Lo Kheng Hong Borong Saham ABMM: Apa yang Menarik dari Emiten Ini?

2026-11-02
Lo Kheng Hong Borong Saham ABMM_ Apa yang Menarik dari Emiten Ini_.webp

Aksi investasi Lo Kheng Hong kembali menarik perhatian pasar modal Indonesia setelah investor kawakan tersebut tercatat beberapa kali menambah kepemilikan saham PT ABM Investama Tbk. (ABMM) sepanjang Oktober 2026. 

Langkah ini menjadi semakin menarik ketika perusahaan membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 141,4% pada sembilan bulan pertama 2026.

Bagi investor yang mengikuti strategi value investing, kombinasi antara aksi akumulasi saham oleh investor berpengalaman dan peningkatan kinerja keuangan perusahaan tentu layak dicermati.

Namun, apakah pertumbuhan laba tersebut cukup untuk menjadikan ABMM sebagai emiten energi yang menarik dalam jangka panjang?

Untuk menjawabnya, kita perlu melihat lebih jauh bisnis perusahaan, sumber pertumbuhan laba, kondisi fundamental, hingga risiko yang dapat mempengaruhi prospek sahamnya.

Key Takeaways

  • Lo Kheng Hong menambah kepemilikan ABMM. Tercatat delapan transaksi pembelian sepanjang Oktober 2026 dengan akumulasi 634.300 saham.

  • Laba bersih ABMM tumbuh 141,4%. Laba mencapai US$102,3 juta hingga September 2026, ditopang peningkatan produktivitas bisnis kontraktor pertambangan.

  • Fundamental tetap perlu dianalisis secara menyeluruh. Pertumbuhan laba bukan satu-satunya indikator. Valuasi, arus kas, utang, dividen, dan risiko industri juga perlu diperhatikan.

Lo Kheng Hong Kembali Menambah Kepemilikan Saham ABMM


Lo Kheng Hong Borong Saham ABMM_ Apa yang Menarik dari Emiten Ini_ - harga.webp

Sumber: Google Finance

Siapa Lo Kheng Hong dan Bagaimana Strategi Investasinya?

Nama Lo Kheng Hong sudah lama dikenal dalam dunia investasi saham Indonesia. 

Ia kerap dikaitkan dengan pendekatan value investing, yaitu strategi investasi yang menitikberatkan pada pencarian perusahaan dengan nilai fundamental yang dinilai menarik dibandingkan harga pasarnya.

Baca Juga : Lo Kheng Hong Beli Saham Ini, Cek Pilihan Investor Kawakan RI

Delapan Transaksi Pembelian Saham ABMM Sepanjang Oktober 2026

Pada Oktober 2026, perhatian investor kembali tertuju pada aktivitas investasinya di PT ABM Investama Tbk. (ABMM). 

Berdasarkan laporan transaksi yang diberitakan Katadata pada 27 Oktober 2026, Lo Kheng Hong tercatat melakukan delapan kali pembelian saham ABMM sepanjang bulan tersebut.

Total Kepemilikan Saham ABMM Mencapai 5,70%

Total akumulasi pembelian yang dilaporkan mencapai 634.300 saham. 

Setelah rangkaian transaksi tersebut, kepemilikannya meningkat menjadi sekitar 156,798 juta saham atau setara 5,70% dari total saham perusahaan.

Pembelian Terbesar Terjadi pada 19 Oktober 2026

Pembelian terbesar dalam rangkaian transaksi tersebut terjadi pada 19 Oktober 2026, ketika Lo Kheng Hong membeli 275.000 saham ABMM. 

Transaksi berikutnya pada 23 Oktober menambah kepemilikannya sebanyak 35.700 saham.

Aksi Lo Kheng Hong dan Kinerja Keuangan ABMM

Menariknya, aktivitas pembelian tersebut berlangsung ketika ABM Investama juga menunjukkan peningkatan profitabilitas. 

Kondisi ini membuat ABMM semakin menarik untuk dibahas dari perspektif fundamental perusahaan, bukan hanya berdasarkan aktivitas investornya.

Namun, perlu dipahami bahwa keputusan membeli saham oleh seorang investor tidak otomatis menjadi jaminan bahwa saham tersebut akan memberikan keuntungan pada masa mendatang.

