Capex Adalah: Pengertian, Cara Hitung, dan Bedanya dengan Opex

2026-07-23

Capex Adalah: Cara Hitung dan Bedanya dengan Opex

Capex adalah pengeluaran perusahaan untuk membeli, membangun, atau meningkatkan aset jangka panjang yang manfaatnya dapat digunakan lebih dari satu periode. Contohnya meliputi pembelian mesin, pembangunan pabrik, kendaraan operasional, perangkat teknologi, dan pengembangan aset tertentu.

Key Takeaways

  • Capex digunakan untuk memperoleh atau meningkatkan aset jangka panjang, bukan membiayai kegiatan operasional harian.
  • Capex dapat dihitung langsung dari laporan arus kas atau diperkirakan melalui perubahan aset tetap ditambah depresiasi.
  • Perbedaan utama Capex dan Opex terletak pada masa manfaat, pencatatan akuntansi, serta dampaknya terhadap arus kas dan laba.

Capex Adalah Apa?

Capital expenditure atau Capex adalah pengeluaran modal yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh, menambah, membangun, atau meningkatkan aset jangka panjang. Aset tersebut diharapkan memberikan manfaat ekonomi selama lebih dari satu periode akuntansi.

Capex Adalah: Cara Hitung dan Bedanya dengan Opex

Sumber: AI Generated Image

Pengeluaran Capex biasanya berkaitan dengan aset seperti:

  • Tanah dan bangunan.
  • Mesin produksi.
  • Kendaraan operasional.
  • Peralatan pabrik.
  • Komputer dan server.
  • Infrastruktur jaringan.
  • Perangkat lunak tertentu.
  • Renovasi besar.
  • Pembangunan gudang.
  • Pengembangan fasilitas usaha.

Misalnya, sebuah perusahaan membeli mesin produksi senilai Rp2 miliar yang akan digunakan selama delapan tahun. Pengeluaran tersebut tidak hanya memberikan manfaat pada tahun pembelian, tetapi juga mendukung kegiatan produksi selama beberapa tahun berikutnya.

Karena manfaatnya berlangsung dalam jangka panjang, nilai pembelian mesin umumnya dicatat sebagai aset. Bebannya kemudian dialokasikan secara bertahap melalui depresiasi selama masa manfaat aset, bukan langsung dibebankan seluruhnya sebagai biaya pada tahun pembelian. 

Prinsip pengakuan aset tetap, nilai tercatat, depresiasi, dan penurunan nilainya diatur dalam standar terkait properti, pabrik, dan peralatan.

Baca juga : Apa Itu Irys (IRYS)? Mengenal Fungsi Token, Teknologi, dan Cara Membelinya di Bittime

Mengapa Capex Penting bagi Perusahaan?

Capex menunjukkan seberapa besar perusahaan berinvestasi untuk mempertahankan atau mengembangkan kemampuan operasionalnya.

Perusahaan dapat menggunakan Capex untuk:

  • Menambah kapasitas produksi.
  • Mengganti mesin yang sudah usang.
  • Membuka cabang baru.
  • Membangun pusat distribusi.
  • Meningkatkan efisiensi operasional.
  • Mengembangkan infrastruktur digital.
  • Memenuhi standar keamanan.
  • Memperpanjang masa manfaat aset.
  • Mendukung ekspansi bisnis.

Capex yang tinggi tidak selalu buruk. Perusahaan yang sedang membangun pabrik atau memperluas jaringan mungkin membutuhkan investasi besar sebelum menghasilkan pendapatan tambahan.

Namun, Capex juga tidak otomatis menunjukkan kondisi yang sehat. Pengeluaran modal yang tidak direncanakan dengan baik dapat membebani kas, menambah utang, dan menghasilkan aset yang tidak produktif.

Karena itu, Capex perlu dievaluasi bersama pertumbuhan pendapatan, arus kas operasi, tingkat utang, utilisasi aset, dan hasil investasi perusahaan.

Baca juga : RE Protocol Coin: Definisi, Harga, dan Cara Belinya di Bittime

Apa Saja Jenis Capex?

Secara umum, Capex dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan penggunaannya.

Maintenance Capex

Maintenance Capex adalah pengeluaran untuk mempertahankan kapasitas dan kualitas operasi yang sudah ada.

Contohnya:

  • Mengganti mesin yang rusak atau usang.
  • Memperbarui server lama.
  • Merenovasi fasilitas agar tetap layak digunakan.
  • Mengganti kendaraan operasional lama.
  • Memperbarui sistem keamanan pabrik.

