Dividen DMAS 2026: Bagi Investor Rp795 Miliar, Segini Besaran Dividen per Sahamnya

2026-09-11

Dividen DMAS 2026 Bagi Investor Rp795 Miliar, Segini Besaran Dividen per Sahamnya.png

Rp795 miliar mengalir ke rekening pemegang saham PT Puradelta Lestari Tbk pada awal Juli 2026. Angka itu adalah hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menetapkan dividen saham DMAS untuk tahun buku 2025 sebesar Rp16,5 per lembar. 

Bagi yang sudah lama memantau saham berkode DMAS ini, kabar dividen DMAS sebenarnya bukan hal baru. Pengembang Kota Deltamas ini nyaris tak pernah absen membagikan keuntungan sejak melantai di bursa satu dekade silam.

Yang menarik justru bukan sekadar nominalnya, melainkan pola di baliknya: DMAS konsisten membagikan hampir seluruh labanya kepada pemegang saham, jauh di atas kebiasaan emiten properti kebanyakan. Artikel ini mengurai detail pembagian dividen terbaru, rekam jejak historisnya, sampai proyeksi ke depan.

Key Takeaways

  • Dividen final tahun buku 2025 ditetapkan Rp16,5 per saham, total Rp795 miliar, setara payout ratio 99,37% dari laba bersih.
  • Pembayaran dilakukan 9 Juli 2026, dengan dividend yield sekitar 10,5% dihitung dari harga saham saat pengumuman.
  • Laba bersih dan pendapatan DMAS melonjak tajam pada semester I 2026, membuka peluang dividen lebih besar untuk tahun buku berikutnya.

Rincian Dividen DMAS Tahun Buku 2025: Rp16,5 per Saham, Rp795 Miliar

RUPST DMAS digelar pada 15 Juni 2026 dan menyetujui pembagian dividen final sebesar Rp795 miliar, atau Rp16,5 per saham. 

Menurut Kontan.co.id, dana ini mengalir ke pemegang saham berdasarkan proporsi kepemilikan masing-masing—pemegang saham pengendali PT Sumber Arusmulia kebagian sekitar Rp458,3 miliar, Sojitz Corporation menerima sekitar Rp200,02 miliar, sementara investor publik dengan porsi di bawah 5% memperoleh total Rp141,03 miliar.

Jadwalnya cukup rapat. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 24 Juni 2026, disusul ex dividen sehari setelahnya. 

Untuk pasar tunai, cum dividen berlangsung 26 Juni dan ex dividen 29 Juni 2026. Tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak (recording date) ditetapkan 26 Juni 2026, dengan pembayaran cair pada 9 Juli 2026.

Baca Juga: 10+ Coin AI Terbaik 2026: Ini Daftar Crypto Bertema Artificial Intelligence! 

Saat pengumuman, saham DMAS diperdagangkan di kisaran Rp156–157 per lembar. Dengan dividen Rp16,5 per saham, dividend yield yang ditawarkan mencapai sekitar 10,5%—jauh di atas rata-rata bunga deposito bank umum yang saat itu bertengger di angka 3% per tahun. 

Payout ratio dividen ini tercatat 99,37% dari laba bersih, hampir menyerahkan seluruh keuntungan tahun buku 2025 kepada pemegang saham.

Selain soal dividen, RUPST juga menyetujui pergantian jajaran komisaris: Muktar Widjaja mengundurkan diri dari kursi Presiden Komisaris dan digantikan Teky Mailoa, sementara Irhoan Tanudiredja masuk sebagai Komisaris Independen baru.

Kalau Anda sedang menata portofolio investasi—baik saham dividen seperti DMAS maupun aset digital—momen seperti ini bisa jadi pengingat pentingnya diversifikasi. Anda bisa mulai eksplorasi aset kripto dengan mendaftar akun di Bittime, platform exchange kripto yang sudah terdaftar dan diawasi OJK.

Rekam Jejak Dividen DMAS: Kenapa Rasionya Nyaris Selalu di Atas 90%?

Pola bagi-bagi untung DMAS bukan kebetulan sesaat. Sejak IPO pada 2015, perusahaan ini jarang menahan laba dalam porsi besar. Pada 2019, misalnya, DMAS membagikan dividen Rp2,02 triliun dengan payout ratio mencapai 152%—melebihi laba bersih tahun itu sendiri. 

Angka ini kemudian turun ke 113% pada 2020 (Rp1,51 triliun) dan 99% pada 2022 (Rp1,2 triliun), mengikuti tren perlambatan penjualan lahan industri di periode tersebut.

Tahun buku 2023 sempat jadi pengecualian. DMAS hanya membagikan dividen interim Rp12 per saham atau Rp578,37 miliar (setara payout ratio sekitar 47,8%), tanpa dividen final, seiring manajemen menahan sebagian laba untuk alokasi belanja modal. 

Baca Juga: Saham Masker MEDS: Mengenal Bisnis Emiten Alat Kesehatan dan Produk yang Dijual

Namun pada tahun buku 2024, DMAS kembali tancap gas: dividen final ditetapkan Rp29 per saham dengan total Rp1,397 triliun, setara payout ratio 104,8%—lagi-lagi melampaui laba bersih tahun berjalan. Pengumuman ini langsung direspons pasar dengan lonjakan harga saham hingga 17,88% dalam sehari.