Mengenal ABM Investama: Bukan Sekadar Perusahaan Batu Bara

PT ABM Investama Tbk. merupakan perusahaan investasi terintegrasi yang berfokus pada sektor energi, pertambangan, dan infrastruktur pendukung. Dengan kode saham ABMM di Bursa Efek Indonesia, perusahaan ini mengembangkan ekosistem bisnis yang menghubungkan produksi batu bara, jasa kontraktor pertambangan, hingga solusi energi.

Model bisnis ABM Investama bertumpu pada tiga unit utama, yaitu produksi batu bara, jasa kontraktor pertambangan, dan solusi terkait energi. 

Ketiganya didukung oleh layanan rekayasa (engineering) serta logistik terintegrasi.

Beberapa entitas usaha yang mendukung kegiatan operasional ABM Investama antara lain:

  • PT Reswara Minergi Hartama: bergerak dalam produksi batu bara.

  • PT Cipta Kridatama: menyediakan jasa kontraktor pertambangan.

  • PT Cipta Krida Bahari: menjalankan layanan logistik terintegrasi.

  • PT Sanggar Sarana Baja: menyediakan layanan rekayasa dan manufaktur peralatan industri.

  • PT Prima Wiguna Parama: mendukung kebutuhan pengadaan bahan bakar untuk kegiatan pertambangan.

Keberadaan berbagai lini usaha tersebut memberikan keuntungan dari sisi integrasi operasional. Aktivitas pertambangan, misalnya, membutuhkan dukungan alat berat, bahan bakar, transportasi, dan layanan logistik. 

Melalui ekosistem bisnis yang saling terhubung, ABM memiliki peluang untuk menciptakan efisiensi biaya sekaligus memperluas sumber pendapatan.

Inilah salah satu aspek yang membuat ABMM menarik untuk dianalisis. Perusahaan tidak hanya bergantung pada aktivitas produksi batu bara, tetapi juga memiliki eksposur terhadap jasa dan infrastruktur yang mendukung rantai pasok industri pertambangan.

Meski demikian, diversifikasi tersebut tidak serta-merta menghilangkan risiko industri batu bara. 

Sebagian aktivitas bisnis ABM tetap berkaitan erat dengan volume produksi, kebutuhan jasa pertambangan, dan kondisi pasar komoditas energi.

Baca Juga : Kenapa Harga Saham RANS Melemah? Ini Penyebabnya

Kinerja Keuangan ABMM: Laba Bersih Melonjak 141,4%

Salah satu perkembangan paling menarik dari ABM Investama adalah peningkatan laba bersih pada sembilan bulan pertama 2026. 

Berdasarkan laporan kinerja hingga 30 September 2026, perusahaan membukukan laba bersih sebesar US$102,31 juta, dibandingkan US$42,38 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut mencapai 141,4% secara tahunan (year-on-year). 

Sementara itu, pendapatan konsolidasian meningkat 4,7% menjadi US$818,53 juta dari sebelumnya US$781,65 juta.

Berikut perbandingan kinerja keuangan ABM Investama:

Indikator

9M 2025

9M 2026

Pertumbuhan

Pendapatan

US$781,65 juta

US$818,53 juta

+4,7%

Laba bersih

US$42,38 juta

US$102,31 juta

+141,4%

Laba per saham dasar

US$0,01539

US$0,03716

+141,4%

Sumber: S&P Capital IQ, laporan hasil keuangan ABM Investama per 30 September 2026. Angka dibulatkan.

Hal yang patut diperhatikan adalah perbedaan laju pertumbuhan pendapatan dan laba bersih. Ketika pendapatan hanya tumbuh 4,7%, laba bersih justru meningkat lebih dari dua kali lipat.

Secara perhitungan sederhana, margin laba bersih ABMM meningkat dari sekitar 5,4% pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi sekitar 12,5% pada periode yang sama 2026. 

Artinya, perusahaan berhasil menghasilkan laba bersih yang lebih besar dari setiap dolar pendapatan yang diperoleh.

Peningkatan ini menjadi sinyal positif dari sisi profitabilitas. 

Namun, investor tetap perlu menelusuri apakah perbaikan margin tersebut berasal dari efisiensi operasional yang berkelanjutan atau dipengaruhi faktor sementara.

Baca Juga : Pandu Sjahrir, MSCI, dan Tokenized Stock: Apa Kaitannya?

Apa yang Mendorong Pertumbuhan Laba ABMM?

Produktivitas Kontraktor Pertambangan Meningkat

Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kinerja adalah membaiknya produktivitas bisnis kontraktor pertambangan.

