Mengapa Investor Besar Jual XRP tapi Tetap Pilih Bitcoin?
2026-09-03
Keputusan perusahaan publik Jepang, Remixpoint, menjual seluruh XRP sambil mempertahankan Bitcoin menarik perhatian pasar crypto.
Langkah tersebut terlihat seperti pergeseran tegas dari portofolio beragam menuju satu aset utama.
Namun, istilah “investor besar” dalam konteks ini mengacu pada satu perusahaan, bukan seluruh investor institusional.
Remixpoint juga tidak hanya menjual XRP, tetapi sekaligus melepas Ethereum, Solana, dan Dogecoin.
Karena itu, keputusan tersebut perlu dibaca sebagai strategi keuangan spesifik perusahaan, bukan sinyal bahwa semua institusi meninggalkan altcoin.
Key Takeaways
Remixpoint menjual sekitar 1,19 juta XRP dengan keuntungan, bukan karena posisi tersebut merugi.
Perusahaan mempertahankan sekitar 1.506 BTC, tetapi tidak langsung memakai hasil penjualan altcoin untuk membeli Bitcoin tambahan.
Strategi Bitcoin-only menyederhanakan portofolio, tetapi meningkatkan risiko konsentrasi pada satu aset.
Remixpoint Menjual XRP dan Seluruh Altcoinnya
Berdasarkan keterbukaan informasi Remixpoint, perusahaan menjual seluruh altcoin pada 1 September 2026.
Aset yang dilepas meliputi 901,45 ETH, 13.920,07 SOL, sekitar 1,19 juta XRP, dan 2,80 juta DOGE.
Remixpoint menerima sekitar 260,43 juta yen dari penjualan XRP dan membukukan keuntungan 11,52 juta yen. Secara keseluruhan, seluruh altcoin tersebut dijual senilai 878,81 juta yen dengan keuntungan terealisasi sekitar 117,77 juta yen.
Setelah transaksi selesai, perusahaan masih memegang sekitar 1.506 BTC.
Temuan dari TheStreet melaporkan bahwa Bitcoin kemudian menjadi satu-satunya aset kripto dalam treasury Remixpoint.
Alasan Jual XRP Bukan Sekadar Penurunan Harga
Remixpoint menyebut kondisi pasar, karakteristik risiko dan imbal hasil setiap aset, serta strategi finansial perusahaan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Perusahaan ingin memusatkan portofolio, memperjelas kebijakan pengelolaan aset digital, dan meningkatkan efisiensi modal.
Artinya, alasan jual XRP tidak dapat disederhanakan menjadi anggapan bahwa perusahaan kehilangan kepercayaan terhadap XRP.
Posisi XRP justru ditutup dalam kondisi menghasilkan keuntungan. ETH dan SOL juga dijual dengan keuntungan, sementara DOGE menjadi satu-satunya aset yang mencatatkan kerugian.
Dana hasil penjualan juga tidak langsung dialihkan untuk membeli Bitcoin tambahan.
Remixpoint mempertimbangkan penggunaannya untuk bisnis penyimpanan energi skala besar, memperkuat posisi keuangan, dan mendukung program peningkatan nilai perusahaan.
Baca Juga : Sejarah Harga Bitcoin dari 2009–2026
Mengapa Bitcoin Tetap Dipertahankan?
Bitcoin memiliki tesis yang relatif lebih sederhana untuk kebutuhan treasury perusahaan.
Aset ini mempunyai pasokan maksimum yang telah ditentukan, likuiditas pasar besar, jaringan yang telah lama beroperasi, serta tingkat pengenalan institusional yang lebih luas.
Dari sudut pandang strategi investasi Bitcoin, mempertahankan satu aset dapat menyederhanakan pemantauan risiko, pelaporan, penyimpanan, dan kebijakan operasional.
Remixpoint juga menjalankan aktivitas lending Bitcoin dan memperoleh 14,92 BTC dalam biaya pinjaman selama 24 Februari–31 Agustus 2026.
Namun, portofolio yang lebih sederhana tidak selalu berarti lebih rendah risiko.
Konsentrasi pada Bitcoin membuat nilai treasury semakin sensitif terhadap volatilitas BTC.
Aktivitas lending juga menambahkan risiko pihak lawan, likuiditas, serta operasional.
Baca Juga : Cara Beli Bitcoin dengan DANA di Bittime
Perbandingan XRP dan Bitcoin dalam Portofolio Perusahaan
Perbandingan XRP dan Bitcoin tidak cukup dilakukan berdasarkan perubahan harga.