Tujuannya bukan memperbesar bisnis secara langsung, melainkan mencegah kemampuan operasional perusahaan menurun.

Growth Capex

Growth Capex adalah pengeluaran untuk memperluas kapasitas atau menciptakan sumber pertumbuhan baru.

Contohnya:

  • Membangun pabrik tambahan.
  • Membuka gerai baru.
  • Membeli lahan untuk ekspansi.
  • Menambah armada distribusi.
  • Membangun pusat data baru.
  • Mengembangkan lini produksi baru.

Growth Capex diharapkan menghasilkan kenaikan pendapatan atau efisiensi pada masa mendatang.

Mandatory Capex

Mandatory Capex merupakan pengeluaran modal yang diperlukan untuk memenuhi ketentuan hukum, keselamatan, lingkungan, atau standar industri.

Contohnya adalah pemasangan alat pengendali emisi, peningkatan sistem keselamatan, atau penggantian fasilitas agar memenuhi regulasi.

Baca juga : Apa Itu Rain One (RAIN)? Mengenal Fungsi Token, Ekosistem, dan Cara Kerjanya

Contoh Capex dalam Kegiatan Bisnis

Pemilik bisnis sering kesulitan membedakan pembelian aset dengan biaya rutin. Berikut beberapa contoh Capex yang mudah dikenali.

Perusahaan Manufaktur

Perusahaan membeli mesin otomatis senilai Rp5 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksi. Mesin tersebut digunakan selama beberapa tahun sehingga dikategorikan sebagai Capex.

Perusahaan Logistik

Perusahaan membeli 20 truk baru untuk memperluas jaringan distribusi. Pembelian kendaraan termasuk pengeluaran modal.

Perusahaan Teknologi

Perusahaan membeli server dan membangun pusat data untuk mendukung layanan digital. Pengeluaran tersebut dapat dikategorikan sebagai Capex jika memenuhi syarat kapitalisasi perusahaan.

Bisnis Ritel

Perusahaan merenovasi bangunan secara besar-besaran untuk membuka gerai baru. Renovasi yang meningkatkan manfaat atau memperpanjang masa penggunaan aset dapat diperlakukan sebagai Capex.

Usaha Kecil

Sebuah kedai kopi membeli mesin espresso komersial yang diperkirakan digunakan selama lima tahun. Pembelian tersebut termasuk Capex, bukan biaya operasional harian.

Baca juga : Apa Itu IF Coin? Memecoin Robinhood Chain, Legit atau Tidak?

Cara Menghitung Capex

Terdapat dua pendekatan umum untuk mengetahui nilai Capex perusahaan.

1. Melihat Laporan Arus Kas

Cara paling langsung adalah memeriksa bagian arus kas dari aktivitas investasi.

Pembayaran tunai untuk memperoleh aset tetap, aset takberwujud, dan aset jangka panjang lain umumnya disajikan sebagai arus kas investasi.

Nama akun yang dapat muncul antara lain:

  • Pembelian aset tetap.
  • Perolehan properti dan peralatan.
  • Pembelian tanah dan bangunan.
  • Akuisisi aset tetap.
  • Penambahan aset tetap.
  • Pembelian aset takberwujud.

Misalnya, laporan arus kas menunjukkan:

  • Pembelian mesin: Rp1,2 miliar.
  • Pembelian kendaraan: Rp300 juta.
  • Pembelian perangkat server: Rp500 juta.

Total Capex kas:

Rp1,2 miliar + Rp300 juta + Rp500 juta = Rp2 miliar

Pendekatan laporan arus kas biasanya lebih baik karena menunjukkan uang yang benar-benar dikeluarkan selama periode tersebut.

Baca juga : Apa Itu Ansemothy? Meme Coin Solana, Legit atau Berisiko?

2. Menggunakan Perubahan Aset Tetap

Jika rincian pembelian aset tidak tersedia, Capex dapat diperkirakan menggunakan nilai aset tetap bersih dan depresiasi.

Rumus sederhananya:

Capex = Aset Tetap Bersih Akhir − Aset Tetap Bersih Awal + Depresiasi

Rumus ini berasal dari hubungan bahwa aset tetap akhir pada dasarnya mencerminkan aset awal, ditambah pengeluaran modal, lalu dikurangi depresiasi. Namun, hasilnya merupakan perkiraan dan dapat terpengaruh oleh penjualan aset, akuisisi perusahaan, reklasifikasi, impairment, serta perubahan nilai tukar.

Contoh Perhitungan Capex

Sebuah perusahaan memiliki data berikut:

  • Aset tetap bersih awal tahun: Rp8 miliar.
  • Aset tetap bersih akhir tahun: Rp10 miliar.
  • Beban depresiasi: Rp1,5 miliar.

