Cardano (ADA) Tertekan, Apa yang Membuat Harganya Jatuh?
2026-06-26
Pasar kripto kembali diguncang oleh tekanan jual yang menghantam Cardano (ADA). Dalam beberapa pekan terakhir, harga ADA mengalami penurunan tajam hingga menyentuh level terendah sejak akhir 2020.
Kondisi ini memicu kekhawatiran investor sekaligus memunculkan pertanyaan besar: mengapa ADA turun begitu dalam?
Penurunan tersebut tidak hanya dipicu oleh sentimen pasar secara umum, tetapi juga diperburuk oleh insiden keamanan yang melibatkan ekosistem Cardano.
Di saat yang sama, gelombang likuidasi posisi leverage dan lemahnya kondisi pasar kripto global turut mempercepat tekanan terhadap aset ini.
Meski demikian, data on-chain menunjukkan gambaran yang lebih kompleks. Di balik koreksi tajam, sejumlah investor besar justru terlihat terus mengakumulasi ADA. Lalu, apa sebenarnya yang terjadi pada Cardano saat ini?
Key Takeaways
- Harga ADA anjlok ke level terendah sejak 2020 setelah insiden eksploitasi yang melibatkan sekitar 16 juta ADA.
- Likuidasi posisi leverage dan lemahnya pasar kripto memperburuk tekanan jual pada ADA.
- Meski harga turun, data on-chain menunjukkan adanya akumulasi oleh investor besar dan berkurangnya saldo ADA di bursa.
Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.
Harga ADA Anjlok ke Level Terendah dalam Bertahun-Tahun
Cardano mengalami salah satu periode terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Harga ADA sempat turun ke area US$0,139–US$0,149, menjadikannya level terendah sejak Desember 2020.
Jika dibandingkan dengan puncak harga sepanjang siklus bull market sebelumnya, nilai ADA telah kehilangan lebih dari 95%. Kondisi ini membuat banyak investor mempertanyakan prospek jangka pendek aset tersebut.
Secara teknikal, tren penurunan terlihat sangat kuat. Harga saat ini bergerak jauh di bawah rata-rata pergerakan utama seperti EMA 20 hari dan EMA 200 hari. Area support penting di kisaran US$0,20 hingga US$0,22 yang sebelumnya menjadi benteng pertahanan berhasil ditembus pada awal Juni.
Sejak saat itu, tekanan jual terus berlanjut tanpa adanya pemulihan yang signifikan.
Baca Juga: Cardano (ADA) Coin: Cara Kerja dan Fungsinya, Jarang Orang Tahu
Eksploitasi Wallet Menjadi Pemicu Utama Kepanikan
Salah satu faktor utama di balik fenomena ADA crash adalah insiden keamanan yang terjadi pada SecondFi, wallet Cardano yang sebelumnya dikenal sebagai Yoroi.
Tim pengembang mengonfirmasi bahwa terdapat tiga serangan berbeda yang memanfaatkan celah dalam sistem pembuatan wallet. Akibatnya, sekitar 16 juta ADA berhasil dicuri dari 374 wallet pengguna.
Nilai kerugian awal diperkirakan mencapai US$2,4 juta. Namun berdasarkan analisis perusahaan keamanan blockchain SlowMist, total eksposur kerugian berpotensi melebihi US$20 juta setelah audit selesai dilakukan.
Meskipun jumlah tersebut relatif kecil dibanding kapitalisasi pasar Cardano secara keseluruhan, dampak psikologisnya sangat besar. Insiden keamanan sering kali memicu ketidakpercayaan investor dan mempercepat aksi jual, terutama di tengah kondisi pasar yang sedang rapuh.
Konversi 1 IDR menjadi ADA - Kurs Indonesia Rupiah
Likuidasi Leverage Memperparah Penurunan Harga
Selain insiden eksploitasi, faktor lain yang menjelaskan mengapa ADA turun adalah gelombang likuidasi pada pasar derivatif.
Dalam 24 jam setelah tekanan jual meningkat, sekitar US$1,8 juta posisi leverage ADA dilikuidasi. Sebagian besar berasal dari trader yang membuka posisi long dengan harapan harga akan pulih.
Ketika harga terus turun dan menembus level support, sistem otomatis bursa mulai menutup posisi-posisi tersebut. Akibatnya, muncul efek domino berupa tambahan tekanan jual yang mempercepat penurunan harga.
Fenomena ini sudah beberapa kali terjadi sepanjang bulan. Setiap kali harga ADA mendekati area support baru, likuidasi leverage kembali muncul dan mendorong harga turun lebih dalam dibanding yang diperkirakan pasar.
Inilah salah satu alasan mengapa pergerakan harga Cardano terlihat lebih agresif dibanding beberapa aset kripto besar lainnya.
Baca juga Harga Cardano (ADA) Berpotensi Naik ke $1,9 Per Koin
Kondisi Pasar Kripto Global Ikut Menekan Cardano
Penurunan Cardano juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar yang lebih luas.
