Saham Grup ADRO Masih Potensial? Ini 3 Emiten yang Jadi Sorotan
2026-08-18
Pergerakan saham grup ADRO kembali menarik perhatian menjelang paruh kedua 2026.
Tiga emiten yang sering diasosiasikan pasar dengan ekosistem Adaro/Alamtri, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), menunjukkan karakter pergerakan yang berbeda, tetapi sama-sama mendapat perhatian karena aktivitas akumulasi dan katalis bisnisnya.
ADMR sedang menikmati momentum paling agresif, AADI bergerak dekat area resistance penting, sedangkan saham ADRO masih membutuhkan pemicu untuk keluar dari konsolidasi.
Di sisi fundamental, cerita pertumbuhan baru juga muncul dari bisnis aluminium yang mulai memberi dimensi berbeda bagi grup setelah restrukturisasi bisnis batu bara termal.
Jadi, apakah saham grup Adaro masih potensial?
Jawabannya bergantung pada saham yang dipilih karena ADRO, AADI, dan ADMR mempunyai sumber pertumbuhan dan profil risiko yang tidak sama.
Key Takeaways
ADMR menjadi saham dengan momentum teknikal paling kuat setelah ditutup di Rp1.680 pada 14 Agustus 2026 dan mendekati resistance Rp1.700.
AADI masih berada dalam tren positif, tetapi perlu menembus Rp9.500 untuk membuka peluang menuju area psikologis Rp10.000.
ADRO mendapat katalis baru dari aluminium. MNC Sekuritas sebelumnya menaikkan target harga ADRO menjadi Rp3.300 setelah memperhitungkan peningkatan kontribusi bisnis tersebut.
Mengapa Saham Grup ADRO Kembali Menarik?
Cerita grup ADRO pada 2026 tidak lagi hanya berkutat pada batu bara.
Alamtri Resources telah mengalami transformasi setelah pemisahan AADI, sementara ADMR memperbesar eksposur ke batu bara metalurgi dan pengolahan mineral.
Diversifikasi ini membuat investor memiliki beberapa pilihan eksposur.
AADI lebih dekat dengan bisnis batu bara termal dan operasional terintegrasi, ADMR membawa cerita batu bara metalurgi serta aluminium, sementara ADRO menjadi kendaraan yang lebih terdiversifikasi melalui berbagai kepemilikan dan bisnis pendukung.
Karena itu, ketika mencari daftar saham grup ADRO, tiga ticker ADRO, AADI, dan ADMR sering menjadi pusat perhatian pasar.
Namun, potensi return maupun risikonya perlu dinilai secara terpisah.
Baca Juga : Daftar Saham dengan Investor Terbanyak di Indonesia 2026
1. ADMR: Momentum Kuat dan Katalis Aluminium

Sumber: Google Finance
Di antara ketiga saham tersebut, ADMR saham sedang menunjukkan momentum teknikal paling agresif.
Pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, ADMR menguat lebih dari 7% dan ditutup di Rp1.680, mendekati resistance Rp1.700 serta EMA 150.
Jika area Rp1.700 dapat ditembus dengan dukungan volume, Herald menyoroti ruang kenaikan menuju sekitar Rp1.800.
Sebaliknya, kegagalan breakout dapat membawa saham kembali menguji Rp1.600 dan area support berikutnya.
Fundamental ADMR juga memiliki cerita yang lebih panjang.
Perusahaan merupakan anak usaha Alamtri Resources yang berfokus pada batu bara metalurgi dan pengolahan mineral, sementara PT Kalimantan Aluminium Industry mengembangkan smelter aluminium di Kalimantan Utara.
Pengiriman perdana aluminium sekitar 35.000 ton telah dilakukan pada Juni 2026.
MNC Sekuritas menilai lini ini berpotensi menjadi sumber pendapatan baru dan memperkirakan kapasitas tahap awal smelter mencapai 500 ribu ton per tahun.
2. AADI: Saham Batu Bara dengan Resistance Penting

Sumber: Google Finance
Berbeda dari ADMR, AADI saham bergerak lebih tenang.
Analisis teknikal per 17 Agustus menunjukkan AADI masih berada dalam tren positif, tetapi telah bergerak sideways sekitar dua pekan dengan resistance pada Rp9.300–Rp9.500.
Level Rp9.000 menjadi support penting, sementara area sekitar Rp8.800 menjadi lapisan pertahanan berikutnya.
Jika mampu menembus Rp9.500 secara meyakinkan, peluang menguji Rp10.000 kembali terbuka.
Secara bisnis, AADI memiliki karakter yang berbeda karena fokus utamanya tetap pada ekosistem batu bara termal dan bisnis pendukung seperti logistik.
Situs resmi perusahaan menunjukkan AADI memiliki lini Adaro Mining, Adaro Logistics, Adaro Water, Adaro Land, dan Adaro Capital.
Meski demikian, investor perlu memperhatikan siklus harga batu bara.
Kinerja kuartal I 2026 AADI sempat mengalami tekanan akibat volume yang melemah, sehingga potensi pemulihan operasional menjadi salah satu faktor penting untuk saham AADI berikutnya.
Baca Juga : Apakah Saham AADI Layak Dibeli? Analisis Bisnis, Dividen, Valuasi, dan Risikonya
3. ADRO: “Tambang Duit” Baru dari Aluminium