Perhitungannya:

Capex = Rp10 miliar − Rp8 miliar + Rp1,5 miliar

Capex = Rp3,5 miliar

Berdasarkan rumus tersebut, estimasi Capex perusahaan adalah Rp3,5 miliar.

Keterbatasan Rumus Capex

Rumus perubahan aset tetap tidak selalu menghasilkan angka pembelian aset yang persis.

Misalnya, perusahaan menjual mesin dengan nilai buku Rp500 juta. Penjualan tersebut menurunkan saldo aset tetap akhir dan dapat membuat hasil perhitungan Capex tampak lebih rendah.

Karena itu, investor sebaiknya membandingkan:

  • Laporan posisi keuangan.
  • Laporan arus kas.
  • Catatan aset tetap.
  • Beban depresiasi.
  • Penjualan atau pelepasan aset.
  • Akuisisi dan divestasi perusahaan.

Baca juga : Apa Itu Allora Coin (ALLO)? Cara Kerja dan Tokenomics

Perbedaan Capex dan Opex

Capex dan Opex sama-sama menyebabkan perusahaan mengeluarkan uang, tetapi tujuan serta perlakuan akuntansinya berbeda.

Capex

Capex digunakan untuk memperoleh atau meningkatkan aset jangka panjang.

Karakteristiknya:

  • Manfaat berlangsung lebih dari satu periode.
  • Dicatat sebagai aset jika memenuhi kriteria kapitalisasi.
  • Nilainya dialokasikan melalui depresiasi atau amortisasi.
  • Umumnya muncul pada aktivitas investasi dalam laporan arus kas.
  • Biasanya bernilai lebih besar dan tidak terjadi setiap hari.
  • Berhubungan dengan kapasitas atau infrastruktur perusahaan.

Opex

Operating expenditure atau Opex adalah biaya untuk menjalankan kegiatan bisnis sehari-hari.

Contohnya:

  • Gaji karyawan.
  • Tagihan listrik.
  • Sewa kantor jangka pendek.
  • Biaya pemasaran.
  • Bahan bakar.
  • Perlengkapan kantor.
  • Biaya internet.
  • Perawatan rutin.
  • Biaya administrasi.
  • Jasa profesional.

Opex umumnya langsung dibebankan pada laporan laba rugi dalam periode terjadinya karena manfaat ekonominya dikonsumsi dalam jangka pendek.

Baca juga : Pemula Wajib Tahu! Ini Persiapan Sebelum Trading Futures Crypto

Contoh Perbedaan Capex dan Opex

Perbedaan Capex dan Opex lebih mudah dipahami melalui situasi berikut.

Membeli Kendaraan dan Membeli Bahan Bakar

Pembelian kendaraan operasional termasuk Capex karena kendaraan digunakan dalam beberapa tahun.

Bahan bakar kendaraan termasuk Opex karena dikonsumsi untuk kegiatan harian.

Membeli Mesin dan Melakukan Servis Rutin

Pembelian mesin produksi baru termasuk Capex.

Servis kecil, pelumasan, dan perawatan rutin biasanya termasuk Opex karena hanya mempertahankan kondisi normal aset.

Namun, perbaikan besar yang memperpanjang masa manfaat atau secara signifikan meningkatkan kapasitas aset dapat memenuhi syarat sebagai Capex.

Membangun Kantor dan Membayar Listrik

Pembangunan gedung kantor termasuk Capex.

Tagihan listrik bulanan termasuk Opex.

Membeli Server dan Membayar Langganan Cloud

Pembelian server yang akan digunakan selama beberapa tahun dapat menjadi Capex.

Biaya langganan cloud bulanan biasanya menjadi Opex karena dibayar secara berkala untuk memperoleh layanan.

Baca juga : Pearl Coin (PRL): Mining Kripto Sambil Menjalankan AI, Benarkah Bisa?

Apakah Capex Dicatat sebagai Beban?

Capex tidak langsung dibebankan seluruhnya dalam laporan laba rugi apabila pengeluarannya memenuhi kriteria sebagai aset.

Misalnya, perusahaan membeli mesin Rp600 juta dengan masa manfaat enam tahun. Dalam ilustrasi depresiasi garis lurus tanpa nilai residu:

Depresiasi tahunan = Rp600 juta ÷ 6 tahun

Depresiasi tahunan = Rp100 juta

Perusahaan mencatat mesin sebesar Rp600 juta sebagai aset ketika dibeli. Selanjutnya, beban depresiasi Rp100 juta diakui setiap tahun selama enam tahun.

