Prospek Saham VKTR di Tengah Potensi Penghematan Operasional Armada Listrik

2026-08-06

Prospek Saham VKTR di Tengah Potensi Penghematan Operasional Armada Listrik.png

Harga saham VKTR di Bursa Efek Indonesia melonjak lebih dari 20 persen hanya dalam sehari pekan ini, bertepatan dengan klaim manajemen bahwa kendaraan listrik komersial bisa memangkas biaya operasional pengusaha logistik hingga 40 persen. 

Pergerakan harga yang tajam ini datang bersamaan dua kabar besar: efisiensi biaya yang ditawarkan armada listrik VKTR, dan rencana penerbitan saham baru senilai triliunan rupiah yang belum juga terealisasi sejak akhir Juli lalu. 

Bagi investor yang rutin memantau saham-saham Grup Bakrie, momentum semacam ini terasa familiar — dan sejarah mencatat polanya cukup bisa ditebak.

Key Takeaways

  • VKTR mengklaim kendaraan listrik komersial bisa menghemat biaya operasional hingga 40 persen lewat skema Total Cost of Ownership (TCO).
  • VKTR berencana rights issue 25 miliar saham baru (rasio 7:4) senilai hingga Rp2,5 triliun untuk ekspansi armada, tapi pelaksanaannya molor dari jadwal awal.
  • Saham VKTR melesat hampir 950 persen dalam setahun terakhir, namun perusahaan masih mencatat rugi bersih dan belum membagikan dividen.

VKTR Klaim Kendaraan Listrik Komersial Hemat Biaya Operasional hingga 40 Persen

Klaim ini datang langsung dari Direktur VKTR, Mochammad Yana Aditya, dalam wawancara Prime News CNN Indonesia TV awal Agustus lalu. 

Skema hitungannya disebut Total Cost of Ownership (TCO): total biaya kepemilikan kendaraan dari waktu ke waktu, mulai dari bahan bakar, perawatan, sampai operasional harian, di luar harga beli unit.

Rata-rata penghematan biaya yang bisa didapat pengusaha logistik, perkebunan, dan pertambangan dari penggunaan kendaraan listrik komersial disebut berada di kisaran 40 persen dibanding kendaraan bermesin konvensional.

Efisiensi ini yang menurut Yana jadi daya tarik utama pelaku usaha untuk beralih ke armada ramah lingkungan, karena berdampak langsung ke margin keuntungan.

Selain soal biaya, VKTR juga mendorong lokalisasi komponen. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk VKTR saat ini sudah di atas 40 persen lewat proses perakitan dan penyerapan komponen lokal. 

Angka ini berpeluang melonjak ke atas 80 persen kalau industri baterai kendaraan listrik sudah beroperasi penuh di dalam negeri, mengingat komponen baterai menyumbang hampir separuh dari total biaya pembuatan kendaraan sebagaimana laporan CNN Indonesia.

Di sisi kemitraan, VKTR juga menjalin kerja sama jangka panjang dengan BYD sejak 2018 lewat Bakrie Autoparts untuk pengadaan armada bus listrik dikutip dari vktr.id.

Narasi efisiensi biaya dan hilirisasi baterai semacam ini biasanya jadi bahan pertimbangan sebelum investor masuk ke saham berbasis teknologi hijau. 

Kalau kamu ingin memperluas portofolio ke aset digital yang diawasi OJK selain saham konvensional, kamu bisa mulai dengan mendaftar akun di Bittime untuk eksplorasi aset kripto dan tokenized stock lainnya.

Right Issue VKTR: Dana Rp2,5 Triliun Mau Dipakai untuk Apa?

VKTR berencana menerbitkan 25 miliar lembar saham baru dengan nilai nominal Rp10 per saham, lewat rasio right issue 7:4 yang membawa tingkat dilusi sekitar 36,36 persen. 

Harga pelaksanaannya belum diumumkan resmi, tapi dengan nominal serendah itu, perseroan berpeluang mematok harga di bawah Rp100 per saham — skenario yang bisa menghimpun dana segar sampai Rp2,5 triliun.

Dari dana tersebut, 80 persen dialokasikan ke anak usaha PT Sarana Eko Mobilitas Indonesia untuk pembelian kendaraan listrik sepanjang periode 2026–2027. 

Sisanya dipakai sebagai modal kerja. VKTR sendiri sudah mengantongi restu pemegang saham, dengan jadwal cum-date pada 28 Juli 2026 dan ex-date pada 30 Juli 2026.

Yang menarik, periode perdagangan dan pelaksanaan right issue yang seharusnya berjalan 3–7 Agustus 2026 nyatanya belum juga terealisasi sampai awal bulan ini. Keterlambatan eksekusi seperti ini lumrah jadi bahan spekulasi pasar, apalagi di tengah rangkaian aksi korporasi serupa dari saham-saham satu grup.

Baca Juga: 7 Alasan Kamu Harus Mulai Investasi di Tokenized Stock

Belajar dari Pola BNBR dan ENRG: Sejarah yang Cenderung Berulang

VKTR bukan satu-satunya saham Grup Bakrie yang tengah menggalang dana lewat right issue. BNBR sudah lebih dulu merampungkan aksinya, sementara ENRG dan JGLE menyusul dengan tahapan masing-masing. 

