Darma Henwa (DEWA) Saham Grup Bakrie Melonjak, Ini Pemicunya
2026-08-10
DEWA saham menjadi salah satu emiten Grup Bakrie yang menarik perhatian setelah mencatat reli kuat dalam beberapa bulan terakhir. Pada penutupan 7 Agustus 2026, saham PT Darma Henwa Tbk berada di Rp478, naik sekitar 0,84% dalam sehari.
Sebelumnya, harga bergerak dari Rp292 pada awal Juli menuju Rp472 pada akhir Juli, mencerminkan kenaikan lebih dari 60% dalam satu bulan.
Key Takeaways
- Laba bersih DEWA semester I 2026 melonjak sekitar 89% menjadi Rp354,28 miliar.
- Perusahaan menyiapkan capex sekitar Rp2,4 triliun dan sudah merealisasikan Rp1,5 triliun hingga Juni 2026.
- DEWA resmi masuk IDX30 mulai 3 Agustus 2026, menjadi katalis tambahan terhadap perhatian investor.
DEWA Saham Melonjak, Bagaimana Pergerakan Harganya?
Pergerakan harga saham DEWA menunjukkan momentum kuat sejak awal Juli 2026. Harga ditutup Rp 292 pada 1 Juli, lalu mencapai Rp440 pada 21 Juli dan Rp472 pada akhir bulan. Dalam periode tersebut, beberapa sesi bahkan mencatat kenaikan harian lebih dari 9%-11%.
Pada perdagangan terakhir sebelum Senin, 10 Agustus 2026, DEWA berada di Rp478. Rentang 52 minggunya berada pada Rp210-Rp865, sehingga harga saat ini masih berada cukup jauh dari titik tertinggi periode tersebut.

Laba DEWA Naik 89% di Semester I 2026
Fundamental perusahaan menjadi salah satu katalis yang kini diperhatikan pasar. PT Darma Henwa Tbk membukukan laba bersih Rp354,28 miliar selama semester I 2026, melonjak sekitar 89% dibanding Rp187,44 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan perusahaan mencapai sekitar Rp3,2 triliun, tumbuh sekitar 3% secara tahunan. Efisiensi beban membantu laba bruto meningkat 23,4% menjadi sekitar Rp612,16 miliar, sementara laba operasional naik 11,4% menjadi Rp409,7 miliar.
Kenaikan laba per saham dari Rp5,39 menjadi Rp9,03 juga menunjukkan perbaikan profitabilitas pada paruh pertama 2026.
Baca juga : Prospek Saham VKTR di Tengah Potensi Penghematan Operasional Armada Listrik
Ekspansi Darma Henwa Jadi Katalis Berikutnya
Selain pertumbuhan laba, saham Darma Henwa mendapat sentimen dari ekspansi operasional. DEWA mengalokasikan capex sekitar Rp2,4 triliun sepanjang 2026. Hingga semester pertama, realisasinya sudah mencapai Rp1,5 triliun atau 62,5% dari anggaran.
Dana tersebut terutama diarahkan untuk mendukung proyek jasa pertambangan di Kaltim Prima Coal dan Arutmin Indonesia. DEWA juga mengantongi kontrak dari PT Sabina Sumbermas Tambang dengan estimasi nilai keseluruhan sekitar Rp22 triliun.
Baca juga : Saham BUMI: Prediksi 2026, Pemilik & Bidang Usaha
Masuk IDX30 Tambah Perhatian ke Saham DEWA
Katalis lain datang dari pasar modal. DEWA resmi menjadi konstituen baru IDX30 dan tetap berada dalam LQ45, dengan periode efektif IDX30 mulai 3 Agustus 2026.
Masuknya saham ke indeks likuid dapat meningkatkan visibilitas di kalangan investor institusional dan pengelola dana yang menggunakan indeks sebagai acuan. Meski demikian, status indeks tidak menjamin harga akan terus naik.
Baca juga : Potensi Saham IATA Setelah Lepas dari MNC Group
Risiko yang Perlu Dipantau Investor DEWA
Reli kuat tetap membawa risiko. Total liabilitas DEWA mencapai sekitar Rp9,51 triliun pada akhir Juni 2026, meningkat dibanding Rp8,14 triliun pada akhir 2025.
Investor juga perlu memantau keberlanjutan laba operasional, eksekusi kontrak baru, realisasi capex, arus kas, dan volatilitas harga saham. Reli cepat dapat meningkatkan risiko profit taking.
Ingin memperluas pilihan aset investasi? Daftar di Bittime dan jelajahi market Tokenized Stocks, yang memberikan eksposur terhadap pergerakan saham perusahaan global dalam bentuk aset digital berbasis blockchain.
Bittime menyediakan berbagai tokenized stock, termasuk aset yang merepresentasikan saham perusahaan seperti Apple dan Alphabet. Tetap pahami mekanisme dan risikonya karena tokenized stock berbeda dari kepemilikan saham konvensional.
Kesimpulan
DEWA saham mendapat dukungan dari sejumlah faktor: reli harga yang kuat, laba semester I 2026 yang tumbuh 89%, ekspansi capex Rp2,4 triliun, kontrak baru bernilai besar, serta masuknya DEWA ke IDX30.
Prospek pertumbuhan tetap menarik untuk dipantau, tetapi kenaikan harga yang cepat membuat investor perlu memperhatikan valuasi dan risiko koreksi. Fokus berikutnya adalah kemampuan perusahaan mengubah ekspansi menjadi pertumbuhan laba yang berkelanjutan.
Pantau juga tokenized stock AS: AMZON, AMDON, TSLAX, NFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi, kamu bisa mulai trading di Bittime.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu saham DEWA?
DEWA adalah kode saham PT Darma Henwa Tbk, perusahaan yang bergerak dalam jasa pertambangan terintegrasi di Indonesia.
Berapa harga saham DEWA terbaru?
DEWA terakhir ditutup di Rp478 pada 7 Agustus 2026, naik 0,84% dari perdagangan sebelumnya.
Berapa laba DEWA semester I 2026?
Laba bersih DEWA mencapai Rp354,28 miliar, tumbuh sekitar 89% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Mengapa saham DEWA menarik perhatian?
Pasar mencermati pertumbuhan laba, ekspansi bisnis, kontrak baru, dan masuknya DEWA ke IDX30. Kombinasi faktor tersebut memperkuat perhatian terhadap saham ini.
Apakah saham DEWA masih bisa naik?
Peluang tetap bergantung pada kinerja operasional, pertumbuhan laba, eksekusi proyek, valuasi, dan kondisi pasar. Reli sebelumnya tidak menjamin kenaikan akan berlanjut.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



