Saham KOTA Right Issue 2026: Dana Rp4,95 Triliun untuk Akuisisi 571 Ha, Apa Artinya bagi Investor?

2026-09-01

Saham KOTA Right Issue 2026 Dana Rp4,95 Triliun untuk Akuisisi 571 Ha, Apa Artinya bagi Investor.png

PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) menyiapkan aksi korporasi besar melalui right issue atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I. Perseroan berencana menerbitkan maksimal 100 miliar saham baru Seri B untuk menghimpun dana hingga sekitar Rp4,95 triliun.

Dana tersebut terutama akan digunakan untuk membiayai akuisisi dua perusahaan, yakni PT Art Design Indonesia (ADI) dan PT Mandirinusa Graha Perkasa (MGP). Kedua transaksi itu bernilai sekitar Rp4,4 triliun dan akan memberikan KOTA akses terhadap land bank sekitar 571 hektare di Surabaya dan Maja, Banten.

Bagi investor, persoalannya bukan hanya seberapa besar aset baru yang akan masuk ke neraca KOTA. Skala right issue ini juga sangat besar karena saham baru yang diterbitkan setara maksimal 90,46% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD I.

Dengan kata lain, rencana ekspansi KOTA menawarkan potensi pertumbuhan aset yang besar, tetapi sekaligus membawa risiko dilusi yang tidak kecil bagi pemegang saham lama.

Key Takeaways

  • KOTA menyiapkan right issue maksimal 100 miliar saham Seri B dengan target dana hingga sekitar Rp4,95 triliun.
  • Sekitar Rp4,4 triliun akan digunakan untuk mengakuisisi 99,99% saham ADI dan MGP yang memberikan akses terhadap sekitar 571 hektare land bank.
  • Saham baru setara maksimal 90,46% dari modal setelah right issue, sehingga pemegang saham lama yang tidak menggunakan haknya menghadapi risiko dilusi besar.
  • Rencana transaksi masih membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB pada 6 Oktober 2026.

Skema Right Issue KOTA 2026

Dalam rencana PMHMETD I, KOTA akan menerbitkan maksimal 100 miliar saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp25 per saham. Jumlah saham tersebut setara maksimal 90,46% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi korporasi selesai.

KOTA menargetkan dana yang dihimpun mencapai maksimal sekitar Rp4,95 triliun. Angka ini perlu dibedakan dari nilai akuisisi karena sekitar Rp4,4 triliun akan digunakan untuk mengambil alih dua perusahaan pemilik lahan, sementara sisa sekitar Rp550 miliar disiapkan untuk kebutuhan modal kerja, operasional, dan pengembangan usaha.

Rencana tersebut juga belum dapat dianggap sebagai transaksi yang sepenuhnya final. KOTA masih membutuhkan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 6 Oktober 2026.

Hal ini penting bagi investor karena harga pelaksanaan right issue dan jadwal perdagangan haknya akan menjadi faktor penting dalam menentukan dampak aksi korporasi terhadap harga saham KOTA.

Baca Juga: Pendanaan AI Nvidia $500 Miliar, Token AI Crypto Ikut Diuntungkan?

Untuk Apa Dana Right Issue KOTA Digunakan?

Sebagian besar dana right issue akan digunakan untuk mengakuisisi dua perusahaan dari PT Michel Energi.

1. Akuisisi PT Art Design Indonesia

KOTA berencana membeli 99,99% saham PT Art Design Indonesia (ADI) dengan nilai transaksi sekitar Rp1,2 triliun.

ADI memiliki lahan sekitar 23 hektare di Gunung Anyar, Surabaya. Lahan tersebut terdiri dari 96 sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan direncanakan menjadi bagian dari pengembangan kawasan terpadu East Gate Surabaya.

Potensi pemanfaatannya mencakup kawasan mixed-use seperti apartemen, pusat perdagangan, hotel, perkantoran, area kuliner, pergudangan, logistik, dan hunian.

Dengan demikian, transaksi ADI bukan sekadar menambah aset tanah KOTA, tetapi juga memberikan perseroan basis lahan untuk mengembangkan berbagai jenis proyek properti.

2. Akuisisi PT Mandirinusa Graha Perkasa

Transaksi yang lebih besar dilakukan terhadap PT Mandirinusa Graha Perkasa (MGP).

