AI agent Diprediksi Mendominasi pada 2028
2026-05-03
Bittime - Nansen, firma analitik blockchain, memperkirakan bahwa pada 2028, banyak investor tidak lagi mengandalkan cara lama seperti memilih token sendiri, membaca grafik setiap hari, atau terus memantau pergerakan pasar secara manual.
Sebagai gantinya, AI agent diprediksi akan mengambil peran lebih besar dalam membantu investor mengelola portofolio, membaca kondisi pasar, menjalankan strategi, hingga berinteraksi dengan protokol DeFi secara otomatis.
Poin Penting
- Nansen memprediksi AI agent akan banyak digunakan investor pada 2028.
- AI agent dapat membantu mengelola risiko dan portofolio secara otomatis.
- Dominasi AI agent berpotensi mengubah struktur pasar kripto.
Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.
Nansen Melihat Pergeseran Besar dalam Investasi Kripto
Prediksi Nansen tentang AI agent menggambarkan perubahan yang cukup mendasar dalam dunia investasi kripto. Selama ini, banyak investor masih melakukan keputusan secara manual.
Mereka membaca grafik, mengikuti berita pasar, memantau token, lalu memutuskan kapan harus membeli, menjual, atau menahan aset.
Menurut Nansen, pola itu bisa berubah dalam beberapa tahun ke depan. Investor akan semakin banyak menggunakan sistem kecerdasan buatan yang bekerja secara mandiri sesuai tujuan dan batasan yang ditetapkan pengguna.
Dalam gambaran tersebut, AI agent tidak hanya menjadi alat bantu sederhana. Ia dapat membantu dalam beberapa aspek.
Di antaranya, pasar selama 24 jam, mengatur parameter risiko, menjalankan transaksi, menyeimbangkan ulang portofolio, dan masuk ke berbagai protokol DeFi tanpa perlu instruksi manual setiap saat.
Jika prediksi ini terjadi, maka investasi kripto dapat bergerak dari aktivitas yang sangat bergantung pada keputusan manusia menuju sistem yang lebih otomatis dan berbasis data.
Baca juga: Analisis Harga UnifAI Network (UAI) Hari Ini: Peluang Agen AI di DeFi Indonesia
Belajar dari Perubahan di Dunia Rekayasa Perangkat Lunak
Nansen membandingkan perubahan ini dengan transformasi besar dalam dunia pengembangan perangkat lunak. Sekitar satu dekade lalu, banyak tim teknologi masih menulis kode, menguji, dan menerapkan sistem dengan proses yang lebih manual.
Kini, banyak pekerjaan tersebut sudah dibantu oleh sistem otomatis. Pengujian, integrasi, dan penerapan perangkat lunak dapat berjalan melalui alur yang dirancang sebelumnya. Manusia tetap menentukan arah, tetapi banyak proses teknis dijalankan oleh sistem.
Nansen melihat investasi kripto menuju arah yang mirip. Jika sebelumnya investor harus mengatur semuanya sendiri, ke depan banyak proses bisa dilakukan oleh AI agent.
Investor cukup menentukan tujuan, batas risiko, dan preferensi strategi. Setelah itu, sistem dapat bekerja dalam kerangka yang sudah ditetapkan.
Perubahan ini dinilai bisa berlangsung lebih cepat karena perkembangan model bahasa besar dan alat otomatisasi onchain terus bergerak pesat.
Apa yang Bisa Dilakukan AI agent untuk Investor?
Dalam konteks investasi kripto, AI agent dapat memiliki banyak fungsi. Sistem ini bisa memantau kondisi pasar, membaca berbagai sinyal, mengevaluasi risiko, dan mengambil tindakan sesuai strategi yang sudah dibuat.
Misalnya, ketika pasar bergerak terlalu fluktuatif, AI agent dapat menyesuaikan posisi portofolio agar risiko tetap terkendali.
Ketika peluang muncul di protokol DeFi, sistem dapat menjalankan langkah tertentu seperti memindahkan aset, mengatur likuiditas, atau melakukan penyeimbangan ulang.