Menariknya, saham BNBR memperlihatkan pola yang relatif konsisten: harga naik ketika sentimen right issue dan katalis lain mulai berkembang, turun setelah persetujuan RUPSLB dan pengumuman harga pelaksanaan, lalu kembali menguat menjelang berakhirnya periode perdagangan hak dilansir Mikirduit

Begitu proses selesai, volume transaksi mengecil dan harga terkoreksi — pola klasik buy on rumor, sell on fact.

ENRG punya cerita sedikit berbeda. Pergerakan harganya lebih banyak dipengaruhi katalis eksternal seperti tren harga minyak dunia dan tensi geopolitik di Timur Tengah, ketimbang murni respons pasar terhadap rencana right issue-nya sendiri. 

Pelajaran ini penting buat investor VKTR: kenaikan harga jelang aksi korporasi tidak selalu mencerminkan optimisme fundamental, melainkan sering kali cuma momentum jangka pendek yang butuh dikonfirmasi lewat volume dan realisasi penggunaan dana.

Baca Juga: Apa Itu Saham HSC? Pengertian, Risiko, dan Daftar Saham HSC Terbaru

Bagaimana Kinerja Saham VKTR Saat Ini?

saham vktr hari ini tradingview.png

Sumber: TradingView

Per awal Agustus 2026, saham VKTR diperdagangkan di level Rp875 dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp32,38 triliun. 

Dalam setahun terakhir, harganya sudah melesat hampir 950 persen, dengan rekor tertinggi di Rp1.340 pada akhir Januari 2026 dan titik terendah di Rp60 pada April 2025 — rentang pergerakan yang sangat lebar untuk waktu kurang dari setahun.

Di balik lonjakan harga itu, fundamental VKTR masih jadi catatan. Perusahaan mencatat rugi bersih pada laporan tahunan maupun kuartal terakhirnya, meski pendapatan tercatat Rp1,09 triliun dengan margin EBITDA 7,56 persen. 

VKTR juga belum membagikan dividen ke pemegang saham. Dengan koefisien beta 2,76, saham ini tergolong jauh lebih fluktuatif dibanding pergerakan pasar secara umum — cocok untuk trader jangka pendek, tapi berisiko tinggi bagi investor yang mengejar kestabilan.

Baca Juga: Daftar Saham dengan Dividend Yield Tertinggi di 2026

Kesimpulan

Klaim efisiensi TCO 40 persen dan potensi TKDN di atas 80 persen menunjukkan VKTR punya narasi bisnis yang solid di sektor elektrifikasi kendaraan komersial. Tapi narasi itu berjalan beriringan dengan rights issue senilai Rp2,5 triliun yang eksekusinya masih tertunda, serta fundamental keuangan yang belum mencetak laba. 

Mengacu pada pola historis BNBR dan ENRG, lonjakan harga jelang dan selama proses right issue cenderung bersifat sementara. 

Investor perlu memisahkan antara sentimen jangka pendek dan prospek jangka panjang yang baru bisa dinilai setelah dana rights issue benar-benar terserap ke ekspansi armada.

bittime biaya withdrawal murah

Pantau token saham AS: AMZONAMDONTSLAXNFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi, kamu bisa mulai trading di Bittime.

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa itu VKTR? 

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk adalah produsen bus dan truk listrik komersial di bawah Grup Bakrie yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak Juni 2023.

Benarkah kendaraan listrik VKTR bisa hemat biaya operasional 40 persen? 

Menurut manajemen VKTR, rata-rata penghematan Total Cost of Ownership (TCO) kendaraan listrik komersial mencapai 40 persen dibanding kendaraan konvensional. Klaim ini didasarkan pada pengalaman pengusaha logistik, perkebunan, dan pertambangan yang sudah beralih ke armada listrik.

Kapan rights issue VKTR dilaksanakan? 

Jadwal awal periode perdagangan dan pelaksanaan rights issue VKTR adalah 3–7 Agustus 2026. Namun hingga awal Agustus, aksi korporasi ini belum berjalan sesuai rencana.

Apakah VKTR sudah untung? 

Belum. VKTR masih mencatat rugi bersih pada laporan tahunan maupun kuartal terakhirnya, dan belum membagikan dividen ke pemegang saham.

Apakah saham VKTR berisiko tinggi? 

Ya. Dengan beta 2,76 dan lonjakan harga hampir 950 persen dalam setahun, saham VKTR tergolong sangat volatil sehingga lebih cocok untuk investor dengan toleransi risiko tinggi.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

XRP Tambah Jalur Cross-Chain Baru, Apa Dampaknya bagi Ekosistem?
XRP Tambah Jalur Cross-Chain Baru, Apa Dampaknya bagi Ekosistem?

XRP mendapat jalur cross-chain baru melalui Axelar App. Simak dampaknya pada likuiditas, DeFi, RWA, utilitas XRPL, dan risikonya.

2026-08-06Baca