Stablecoin RWA: Dapatkah Mengguncang Sistem Perbankan Konvensional?

2026-02-03

Stablecoin RWA: Dapatkah Mengguncang Sistem Perbankan Konvensional?

Stablecoin RWA (Real World Assets) kini menjadi topik panas dalam diskursus keuangan global, termasuk di Indonesia. 

Berbeda dengan stablecoin fiat konvensional yang hanya didukung oleh cadangan kas atau setara kas, stablecoin RWA dijamin oleh aset dunia nyata seperti obligasi negara (SBN), surat utang, hingga properti. 

Model ini menawarkan stabilitas lebih tinggi, transparansi, dan efisiensi yang selama ini sulit dicapai oleh sistem perbankan tradisional.

Poin Penting

  • Stablecoin RWA menghubungkan blockchain dengan ekonomi nyata melalui tokenisasi aset riil.

  • Sistem ini menantang model perbankan konvensional yang lambat dan rentan krisis.

  • Indonesia berpeluang besar melalui rencana stablecoin rupiah berbasis SBN oleh Bank Indonesia.

lucky draw 15 juta.webp

Masalah Sistem Perbankan Konvensional

Stablecoin RWA: Dapatkah Mengguncang Sistem Perbankan Konvensional?

Sistem perbankan modern saat ini masih bertumpu pada fractional reserve banking. Dalam skema ini, bank hanya menyimpan sebagian kecil dana nasabah sebagai cadangan, sementara sisanya dipinjamkan kembali berulang kali. 

Praktik ini memang mendorong pertumbuhan ekonomi, namun juga menciptakan risiko laten berupa bank run, inflasi uang beredar, dan ketergantungan tinggi pada kepercayaan publik.

Ketika kepercayaan itu runtuh, dampaknya bisa sistemik. Kasus kolapsnya Silicon Valley Bank (SVB) pada 2023 menjadi contoh nyata bagaimana likuiditas dapat mengering hanya dalam hitungan hari. 

Di sisi lain, proses kliring antarbank yang lambat, biaya transfer tinggi, serta keterbatasan jam operasional membuat sistem ini semakin terlihat usang di era digital.

Baca Juga: STBL (STBL) Token: Stablecoin RWA & Peluang Trading di Indonesia

Stablecoin sebagai Alternatif Transparan

Di sinilah stablecoin mengambil peran penting. Berbasis blockchain, stablecoin menawarkan transparansi real-time, penyelesaian instan, dan biaya transaksi yang jauh lebih rendah. Tidak ada jam operasional, tidak ada batasan geografis, dan setiap transaksi dapat diverifikasi publik.

Stablecoin secara tidak langsung membuka topeng inefisiensi perbankan. Ketika pengguna menyadari bahwa transfer lintas negara bisa dilakukan dalam hitungan detik dengan biaya nyaris nol, pertanyaan besar pun muncul: mengapa sistem lama masih begitu mahal dan lambat?

Peran Stablecoin RWA dalam Ekonomi Nyata

Stablecoin RWA melangkah lebih jauh. Dengan dukungan aset dunia nyata, stablecoin ini tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar, tetapi juga sebagai representasi nilai riil. 

Melalui tokenisasi, aset seperti SBN dapat dipecah menjadi unit digital kecil yang dapat diperdagangkan secara global.

Manfaatnya sangat signifikan:

  • Likuiditas aset meningkat karena bisa diperdagangkan 24/7

  • Akses investasi menjadi lebih inklusif, bahkan bagi investor ritel

  • Ketergantungan pada perantara keuangan berkurang drastis

Dalam konteks DeFi, stablecoin RWA menjadi fondasi penting untuk pinjaman, pembayaran, hingga perdagangan derivatif berbasis aset nyata.

Baca Juga: STABLE/IDR Segera Listing di Bittime: Apa Itu Stable?

Konteks Indonesia: Stablecoin Berbasis SBN

Bank Indonesia dikabarkan tengah menjajaki peluncuran stablecoin rupiah berbasis Surat Berharga Negara (SBN) melalui regulatory sandbox. Langkah ini strategis karena menggabungkan stabilitas aset negara dengan efisiensi blockchain.