KOTA berencana mengakuisisi 99,99% saham MGP dengan nilai sekitar Rp3,2 triliun. MGP menguasai lahan sekitar 548 hektare di Maja, Lebak, Banten.

Lahan tersebut direncanakan untuk pengembangan kawasan Green Maja City, dengan potensi pemanfaatan berupa kota mandiri, kawasan hunian, industri, logistik, pergudangan, dan area komersial.

Jika kedua transaksi selesai, total land bank yang diperoleh KOTA mencapai sekitar 571 hektare.

Baca Juga: Tokenized Stocks vs Saham Biasa: Pengertian, Perbedaan, dan Cara Beli

Mengapa Right Issue KOTA Menjadi Perhatian Investor?

Skala transaksi menjadi alasan utama aksi korporasi ini mendapat perhatian pasar.

Berdasarkan laporan keuangan proforma per 30 Juni 2026 yang dikutip sejumlah sumber, total aset KOTA diproyeksikan meningkat dari sekitar Rp1,91 triliun menjadi Rp7,46 triliun setelah transaksi.

Artinya, akuisisi tersebut berpotensi mengubah ukuran neraca KOTA secara signifikan. Namun, peningkatan aset tidak otomatis berarti peningkatan laba atau nilai saham.

Tanah baru akan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar apabila KOTA mampu mengembangkan, menjual, atau memonetisasi aset tersebut secara efektif. Di sinilah risiko eksekusi menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan investor.

Kinerja Keuangan KOTA 2026 Mulai Membaik

Rencana ekspansi KOTA muncul ketika kinerja keuangan perseroan menunjukkan perbaikan.

Pada kuartal II 2026, pendapatan KOTA tercatat sekitar Rp33,68 miliar, meningkat 193% dibandingkan Rp11,49 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba kotor mencapai sekitar Rp25,82 miliar. Sementara itu, laba operasional mencapai Rp12,69 miliar, berbalik dari rugi operasional Rp1,70 miliar pada kuartal II 2025.

KOTA juga mencatat laba sebelum pajak sekitar Rp23,94 miliar dan laba bersih Rp10,38 miliar pada periode tersebut.

Secara tahunan, KOTA membukukan laba bersih sekitar Rp41,6 miliar pada 2025, berbalik dari rugi bersih Rp18,1 miliar pada 2024. Perbaikan tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan ketika menilai prospek KOTA setelah ekspansi.

Namun, investor tetap perlu melihat konsistensi laba dan arus kas. Ekspansi land bank hingga 571 hektare membutuhkan modal besar, sementara manfaat ekonominya kemungkinan baru terlihat secara bertahap.

Baca Juga: 10 Situs Free Bitcoin Mining dan Faucet 2026, Mana yang Legit?

Saham KOTA Naik 25,47% Setelah Rencana Right Issue

Pasar memberikan respons positif terhadap pengumuman right issue.

Pada sesi I perdagangan Senin, 31 Agustus 2026, saham KOTA melonjak 25,47% menjadi Rp202 dan menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).

Nilai transaksi mencapai sekitar Rp581,83 miliar, dengan volume 3,06 miliar saham dan frekuensi sekitar 121 ribu transaksi. KOTA bahkan menjadi salah satu saham dengan aktivitas perdagangan terbesar pada sesi tersebut.

Namun, harga kemudian tidak mampu mempertahankan level Rp202 dan bergerak di sekitar Rp191. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sentimen positif akibat aksi korporasi belum otomatis berarti tren kenaikan harga akan berlangsung tanpa koreksi.

Investor juga perlu berhati-hati dalam membaca lonjakan volume. Pergerakan harga yang sangat cepat dapat meningkatkan risiko volatilitas, terutama pada saham yang sedang menjadi perhatian pasar karena aksi korporasi besar.

Baca Juga: 10+ Coin AI Terbaik 2026: Ini Daftar Crypto Bertema Artificial Intelligence! 

Dampak Right Issue KOTA bagi Investor

1. Potensi Penambahan Aset dan Land Bank

Akuisisi 571 hektare menjadi katalis utama bagi KOTA.

Land bank yang besar dapat memberikan ruang bagi perseroan untuk mengembangkan proyek dalam jangka panjang. Jika pengembangan kawasan berjalan sesuai rencana, aset tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan dari penjualan properti, pengembangan kawasan, sewa, maupun aktivitas komersial lainnya.

Namun, nilai ekonominya sangat bergantung pada kualitas lokasi, status legal lahan, perizinan, permintaan pasar, serta kemampuan KOTA menjalankan proyek.