Meskipun pembebanannya dilakukan bertahap, arus kas keluar sebesar Rp600 juta dapat terjadi langsung ketika mesin dibayar.

Inilah alasan laba dan arus kas dapat memberikan gambaran berbeda. Laporan laba rugi hanya mencatat depresiasi periode berjalan, sedangkan laporan arus kas dapat menunjukkan pembayaran Capex dalam jumlah penuh.

Di Mana Capex Tercatat dalam Laporan Keuangan?

Capex dapat memengaruhi tiga laporan keuangan utama.

Laporan Posisi Keuangan

Capex menambah nilai aset tetap atau aset jangka panjang lain.

Setelah itu, nilai tercatat aset dapat berkurang karena depresiasi, amortisasi, penurunan nilai, atau pelepasan aset.

Laporan Laba Rugi

Nilai Capex tidak langsung muncul seluruhnya sebagai beban.

Yang muncul adalah depresiasi atau amortisasi selama masa manfaat aset.

Laporan Arus Kas

Pembayaran untuk membeli aset tetap umumnya dicatat sebagai arus kas keluar dari aktivitas investasi.

Baca juga : Apa Itu Gno.land (GNOT)? Blockchain Layer-1 Berbasis Go untuk Smart Contract

Hubungan Capex dengan Free Cash Flow

Capex merupakan komponen penting dalam perhitungan free cash flow.

Rumus sederhana free cash flow adalah:

Free Cash Flow = Arus Kas Operasi − Capex

Misalnya:

  • Arus kas operasi: Rp12 miliar.
  • Capex: Rp5 miliar.

Maka:

Free Cash Flow = Rp12 miliar − Rp5 miliar

Free Cash Flow = Rp7 miliar

Free cash flow menunjukkan kas yang tersisa setelah perusahaan membiayai operasi dan investasi aset jangka panjang.

Namun, investor perlu memahami penyebab Capex. Free cash flow yang rendah belum tentu buruk jika perusahaan sedang membangun fasilitas yang diperkirakan menghasilkan pertumbuhan besar.

Sebaliknya, free cash flow yang tinggi belum tentu selalu positif jika perusahaan menunda penggantian mesin dan kurang berinvestasi untuk mempertahankan daya saing.

Baca juga : Apa Itu WOLF Reserve (WOLF)? Mengenal Protokol ReserveFi Berbasis RWA

Cara Menilai Capex Perusahaan

Capex tidak sebaiknya dianalisis hanya berdasarkan besar atau kecilnya angka.

Perhatikan beberapa hal berikut:

Bandingkan dengan Pendapatan

Hitung seberapa besar Capex dibandingkan pendapatan perusahaan.

Perusahaan dengan Capex meningkat lebih cepat daripada penjualan perlu menjelaskan bagaimana investasi tersebut akan menghasilkan pertumbuhan.

Bandingkan dengan Depresiasi

Capex yang terus berada di bawah depresiasi dapat menunjukkan perusahaan kurang mengganti aset yang sudah menua.

Namun, perbandingan tersebut perlu mempertimbangkan efisiensi teknologi, pelepasan aset, dan perubahan model bisnis.

Periksa Arus Kas Operasi

Perusahaan yang mampu membiayai Capex dari arus kas operasi biasanya memiliki fleksibilitas lebih baik daripada perusahaan yang terus bergantung pada utang.

Perhatikan Tingkat Utang

Capex besar yang dibiayai dengan pinjaman dapat meningkatkan beban bunga dan risiko keuangan.

Evaluasi Hasil Investasi

Investor perlu melihat apakah Capex menghasilkan:

  • Kenaikan kapasitas.
  • Pertumbuhan pendapatan.
  • Margin yang lebih baik.
  • Efisiensi biaya.
  • Peningkatan arus kas.
  • Return on invested capital yang sehat.

Baca juga : Apa Itu Saham HSC? Pengertian, Risiko, dan Daftar Saham HSC Terbaru

Kesalahan Umum dalam Memahami Capex

Menganggap Semua Pembelian Peralatan sebagai Capex

Tidak semua barang otomatis dicatat sebagai aset. Perusahaan biasanya memiliki kebijakan batas kapitalisasi berdasarkan nilai, masa manfaat, dan materialitas.

Barang bernilai kecil dapat langsung dibebankan sebagai Opex meskipun digunakan lebih dari satu periode.

Menganggap Semua Perbaikan sebagai Opex

Perawatan rutin biasanya merupakan Opex. Namun, renovasi atau peningkatan besar yang memperpanjang umur dan menambah manfaat aset dapat dikapitalisasi.