Keduanya mempunyai struktur jaringan, fungsi, tingkat likuiditas, serta narasi investasi yang berbeda.
Bitcoin umumnya diposisikan sebagai aset digital langka dan cadangan treasury jangka panjang.
Sementara itu, XRP merupakan aset asli XRP Ledger yang digunakan untuk biaya jaringan dan perpindahan nilai dalam ekosistem tersebut.
Bagi perusahaan, Bitcoin dapat menawarkan tesis treasury yang lebih mudah dijelaskan kepada pemegang saham.
XRP memiliki potensi penggunaan berbeda, tetapi analisisnya perlu mempertimbangkan perkembangan jaringan, adopsi layanan pembayaran, likuiditas, kebijakan regulasi, serta aktivitas ekosistem terkait.
Untuk memantau Bitcoin, XRP, dan berbagai aset digital lainnya dalam satu platform, pengguna dapat mendaftar di Bittime.
Tekanan Harga XRP Menambah Konteks Pasar

XRP ke USDT via Bittime Market
Saat keputusan Remixpoint diberitakan, XRP sedang menghadapi tekanan harga, XRP turun di bawah area US$1,36 untuk kedua kalinya.
Menurut analisis teknikal pihak ketiga yang dikutip media tersebut, area US$1,40–US$1,43 perlu direbut kembali sebelum XRP dapat menguji resistansi US$1,47.
Jika tekanan berlanjut, US$1,27 menjadi area yang diperhatikan trader.
Level tersebut merupakan gambaran kondisi pasar pada 2 September 2026, bukan prediksi harga.
Keterbukaan Remixpoint juga tidak menyebut bahwa satu level teknikal tertentu menjadi alasan utama penjualan.
Baca Juga : Mengapa Harga XRP Stagnan? 5 Faktor Utama Penyebabnya
Apa Artinya bagi Tren Aset Kripto Terbaru?
Keputusan Remixpoint menunjukkan bahwa investasi cryptocurrency oleh perusahaan dapat berubah dari diversifikasi menuju konsentrasi.
Perusahaan dapat memilih aset berdasarkan kecocokannya dengan tujuan treasury, kebutuhan likuiditas, kebijakan akuntansi, dan strategi bisnis.
Langkah ini bukan bukti bahwa Bitcoin pasti mengungguli XRP pada masa depan.
Strategi Bitcoin-only tetap menghadapi volatilitas, risiko kustodian, perubahan regulasi, dan potensi kerugian besar.
Sebaliknya, penjualan oleh satu perusahaan juga tidak menentukan prospek seluruh ekosistem XRP.
Dalam melakukan analisis pasar cryptocurrency, investor perlu memisahkan keputusan korporasi, kondisi teknikal jangka pendek, dan fundamental setiap jaringan.
Riwayat transaksi institusi dapat menjadi informasi tambahan, tetapi bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tertentu.
Baca Juga : Wall Street Guyur Rp1,4 Triliun ke Altcoin, Apa Saja?
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apakah Remixpoint menjual XRP karena mengalami kerugian?
Tidak. Perusahaan mencatat keuntungan sekitar 11,52 juta yen dari penjualan XRP. Keputusan tersebut merupakan bagian dari penjualan seluruh portofolio altcoin dan penataan ulang strategi keuangan.
Apakah hasil penjualan XRP digunakan untuk membeli Bitcoin?
Tidak ada pernyataan bahwa dana tersebut langsung digunakan untuk membeli Bitcoin tambahan. Remixpoint mempertimbangkan alokasi dana untuk penyimpanan energi, penguatan posisi finansial, dan kebutuhan korporasi lainnya.
Apakah keputusan Remixpoint membuktikan Bitcoin lebih baik daripada XRP?
Tidak. Keputusan itu mencerminkan kebutuhan dan toleransi risiko satu perusahaan. Bitcoin dan XRP mempunyai fungsi, struktur, serta faktor risiko berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan hanya dari satu transaksi institusional.
Apakah strategi Bitcoin-only lebih aman daripada diversifikasi?
Tidak selalu. Strategi tersebut lebih sederhana dari sisi pengelolaan, tetapi menciptakan konsentrasi risiko karena nilai portofolio bergantung pada satu aset yang tetap volatil.
Apakah penjualan 1,19 juta XRP menyebabkan harga XRP turun?
Belum ada bukti bahwa transaksi Remixpoint menjadi penyebab utama penurunan XRP. Harga aset kripto dipengaruhi banyak faktor, termasuk kondisi pasar global, likuiditas, aktivitas derivatif, sentimen, dan transaksi pelaku pasar lainnya.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



