Bitcoin Menuju FOMC September, Apakah Rally BTC Bakal Terhenti?
2026-08-26
Bitcoin memasuki September dengan sentimen yang belum sepenuhnya stabil.
Setelah mencatat pemulihan pada akhir Agustus, perhatian pasar beralih ke pertemuan FOMC September 2026 yang dijadwalkan pada 15–16 September, terutama karena rekam jejak keputusan Federal Reserve sepanjang tahun menunjukkan respons Bitcoin cenderung negatif.
FOMC menjadi penting karena kebijakan suku bunga Fed mempengaruhi likuiditas, imbal hasil obligasi, dolar AS, dan selera investor terhadap aset berisiko.
Bagi Bitcoin, perubahan ekspektasi suku bunga dapat menentukan apakah rally BTC berlanjut atau justru berubah menjadi fase tekanan jual.
Key Takeaways
FOMC September 2026 berlangsung pada 15–16 September dan menjadi salah satu katalis makro terbesar bagi Bitcoin.
Tiga dari lima hari keputusan FOMC pada 2026 sejauh ini menjadi pivot bearish bagi BTC, sementara ETF spot Bitcoin di sebagian besar keputusan juga mencatat outflow.
Terdapat peluang 65,2% untuk mempertahankan suku bunga 3,50%–3,75%, tetapi risiko kenaikan suku bunga tetap ada.
Mengapa FOMC September Penting bagi Bitcoin?

Ilustrasi Gambar | Sumber : AI
Federal Open Market Committee atau FOMC merupakan komite Federal Reserve yang menentukan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Keputusan tersebut mencakup apakah suku bunga dinaikkan, diturunkan, atau dipertahankan.
Bagi Bitcoin, suku bunga memiliki hubungan erat dengan likuiditas. Suku bunga tinggi membuat biaya modal meningkat dan biasanya mengurangi minat terhadap aset berisiko seperti crypto.
Sebaliknya, pemangkasan suku bunga dapat meningkatkan daya tarik aset berisiko karena kondisi pembiayaan menjadi lebih longgar. Selain suku bunga, pasar juga memperhatikan quantitative tightening (QT).
Ketika Fed mengurangi ukuran neracanya, likuiditas sistem keuangan dapat ikut berkurang.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi aset seperti Bitcoin yang membutuhkan arus modal dan risk appetite untuk mempertahankan tren bullish.
Baca Juga: Short Squeeze Bitcoin Tembus US$1,23 Miliar, Mengapa Harga BTC Tiba-Tiba Naik?
Rekam Jejak Bitcoin FOMC 2026 Cenderung Bearish
Salah satu alasan pasar mulai waspada terhadap Bitcoin FOMC September adalah performa BTC pada hari-hari keputusan suku bunga sepanjang 2026.
The Fed telah mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%–3,75% dalam lima keputusan berturut-turut.
Namun, keputusan yang tampak sama ternyata menghasilkan respons harga Bitcoin yang berbeda.
Dari lima hari keputusan tersebut, Januari, Maret, dan Juni menjadi pivot bearish yang cukup jelas.
April justru memberikan respons bullish setelah Jerome Powell memberikan sinyal bahwa Fed tidak ingin melakukan pengetatan berlebihan yang dapat memicu credit crunch.
Bitcoin kemudian bergerak hingga sekitar US$82.500 pada Mei.
Juli relatif tidak tegas. Bitcoin tidak mendapatkan katalis bullish yang kuat meskipun suku bunga kembali dipertahankan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar tidak hanya bereaksi terhadap angka suku bunga, tetapi juga terhadap bahasa kebijakan dan pandangan Fed mengenai likuiditas.
Bitcoin Tekanan Jual Bisa Kembali Meningkat
Data likuidasi memperlihatkan betapa sensitifnya pasar crypto terhadap keputusan FOMC.
Pada Januari, setelah perkembangan terkait pencalonan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Fed memicu kekhawatiran mengenai kebijakan moneter, Bitcoin turun sekitar 7% dari US$84.600 menjadi US$78.700.