Bitcoin dan sebagian besar altcoin masih menghadapi tekanan akibat ketidakpastian ekonomi global, kebijakan suku bunga, serta menurunnya minat investor terhadap aset berisiko.
Ketika Bitcoin melemah, altcoin seperti Cardano biasanya mengalami koreksi yang lebih dalam karena tingkat volatilitasnya lebih tinggi.
Selain itu, banyak investor institusi saat ini cenderung memilih aset dengan likuiditas terbesar seperti Bitcoin dan Ethereum, sehingga arus modal ke proyek lapis kedua seperti Cardano menjadi lebih terbatas.
Kondisi ini membuat harga Cardano hari ini semakin rentan terhadap sentimen negatif.
Simak step-by-step cara beli Cardano (ADA) di market Bittime!
Mengapa Investor Besar Justru Membeli Saat Harga Turun?
Meski sentimen pasar terlihat suram, data blockchain menunjukkan perkembangan yang menarik.
Pada hari yang sama ketika berita eksploitasi muncul, terjadi arus keluar ADA dari bursa dalam jumlah besar. Fenomena ini umumnya dianggap sebagai sinyal akumulasi karena investor memindahkan aset ke wallet pribadi untuk disimpan dalam jangka panjang.
Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar melihat koreksi saat ini sebagai peluang membeli.
Selain itu, Cardano juga baru meluncurkan Leios Testnet, salah satu pengembangan teknologi terbesar yang dirancang untuk meningkatkan skalabilitas jaringan.
Leios diharapkan mampu meningkatkan kapasitas transaksi secara signifikan dan memperkuat posisi Cardano dalam persaingan blockchain generasi berikutnya.
Faktor fundamental inilah yang membuat sebagian investor tetap optimistis meskipun harga sedang tertekan.
Baca Juga: Pakar dan Analis: Cardano (ADA) Bisa Capai $2 Lebih Cepat dari Perkiraan?
Prospek Harga Cardano Setelah Koreksi Tajam
Dari perspektif teknikal, ADA saat ini berada dalam kondisi oversold. Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di bawah level 30, yang sering kali menandakan tekanan jual mulai berlebihan.
Beberapa analis juga mengamati munculnya bullish divergence, yaitu kondisi ketika harga mencetak titik terendah baru tetapi indikator momentum mulai menunjukkan perbaikan.
Jika akumulasi terus berlanjut dan pasar kripto membaik, ADA berpotensi kembali menguji area resistance di sekitar US$0,17 hingga US$0,20.
Namun jika tekanan pasar berlanjut dan Bitcoin kembali melemah, risiko penurunan menuju area US$0,12 masih terbuka.
Dengan kata lain, arah pergerakan Cardano dalam beberapa bulan ke depan akan sangat bergantung pada kombinasi faktor teknikal, sentimen pasar, dan perkembangan fundamental jaringan.
Mulai trading ADA/IDR bersama Bittime di sini!
Kesimpulan
Cardano sedang menghadapi periode yang penuh tantangan. Harga ADA anjlok akibat kombinasi insiden keamanan, likuidasi leverage, dan tekanan pasar kripto secara keseluruhan.
Meski demikian, tidak semua indikator menunjukkan kondisi negatif. Aktivitas akumulasi oleh investor besar serta peluncuran teknologi baru seperti Leios menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar masih percaya pada prospek jangka panjang Cardano.
Bagi investor, situasi saat ini menjadi pengingat bahwa volatilitas merupakan bagian tak terpisahkan dari pasar aset digital. Memahami faktor fundamental dan risiko pasar menjadi kunci sebelum mengambil keputusan investasi.
Tertarik trading Cardano? Selain pasangan ADA/IDR, Bittime juga menyediakan ADA/USDT untuk memudahkan strategi trading dan investasimu.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Mengapa ADA turun drastis?
Harga ADA turun karena kombinasi eksploitasi wallet yang menyebabkan kerugian jutaan dolar, likuidasi posisi leverage, dan tekanan dari kondisi pasar kripto global.
Apakah Cardano mengalami hack?
Jaringan Cardano tidak diretas secara langsung. Insiden terjadi pada wallet SecondFi (sebelumnya Yoroi) yang mengalami celah keamanan sehingga sekitar 16 juta ADA berhasil dicuri.
Apakah harga ADA bisa pulih?
Pemulihan tetap mungkin terjadi apabila sentimen pasar membaik, Bitcoin kembali menguat, dan perkembangan teknologi Cardano berhasil meningkatkan kepercayaan investor.
Apa itu Leios di Cardano?
Leios adalah pembaruan teknologi yang bertujuan meningkatkan skalabilitas dan kapasitas transaksi jaringan Cardano agar lebih efisien di masa depan.
Apakah saat ini ADA sedang oversold?
Berdasarkan indikator RSI, ADA berada di area oversold, yang berarti tekanan jual telah mencapai tingkat yang relatif tinggi dibanding rata-rata historisnya.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



