CZ Digugat di London, Ada Apa? Ini Kronologi Gugatan terhadap Pendiri Binance
2026-07-01
Dunia kripto kembali dikejutkan dengan kabar hukum baru: CZ digugat di London bersama dengan perusahaan bursa kripto terbesar di dunia, Binance. Sekitar 1.700 investor asal Inggris mengajukan gugatan kelompok ke Pengadilan Tinggi London dengan nilai tuntutan kompensasi mencapai £150 juta atau sekitar $200 juta dolar AS.
Peristiwa ini menjadi sorotan utama karena melibatkan Changpeng Zhao atau yang lebih dikenal dengan sebutan CZ, pendiri sekaligus mantan pemimpin Binance.
Key Takeaways
- Apa yang terjadi: Sekitar 1.700 investor Inggris mengajukan gugatan kelompok terhadap Binance dan CZ di pengadilan London.
- Nilai tuntutan: Kompensasi yang diminta mencapai £150 juta (sekitar $200 juta) akibat kerugian yang dialami para penanam modal.
- Inti permasalahan: Tuduhan terkait penjualan dan pemasaran produk derivatif kripto yang dianggap tidak sesuai aturan dan kurang jelas risikonya.
Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.
Apa Dasar Gugatan terhadap Binance dan CZ?
Binance digugat oleh para investor yang merasa dirugikan atas aktivitas perdagangan produk derivatif, seperti kontrak berjangka dan token dengan efek pengungkit atau leverage.
Menurut informasi yang beredar, inti dari CZ lawsuit ini adalah tuduhan bahwa Binance menawarkan dan memasarkan produk berisiko tinggi kepada investor ritel tanpa memberikan penjelasan risiko yang memadai, serta melanggar peraturan yang berlaku di Inggris.

(Ilustrasi: AI-generated image)
Berikut adalah poin-poin utama yang diajukan penggugat:
- Pelanggaran peraturan lokal: Otoritas Pengawas Keuangan Inggris (FCA) telah membatasi Binance untuk menawarkan produk derivatif kepada pengguna biasa sejak tahun 2021, namun diduga layanan tersebut tetap tersedia.
- Informasi tidak transparan: Para penggugat menyatakan bahwa risiko kerugian besar akibat penggunaan pengungkit tidak dijelaskan secara jelas dan jujur.
- Kerugian finansial nyata: Sebagian dari investor ini melaporkan kerugian mencapai puluhan ribu poundsterling akibat pergerakan harga yang fluktuatif.
Baca juga : USDT Diperdagangkan 8,5% Lebih Mahal di India, Apa Penyebabnya?
Kronologi Singkat Kasus Hukum Ini
Berikut urutan kejadian yang melatarbelakangi gugatan Binance Inggris ini:
- Peraturan Ditetapkan: Pada tahun 2021, FCA melarang Binance Markets Limited untuk melakukan aktivitas jasa keuangan di Inggris tanpa persetujuan resmi, khususnya untuk produk derivatif yang dianggap terlalu berisiko bagi investor biasa.
- Pengajuan Gugatan: Pada akhir Juni hingga awal Juli 2026, sekitar 1.700 investor membentuk gugatan kelompok dan mengajukan tuntutan hukum resmi ke Pengadilan Tinggi London.
- Tuntutan Ganti Rugi: Jumlah kompensasi yang diminta mencapai £150 juta, yang bertujuan menutupi kerugian yang dialami selama menggunakan layanan tersebut.
- Tahap Awal: Saat ini kasus baru memasuki tahap awal pemeriksaan. Belum ada tanggapan resmi lengkap dari tim hukum Binance maupun CZ terkait tuntutan ini.
Baca juga : Ansem Coin Jadi Sorotan Setelah Aksi Tato Viral, Apakah Harganya Masih Bisa Naik?
Siapa yang Terlibat?
Penggugat
Kelompok ini terdiri dari investor Inggris Binance yang merupakan pengguna biasa yang bertransaksi menggunakan fitur perdagangan dengan pengungkit di platform Binance. Mereka didampingi oleh firma hukum yang menangani kasus ganti rugi produk keuangan.
Tergugat
- Binance Holdings Limited: Induk perusahaan yang mengelola operasi bursa secara global.