Pergerakan tersebut menyebabkan sekitar US$2,407 miliar posisi long di pasar crypto dilikuidasi, dibandingkan US$154,7 juta posisi short.
Angka tersebut masih menjadi salah satu episode likuidasi terbesar pada 2026.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa risiko tidak hanya datang dari penurunan harga BTC.
Ketika pasar derivatif memiliki leverage tinggi, perubahan kecil dalam ekspektasi Fed dapat memicu likuidasi berantai dan mempercepat pergerakan harga.
Karena itu, menjelang FOMC Bitcoin, open interest dan tingkat leverage menjadi indikator yang sama pentingnya dengan harga spot.
Baca Juga: Kevin Warsh dan Efek Likuiditas Ketat: Kenapa Crypto Tertekan Saat Fed Jadi Sorotan?
ETF Bitcoin Juga Memberi Sinyal Waspada
Pergerakan dana ETF spot Bitcoin di sekitar keputusan FOMC memperlihatkan pola yang tidak terlalu mendukung rally.
Data yang dikutip menunjukkan periode 48 jam di sekitar keputusan Januari mencatat outflow US$837,4 juta. Maret mencatat outflow US$253,7 juta, April US$114,1 juta, dan Juni US$172,9 juta.
Hanya keputusan Juli yang menghasilkan net inflow, sekitar US$265,2 juta.
Artinya, dalam sebagian besar keputusan FOMC 2026, investor ETF justru menarik dana ketika pasar menghadapi katalis kebijakan moneter.
Pola ini tidak berarti ETF pasti mencatat outflow pada September.
Namun, investor perlu memperhatikan data tersebut karena arus dana institusional dapat menjadi penyangga ketika harga Bitcoin menghadapi tekanan.
Mulai trading BTC/IDR bersama Bittime di sini!
Fed Rate September Bisa Ditahan atau Naik
FedWatch menunjukkan probabilitas 65,2% untuk mempertahankan suku bunga pada 3,50%–3,75%. Sementara itu, peluang kenaikan 25 basis poin ke 3,75%–4,00% berada di 34,8%.
Dengan demikian, skenario utama pasar masih berupa suku bunga Fed tetap.
Namun, mempertahankan suku bunga belum tentu otomatis bullish untuk Bitcoin.
Pasar dapat bereaksi negatif jika pernyataan Fed mengisyaratkan bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama.
Bahkan tanpa kenaikan suku bunga, kenaikan yield Treasury jangka panjang dapat memperketat kondisi finansial dan mengurangi daya tarik aset berisiko.
Baca Juga: Bitcoin Siap Hadapi Pergerakan Besar: Dampak Yield Treasury AS terhadap BTC
Yield Treasury Jadi Risiko Tambahan
Kondisi obligasi AS juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan menjelang keputusan Fed September.
Pada Juli, analis Darkfost mencatat yield Treasury 10 tahun mencapai 4,7%, sementara yield 30 tahun berada di atas 5,2%. Level tersebut disebut sebagai yang tertinggi sejak 2007.
Yield yang tinggi meningkatkan biaya kesempatan untuk memegang aset tanpa imbal hasil seperti Bitcoin.
Investor dapat memperoleh return yang lebih tinggi dari instrumen obligasi dengan risiko yang berbeda.
Jika yield terus naik sementara Fed tetap hawkish, likuiditas dapat semakin ketat. Kondisi tersebut berpotensi menjadi hambatan bagi Bitcoin rally meskipun suku bunga acuan tidak berubah.
Ingin mengikuti pergerakan Bitcoin dan aset crypto lainnya? Daftar di Bittime untuk memantau pasar crypto dalam satu platform.
Apakah Rally BTC Bisa Terhenti pada September?
Risiko koreksi memang meningkat jika FOMC September menghasilkan pesan hawkish. Namun, keputusan Fed bukan satu-satunya faktor yang menentukan arah Bitcoin.
Jika Fed mempertahankan suku bunga sekaligus memberikan sinyal lebih dovish mengenai kebijakan berikutnya, pasar dapat menafsirkan kondisi tersebut sebagai peluang bagi aset berisiko.
