Harga Minyak Mentah CPO Hari Ini Turun, Ada Apa?
2026-08-26
Pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026, harga minyak mentah dunia mencatatkan penurunan yang cukup signifikan.
Harga CPO hari ini pun ikut tertekan.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,97% ke US$80,74 per barel, sementara minyak mentah Brent melemah ke US$85,47 per barel.
Penurunan ini berlangsung tiga hari berturut-turut dan menjadi yang terdalam dalam dua pekan terakhir.
Lantas, apa yang menyebabkan harga minyak turun dan bagaimana dampaknya terhadap crude palm oil CPO?
Key Takeaways
Harga minyak mentah dunia turun untuk tiga hari berturut-turut, dengan WTI di US$80,74 dan Brent di US$85,47 per barel pada 26 Agustus 2026.
Penurunan dipicu oleh harapan dibukanya kembali Selat Hormuz setelah Iran dan Oman membahas koridor navigasi bersama, serta sanksi AS terhadap Iran yang dinilai kurang agresif.
Harga CPO hari ini di Bursa Malaysia turun ke RM4.946 per ton, tertekan oleh pelemahan harga minyak mentah dan lesunya permintaan global.
Penyebab Utama Harga Minyak Mentah Turun
Harapan Pembukaan Selat Hormuz
Katalis utama penurunan harga minyak mentah adalah munculnya harapan baru bahwa Selat Hormuz dapat kembali dibuka.
Iran dan Oman dilaporkan membahas pembentukan "koridor navigasi sementara bersama" melalui Selat Hormuz serta pembersihan ranjau di jalur tersebut.
Sebelum perang pecah pada Februari 2026, Selat Hormuz menjadi jalur bagi sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
Pembukaan kembali jalur strategis ini akan memulihkan pasokan energi global dan menekan harga.
Baca Juga : Selat Hormuz Kembali Terancam, Akankah Harga Minyak Melonjak?
Sanksi AS terhadap Iran Kurang Agresif
Faktor kedua adalah evaluasi pasar terhadap sanksi terbaru AS terhadap Iran.
Washington mengumumkan langkah tekanan ekonomi pada Senin, namun tidak menyebutkan negara sasaran maupun jadwal pemberlakuan.
Pasar menilai tekanan ekonomi ini memiliki risiko lebih kecil terhadap pasokan minyak dibandingkan eskalasi konflik militer.
Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, Ole Hansen, menegaskan bahwa pergeseran dari konflik militer menuju tekanan ekonomi telah mengurangi kecemasan di pasar minyak.
Baca Juga : Setelah Selat Hormuz Dibuka: Apakah Sektor AI Kembali Jadi Primadona?
AS Mulai Mengirim Kembali Personel Diplomatik
Amerika Serikat mulai mengirim kembali personel ke misi diplomatik di Timur Tengah yang sebelumnya dievakuasi akibat ketegangan dengan Iran.
Langkah ini mengindikasikan Washington melihat risiko eskalasi konflik jangka pendek mulai menurun, yang semakin meredakan kekhawatiran pasar.
Tertarik berinvestasi di komoditas dan aset kripto? Daftar sekarang di Bittime, platform investasi aset digital terpercaya di Indonesia, dan mulai diversifikasi portofolio Anda dengan aman.
Dampak Terhadap Harga CPO Hari Ini

Penurunan harga minyak mentah memberikan efek domino terhadap komoditas turunannya, termasuk crude palm oil CPO.
CPO Ikut Terkoreksi
Harga CPO hari ini di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) turun menjadi RM4.946 per ton, melemah RM72 atau 1,43% dari perdagangan sebelumnya.
Sebelumnya, pada 24 Agustus 2026, kontrak CPO pengiriman September 2026 bahkan jatuh 71 ringgit menjadi RM4.720 per ton.
Pelemahan Permintaan Global
Selain faktor minyak, harga CPO juga tertekan oleh lesunya permintaan global.
Kementerian Perdagangan mencatat harga referensi CPO periode Agustus 2026 turun 0,44% menjadi US$996,52 per metrik ton, dipicu melemahnya permintaan dari negara-negara importir.
Baca Juga : Cara Beli U.S Oil (USOR): Panduan Lengkap untuk Pemula
Proyeksi ke Depan
Trading Economics memproyeksikan harga minyak mentah akan pulih ke US$88,76 per barel pada akhir kuartal III 2026 dan mencapai US$103,86 dalam 12 bulan mendatang.
Namun, risiko tetap tinggi.
Ritterbusch and Associates menilai penurunan tajam ini kemungkinan merupakan reaksi berlebihan pasar.
Perusahaan memperingatkan harga minyak dapat kembali melonjak jika Iran melancarkan serangan militer terhadap instalasi AS di Timur Tengah.
Analis Fujitomi Securities, Mitsuru Muraishi, memperkirakan harga akan bergerak dalam rentang tertentu untuk sementara waktu di tengah ketidakpastian yang masih membayangi.
Baca Juga : Apa Itu American Virtual Oil Fund (AVOF)? Memecoin Minyak AS di Solana
Kesimpulan
Harga minyak mentah dan crude palm oil CPO mengalami penurunan pada 26 Agustus 2026.
Pemicu utamanya adalah harapan dibukanya kembali Selat Hormuz serta sanksi AS terhadap Iran yang dinilai kurang agresif dari ekspektasi pasar.
Namun, ketidakpastian geopolitik masih tinggi. Investor perlu terus memantau perkembangan negosiasi Iran-Oman dan kebijakan AS ke depan.
Penurunan ini mungkin hanya koreksi jangka pendek, mengingat harga minyak masih naik sekitar 40% sepanjang tahun 2026.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Mengapa harga minyak mentah turun pada 26 Agustus 2026?
Harga minyak turun karena muncul harapan pembukaan kembali Selat Hormuz setelah Iran dan Oman membahas koridor navigasi bersama. Selain itu, sanksi AS terhadap Iran dinilai kurang agresif oleh pasar sehingga kekhawatiran terhadap pasokan minyak berkurang.
Berapa harga minyak mentah dan CPO hari ini?
Harga minyak mentah WTI berada di US$80,74 per barel dan Brent di US$85,47 per barel. Harga CPO hari ini di Bursa Malaysia tercatat RM4.946 per ton.
Apa hubungan antara harga minyak dan harga CPO?
Crude palm oil CPO memiliki korelasi dengan harga minyak mentah karena CPO digunakan sebagai bahan baku biodiesel (B50 di Indonesia) dan bersaing dengan minyak nabati lainnya. Ketika harga minyak turun, CPO cenderung ikut tertekan.
Apakah harga minyak akan terus turun?
Proyeksi menunjukkan harga minyak mentah berpotensi pulih ke US$88,76 per barel pada akhir kuartal III 2026. Namun, risiko geopolitik masih tinggi dan dapat memicu volatilitas sewaktu-waktu.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



