Funding Rate Arbitrage Crypto: Cara Kerja dan Contoh Strateginya
2026-08-13
Pasar kripto tidak selalu harus diperdagangkan dengan menebak apakah harga Bitcoin atau altcoin akan naik atau turun.
Salah satu pendekatan yang mencoba mengurangi ketergantungan terhadap arah harga adalah funding rate arbitrage, yaitu strategi yang memanfaatkan pembayaran funding pada kontrak perpetual futures sambil menyeimbangkan eksposur melalui posisi lain.
Strategi ini sering dikaitkan dengan konsep delta neutral crypto, karena trader berusaha membuat keuntungan atau kerugian akibat perubahan harga pada satu posisi diimbangi oleh posisi lainnya.
Sumber return kemudian lebih banyak berasal dari funding rate atau perbedaan harga antar-pasar, bukan semata-mata capital gain.
Meskipun terdengar lebih defensif dibanding trading directional, funding arbitrage crypto bukan strategi bebas risiko.
Funding rate dapat berubah, spread spot-perpetual dapat melebar, dan posisi futures tetap memiliki risiko likuidasi apabila margin tidak dikelola dengan baik.
Key Takeaways
Funding rate arbitrage umumnya mengkombinasikan long spot dan short perpetual futures dengan nilai posisi seimbang ketika funding rate positif.
Tujuan pendekatan delta neutral crypto adalah mengurangi sensitivitas portofolio terhadap naik-turunnya harga aset dan mengincar pembayaran funding.
Return bersih tetap harus memperhitungkan trading fee, slippage, perubahan funding rate, basis risk, margin, dan risiko likuidasi.
Apa Itu Funding Rate Arbitrage?

Sumber: AI
Funding rate adalah pembayaran periodik yang terjadi antara pemegang posisi long dan short pada kontrak perpetual futures.
Mekanisme ini membantu menjaga harga kontrak perpetual agar tidak menyimpang terlalu jauh dari harga aset di pasar spot.
Ketika funding rate positif, secara umum trader long membayar trader short. Sebaliknya, apabila funding rate negatif, trader short membayar trader long. Dari mekanisme tersebut muncul strategi funding rate.
Trader dapat membangun dua posisi berlawanan sehingga paparan harga lebih netral, kemudian berusaha memperoleh funding dari sisi posisi yang menerima pembayaran.
Sebagai contoh, ketika funding positif, strategi dasarnya adalah membeli aset pada pasar spot dan membuka short dengan ukuran setara pada perpetual futures.
Konsep ini merupakan salah satu bentuk spot futures arbitrage yang banyak dibahas dalam strategi pasar derivatif kripto.
Baca Juga : Cara Menghitung Funding Fee Futures: Rumus Long dan Short
Cara Kerja Funding Arbitrage Crypto
Misalkan Bitcoin berada di harga US$60.000.
Trader membeli 1 BTC di pasar spot dan pada saat bersamaan membuka short BTC perpetual futures dengan notional yang kurang lebih setara.
Jika BTC kemudian naik menjadi US$63.000, kepemilikan spot memperoleh keuntungan sekitar US$3.000.
Namun, secara sederhana, short futures akan mengalami kerugian sekitar US$3.000 sebelum memperhitungkan perbedaan harga, biaya, funding, dan faktor lainnya.
Sebaliknya, jika BTC turun menjadi US$57.000, posisi spot kehilangan sekitar US$3.000 sedangkan short futures memperoleh sekitar US$3.000.
Inilah logika dasar delta neutral crypto: dua eksposur harga dibuat berlawanan agar perubahan harga tidak menjadi sumber utama return.
Posisi tersebut tidak benar-benar bebas risiko karena harga spot dan perpetual tidak selalu bergerak identik.
Selain itu, posisi futures menggunakan margin sehingga pergerakan ekstrem tetap dapat menciptakan tekanan pada akun.
Konversi 1 BTC menjadi IDR - Kurs Bitcoin ke Rupiah
Cara Mendapatkan Funding Rate dari Posisi Delta Neutral
Untuk memahami cara mendapatkan funding rate, anggap seorang trader memiliki posisi short perpetual senilai US$10.000 dan funding rate untuk periode berikutnya adalah +0,05%.