Jam Hujan di Area Operasional Lebih Rendah

Dalam laporan kinerja hingga September 2026, ABM Investama mencatat jumlah jam hujan di lokasi operasional kontraktor pertambangan sekitar 30% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini mendukung kelancaran aktivitas operasional di area pertambangan.

Volume Overburden Removal Tumbuh 27,5%

Dampaknya terlihat pada peningkatan volume overburden removal atau pemindahan lapisan tanah penutup sebesar 27,5% secara kuartalan pada kuartal III 2026.

Coal Getting Meningkat 9,6% secara Kuartalan

Sementara itu, volume coal getting atau pengambilan batu bara meningkat 9,6% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Optimalisasi Operasional dan Pengendalian Biaya

Selain faktor cuaca, perusahaan juga menekankan optimalisasi operasional, pengendalian biaya, dan peningkatan produktivitas sebagai bagian dari upaya menjaga profitabilitas.

Apakah Pertumbuhan Laba ABMM Dapat Berlanjut?

Namun, terdapat satu hal yang perlu dicermati. Kondisi cuaca yang lebih mendukung tidak selalu dapat dipertahankan pada periode berikutnya. Karena itu, investor perlu melihat apakah peningkatan volume pekerjaan dan efisiensi dapat terus berlangsung ketika kondisi operasional kembali normal.

Baca Juga : MSCI Indonesia Standalone Market: Alasan dan Dampaknya

Apa yang Membuat Saham ABMM Menarik untuk Dicermati?

Setidaknya terdapat empat aspek yang layak diperhatikan ketika menganalisis saham ABMM.

1. Model Bisnis Terintegrasi dalam Industri Energi

Integrasi antara produksi batu bara, jasa kontraktor pertambangan, logistik, dan rekayasa memberikan ABM Investama ekosistem bisnis yang saling mendukung.

Model tersebut berpotensi menciptakan efisiensi operasional karena beberapa kebutuhan dalam rantai pasok pertambangan dapat dipenuhi melalui entitas usaha dalam satu kelompok perusahaan.

Bagi investor jangka panjang, struktur bisnis seperti ini menarik untuk dikaji karena kemampuan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh produksi komoditas, tetapi juga oleh permintaan terhadap layanan pendukung pertambangan.

Ikuti perkembangan terkini seputar USDT dan aset kripto lainnya dengan mendaftar di Bittime dan mengikuti pembaruan pasar terbaru.

2. Pertumbuhan Profitabilitas yang Signifikan

Kenaikan laba bersih sebesar 141,4% menjadi salah satu indikator yang memperkuat perhatian terhadap ABMM.

Pertumbuhan tersebut jauh melampaui peningkatan pendapatan. 

Hal ini menunjukkan adanya perbaikan profitabilitas yang perlu ditelusuri lebih lanjut melalui laporan keuangan dan arus kas perusahaan.

Jika peningkatan margin dapat dipertahankan, ABM Investama berpotensi memiliki kapasitas yang lebih baik dalam menghasilkan keuntungan dari kegiatan operasionalnya.

3. Produktivitas Bisnis Kontraktor Pertambangan

Jasa kontraktor pertambangan menjadi salah satu penopang penting dalam ekosistem ABM Investama.

Peningkatan volume overburden removal dan coal getting pada kuartal III 2026 menunjukkan adanya perbaikan aktivitas operasional dibandingkan kuartal sebelumnya.

Perkembangan ini relevan karena produktivitas kontraktor pertambangan berhubungan langsung dengan volume pekerjaan, pemanfaatan alat berat, dan efisiensi biaya operasional.

4. Akumulasi Saham oleh Investor Berpengalaman

Aktivitas Lo Kheng Hong yang menambah kepemilikan ABMM sepanjang Oktober 2026 menjadi perhatian tersendiri.

Bagi sebagian investor, perubahan kepemilikan oleh investor besar dapat menjadi informasi tambahan dalam menilai suatu emiten. Akan tetapi, keputusan investasi tetap harus didasarkan pada analisis independen terhadap fundamental dan valuasi perusahaan.

Penting untuk membedakan antara fakta bahwa Lo Kheng Hong membeli saham ABMM dan dugaan mengenai alasan di balik pembelian tersebut. 

Tidak ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh pembelian dilakukan karena lonjakan laba 141,4%.

Baca Juga : BEI Ubah ARB Saham Jadi 7%, Apa Dampaknya bagi Investor?

