Tom Lee Sarankan Hindari Saham Robinhood (HOOD) di 2026, Apa Alasannya?
2026-08-20
Analis Wall Street Tom Lee dikenal jarang meleset soal panggilan besar di pasar kripto, tapi rekomendasi terbarunya soal saham Robinhood justru dibantah timnya sendiri.
Fundstrat memperbarui daftar saham pilihan untuk 2026 pekan ini, dan nama Robinhood (HOOD) masuk kategori saham yang sebaiknya dihindari investor — meski laporan keuangan kuartal kedua perusahaan ini justru mencetak rekor di berbagai lini.
Reaksi datang cepat. Komite investasi Fundstrat sendiri langsung buka suara menolak pandangan bosnya ini, dengan alasan performa bisnis Robinhood justru sedang di puncak. Perdebatan inilah yang membuat analisis saham HOOD kali ini menarik untuk ditelaah lebih dalam.
Key Takeaways
- Tom Lee (Fundstrat) menandai saham Robinhood (HOOD) sebagai saham yang perlu dihindari investor di 2026, meski menambahkan JPMorgan dan Arista Networks ke daftar pilihannya.
- Komite investasi Fundstrat sendiri membantah rekomendasi ini, menyoroti revenue Robinhood yang naik 32% YoY dan EPS naik 48% pada Q2 2026.
- Lee justru bullish terhadap Ethereum dan Robinhood Chain, memisahkan pandangannya antara saham HOOD dan infrastruktur blockchain yang dibangun Robinhood.
Tom Lee Ubah Daftar Saham Andalan untuk 2026
Fundstrat memperbarui daftar saham inti (core stock ideas) untuk 2026 pada 19 Agustus 2026. Tom Lee menambahkan dua nama baru ke daftar favoritnya: JPMorgan dan Arista Networks.
Namun di sisi lain, ia justru mencoret Robinhood dari daftar saham layak koleksi, dan malah menempatkannya di kategori saham yang sebaiknya dihindari investor sepanjang tahun ini.
Keputusan ini langsung menuai respons dari internal timnya sendiri. Menurut laporan CNBC yang dikutip Yahoo Finance dari BeInCrypto, Kevin Simpson — pendiri sekaligus chief investment officer Capital Wealth Planning — menyatakan ketidaksetujuannya secara terbuka di layar CNBC dengan kalimat singkat: "I couldn't disagree more."
Baca Juga: 10 Situs Free Bitcoin Mining dan Faucet 2026, Mana yang Legit?
Simpson berargumen bahwa Robinhood sudah bertransformasi jauh dari reputasi awalnya sebagai aplikasi trading era pandemi. Ia menyoroti langkah perusahaan mengakuisisi registered investment adviser dan membangun platform kustodian in-house sebagai bukti Robinhood sudah naik kelas.
Brenda Vingiello, chief investment officer di Sand Hill Global Advisors, juga tidak sepenuhnya sepakat dengan pandangan Lee — meski ia sendiri sudah melepas kepemilikan saham HOOD sejak Juni karena melihat momentum harga yang melemah saat itu.
Vingiello tetap percaya potensi pemulihan pasar kripto bisa mengangkat kembali saham ini, mengingat sentimen Robinhood masih erat terkait pergerakan aset digital.

Ilustrasi: Generated-AI Image
Bagi kamu yang justru ingin memanfaatkan momentum aset kripto seperti yang disinggung Vingiello, bisa langsung daftar akun di Bittime untuk mulai trading Bitcoin dan Ethereum secara aman dan sesuai ketentuan OJK.
Kinerja Keuangan Robinhood Justru Mencetak Rekor di Q2 2026
Yang membuat rekomendasi Lee terasa kontroversial, data kuartal kedua 2026 justru menunjukkan Robinhood dalam kondisi terbaiknya. Pendapatan perusahaan naik 32% secara tahunan menjadi rekor US$1,31 miliar. Laba per saham (EPS) terdilusi melonjak 48% menjadi US$0,62 — jauh melampaui ekspektasi analis. Net deposit juga mencetak rekor US$22 miliar, tumbuh 28% secara tahunan.
Namun ada satu titik lemah yang mungkin jadi alasan tersembunyi di balik kehati-hatian Lee: bisnis trading kripto asli Robinhood justru menyusut tajam. Pendapatan dari transaksi kripto anjlok 38% secara tahunan menjadi hanya US$100 juta pada kuartal yang sama, menurut data yang diungkap perusahaan sendiri.
Penurunan ini mengindikasikan pergeseran preferensi pengguna dari trading spot langsung ke produk lain yang ditawarkan Robinhood.
Kontras antara kinerja bisnis inti yang kuat dan bisnis kripto yang melemah inilah yang membuat prospek saham Robinhood jadi perdebatan. Harga saham HOOD sendiri diperdagangkan di kisaran US$96 pada 19 Agustus 2026, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$86 miliar.