Pola inilah yang membuat dividen DMAS per saham selalu dinanti pelaku pasar setiap tahun. Manajemen sendiri menegaskan bahwa tingginya rasio pembayaran adalah bentuk komitmen kepada pemegang saham, jauh di atas ketentuan minimal dalam prospektus IPO yang hanya mewajibkan pembagian 30% dari laba bersih.

Prospek Dividen DMAS ke Depan: Data Center Jadi Kunci

Kinerja keuangan DMAS pada semester I 2026 memberi sinyal bahwa tradisi dividen jumbo ini berpeluang berlanjut. Laba bersih perseroan melonjak 154% secara tahunan menjadi Rp1,1 triliun, sementara pendapatan naik 193,6% menjadi Rp1,8 triliun. Lonjakan ini didorong tingginya penyerapan lahan industri di Kota Deltamas.

Menariknya, permintaan lahan justru melampaui pasokan. Investor Daily melaporkan bahwa Head of Research Pluang Maju Sekuritas, Jason Gozali, mencatat permintaan lahan industri DMAS mencapai 85 hektare, sementara cadangan lahan per 30 Juni 2026 tersisa 60 hektare. 

Sekitar 70–75% dari permintaan tersebut datang dari sektor pusat data (data center), yang belakangan gencar berekspansi ke kawasan Cikarang karena kedekatan dengan Jakarta dan dukungan captive power. Pra-penjualan lahan DMAS pada semester I 2026 sendiri sudah mencapai Rp1,15 triliun, atau 55% dari target tahun ini sebesar Rp2,08 triliun.

Baca Juga: BIS Ungkap Potensi Baru XRP Ledger untuk Sistem Keuangan Digital

Meski begitu, keterbatasan cadangan lahan membuat sebagian analis lebih berhati-hati. RHB Sekuritas menurunkan rekomendasi saham DMAS dari buy menjadi neutral dengan target harga Rp190, mencerminkan diskon 45% terhadap nilai aset bersih (NAV) perseroan. 

Di sisi lain, proyeksi dividen tahun buku 2027 tetap menggiurkan: analis memperkirakan dividen bisa naik ke sekitar Rp30 per saham, dengan dividend yield sekitar 15% dan payout ratio sekitar 95%—konsisten dengan gaya DMAS yang selalu mengembalikan hampir seluruh laba ke pemegang saham.

Sebagai gambaran kondisi pasar terkini, per awal September 2026 saham DMAS diperdagangkan di level Rp200, naik lebih dari 34% hanya dalam sebulan terakhir dan 55% sepanjang tahun berjalan, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp9,64 triliun.

Baca Juga: 10 Situs Free Bitcoin Mining dan Faucet 2026, Mana yang Legit?

Kesimpulan

Dividen DMAS tahun buku 2025 sebesar Rp16,5 per saham atau total Rp795 miliar melanjutkan tradisi payout ratio tinggi yang jadi ciri khas emiten Grup Sinar Mas ini sejak IPO 2015. 

Meski sempat melambat pada 2023, lonjakan laba dan pendapatan di semester I 2026—didorong permintaan lahan industri dari sektor data center yang melampaui pasokan—membuka peluang dividen yang lebih besar lagi untuk tahun buku 2026 dan 2027. 

Pantau token saham AS: AMZONAMDONTSLAXNFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi, kamu bisa mulai trading di Bittime.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Berapa dividen DMAS untuk tahun buku 2025? 

DMAS membagikan dividen final Rp16,5 per saham, dengan total nilai Rp795 miliar, setara payout ratio 99,37% dari laba bersih.

Kapan pembayaran dividen DMAS 2026 dilakukan? 

Dividen dibayarkan pada 9 Juli 2026, dengan recording date pemegang saham yang berhak jatuh pada 26 Juni 2026.

Berapa dividend yield saham DMAS saat pengumuman? 

Berdasarkan harga saham sekitar Rp156–157 saat RUPST, dividend yield yang ditawarkan mencapai sekitar 10,5%.

Apakah DMAS akan membagikan dividen lagi di tahun buku 2027? 

Analis memproyeksikan dividen DMAS tahun buku 2027 bisa naik ke sekitar Rp30 per saham dengan payout ratio sekitar 95%, didukung lonjakan laba dari permintaan lahan industri.

Kenapa dividen DMAS selalu besar dibanding emiten properti lain? 

DMAS secara historis membagikan hampir seluruh labanya sebagai dividen, dengan payout ratio yang beberapa kali bahkan melebihi 100% dari laba bersih tahun berjalan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Jumlah Investor Kripto Indonesia Capai 22,93 Juta, Bagaimana dengan Nilai Transaksinya?
Jumlah Investor Kripto Indonesia Capai 22,93 Juta, Bagaimana dengan Nilai Transaksinya?

Jumlah investor kripto Indonesia mencapai 22,93 juta akun. Simak nilai transaksi Juli 2026, data OJK, dan perkembangan ekosistem kripto.

2026-09-11Baca