Saham BUMI Hari Ini: Masih Layak Beli?

2026-08-21
Saham BUMI Hari Ini Masih Layak Beli.webp

Saham BUMI kembali menjadi perhatian investor pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026. 

BRI Danareksa Sekuritas memasukkan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebagai salah satu saham yang direkomendasikan untuk dibeli setelah IHSG ditutup menguat 1,68% ke level 6.501,5 pada perdagangan sebelumnya. 

Secara teknikal, BUMI disebut membentuk pola ascending triangle dan sedang menguji resistance Rp190, dengan peluang menuju Rp196-Rp204 jika mampu menembus level tersebut. 

Di sisi fundamental, katalisnya juga cukup kuat karena laba bersih kuartal II 2026 mencapai Rp1,01 triliun, jauh di atas Rp331,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Poin Penting

  • BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan BUMI untuk perdagangan 21 Agustus 2026 setelah saham menguji resistance Rp190.

  • Jika breakout Rp190 berhasil dikonfirmasi, analis melihat peluang kenaikan menuju Rp196-Rp204.

  • Fundamental BUMI juga membaik. Pada kuartal I 2026, pendapatan naik 19,7% menjadi US417,7 juta dan laba bersih meningkat 36,6% menjadi US 41,1 juta.

BUMI Mendapat Momentum dari Laba yang Melonjak dan Sentimen Pasar yang Menguat

Pertanyaan apakah saham BUMI layak beli pada bulan Agustus tidak bisa hanya dijawab dari pergerakan harga. 

Sentimen pasar terhadap BUMI saat ini mendapat dukungan dari kombinasi kinerja keuangan yang membaik dan arus dana ke saham komoditas.

Pada sesi I perdagangan 20 Agustus, investor asing mencatat net buy BUMI sebesar Rp66,84 miliar dengan volume sekitar 357,20 juta saham. 

Angka tersebut menjadi bagian dari net buy asing Rp648,22 miliar di seluruh pasar pada sesi yang sama, ketika IHSG menguat 1,47%.

Kondisi ini penting karena BUMI merupakan saham yang sangat sensitif terhadap perubahan sentimen sektor komoditas. Ketika investor asing mulai kembali masuk ke saham pertambangan, BUMI memperoleh katalis tambahan di luar faktor fundamental internal. 

Baca Juga : Pemegang Saham BUMI: Daftar Lengkap & Prediksi 2026

Kinerja BUMI 2026 Mulai Menunjukkan Perbaikan yang Lebih Nyata

Dari sisi fundamental, BUMI memasuki 2026 dengan pertumbuhan yang cukup kuat. 

Data resmi Bumi Resources menunjukkan pendapatan kuartal I 2026 mencapai US417,7 juta, naik 19,7% dari US 348,8 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Yang lebih menarik adalah pertumbuhan profitabilitasnya. 

Laba bruto meningkat 61,6% menjadi US 82,8 juta.

Laba usaha naik 75,8% menjadi US 49,1 juta, sedangkan laba sebelum pajak melonjak 93,1% menjadi US55,3 juta.

Laba Bersih Juga Meningkat 36,6% menjadi US41,1 juta.

Perbaikan tersebut terjadi meskipun harga jual rata-rata batu bara BUMI justru turun 10% menjadi US$58,6 per ton. 

Artinya, peningkatan produksi, penjualan, dan efisiensi operasional berhasil mengkompensasi tekanan harga komoditas. 

Produksi naik 12% menjadi 19,2 juta ton, sementara penjualan meningkat 14% menjadi 19,1 juta ton. Strip ratio juga membaik dari 8,4x menjadi 7,7x.

Baca Juga : Prospek Saham KIJA 2026: Pasca Sucor Sekuritas Target Rp250

Resistance Rp190 Menjadi Penentu Arah Saham BUMI Hari Ini
 Saham BUMI Hari Ini Masih Layak Beli - harga.webp

Sumber: Yahoo Finance

Secara teknikal, BUMI sedang berada pada titik yang menarik. 

BRI Danareksa Sekuritas melihat terbentuknya pola ascending triangle dan menyebut saham tersebut telah menguji resistance Rp190.

Level ini menjadi penting karena breakout yang disertai volume dapat mengubah konsolidasi menjadi momentum kenaikan berikutnya. 

Jika Rp190 berhasil ditembus dan dipertahankan, target teknikal yang disebutkan berada pada Rp196-Rp204.

Namun, investor sebaiknya tidak menganggap Rp190 sebagai jaminan kenaikan. 

Resistance yang gagal ditembus justru dapat memicu aksi ambil untung, terutama setelah IHSG sebelumnya mengalami kenaikan cukup tajam.

Dengan kata lain, setup BUMI saat ini lebih menarik untuk strategi berbasis konfirmasi daripada mengejar harga hanya karena rekomendasi buy.