Baca Juga: Pendanaan AI Nvidia $500 Miliar, Token AI Crypto Ikut Diuntungkan?
Kenapa Tom Lee Tetap Bullish Ethereum dan Robinhood Chain?
Sikap skeptis Lee terhadap saham HOOD ternyata tidak berlaku untuk ekosistem blockchain yang dibangun Robinhood.
Sebagai Chairman BitMine Immersion Technologies — perusahaan treasury Ethereum terbesar di dunia dengan kepemilikan sekitar 5,77 juta ETH atau 4,8% dari total suplai — Lee justru menyebut Robinhood Chain sebagai salah satu kisah sukses kripto terbesar tahun 2026.
Robinhood Chain sendiri adalah jaringan Layer 2 berbasis Arbitrum yang diluncurkan pada 1 Juli 2026. Menurut Lee, jaringan ini berpotensi menghubungkan 27 juta nasabah Robinhood dengan layanan berbasis Ethereum, karena seluruh biaya transaksi di jaringan ini didenominasi dalam ETH dan settlement akhirnya diselesaikan di Ethereum mainnet.
"Robinhood's 27 million users are paying crypto fees denominated in ETH," ujar Lee, seperti dikutip crypto.news.
Baca Juga: Popular Tokenized Stocks in 2026: Technology Stocks Become Investor Favorites
Meski begitu, klaim ini perlu dilihat dengan konteks yang lebih lengkap. Angka 27 juta merujuk pada total nasabah Robinhood secara keseluruhan, bukan jumlah pengguna aktif yang benar-benar sudah bertransaksi di Robinhood Chain.
Volume DEX kumulatif jaringan ini memang sempat mendekati US$9 miliar dalam tiga minggu pertama, tapi lebih dari 80% justru didominasi trading memecoin — bukan saham tokenized atau aset dunia nyata yang jadi fokus utama produk ini.
Total value locked (TVL) jaringan ini per 19 Agustus 2026 tercatat di atas US$550 juta menurut data DefiLlama, dengan stablecoin USDG mendominasi lebih dari separuh nilai tersebut.
Ada juga batasan yang belum banyak disorot: produk saham tokenized dan perpetual futures di Robinhood Chain belum tersedia untuk pengguna Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris — padahal AS adalah basis nasabah terbesar Robinhood.
Robinhood juga sempat membebaskan biaya gas selama 90 hari pertama peluncuran, sehingga sebagian aktivitas awal ini berpotensi surut begitu insentif tersebut berakhir.
Baca Juga: Tokenized Stocks vs Saham Biasa: Pengertian, Perbedaan, dan Cara Beli
Kesimpulan
Rekomendasi Tom Lee untuk menghindari saham Robinhood terasa kontradiktif bila dilihat sekilas, mengingat kinerja kuartal kedua 2026 perusahaan ini justru mencetak rekor di berbagai lini.
Namun bila ditelaah lebih dalam, posisi Lee sebenarnya konsisten: ia memisahkan pandangannya antara Robinhood sebagai entitas saham dan Robinhood Chain sebagai infrastruktur blockchain yang menguntungkan ekosistem Ethereum — aset yang juga menjadi kepentingan besar BitMine, perusahaan yang ia pimpin.
Pantau token saham AS: AMZON, AMDON, TSLAX, NFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi, kamu bisa mulai trading di Bittime.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Siapa Tom Lee dan kenapa rekomendasinya penting bagi investor kripto?
Tom Lee adalah Head of Research Fundstrat dan Chairman BitMine Immersion Technologies, salah satu treasury Ethereum terbesar di dunia. Rekomendasinya sering jadi acuan karena ia dikenal sebagai salah satu strategist Wall Street pertama yang meng-cover Bitcoin secara resmi.
Kenapa Tom Lee menyarankan investor hindari saham Robinhood?
Lee tidak merinci secara eksplisit alasan teknisnya dalam pembaruan daftar saham 2026, namun performa bisnis kripto Robinhood yang menyusut 38% secara tahunan diduga jadi salah satu faktor di balik kehati-hatiannya.
Apakah kinerja keuangan Robinhood benar-benar buruk?
Tidak. Robinhood justru mencetak rekor pada Q2 2026 dengan revenue naik 32% YoY dan EPS naik 48%, meski pendapatan dari bisnis kripto spesifiknya melemah signifikan.
Apa itu Robinhood Chain dan hubungannya dengan Ethereum?
Robinhood Chain adalah jaringan Layer 2 berbasis Arbitrum yang menggunakan ETH sebagai token gas dan menyelesaikan transaksinya di Ethereum mainnet, sehingga aktivitas di jaringan ini turut mendukung permintaan ETH.
Apakah rekomendasi Tom Lee soal saham HOOD bisa dijadikan acuan penuh?
Sebaiknya tidak dijadikan acuan tunggal, karena bahkan komite investasi Fundstrat sendiri secara terbuka membantah pandangan ini dengan alasan fundamental bisnis Robinhood yang justru sedang menguat.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



