Microsoft Ungkap Pendapatan Azure US$29,4 Miliar, Saham MSFT Naik
2026-09-04
Selama sembilan tahun terakhir, investor cuma bisa menebak-nebak berapa sebenarnya uang yang mengalir dari bisnis cloud Microsoft. Angka yang dirilis setiap kuartal cuma persentase pertumbuhan, tanpa nominal pasti.
Rabu, 2 September 2026, kebiasaan itu akhirnya berakhir. Microsoft resmi membuka pendapatan Azure dalam angka dolar untuk pertama kalinya: US$29,4 miliar dalam satu kuartal, dan langsung disambut positif oleh pasar begitu saham MSFT bergerak menguat.
Keterbukaan ini bukan sekadar formalitas administratif. Microsoft sekaligus merombak total cara mereka membagi lini bisnis, dari tiga segmen jadi dua, sambil mempersempit definisi apa saja yang dihitung sebagai "Azure". Perubahan ini penting dipahami investor maupun pengamat industri teknologi, karena dampaknya bakal terasa di setiap laporan keuangan Microsoft ke depan.
Baca Juga: Pendanaan AI Nvidia $500 Miliar, Token AI Crypto Ikut Diuntungkan?
Azure Buka-bukaan: dari Sekadar Persentase ke Angka Pasti
Selama ini, publik hanya mendapat gambaran kasar soal ukuran Azure lewat angka pertumbuhan tahun ke tahun. Praktik itu membuat analis pasar harus menyusun sendiri estimasi kinerja salah satu platform komputasi awan terbesar di dunia, alih-alih mengandalkan data resmi.
Pada kuartal yang berakhir Juni 2026, Azure mencatat pendapatan US$29,4 miliar, naik 42% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk keseluruhan tahun fiskal, total penjualan Azure menembus angka US$100 miliar, melonjak dari US$75 miliar pada tahun fiskal sebelumnya.
Dengan pencapaian ini, kontribusi Azure terhadap total pendapatan Microsoft kini mendekati sepertiga dari keseluruhan bisnis perusahaan.
Momentum bisnis cloud semacam ini juga terasa di sektor lain, termasuk aset digital berbasis teknologi AI dan blockchain yang makin diminati investor global.

Pergerakan harga saham MSFT hari ini 4 September 2026. Sumber: TradingView
Kalau kamu ingin ikut memantau atau mulai berinvestasi di aset kripto secara aman dan legal, kamu bisa mendaftar lewat Bittime, platform pertukaran aset kripto yang sudah mengantongi izin resmi OJK.
Microsoft Pangkas Tiga Jadi Dua Segmen, Ini Detailnya
Struktur pelaporan tiga segmen yang dipakai Microsoft sejak 2015 kini resmi ditinggalkan. Productivity and Business Processes, Intelligent Cloud, dan More Personal Computing dilebur jadi dua divisi baru: Agents and Infra, serta Devices and Consumer.
Agents and Infra bakal menaungi Azure, layanan cloud Microsoft 365, perangkat lunak produktivitas, lisensi server, sampai layanan AI generasi terbaru. Sementara itu, Devices and Consumer menampung bisnis Xbox, pencarian dan iklan digital, lisensi Windows, hingga penjualan perangkat keras.
Ada satu detail yang gampang terlewat tapi cukup krusial: definisi Azure sendiri ikut menyempit. GitHub cloud, Security Copilot, dan layanan cloud kesehatan kini dikeluarkan dari perhitungan Azure, lalu dipindahkan ke metrik Microsoft 365 cloud dan Industry solutions cloud.
Artinya, sebagian dari angka pertumbuhan 42% tadi juga dipengaruhi oleh pembersihan komponen bisnis yang lajunya lebih lambat, bukan cuma akselerasi organik semata.
Struktur pelaporan baru ini bakal mulai berlaku efektif pada laporan kuartal fiskal pertama Oktober 2026, dan Microsoft berjanji menyediakan data restatement dua tahun ke belakang supaya investor bisa membandingkan kinerja secara apel-ke-apel.
Menariknya, perubahan ini muncul tak lama setelah TheNextWeb melaporkan bahwa Komisi Eropa telah mengambil posisi awal menjelang keputusan akhir tahun ini soal status Azure sebagai "gatekeeper" di bawah aturan Digital Markets Act — sebuah konteks regulasi yang membuat definisi baru Azure sebagai bisnis "murni berbasis konsumsi" terasa tidak kebetulan.

