Korea Selatan Siapkan Pasar Sekuritas Tokenisasi 2027, Apa Dampaknya bagi Aset Digital?
2026-09-07
Korea Selatan menyiapkan perubahan cara penerbitan dan pencatatan sekuritas melalui teknologi buku besar terdistribusi.
Kebijakan ini memperluas tokenisasi aset dari produk investasi pecahan menuju instrumen pasar modal konvensional.
Namun, Februari 2027 merupakan awal penerapan bertahap.
Seluruh pasar sekuritas dan pembayaran menggunakan stablecoin belum dijadwalkan beroperasi penuh pada tanggal tersebut.
Perbedaan ini penting agar pembaca memahami cakupan rencana pemerintah.
Key Takeaways
Tahap pertama sekuritas tokenisasi dimulai Februari 2027 dengan cakupan instrumen tertentu.
Perluasan pasar dan pembayaran stablecoin bergantung pada kesiapan serta evaluasi berikutnya.
Tokenisasi mengubah infrastruktur pencatatan, tetapi kewajiban hukum sekuritas tetap berlaku.
Apa yang Disiapkan Korea Selatan untuk Februari 2027?

Illustrasi | Sumber :AI
Financial Services Commission atau FSC memperkenalkan rencana kebijakan pada 4 September 2026.
Perubahan Electronic Registration Act dijadwalkan berlaku pada 4 Februari 2027, memberikan pengakuan hukum terhadap sekuritas berbentuk token.
Otoritas menargetkan pembangunan infrastruktur bersama Korea Securities Depository atau KSD dan perusahaan sekuritas.
Arahnya mencakup penerbitan, peredaran, serta pengembangan sistem pembayaran digital.
Pembahasan Korea Selatan blockchain kini menyentuh proses inti pasar modal.
Fokusnya meliputi pencatatan hak investor, standar penyelenggara, dan kestabilan sistem, bukan sekadar penerbitan token baru.
Baca Juga : Korea Selatan Cabut Larangan Kripto Korporat, Babak Baru Regulasi Kripto 2026
Tiga Tahap Pengembangan Sekuritas Tokenisasi
Pada tahap pertama, cakupan mencakup dana pasar uang privat dan obligasi khusus investor institusional, saham tidak tercatat melalui struktur trust, serta sekuritas investasi pecahan yang ditawarkan kepada publik.
Tahap kedua akan memperluas tokenisasi ke seluruh jenis sekuritas penawaran umum.
Tahap ketiga menargetkan infrastruktur pembayaran on-chain yang terhubung dengan stablecoin.
Jadwal dua tahap terakhir masih fleksibel.
Pelaksanaannya bergantung pada hasil tahap pertama, penerapan teknologi oleh peserta pasar, dan legislasi stablecoin.
Karena itu, istilah tokenized securities 2027 sebaiknya dibaca sebagai permulaan transformasi bertahap.
Investor belum dapat menyimpulkan bahwa semua saham akan tersedia dalam bentuk token atau seluruh transaksi langsung menggunakan stablecoin.
Baca Juga : Korea Selatan Resmi Terapkan Undang-Undang Kripto Pertama
Cara Kerja Security Token dalam Pasar Modal
FSC mendefinisikan security token sebagai bentuk digital sekuritas yang informasi penerbitan dan peredarannya dicatat melalui buku besar berbasis blockchain.
Instrumen tersebut tetap merupakan sekuritas menurut hukum pasar modal Korea Selatan.
Cara kerja security token dimulai dari penerbitan instrumen yang memenuhi prosedur hukum.
Penerbit kemudian mengikuti proses pemberitahuan dan pengajuan registrasi elektronik kepada KSD.
Teknologi membantu pengelolaan pencatatan, sementara hak investor mengikuti struktur instrumennya.
Sebagai ilustrasi, token obligasi dapat mewakili hak atas pembayaran sesuai ketentuan penerbitan.
Memindahkan pencatatannya ke sistem digital tidak menghapus kewajiban pembayaran penerbit.