Menilai ABMM dari Perspektif Value Investing

Salah satu hal yang menarik dari pendekatan investasi Lo Kheng Hong adalah perhatian terhadap nilai fundamental perusahaan. Dalam pendekatan value investing, investor tidak hanya melihat popularitas saham atau kenaikan harga dalam jangka pendek, tetapi berusaha memahami nilai bisnis yang sebenarnya.

Jika pendekatan tersebut digunakan untuk menganalisis ABMM, terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan.

1. Kemampuan Perusahaan Menghasilkan Laba

Pertumbuhan laba bersih menunjukkan perkembangan profitabilitas perusahaan. Namun, investor perlu memastikan bahwa peningkatan tersebut berasal dari kegiatan operasional yang sehat dan dapat dipertahankan.

2. Valuasi Saham dan Nilai Intrinsik Perusahaan

Perusahaan dengan fundamental baik belum tentu menjadi investasi menarik apabila harga sahamnya sudah terlalu tinggi. Oleh karena itu, rasio seperti Price to Earnings Ratio (PER), Price to Book Value (PBV), dan Enterprise Value to EBITDA (EV/EBITDA) perlu dibandingkan dengan perusahaan sejenis.

Ingin punya eksposur ke saham Amerika? Daftar di Bittime dan mulai investasi lewat tokenized stock.

3. Kualitas Arus Kas dan Struktur Utang

Laba bersih yang meningkat perlu diikuti kemampuan menghasilkan arus kas operasional. Investor juga perlu memperhatikan kewajiban keuangan, kebutuhan belanja modal (capital expenditure), serta kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjang.

4. Ketahanan Bisnis terhadap Siklus Komoditas

Industri batu bara memiliki karakteristik siklus yang dipengaruhi harga komoditas, permintaan energi, kebijakan pemerintah, dan kondisi ekonomi global. Karena itu, analisis perusahaan pertambangan sebaiknya menggunakan gambaran kinerja beberapa tahun, bukan hanya satu periode pelaporan.

Apakah Saham ABMM Termasuk Saham Undervalued?

Dengan demikian, pertumbuhan laba ABMM sebesar 141,4% merupakan titik awal analisis, bukan kesimpulan bahwa saham tersebut sedang undervalued.

Baca Juga : Apa Itu Super Micro Computer Tokenized bStocks (SMCIB)?

Risiko dan Prospek Saham ABMM yang Perlu Diperhatikan

Meskipun menunjukkan perkembangan kinerja yang positif, ABM Investama tetap menghadapi sejumlah risiko bisnis yang perlu dipertimbangkan investor.

1. Fluktuasi Harga Batu Bara

Sebagai perusahaan yang memiliki bisnis produksi dan jasa pertambangan batu bara, ABMM memiliki eksposur terhadap perubahan kondisi pasar komoditas. Pelemahan harga batu bara dapat memengaruhi pendapatan, margin, serta aktivitas produksi perusahaan.

2. Ketergantungan pada Produktivitas Operasional

Peningkatan kinerja kontraktor pertambangan pada kuartal III 2026 turut didukung kondisi cuaca yang lebih kondusif. Jika curah hujan meningkat atau terjadi gangguan operasional, produktivitas pekerjaan pertambangan dapat kembali terpengaruh.

3. Perubahan Regulasi Industri Pertambangan

Kebijakan pemerintah terkait produksi batu bara, perizinan pertambangan, kewajiban lingkungan, dan tata kelola sektor energi dapat memengaruhi kegiatan operasional perusahaan.

4. Tantangan Transisi Energi

Perkembangan energi terbarukan dan perubahan kebijakan energi global menjadi faktor jangka panjang yang perlu diperhatikan oleh perusahaan dengan eksposur terhadap batu bara. Kemampuan ABMM memperluas layanan energi dan mengembangkan sumber pendapatan lain akan menjadi aspek penting dalam menjaga keberlanjutan bisnisnya.

5. Keberlanjutan Pertumbuhan Laba

Kenaikan laba 141,4% memang impresif. Namun, investor perlu mengamati laporan keuangan berikutnya untuk memastikan bahwa peningkatan profitabilitas bukan hanya hasil dari kondisi operasional yang menguntungkan dalam periode tertentu.

Bagaimana Prospek Bisnis ABMM ke Depan?