Jika terealisasi, stablecoin ini dapat:

  • Mempercepat digitalisasi rupiah

  • Menekan biaya transaksi nasional dan internasional

  • Menjadi alternatif sistem pembayaran yang lebih tangguh

Namun, tantangannya tidak kecil. Integrasi dengan perbankan, pengawasan risiko, serta literasi publik menjadi faktor penentu keberhasilan.

Baca Juga: Review STBL (STBL): Apa Risiko Stablecoin RWA untuk Trader Indonesia?

Stablecoin Mengungkap Kerusakan Struktural Perbankan

Adopsi stablecoin yang masif berpotensi mengurangi simpanan dana di bank. Ketika masyarakat lebih memilih menyimpan nilai dalam stablecoin yang transparan dan likuid, kemampuan bank untuk menyalurkan kredit bisa tertekan.

Di sisi lain, ini juga menjadi pemicu reformasi. Bank yang adaptif dapat bertransformasi dengan menjadi kustodian aset digital, penyedia likuiditas, atau mitra infrastruktur stablecoin. Yang lambat beradaptasi berisiko terdisrupsi.

Prospek Stablecoin RWA Menuju 2026

Tahun 2026 diprediksi menjadi titik krusial. Regulasi stablecoin di Amerika Serikat dan Uni Eropa semakin matang, sementara Indonesia mulai membuka ruang inovasi melalui sandbox BI.

Stablecoin RWA berpotensi mendominasi karena:

  • Stabilitas lebih kuat dibanding stablecoin fiat biasa

  • Kepercayaan regulator lebih tinggi

  • Kegunaan nyata dalam ekonomi riil

Bagi perbankan, ini adalah pedang bermata dua: peluang sumber simpanan baru jika cadangan stablecoin ditempatkan di deposito, atau ancaman disintermediasi jika adopsi terjadi tanpa kolaborasi.

Baca Juga: SOON Token Listing di Indonesia

Registrasi di Bittime

auto earn.webp

Sebelum melangkah lebih jauh ke dunia stablecoin dan aset digital, pastikan Anda menggunakan platform tepercaya. 

Salah satu langkah awal yang bisa dilakukan adalah melakukan registrasi di platform Bittime untuk mengakses ekosistem kripto dan aset digital secara aman dan sesuai regulasi Indonesia.

Kesimpulan

Stablecoin RWA bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan evolusi sistem keuangan. Dengan menggabungkan stabilitas aset dunia nyata dan efisiensi blockchain, stablecoin ini menantang fondasi perbankan konvensional yang selama ini dianggap tak tergantikan. 

Indonesia memiliki peluang strategis untuk menjadi pemain awal melalui stablecoin berbasis SBN, asalkan regulasi, edukasi, dan kolaborasi dijalankan secara seimbang.

FAQ

Apa itu Stablecoin RWA?

Stablecoin RWA adalah stablecoin yang didukung oleh aset dunia nyata seperti obligasi negara, properti, atau surat utang.

Apa bedanya dengan stablecoin fiat biasa?

Stablecoin fiat umumnya hanya didukung cadangan kas, sedangkan RWA didukung aset riil yang menghasilkan nilai nyata.

Mengapa stablecoin dianggap mengancam bank?

Karena mengurangi ketergantungan pada bank sebagai perantara dan tempat penyimpanan nilai.

Apakah Indonesia akan punya stablecoin sendiri?

Bank Indonesia berencana menguji stablecoin rupiah berbasis SBN melalui regulatory sandbox.

Apakah stablecoin RWA aman?

Relatif lebih aman karena didukung aset nyata, namun tetap bergantung pada regulasi dan pengelolaan yang transparan.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

10 Proyek Terbaik Minggu Ini di Base Network: AI dan DeFi
10 Proyek Terbaik Minggu Ini di Base Network: AI dan DeFi

Artikel ini akan membahas 10 proyek terbaik minggu ini di Base Network, lengkap dengan alasan kenapa proyek-proyek ini layak untuk diperhatikan. Cari tahu di sini!

2026-02-03Baca