Menganggap Capex Tinggi Selalu Positif

Capex yang besar dapat menunjukkan ekspansi, tetapi dapat pula mencerminkan proyek yang terlalu mahal atau pengelolaan modal yang buruk.

Mengabaikan Penjualan Aset

Rumus Capex berbasis perubahan aset tetap dapat menyesatkan apabila perusahaan melakukan penjualan aset besar.

Membandingkan Perusahaan dari Industri Berbeda

Perusahaan tambang, telekomunikasi, manufaktur, dan utilitas biasanya membutuhkan Capex tinggi.

Sebaliknya, perusahaan berbasis jasa atau perangkat lunak dapat memiliki kebutuhan aset fisik yang lebih rendah.

Capex dalam Keputusan Investasi

Bagi investor, Capex membantu menjelaskan bagaimana manajemen mengalokasikan modal.

Pertanyaan yang dapat diajukan antara lain:

  • Apakah Capex digunakan untuk pertumbuhan atau sekadar penggantian aset?
  • Apakah investasi menghasilkan peningkatan pendapatan?
  • Apakah perusahaan membiayai Capex dengan kas atau utang?
  • Apakah proyek selesai sesuai anggaran?
  • Berapa lama periode pengembalian modalnya?
  • Apakah perusahaan memiliki arus kas yang cukup?
  • Apakah Capex menciptakan keunggulan kompetitif?

Investor tidak cukup hanya melihat kenaikan aset tetap. Manajemen harus mampu menjelaskan alasan investasi, proyeksi manfaat, dan risiko proyek.

Untuk mengikuti berita bisnis, investasi, aset digital, dan perkembangan pasar terbaru, Anda dapat mendaftar di Bittime serta membaca pembaruan finansial secara berkala. Gunakan informasi keuangan sebagai bahan analisis, bukan satu-satunya dasar pengambilan keputusan.

Kesimpulan

Capex adalah pengeluaran perusahaan untuk memperoleh, membangun, mengganti, atau meningkatkan aset jangka panjang. Contohnya meliputi pembelian mesin, kendaraan, bangunan, server, dan fasilitas produksi.

Cara paling langsung mengetahui Capex adalah melalui laporan arus kas pada bagian aktivitas investasi. Jika data tersebut tidak tersedia, Capex dapat diperkirakan dengan menambahkan depresiasi pada perubahan aset tetap bersih.

Perbedaan utama Capex dan Opex terletak pada masa manfaat dan pencatatannya. Capex memberikan manfaat jangka panjang serta biasanya dikapitalisasi, sedangkan Opex digunakan untuk mendukung operasi harian dan umumnya langsung dibebankan.

Capex tinggi tidak selalu baik atau buruk. Nilainya harus dinilai berdasarkan tujuan investasi, kemampuan pendanaan, hasil yang diperoleh, dan karakter industri perusahaan.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan Capex?

Capex adalah pengeluaran untuk membeli, membangun, atau meningkatkan aset jangka panjang. Aset tersebut diharapkan memberi manfaat selama lebih dari satu periode.

Apa saja contoh Capex?

Contohnya adalah pembelian mesin, kendaraan, gedung, tanah, server, dan peralatan produksi. Renovasi besar yang meningkatkan manfaat aset juga dapat termasuk Capex.

Bagaimana rumus menghitung Capex?

Rumus sederhananya adalah aset tetap bersih akhir dikurangi aset tetap bersih awal, lalu ditambah depresiasi. Untuk hasil lebih akurat, periksa pembelian aset pada laporan arus kas dan catatan laporan keuangan.

Apa perbedaan Capex dan Opex?

Capex berkaitan dengan investasi aset jangka panjang, sedangkan Opex membiayai kegiatan operasional sehari-hari. Capex biasanya dikapitalisasi, sedangkan Opex langsung dibebankan dalam periode berjalan.

Apakah Capex mempengaruhi laba?

Capex tidak selalu mengurangi laba sebesar nilai pembelian pada tahun yang sama. Dampaknya biasanya masuk melalui beban depresiasi atau amortisasi selama masa manfaat aset.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Apa Itu Digital Oil ($OIL)? Memecoin dari Komentar Peter Schiff dan Cara Belinya
Apa Itu Digital Oil ($OIL)? Memecoin dari Komentar Peter Schiff dan Cara Belinya

Kenali Digital Oil ($OIL), asal narasi Peter Schiff, harga, cara beli di Solana, status legit, serta risiko memecoin yang wajib dicek sebelum membeli.

2026-07-23Baca