Dari sisi prospek, integrasi bisnis pertambangan, logistik, rekayasa, dan solusi energi memberikan ruang bagi ABM Investama untuk mengoptimalkan kegiatan usaha. 

Akan tetapi, potensi tersebut tetap perlu dibuktikan melalui pertumbuhan pendapatan, arus kas, efisiensi, dan imbal hasil investasi perusahaan.

Baca Juga : Apa Itu MUB? Mengenal Token Saham Micron dan Cara Kerjanya

Apakah Saham ABMM Layak Dicermati untuk Investasi Jangka Panjang?

Kombinasi Aksi Investor dan Kinerja Fundamental

Aksi akumulasi Lo Kheng Hong, peningkatan laba bersih, serta model bisnis terintegrasi menjadikan ABMM salah satu emiten yang menarik untuk masuk dalam daftar pantauan investor.

Namun, ada perbedaan antara perusahaan yang memiliki fundamental menarik dan saham yang menawarkan harga investasi menarik.

Pertumbuhan Laba Tidak Selalu Berarti Saham Murah

Pertumbuhan laba yang tinggi belum cukup untuk memastikan bahwa harga saham ABMM berada di bawah nilai intrinsiknya. 

Investor tetap perlu membandingkan valuasi pasar dengan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dan arus kas dalam jangka panjang.

Apakah Investor Perlu Mengikuti Langkah Lo Kheng Hong?

Selain itu, keputusan investasi Lo Kheng Hong sebaiknya dipandang sebagai informasi tambahan, bukan instruksi untuk mengikuti transaksi yang sama. Setiap investor memiliki pertimbangan harga beli, jangka waktu investasi, serta toleransi risiko yang berbeda.

Fundamental dan Prospek Bisnis Tetap Menjadi Pertimbangan Utama

Pada akhirnya, daya tarik ABMM tidak hanya terletak pada siapa yang memiliki sahamnya, tetapi juga pada kemampuan perusahaan mempertahankan profitabilitas, mengelola risiko industri, dan menciptakan nilai bagi pemegang saham.

Jika peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional dapat dipertahankan, ABM Investama memiliki sejumlah faktor fundamental yang layak terus dicermati. 

Sebaliknya, jika pertumbuhan laba hanya bersifat sementara, investor perlu berhati-hati dalam menggunakan kinerja 2026 sebagai dasar proyeksi jangka panjang.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Mengapa Lo Kheng Hong membeli saham ABMM?

Lo Kheng Hong tercatat melakukan delapan transaksi pembelian saham ABMM sepanjang Oktober 2026 dengan akumulasi 634.300 saham. Alasan spesifik di balik keputusan investasinya tidak dapat dipastikan hanya dari data transaksi yang dipublikasikan.

Berapa jumlah saham ABMM yang dimiliki Lo Kheng Hong?

Berdasarkan data transaksi hingga 23 Oktober 2026, Lo Kheng Hong memiliki sekitar 156,798 juta saham ABMM atau setara 5,70% kepemilikan perusahaan.

Apa bisnis utama PT ABM Investama Tbk. (ABMM)?

ABM Investama menjalankan bisnis terintegrasi yang mencakup produksi batu bara, jasa kontraktor pertambangan, solusi energi, logistik, serta layanan rekayasa dan manufaktur.

Mengapa laba bersih ABMM meningkat 141,4% pada 2026?

Peningkatan laba didukung oleh perbaikan produktivitas operasional, khususnya pada bisnis kontraktor pertambangan, optimalisasi kegiatan usaha, dan pengendalian biaya. Kondisi cuaca yang lebih mendukung juga membantu kelancaran operasional selama periode tersebut.

Apakah saham ABMM cocok untuk investasi jangka panjang?

ABMM memiliki sejumlah aspek fundamental yang menarik untuk dianalisis, termasuk model bisnis terintegrasi dan pertumbuhan profitabilitas. Namun, keputusan investasi perlu mempertimbangkan valuasi saham, arus kas, struktur utang, prospek industri batu bara, dan profil risiko investor.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Kronologi Peretasan Binance: Lazarus Group dan Pencurian Kripto Terbesar Sepanjang Sejarah
Kronologi Peretasan Binance: Lazarus Group dan Pencurian Kripto Terbesar Sepanjang Sejarah

Peretasan Binance senilai US$6,3 miliar terjadi hanya dalam 20 menit. Simak kronologi, dugaan peran Lazarus Group, dan nasib dana yang dicuri.

2026-11-02Baca