Sumber: Google Finance
Untuk ADRO saham, katalis terbesar justru berasal dari perubahan struktur bisnis. Pada kuartal I 2026, Alamtri Resources membukukan laba bersih US$128,1 juta, tumbuh sekitar 67% secara tahunan.
MNC Sekuritas memperkirakan bisnis aluminium dapat semakin penting setelah pengiriman perdana pada Juni.
Dengan asumsi peningkatan produksi, broker tersebut menaikkan estimasi laba bersih ADRO 2026 menjadi sekitar US$612 juta dan menaikkan target harga menjadi Rp3.300 dari sebelumnya Rp2.700.
Investor Daily kemudian menggambarkan target tersebut sebagai peluang kenaikan sekitar 26% berdasarkan level harga yang digunakan dalam analisisnya.
Namun secara teknikal, saham ADRO belum seagresif ADMR. Pada analisis 17 Agustus, ADRO masih sideways dengan area Rp2.500 sebagai level penting, resistance Rp2.600, dan potensi lanjutan menuju Rp2.680–Rp2.700 apabila breakout terkonfirmasi.
Jika kamu juga ingin mendiversifikasi portofolio ke aset digital selain saham, kamu bisa daftar di Bittime dan mempelajari berbagai aset crypto yang tersedia.
Mana Saham Grup Adaro yang Paling Menarik?
Tidak ada satu jawaban untuk semua investor. ADMR saat ini menawarkan kombinasi momentum teknikal dan pertumbuhan aluminium, tetapi juga menghadapi risiko eksekusi ramp-up smelter serta volatilitas batu bara metalurgi.
AADI lebih cocok dilihat melalui siklus batu bara termal, cash flow, serta potensi dividen.
Sementara itu, saham ADRO menawarkan cerita transformasi yang lebih luas, terutama apabila bisnis aluminium dapat berkembang menjadi sumber laba baru yang signifikan.
Karena itu, potensi saham grup ADRO sebaiknya tidak dinilai hanya berdasarkan momentum harga.
Investor juga perlu mengikuti harga batu bara metalurgi dan termal, harga aluminium, realisasi produksi smelter, laporan laba, serta level valuasi masing-masing emiten.
Baca Juga : Beli Saham AS via Kripto, Dapat Reward Harian 7% di Bittime
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa saja saham Grup ADRO yang banyak diperhatikan investor?
Tiga saham yang saat ini banyak menjadi sorotan adalah ADRO, AADI, dan ADMR. Herald menempatkan ketiganya sebagai saham yang terafiliasi dengan ekosistem Grup Adaro/Alamtri dan menunjukkan aktivitas pasar menarik pada pertengahan Agustus 2026.
Apa perbedaan saham ADRO, AADI, dan ADMR?
ADRO merupakan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk dengan portofolio bisnis yang semakin terdiversifikasi. ADMR berfokus pada batu bara metalurgi dan pengolahan mineral termasuk aluminium, sedangkan AADI memiliki eksposur kuat terhadap operasi batu bara termal dan bisnis pendukungnya.
Mengapa saham ADMR sedang disorot?
ADMR mendapat perhatian karena momentum teknikalnya relatif kuat dan bisnis aluminium mulai memasuki fase produksi. Pada 14 Agustus 2026, saham tersebut ditutup di Rp1.680 dan mendekati resistance Rp1.700.
Apa katalis baru saham ADRO?
Salah satu katalis terpenting adalah mulai beroperasinya bisnis aluminium. MNC Sekuritas memperkirakan lini tersebut dapat memperluas sumber pendapatan ADRO dan menaikkan target harga saham menjadi Rp3.300.
Apakah saham Grup ADRO masih potensial?
Potensinya masih ada, tetapi berbeda untuk setiap emiten. ADMR memiliki momentum dan katalis aluminium, AADI lebih sensitif terhadap siklus batu bara termal, sementara ADRO menawarkan transformasi bisnis yang lebih terdiversifikasi. Pergerakan harga tetap dipengaruhi kondisi komoditas, eksekusi bisnis, valuasi, serta kondisi pasar.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