- Changpeng Zhao (CZ): Pendiri dan pemegang saham utama, yang tetap menjadi tokoh sentral meskipun sudah tidak menjabat sebagai CEO aktif sejak tahun 2023.
Baca juga : Peringatan BIS 2026: Risiko Stablecoin bagi Negara Berkembang
Mengapa Kasus Ini Menarik Perhatian?
Kabar Binance UK lawsuit ini bukanlah satu-satunya masalah hukum yang dihadapi oleh bursa terbesar dunia ini. Dalam beberapa tahun terakhir, Binance telah menghadapi berbagai pengawasan ketat dan tuntutan hukum di Amerika Serikat, Eropa, dan berbagai negara lain.
Namun, kasus ini memiliki keunikan tersendiri:
- Skala besar: Melibatkan hampir 1.700 orang sekaligus, sehingga menjadi gugatan kelompok yang cukup besar di wilayah Eropa.
- Nilai tuntutan tinggi: Mencapai ratusan juta dolar, yang jika dikabulkan bisa berdampak signifikan pada keuangan perusahaan.
- Pengaruh pada regulasi: Hasil kasus ini bisa menjadi acuan bagi pengadilan lain dan pembuat aturan dalam mengatur batas aman produk kripto di masa depan.
Perlu diingat, dalam sistem hukum Inggris, gugatan baru diajukan belum berarti tuduhan sudah terbukti. Binance dan CZ masih memiliki hak untuk membela diri dan membantah setiap poin yang diajukan oleh penggugat.
Baca juga : Mengapa AS Menolak CBDC Sementara Eropa Justru Mendorong Euro Digital?
Apakah Ini Berdampak Bagi Pengguna di Luar Inggris?
Meskipun Changpeng Zhao lawsuit ini berlangsung di pengadilan London, dampaknya bisa terasa secara global:
- Pengawasan lebih ketat: Negara-negara lain mungkin akan semakin memperketat aturan izin usaha dan batasan produk berisiko tinggi.
- Transparansi yang lebih baik: Untuk menghindari kasus serupa, bursa kripto kemungkinan akan memperbaiki cara penyampaian informasi risiko kepada pengguna.
- Kepastian hukum: Keputusan pengadilan ini nantinya bisa menjadi rujukan penting mengenai tanggung jawab hukum platform terhadap kerugian pengguna.
Kesimpulan
Kabar CZ digugat di London menandakan bahwa industri kripto semakin masuk ke dalam pengawasan hukum yang ketat, seiring dengan pertumbuhan jumlah penggunanya.
Gugatan yang diajukan oleh investor Inggris Binance ini mengangkat isu penting mengenai perlindungan konsumen dan tanggung jawab penyedia layanan keuangan digital.
Meskipun hasil akhirnya masih panjang prosesnya, kasus ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa perdagangan aset kripto memiliki risiko, dan setiap produk harus dipasarkan sesuai aturan yang berlaku.
Bagi pengguna, ini juga menjadi momen untuk lebih teliti memahami risiko sebelum memutuskan menggunakan fitur apa pun di bursa.
Cek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), Polygon (POL), dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Mengapa CZ digugat di London?
CZ digugat bersama Binance karena dituduh menawarkan produk derivatif kripto yang melanggar peraturan Inggris dan tidak memberikan informasi risiko yang cukup kepada pengguna, menyebabkan kerugian finansial.
Berapa jumlah ganti rugi yang diminta?
Para penggugat meminta kompensasi setidaknya £150 juta atau sekitar $200 juta dolar AS untuk menutupi kerugian yang mereka alami.
Apakah Binance sudah merespons gugatan ini?
Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi lengkap dari tim hukum Binance atau CZ. Kasus ini baru berada pada tahap awal pengajuan tuntutan.
Apakah pengguna Binance di Indonesia terkena dampak langsung?
Secara hukum tidak langsung, namun kasus ini bisa mempengaruhi cara pengaturan dan pengawasan bursa kripto secara global, termasuk standar keamanan dan perlindungan pengguna.
Apa kemungkinan hasil dari kasus ini?
Hasilnya belum bisa diprediksi. Pengadilan akan memeriksa bukti dari kedua belah pihak, dan keputusannya bisa memakan waktu berbulan-bulan hingga tahunan.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