Perbedaannya dengan bot trading biasa cukup besar. Bot trading umumnya bekerja berdasarkan aturan sederhana, seperti membeli saat harga menyentuh level tertentu atau menjual ketika target tercapai.
Sementara itu, AI agent yang dibayangkan Nansen lebih kompleks karena dapat memproses banyak data, memahami tujuan, dan menjalankan beberapa langkah strategi sekaligus.
Dengan kemampuan tersebut, investor tidak hanya terbantu dalam eksekusi transaksi, tetapi juga dalam pengelolaan keputusan yang lebih luas.
Baca juga: Apa itu Conway Research (CONWAY)? Calon Tren Web 4.0
Dominasi AI agent Bisa Mengubah Pasar Kripto
Jika dominasi AI agent benar terjadi pada 2028, dampaknya terhadap pasar kripto bisa sangat besar. Aktivitas perdagangan tidak lagi hanya digerakkan oleh manusia, institusi, atau bot sederhana.
Pasar bisa dipenuhi oleh jutaan bahkan miliaran AI agent yang bekerja untuk individu, lembaga, maupun protokol.
Kondisi ini dapat mengubah likuiditas pasar. AI agent yang aktif sepanjang waktu bisa membuat pergerakan dana menjadi lebih cepat dan respons pasar menjadi lebih tajam.
Di sisi lain, bursa kripto dan protokol DeFi juga perlu menyiapkan infrastruktur yang mampu menangani aktivitas otomatis dalam skala besar.
Pasar yang semakin otomatis mungkin akan lebih efisien dalam beberapa hal. Namun, perubahan ini juga membawa tantangan baru. Jika banyak AI agent merespons sinyal yang sama pada waktu bersamaan, volatilitas bisa meningkat.
Karena itu, pengelolaan risiko tetap menjadi bagian penting dari perkembangan teknologi ini.
Baca juga: Apa Itu ERC-8004: Standar Baru Ethereum untuk Agen AI dan Reputasi Onchain
DeFi Bisa Menjadi Area Utama Pertumbuhan
Keberadaan AI agent sangat relevan dengan DeFi karena protokol keuangan terdesentralisasi berjalan secara terbuka di blockchain. Banyak aktivitas di DeFi dapat dilakukan langsung melalui kontrak pintar, mulai dari pinjam meminjam, penyediaan likuiditas, hingga pengelolaan aset.
Dengan akses seperti itu, AI agent dapat berinteraksi dengan berbagai protokol secara otomatis. Sistem dapat mencari peluang, membandingkan risiko, lalu menjalankan strategi tanpa harus menunggu investor membuka aplikasi dan mengambil keputusan manual.
Namun, DeFi juga memiliki risiko yang tidak kecil. Kesalahan kontrak pintar, serangan keamanan, perubahan likuiditas, dan kondisi pasar yang ekstrem tetap bisa memengaruhi hasil.
Karena itu, penggunaan AI agent tetap membutuhkan batasan yang jelas dan pemahaman risiko dari pengguna.
Cara Beli Crypto di Bittime?
Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di OJK, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi aset digital yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan kamu dalam dunia kripto.
FAQ
Apa itu AI agent dalam investasi kripto?
AI agent adalah sistem kecerdasan buatan yang dapat menjalankan tugas investasi secara otomatis sesuai tujuan dan batasan yang ditentukan pengguna.
Mengapa AI agent diprediksi mendominasi pada 2028?
Nansen memperkirakan perkembangan AI dan otomatisasi onchain akan membuat banyak investor beralih dari pengelolaan manual ke sistem otomatis.
Apa bedanya AI agent dengan bot trading biasa?
Bot trading biasanya mengikuti aturan sederhana, sedangkan AI agent dapat memproses banyak data dan menjalankan strategi yang lebih kompleks.
Apa dampak AI agent bagi pasar kripto?
AI agent dapat mengubah likuiditas, pola perdagangan, dan cara investor berinteraksi dengan bursa maupun protokol DeFi.
Apakah AI agent bebas risiko?
Tidak. AI agent tetap memiliki risiko, termasuk kesalahan strategi, gangguan teknis, risiko DeFi, dan perubahan pasar yang cepat.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