Secara sederhana:
Funding Payment = Nilai Notional × Funding Rate
Dengan nilai tersebut:
US$10.000 × 0,05% = US$5
Jika kondisi kontrak menetapkan bahwa short menerima funding, trader tersebut secara teoritis menerima US$5 pada settlement tersebut.
Rumus aktual dan harga yang digunakan dapat berbeda berdasarkan bursa dan produk.
Pembayaran funding ditentukan berdasarkan nilai posisi dan funding rate yang berlaku pada waktu settlement.
Interval funding juga tidak universal.
Beberapa kontrak menggunakan interval delapan jam, sementara produk lain dapat memiliki settlement yang lebih sering, sehingga trader harus selalu memeriksa spesifikasi kontraknya.
Jika ingin mulai mempelajari ekosistem perdagangan aset kripto dan derivatif, kamu juga dapat membuat akun Bittime.
Strategi Funding Rate Positif: Long Spot dan Short Perpetual
Konfigurasi paling mudah dipahami adalah long spot + short perpetual ketika funding rate positif. Trader membeli aset secara langsung, lalu menjual kontrak perpetual dalam jumlah yang sedekat mungkin dengan nilai kepemilikan spot.
Apabila short menjadi pihak penerima funding, pembayaran tersebut menjadi target utama strategi.
Pergerakan harga aset diharapkan sebagian besar saling mengkompensasi antara kedua posisi.
Namun, funding positif saat posisi dibuka tidak menjamin funding akan terus positif. Tingkat funding bersifat dinamis karena mencerminkan kondisi pasar dan ketidakseimbangan antara permintaan posisi long dan short.
Karena itu, strategi tidak cukup hanya dengan mencari angka funding tertinggi.
Stabilitas funding, likuiditas, spread, biaya eksekusi, dan kebutuhan margin harus diperhitungkan bersama.
Baca Juga : Futures Trading untuk Pemula: Cara Kerja, Tips, dan Risikonya
Funding Rate Negatif: Bisakah Strateginya Dibalik?
Secara teori, funding negatif berarti short membayar long. Trader mungkin mencoba konfigurasi berbeda agar posisi perpetual berada di sisi penerima funding.
Namun, membuat hedge terhadap posisi long perpetual tidak selalu sesederhana kebalikan dari long spot dan short perpetual.
Shorting aset di pasar spot dapat membutuhkan fasilitas margin atau borrowing, yang menimbulkan biaya pinjaman dan risiko tambahan.
Karena itulah keuntungan nominal dari funding rate harus dibandingkan dengan seluruh biaya pembentukan hedge. Funding yang terlihat besar belum tentu menghasilkan return bersih menarik.
Funding Rate Arbitrage vs Cash and Carry Crypto
Cash and carry crypto memiliki prinsip yang mirip karena sama-sama berupaya memanfaatkan perbedaan antara pasar spot dan derivatif dengan posisi yang saling mengimbangi.
Perbedaannya terletak pada sumber return utama.
Pada cash and carry tradisional, trader biasanya membeli aset spot dan menjual futures berjangka ketika futures diperdagangkan dengan premium, lalu menunggu basis menyempit ketika kontrak mendekati jatuh tempo.
Perpetual futures tidak memiliki tanggal kedaluwarsa. Karena itu, mekanisme funding dibutuhkan untuk membantu mempertahankan keterkaitan harga perpetual dengan pasar spot.
Funding rate arbitrage kemudian lebih berfokus pada pembayaran periodik tersebut, sedangkan cash and carry konvensional lebih berorientasi pada konvergensi basis menuju expiry.
Baca Juga : Strategi Long vs Short Crypto Futures: Kapan Harus Buy dan Sell?
Risiko Funding Rate Strategy yang Sering Terabaikan
Kesalahan terbesar adalah menganggap posisi delta neutral sama dengan posisi tanpa risiko. Risiko arah memang dapat ditekan, tetapi risiko lain tetap ada.