Baca Juga : Beli Saham AS via Kripto, Dapat Reward Harian 7% di Bittime

Saham BUMI Bulan Agustus Didukung Arus Dana Asing

Sentimen pasar menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan. 

Pada 20 Agustus, BUMI termasuk saham yang mendapatkan pembelian bersih investor asing sebesar Rp66,84 miliar. 

Pada saat yang sama, AMMN menerima net buy Rp333,40 miliar, BBRI Rp186,23 miliar, ANTM Rp114,91 miliar, dan BRMS Rp105,51 miliar.

Pola tersebut menunjukkan bahwa aliran dana asing tidak hanya mengarah ke BUMI, tetapi juga menyebar ke saham komoditas lain. 

Bagi BUMI, kondisi ini menjadi katalis karena saham pertambangan sangat dipengaruhi oleh persepsi investor terhadap siklus komoditas dan prospek pasar global.

Di sisi lain, investor perlu membedakan antara arus dana jangka pendek dan perubahan tren investasi. 

Net buy dalam satu sesi belum cukup untuk membuktikan bahwa investor asing telah membangun posisi jangka panjang.

Baca Juga : Prospek Saham AMMN Setelah Keluar MSCI

Jadi, Apakah Saham BUMI Layak Beli?

Untuk trader, BUMI saat ini memiliki setup yang cukup menarik karena berada dekat resistance Rp190, didukung sentimen pasar positif dan rekomendasi BRI Danareksa Sekuritas. 

Breakout Rp190 dapat membuka ruang menuju Rp196-Rp204 menurut analisis tersebut.

Untuk investor yang lebih berorientasi fundamental, alasan bullish juga mulai terlihat dari pertumbuhan pendapatan, laba, volume produksi, dan efisiensi operasional. 

Bahkan ketika harga jual rata-rata batu bara turun 10%, BUMI masih mampu meningkatkan laba usaha dan laba bersih secara signifikan pada kuartal I.

Namun, BUMI tetap merupakan saham yang sensitif terhadap harga batu bara, kondisi pasar saham, dan perubahan sentimen investor. 

Karena itu, kenaikan laba tidak otomatis berarti harga saham akan terus naik. 

Investor yang mempertimbangkan BUMI sebaiknya memantau kemampuan harga menembus Rp190 sekaligus perkembangan kinerja komoditas dan arus dana asing.

Bagi yang ingin melakukan diversifikasi ke aset digital, Bittime menyediakan akses ke berbagai aset kripto dalam satu platform. Daftar sekarang dan mulai pantau pasar aset digital

Kesimpulan

Saham BUMI hari ini memiliki kombinasi katalis yang cukup kuat. 

Fundamental membaik, investor asing tercatat melakukan net buy, IHSG sedang berada dalam tren positif, dan BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk perdagangan 21 Agustus 2026.

Namun, level Rp190 menjadi ujian utama. 

Jika berhasil breakout dengan dukungan volume, target Rp196-Rp204 menjadi area yang perlu diperhatikan. 

Sebaliknya, kegagalan melewati resistance tersebut dapat membuat BUMI kembali memasuki fase konsolidasi.

Jadi, apakah saham BUMI layak beli? 

Untuk saat ini, jawabannya lebih tepat: menarik untuk dipantau dan dipertimbangkan dengan konfirmasi, bukan dibeli secara agresif hanya karena sentimen sedang positif.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa harga saham BUMI hari ini?

Pada 21 Agustus 2026, sumber yang tersedia menunjukkan BUMI sedang menguji resistance Rp190. Harga penutupan 21 Agustus belum tersedia dalam sumber yang digunakan saat artikel ini disusun.

Mengapa saham BUMI menarik pada Agustus 2026?

BUMI mendapat dukungan dari peningkatan kinerja keuangan, arus dana asing, serta sentimen positif terhadap saham komoditas.

Berapa target harga saham BUMI?

BRI Danareksa Sekuritas melihat peluang menuju Rp196-Rp204 apabila BUMI berhasil menembus resistance Rp190.

Apa risiko membeli saham BUMI?

Risikonya antara lain kegagalan breakout resistance, perubahan harga batu bara, aksi profit taking, dan perubahan sentimen investor terhadap saham komoditas.

Apakah BUMI cocok untuk investasi jangka panjang?

BUMI memiliki perbaikan kinerja fundamental, tetapi keputusan jangka panjang tetap perlu mempertimbangkan siklus harga batu bara, profitabilitas, arus kas, dan valuasi saham secara keseluruhan.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Saham BBRI Hari Ini: Harga dan Perkembangan Terkini
Saham BBRI Hari Ini: Harga dan Perkembangan Terkini

Simak saham BBRI hari ini, harga terbaru, resistance Rp3.150, support Rp3.010, sentimen pasar, dan peluang saham BBRI terkini.

2026-08-21Baca