2. Risiko Dilusi 90,46%

Ini merupakan risiko paling penting dari right issue KOTA.

Penerbitan maksimal 100 miliar saham baru akan setara dengan maksimal 90,46% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD I.

Jika pemegang saham lama tidak menggunakan haknya, persentase kepemilikannya terhadap KOTA akan terdilusi secara signifikan.

Karena itu, investor tidak cukup hanya melihat harga saham KOTA sebelum right issue. Investor juga harus memperhatikan harga pelaksanaan right issue, rasio HMETD, harga teoritis setelah ex-right, serta potensi nilai hak yang diterima.

3. Neraca Lebih Besar, Tetapi Bukan Berarti Laba Langsung Naik

Aset KOTA diproyeksikan meningkat secara signifikan setelah akuisisi.

Namun, investor perlu membedakan antara pertumbuhan aset dan pertumbuhan laba.

Tanah merupakan aset yang dapat bernilai besar, tetapi membutuhkan waktu untuk dikembangkan dan dimonetisasi. Jika proyek berjalan lambat, kenaikan aset tidak langsung menghasilkan arus kas yang sebanding.

4. Kebutuhan Modal Masa Depan

Akuisisi lahan hanyalah tahap awal.

Pengembangan kawasan 571 hektare membutuhkan investasi untuk infrastruktur, pembangunan, pemasaran, perizinan, utilitas, dan berbagai kebutuhan operasional lainnya.

Artinya, investor perlu memperhatikan sumber pendanaan KOTA setelah akuisisi. Kebutuhan modal tambahan dapat menjadi faktor yang memengaruhi struktur utang maupun potensi aksi korporasi berikutnya.

5. Risiko Eksekusi

Rencana bisnis KOTA terlihat agresif, tetapi realisasinya membutuhkan waktu.

Risiko dapat muncul dari perizinan, kondisi pasar properti, daya beli konsumen, penyerapan proyek, biaya konstruksi, hingga kemampuan manajemen mengembangkan dua kawasan dengan karakteristik berbeda.

Karena itu, nilai 571 hektare sebaiknya tidak langsung diperlakukan sebagai jaminan bahwa laba KOTA akan melonjak.

Baca Juga: 10 Tokenisasi Aset Kripto RWA Terbesar di Dunia

Apakah Saham KOTA Menarik untuk Dibeli?

Pertanyaan apakah saham KOTA menarik untuk dibeli tidak dapat dijawab hanya dari kenaikan harga setelah pengumuman right issue.

Bagi investor agresif dengan horizon panjang, ekspansi land bank 571 hektare dapat menjadi katalis menarik. Perubahan skala aset KOTA dan rencana pengembangan Surabaya serta Maja memberikan peluang pertumbuhan apabila manajemen berhasil menjalankan proyek sesuai rencana.

Namun, investor juga harus memperhitungkan risiko dilusi yang sangat besar.

Jika pemegang saham lama tidak mengambil haknya, persentase kepemilikan dapat terdilusi secara signifikan. Selain itu, harga saham KOTA yang bergerak tajam setelah pengumuman right issue menunjukkan volatilitas yang perlu diperhitungkan.

Dengan demikian, pendekatan yang lebih rasional adalah menunggu informasi final mengenai harga pelaksanaan, rasio HMETD, jadwal cum-right dan ex-right, serta prospektus final sebelum mengambil keputusan investasi.

Investor juga sebaiknya tidak menjadikan kenaikan 25,47% pada 31 Agustus sebagai satu-satunya alasan untuk membeli saham KOTA.

Apa yang Perlu Dipantau Investor Selanjutnya?

Ada beberapa katalis penting yang perlu diperhatikan setelah pengumuman right issue KOTA.

Pertama, persetujuan RUPSLB. KOTA dijadwalkan meminta persetujuan pemegang saham pada 6 Oktober 2026.

Kedua, harga pelaksanaan right issue. Harga tersebut akan menentukan seberapa menarik HMETD dibandingkan harga saham KOTA di pasar reguler.

Ketiga, rasio HMETD. Investor perlu mengetahui berapa banyak saham baru yang dapat dibeli berdasarkan jumlah saham lama yang dimiliki.

Keempat, penggunaan dana. Investor perlu memantau apakah dana benar-benar digunakan sesuai rencana akuisisi dan kebutuhan pengembangan usaha.