Arus dana ETF yang kembali positif juga dapat memperkuat respons bullish.
Sebaliknya, jika Fed menekankan inflasi yang masih tinggi, kemungkinan kenaikan suku bunga, atau kebutuhan mempertahankan kebijakan ketat lebih lama, Bitcoin tekanan jual dapat kembali meningkat.
Karena itu, prediksi Bitcoin September sebaiknya menggunakan dua skenario.
Skenario bullish membutuhkan perbaikan likuiditas dan sinyal dovish, sementara skenario bearish dapat muncul jika yield terus meningkat dan ekspektasi kebijakan semakin ketat.
Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin Agustus 2026: Reli Tajam BTC Menuju Level Berapa?
September Jadi Ujian Besar untuk Bitcoin
FOMC bukan satu-satunya agenda penting pada September.
Senat AS juga dijadwalkan melakukan pemungutan suara terhadap CLARITY Act pada 15 September, sehingga pasar crypto berpotensi menghadapi dua katalis besar dalam waktu berdekatan.
Kombinasi kebijakan moneter dan regulasi dapat meningkatkan volatilitas Bitcoin.
Jika sentimen regulasi positif bertemu dengan kebijakan Fed yang lebih lunak, BTC mendapatkan dua sumber katalis.
Sebaliknya, hasil yang mengecewakan dari kedua agenda tersebut dapat memperbesar tekanan pasar.
Inilah alasan September 2026 berpotensi menjadi bulan penting untuk menentukan arah harga Bitcoin berikutnya.
Konversi 1 BTC menjadi IDR - Kurs Bitcoin ke Rupiah
Kesimpulan
Bitcoin FOMC September menjadi perhatian karena rekam jejak 2026 menunjukkan tiga dari lima hari keputusan suku bunga menghasilkan pivot bearish untuk BTC.
Selain itu, sebagian besar periode keputusan tersebut diikuti outflow ETF spot Bitcoin.
Pasar saat ini lebih condong memperkirakan Fed mempertahankan suku bunga 3,50%–3,75%.
Namun, jika bank sentral memberikan sinyal hawkish atau yield Treasury kembali meningkat, rally BTC berpotensi kehilangan momentum.
Sebaliknya, sinyal dovish, likuiditas yang membaik, dan arus ETF yang kembali positif dapat membuka ruang bagi Bitcoin untuk melanjutkan pemulihan.
Jadi, pertanyaan utamanya bukan hanya apakah Fed menaikkan atau mempertahankan suku bunga, tetapi apa pesan Fed setelah keputusan tersebut.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu FOMC September 2026?
FOMC September 2026 adalah pertemuan Federal Reserve pada 15–16 September untuk menentukan arah kebijakan moneter dan suku bunga AS.
Apa dampak FOMC terhadap Bitcoin?
Keputusan FOMC dapat memengaruhi likuiditas, yield obligasi, dolar AS, dan risk appetite. Kebijakan hawkish cenderung menekan Bitcoin, sedangkan sinyal dovish biasanya lebih mendukung aset berisiko.
Apakah Fed akan menaikkan suku bunga pada September?
Saat laporan sumber diterbitkan, probabilitas Fed mempertahankan suku bunga 3,50%–3,75% mencapai 65,2%, sedangkan peluang kenaikan ke 3,75%–4,00% berada di 34,8%.
Mengapa Bitcoin bearish pada beberapa hari FOMC 2026?
Dari lima keputusan FOMC 2026, Januari, Maret, dan Juni menjadi pivot bearish bagi Bitcoin. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar crypto cukup sensitif terhadap perubahan ekspektasi kebijakan moneter.
Apakah rally BTC pasti berhenti setelah FOMC September?
Tidak. Reaksi Bitcoin bergantung pada keputusan aktual, panduan Fed, yield Treasury, arus ETF, dan posisi leverage. Sinyal dovish justru dapat menjadi katalis bagi rally BTC.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