Tokenisasi saham dan obligasi juga tidak membuat keduanya memiliki hak identik.
Pembeli tetap perlu membaca dokumen penawaran untuk memahami klaim, pembatasan transfer, dan ketentuan penyelesaian transaksi.
Baca Juga: Calon Ketua FSC Korea Selatan Enggan Setujui ETF Bitcoin Spot
Potensi Manfaat Teknologi DLT Keuangan
Bank for International Settlements atau BIS menjelaskan bahwa tokenisasi memungkinkan pencatatan klaim atas aset pada platform yang dapat diprogram.
Pendekatan ini berpotensi menggabungkan komunikasi transaksi, pencocokan catatan, dan transfer aset dalam proses yang lebih terpadu.
Bagi perusahaan sekuritas, teknologi DLT keuangan membuka peluang mengurangi pekerjaan rekonsiliasi antarcatatan.
Otomatisasi juga dapat membantu menjalankan transaksi ketika persyaratan tertentu terpenuhi.
Dalam analisis ini, manfaat terbesar bergantung pada kemampuan sistem baru terhubung dengan proses yang sudah digunakan.
Jika setiap platform berdiri sendiri, perusahaan masih membutuhkan penghubung dan pemeriksaan tambahan.
Dengan demikian, inovasi pasar modal perlu dinilai dari hasil operasional.
Ukurannya dapat mencakup biaya pemrosesan, keandalan pencatatan, dan kemudahan penyelesaian transaksi.
Untuk memperdalam pemahaman aset digital, daftar akun Bittime dan pelajari informasi pasar kripto beserta risikonya.
Perlindungan Investor Tetap Menjadi Persyaratan
FSC menetapkan modal ekuitas minimum empat miliar won bagi entitas penerbit yang mengelola rekening sekuritas. Entitas tersebut juga harus memenuhi persyaratan personel, teknologi informasi, dan keamanan siber.
Batas pembelian bersih investor ritel pada setiap pasar OTC ditetapkan 100 juta won per tahun.
Security token tetap tunduk pada ketentuan pendaftaran dan keterbukaan informasi sekuritas.
Bentuk digital tidak menjadi pengecualian untuk menjalankan perantaraan tanpa izin.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pasar memerlukan pembagian tanggung jawab yang jelas.
Investor harus mengetahui pihak yang menerbitkan instrumen, mengelola rekening, dan menangani gangguan layanan.
Dampaknya bagi Aset Digital dan Investor Indonesia
Rencana Korea Selatan berpotensi memperluas penggunaan infrastruktur digital oleh lembaga keuangan.
Namun, kebijakan ini tidak otomatis menciptakan permintaan untuk setiap cryptocurrency atau menjamin kenaikan harga token bertema aset nyata.
BIS mencatat potensi efisiensi, transparansi, dan perluasan akses melalui tokenisasi.
Meski demikian, banyak manfaatnya belum terbukti secara luas, sementara risiko operasional, likuiditas, dan ketergantungan kepada pihak ketiga tetap ada.
Bagi investor Indonesia, perkembangan ini dapat menjadi bahan untuk memahami perbedaan antara teknologi pencatatan dan kualitas investasi.
Periksa hak pemegang, kondisi penerbit, serta akses penjualan kembali sebelum menilai suatu produk.
Baca Juga : 10 Token Kripto Teratas yang Diklaim SEC sebagai Sekuritas
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Kapan pasar sekuritas tokenisasi Korea Selatan dimulai?
Tahap pertamanya direncanakan mulai Februari 2027. Tahap berikutnya belum memiliki jadwal pelaksanaan tetap.
Apakah tokenisasi aset menjamin keuntungan?
Tidak. Kualitas penerbit, hak investor, likuiditas, dan kondisi pasar tetap menentukan risiko.
Apakah stablecoin langsung digunakan pada tahap pertama?
Pembayaran on-chain terkait stablecoin merupakan sasaran tahap terakhir, dengan pelaksanaan yang masih bergantung pada perkembangan kebijakan.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