Kelima, perkembangan proyek 571 hektare. Nilai fundamental ekspansi pada akhirnya akan ditentukan oleh kemampuan KOTA mengubah land bank menjadi proyek yang menghasilkan pendapatan dan laba.

Baca Juga: Futures Trading untuk Pemula: Cara Kerja, Tips, dan Risikonya

Kesimpulan

Right issue KOTA 2026 merupakan salah satu aksi korporasi dengan skala terbesar terhadap ukuran perseroan. KOTA berencana menerbitkan maksimal 100 miliar saham baru Seri B untuk menghimpun dana hingga sekitar Rp4,95 triliun.

Sekitar Rp4,4 triliun akan digunakan untuk mengakuisisi 99,99% saham ADI dan MGP. Kedua transaksi tersebut akan memberikan KOTA akses terhadap sekitar 571 hektare land bank di Surabaya dan Maja, Banten.

Dari sisi peluang, aksi ini dapat memperbesar aset, land bank, dan ruang pertumbuhan bisnis KOTA. Kinerja keuangan yang membaik juga menjadi katalis tambahan.

Namun, investor tidak boleh mengabaikan risiko. Dilusi maksimal 90,46%, kebutuhan modal pengembangan, volatilitas harga, dan risiko eksekusi proyek merupakan faktor yang dapat menentukan apakah ekspansi tersebut benar-benar menciptakan nilai bagi pemegang saham.

Karena RUPSLB masih dijadwalkan pada 6 Oktober 2026, investor sebaiknya menunggu informasi final mengenai struktur dan harga right issue sebelum mengambil keputusan. Dengan kata lain, 571 hektare lahan adalah potensi, bukan otomatis keuntungan.

Pantau token saham AS: AMZONAMDONTSLAXNFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi, kamu bisa mulai trading di Bittime.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ Saham KOTA Right Issue

Apa itu right issue KOTA?

Right issue KOTA adalah rencana PMHMETD I PT DMS Propertindo Tbk untuk menerbitkan maksimal 100 miliar saham baru Seri B. Perseroan menargetkan penghimpunan dana hingga sekitar Rp4,95 triliun.

Berapa dana yang ditargetkan dari right issue KOTA?

KOTA menargetkan dana maksimal sekitar Rp4,95 triliun. Sekitar Rp4,4 triliun digunakan untuk membiayai akuisisi ADI dan MGP, sedangkan sisanya sekitar Rp550 miliar dialokasikan untuk modal kerja, operasional, dan pengembangan usaha.

Untuk apa right issue KOTA digunakan?

Dana terutama digunakan untuk mengakuisisi 99,99% saham PT Art Design Indonesia senilai sekitar Rp1,2 triliun dan 99,99% saham PT Mandirinusa Graha Perkasa senilai sekitar Rp3,2 triliun. Kedua transaksi tersebut memberikan akses terhadap land bank sekitar 571 hektare.

Berapa potensi dilusi right issue KOTA?

Saham baru yang diterbitkan maksimal 100 miliar saham Seri B setara dengan 90,46% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan PMHMETD I. Pemegang saham lama yang tidak menggunakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan yang sangat besar.

Kapan right issue KOTA dilaksanakan?

Rencana right issue KOTA masih membutuhkan persetujuan pemegang saham. RUPSLB untuk meminta persetujuan aksi korporasi tersebut dijadwalkan pada 6 Oktober 2026. Jadwal perdagangan HMETD dan harga pelaksanaan perlu menunggu informasi resmi perseroan selanjutnya.

Apakah saham KOTA menarik untuk dibeli?

Saham KOTA memiliki katalis berupa ekspansi land bank 571 hektare dan peningkatan skala aset. Namun, investor juga menghadapi risiko dilusi hingga 90,46%, kebutuhan modal pengembangan, volatilitas harga, serta risiko eksekusi proyek. Karena itu, keputusan membeli saham KOTA perlu mempertimbangkan harga pelaksanaan right issue dan prospektus final, bukan hanya kenaikan harga setelah pengumuman aksi korporasi.

 

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Saham GoPro Meledak Setelah Dibeli Youtuber, Ini Faktornya
Saham GoPro Meledak Setelah Dibeli Youtuber, Ini Faktornya

Saham GoPro (GPRO) melonjak drastis usai Markiplier beli 8,5% saham dan jadi pemegang saham GoPro terbesar.

2026-09-01Baca