakan pemindahan melalui pembukuan tanpa perlu melakukan pemindahan fisik atau perubahan logistik apa pun."
Meski begitu, lebih dari 27 ton emas Belanda tetap dipindahkan secara fisik dari AS dan Kanada ke kota Zeist, sebelum akhirnya dikirim ulang ke London.
Baca Juga: Investasi Emas atau Tanah: Mana yang Lebih Menguntungkan
Perusahaan logistik seperti Brink's Global Services jadi salah satu pihak yang menangani pengiriman fisik emas antarnegara ini. Wakil Presiden Eksekutif Brink's, Nader Antar, mengungkap bahwa permintaan jasa mereka meningkat belakangan ini.
"Meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, serta peran emas yang kian penting sebagai aset cadangan strategis, tampaknya turut mendorong tren ini," ujarnya.
Tren memindahkan lokasi penyimpanan emas ini juga berjalan beriringan dengan lonjakan permintaan emas dari bank sentral secara global. Berdasarkan laporan Central Bank Gold Statistics World Gold Council untuk periode Juli 2026, bank sentral dunia mencatat pembelian bersih 23 ton, dipimpin oleh China (20 ton) dan Polandia (8 ton).
People's Bank of China bahkan sudah membeli emas selama 21 bulan berturut-turut, menambah 60 ton sepanjang 2026, sehingga cadangan resminya kini mencapai 2.366 ton atau 8% dari total cadangan devisa negara itu. Di sisi lain, Rusia justru tercatat sebagai penjual bersih terbesar bulan itu dengan pelepasan 6 ton.
Secara rata-rata, dalam empat tahun terakhir bank sentral dunia mengakumulasi emas hingga 1.000 ton per tahun, dua kali lipat dari rata-rata 500 ton per tahun pada dekade sebelumnya.
Faktor inflasi dan status emas sebagai aset lindung nilai turut mendorong lonjakan harga emas, yang sempat menyentuh rekor tertinggi di kisaran USD5.394 per troy ounce pada Februari 2026, sebelum terkoreksi ke kisaran USD4.400-an per troy ounce pada awal September 2026. Analis Goldman Sachs bahkan memproyeksikan harga emas masih bisa naik hingga USD4.900 per troy ounce di akhir tahun ini.
Baca Juga: 9 Kelebihan Investasi Emas Digital yang Menguntungkan 2026 (XAUT & PAXG)
Kesimpulan
Pemindahan cadangan emas Eropa dari AS dan Kanada ke London bukan sinyal krisis yang akan segera datang, melainkan bagian dari strategi manajemen aset yang makin matang di tengah ketidakpastian geopolitik dan perang dagang global.
Belanda, Prancis, dan Jerman memilih mengamankan emas mereka lebih dekat dan lebih mudah diakses, sementara di sisi lain bank sentral negara berkembang seperti China dan Polandia justru fokus menambah volume cadangan emas sebagai bentuk diversifikasi dari dolar AS.
Dua pendekatan berbeda ini pada akhirnya bermuara pada satu kesimpulan yang sama: emas kembali jadi instrumen andalan negara-negara untuk menjaga stabilitas finansial di tengah dunia yang makin sulit ditebak.
Setelah mengetahui kondisi pemindahan emas hari ini, yuk pantau sejumlah aset digital berbasis emas dan perak seperti XAUT, PAXG dan SLVON. Ketiganya sudah tersedia di Bittime!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Kenapa Belanda memindahkan cadangan emasnya dari AS dan Kanada?
Belanda ingin emasnya lebih mudah diakses saat krisis ekonomi terjadi, mengingat meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Berapa banyak emas yang dipindahkan Belanda?
Sebanyak 86 ton dari total 313 ton cadangan emas Belanda yang sebelumnya disimpan di Amerika Serikat dan Kanada.
Kenapa London dipilih sebagai lokasi penyimpanan baru?
London adalah pusat perdagangan emas terbesar dunia, sehingga memudahkan transaksi jual-beli cepat saat dibutuhkan.
Apakah semua negara Eropa memindahkan emasnya dengan cara yang sama?
Tidak, sebagian menggunakan skema jual-beli kembali tanpa pemindahan fisik, sementara sebagian lain tetap mengangkut emas secara langsung.
Apakah tren ini berarti krisis ekonomi besar akan segera terjadi?
Menurut ahli strategi World Gold Council, tidak ada tanda bencana besar yang akan segera terjadi; ini lebih ke arah pengelolaan aset yang makin cermat.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