Pertama adalah funding reversal
Funding positif dapat menjadi nol atau negatif, sehingga posisi yang sebelumnya menerima pembayaran justru mulai membayar funding.
Kedua adalah basis risk
Yaitu perubahan hubungan antara harga spot dan perpetual. Ketiga adalah risiko likuidasi pada sisi futures apabila margin tidak mencukupi ketika pasar bergerak tajam.
Terakhir, ada trading fee, spread, slippage, biaya borrowing jika diperlukan, serta risiko operasional platform.
Keuntungan funding yang kecil dapat habis apabila posisi terlalu sering dibuka dan ditutup.
Baca Juga : Bagaimana Spread dan Slippage Mempengaruhi kurs USDT/IDR saat Trading di Exchange Indonesia
Bagaimana Memilih Peluang Spot Futures Arbitrage?
Funding rate tinggi saja bukan filter yang cukup.
Trader perlu melihat apakah pasar spot dan perpetual sama-sama mempunyai likuiditas memadai agar posisi dapat dibangun tanpa slippage besar.
Selanjutnya, bandingkan potensi funding dengan total biaya masuk dan keluar.
Funding rate juga sebaiknya diamati sepanjang beberapa periode agar trader tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan lonjakan sesaat.
Penggunaan leverage rendah juga dapat memberikan ruang margin yang lebih besar dibanding mengejar efisiensi modal secara agresif.
Dalam arbitrase, mempertahankan hedge sering kali lebih penting daripada mengejar return nominal tertinggi.
Baca Juga : Cara Trading Crypto di Indonesia untuk Pemula: Panduan Lengkap dan Mudah
Kapan Funding Rate Arbitrage Layak Dipertimbangkan?
Strategi ini lebih relevan ketika funding positif relatif konsisten, pasar mempunyai likuiditas tinggi, spread spot-perpetual terkendali, dan pendapatan funding masih menarik setelah memperhitungkan seluruh biaya.
Sebaliknya, funding arbitrage crypto menjadi kurang menarik ketika funding mendekati nol, berubah arah terlalu cepat, spread melebar, atau volatilitas meningkatkan risiko margin secara signifikan.
Artinya, cara mendapatkan funding rate bukan sekadar membuka posisi beberapa menit sebelum settlement.
Trader perlu menilai apakah return yang diharapkan sepadan dengan risiko dan modal yang terkunci.
Yuk mulai trading crypto dari aset terbesar seperti BTC/IDR dan ETH/IDR langsung di aplikasi Bittime.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu funding rate arbitrage crypto?
Funding rate arbitrage adalah strategi yang memanfaatkan pembayaran funding pada perpetual futures sambil menggunakan posisi lain untuk mengurangi eksposur terhadap pergerakan harga aset. Salah satu konfigurasi umum saat funding positif adalah long spot dan short perpetual dengan nilai yang seimbang.
Bagaimana cara mendapatkan funding rate?
Trader harus memiliki posisi perpetual pada saat settlement dan berada di sisi yang menerima funding. Jika funding positif, umumnya long membayar short; jika negatif, short membayar long.
Apakah funding rate arbitrage selalu untung?
Tidak. Funding dapat berubah arah, spread dapat melebar, biaya transaksi dapat menggerus return, dan posisi futures tetap memiliki risiko margin serta likuidasi.
Apa hubungan funding rate arbitrage dan delta neutral crypto?
Delta neutral adalah struktur posisi yang dibuat agar perubahan nilai satu posisi sebagian besar diimbangi oleh posisi berlawanan. Dalam funding arbitrage, pendekatan tersebut digunakan agar funding menjadi sumber return yang lebih dominan daripada arah harga.
Apa perbedaan spot futures arbitrage dan cash and carry crypto?
Spot futures arbitrage merupakan istilah yang lebih luas untuk strategi memanfaatkan hubungan harga spot dan derivatif. Cash and carry biasanya menggunakan spot dan futures berjangka untuk memperoleh keuntungan dari konvergensi basis, sedangkan funding arbitrage menggunakan perpetual futures dan mengejar pembayaran funding.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