Baca Juga: BIS Ungkap Potensi Baru XRP Ledger untuk Sistem Keuangan Digital
Azure vs AWS vs Google Cloud, dan Kenapa OpenAI Jadi Kunci
Dengan pendapatan US$29,4 miliar, Azure masih tertinggal dari Amazon Web Services (AWS) yang pada periode sebanding mencatat pendapatan US$42,2 miliar, tumbuh 37% YoY. Di sisi lain, Azure masih unggul dari Google Cloud yang membukukan US$24,8 miliar, meski laju pertumbuhan Google Cloud jauh lebih kencang, yakni 82% YoY, bahkan melampaui ekspektasi pasar yang cuma US$22,5 miliar.
Satu faktor yang paling sering disebut analis di balik lonjakan Azure adalah kemitraan dengan OpenAI. Menurut estimasi Stifel, sekitar separuh pertumbuhan pendapatan Azure sepanjang tahun fiskal 2026 berasal dari kebutuhan komputasi OpenAI.
Anthropic pun disebut kian menggantungkan operasionalnya pada infrastruktur cloud Microsoft. Di lini produk konsumen, jumlah lisensi berbayar Microsoft 365 Copilot juga melonjak, dari lebih 20 juta pada April menjadi lebih 30 juta pada Juli.
Untuk kuartal pertama tahun fiskal 2027, manajemen Microsoft memproyeksikan pertumbuhan Azure di kisaran 44-45% secara constant currency, dengan estimasi pendapatan Agents and Infra antara US$75,15 miliar hingga US$75,75 miliar, sementara Devices and Consumer diproyeksikan US$14,7 miliar hingga US$15,2 miliar — sejalan dengan data yang dihimpun Newsquawk dari presentasi investor Microsoft.
Optimisme ini turut tercermin dari sikap analis: berdasarkan data TipRanks, saham MSFT memegang rating konsensus Strong Buy dari 32 rekomendasi Beli dan hanya satu Hold dalam tiga bulan terakhir, dengan target harga rata-rata US$568,31, atau berpotensi upside sekitar 14% dari harga saat ini.
Baca Juga: 10 Tokenisasi Aset Kripto RWA Terbesar di Dunia
Kesimpulan
Keputusan Microsoft membuka pendapatan Azure secara nominal dolar menandai babak baru transparansi di industri cloud computing, meski di saat bersamaan definisi Azure sendiri ikut dipersempit lewat pemindahan GitHub, Security Copilot, dan layanan kesehatan ke metrik lain.
Dengan pendapatan US$29,4 miliar dan pertumbuhan 42% pada kuartal terakhir, Azure masih berada di posisi kedua di bawah AWS, tapi didukung proyeksi pertumbuhan kuat untuk kuartal mendatang serta rating Strong Buy dari mayoritas analis.
Pantau token saham AS: AMZON, AMDON, TSLAX, NFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi, kamu bisa mulai trading di Bittime.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Berapa pendapatan Azure pada kuartal Juni 2026?
Azure mencatat pendapatan US$29,4 miliar pada kuartal yang berakhir Juni 2026, tumbuh 42% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenapa Microsoft baru sekarang melaporkan Azure dalam nominal dolar?
Sebelumnya Microsoft hanya merilis angka pertumbuhan persentase tanpa nominal pasti. Perubahan ini merupakan bagian dari restrukturisasi pelaporan segmen yang lebih besar, sekaligus merespons desakan transparansi dari investor.
Apa itu segmen Agents and Infra?
Agents and Infra adalah segmen baru Microsoft yang menaungi Azure, layanan cloud Microsoft 365, perangkat lunak produktivitas, lisensi server, dan layanan AI generasi terbaru. Segmen ini menggantikan gabungan dari tiga segmen lama yang dipakai sejak 2015.
Apakah Azure masih kalah besar dari AWS?
Ya, secara nominal Azure (US$29,4 miliar) masih di bawah AWS (US$42,2 miliar) pada periode yang sebanding. Namun Azure unggul dari Google Cloud yang mencatat US$24,8 miliar pada kuartal yang sama.
Bagaimana prospek saham MSFT ke depan?
Analis mempertahankan rating konsensus Strong Buy untuk saham MSFT dengan target harga rata-rata US$568,31, menyiratkan potensi upside sekitar 14%. Proyeksi pertumbuhan Azure untuk kuartal berikutnya juga berada di kisaran 44-45% secara constant currency.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



