Asing Borong MAPI Rp9,33 Triliun: Sahamnya Masih Menarik?

2026-08-04

Asing Borong MAPI Rp9,33 Triliun Sahamnya Masih Menarik.png

Pukul 14.40 WIB, Senin (3/8/2026), layar perdagangan Bursa Efek Indonesia menampilkan angka yang jarang terjadi pada emiten ritel: saham MAPI melonjak 22,19 persen hanya dalam sehari, sempat menyentuh Rp1.940 per lembar. 

Investor asing tercatat memborong saham Mitra Adiperkasa senilai Rp9,33 triliun dalam sepekan terakhir Juli 2026, jumlah yang tidak biasa untuk saham sektor gaya hidup dan fashion. 

Rampungnya proses tender offer dan laba bersih yang melonjak hampir 27 persen membuat saham ini jadi buruan banyak trader pagi itu.

Yang menarik, angka Rp9,33 triliun itu tidak muncul begitu saja. Ada cerita panjang tiga bulan di baliknya, mulai dari pergantian pengendali perusahaan sampai laporan keuangan yang baru dirilis awal Agustus. Berikut pembahasan lengkapnya.

Key Takeaways

  • Saham MAPI melonjak 22 persen dalam sehari ke Rp1.940, dipicu rampungnya tender offer dan laba bersih semester I 2026 naik 26,9 persen jadi Rp1,45 triliun.
  • Nilai "borongan asing" Rp9,33 triliun sebagian besar berasal dari settlement mandatory tender offer di pasar negosiasi, bukan murni akumulasi beli spontan di pasar reguler.
  • Pengendali baru MAPI, Pacific Universal Investments bersama CVC Capital Partners, kini menguasai 87,24 persen saham usai tender offer selesai 29 Juli 2026.

Kronologi Reli Saham MAPI: dari Ganti Pengendali sampai Laba Melonjak

Cerita ini sebenarnya dimulai 8 Mei 2026, jauh sebelum harga saham MAPI meledak. Pacific Universal Investments Pte. Ltd., perusahaan investasi asal Singapura, mengambil alih 51 persen saham MAPI dari PT Satya Mulia Gema Gemilang, pemegang saham lama yang berafiliasi dengan keluarga Marisa Kolonas. 

Nilai transaksinya Rp11,81 triliun dengan harga Rp1.395 per saham, dan proses ini melibatkan CVC Capital Partners, firma private equity global dilansir Bareksa.

Karena ada perubahan pengendali, aturan pasar modal mewajibkan pembeli menggelar mandatory tender offer (MTO) kepada pemegang saham publik. 

Harga MTO ditetapkan Rp1.550 per saham, sekitar 11 persen di atas harga akuisisi awal. Periode penawarannya berlangsung 18 Juni sampai 17 Juli 2026.

Hasilnya cukup besar: 796 investor ikut serta dengan total 6,02 miliar saham atau 36,24 persen dari seluruh saham beredar. Transaksi ini resmi settle pada 29 Juli 2026. Setelah proses ini rampung, struktur kepemilikan pengendali berubah jadi:

  • Pacific Universal Investments — 51,00%
  • Samudra (Investment) Pte. Ltd. — 30,00%
  • Ocean Continuum Pte. Ltd. — 6,24%

Total kelompok pengendali baru kini menguasai 87,24 persen saham MAPI. Kepastian struktur kepemilikan inilah yang jadi salah satu alasan investor mulai berani masuk lagi, karena ketidakpastian soal siapa yang mengendalikan perusahaan sudah hilang.

Baca Juga: 7 Alasan Kamu Harus Mulai Investasi di Tokenized Stock

Tiga hari setelah settlement itu, tepatnya 1 Agustus 2026, MAP merilis laporan keuangan semester I 2026 dengan laba bersih naik 26,9 persen. 

Dua peristiwa yang berdekatan waktu ini saling memperkuat sentimen positif, sampai akhirnya saham MAPI melesat ke level tertinggi 52 minggu pada 3 Agustus.

Momentum kenaikan saham seperti ini biasanya jadi pengingat pentingnya tidak menaruh seluruh dana di satu jenis aset saja. 

saham MAPI.png

Pergerakan harga saham MAPI hari ini. Sumber: TradingView

Rp9,33 Triliun Itu Bukan Borongan Spontan, Begini Faktanya

Judul-judul berita yang bilang "asing borong MAPI Rp9,33 triliun" secara teknis benar, tapi perlu penjelasan tambahan supaya tidak salah paham.

Angka itu identik dengan nilai settlement MTO yang tercatat di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia pada 29 Juli 2026: 6.015.151.902 saham berpindah tangan pada harga Rp1.550 per saham, hanya dalam dua kali frekuensi transaksi berdasarkan laporan IDX Channel

Karena pembelinya adalah entitas asing, transaksi penyelesaian tender offer ini otomatis tercatat sebagai net foreign buy dalam statistik bursa harian.

Jadi bukan berarti ada gelombang investor asing baru yang tiba-tiba ramai-ramai memborong saham MAPI di pasar reguler dalam sehari. Ini murni mekanisme administratif dari aksi korporasi yang memang sudah direncanakan sejak Mei.

Baca Juga: Apa Itu Saham HSC? Pengertian, Risiko, dan Daftar Saham HSC Terbaru

Meski begitu, ada sinyal yang lebih organik: pada penutupan perdagangan 31 Juli 2026, MAPI kembali tercatat sebagai saham dengan net buy asing terbesar di seluruh IHSG dilansir Kompas

Artinya minat asing memang berlanjut setelah settlement tender offer selesai, bukan cuma transaksi tunggal yang kebetulan besar.

Reli harga saham pada 3 Agustus juga terjadi saat kondisi pasar secara umum sedang datar. IHSG sore itu justru ditutup melemah tipis 0,03 persen ke 6.234,50, sementara MAPI tetap masuk jajaran top gainer indeks LQ45. 

Ini menunjukkan kenaikan MAPI murni digerakkan katalis internal perusahaan, bukan ikut arus pasar secara keseluruhan.

Kalau kamu ingin memperluas eksposur investasi ke aset kripto sebagai pelengkap portofolio saham dan reksa dana, kamu bisa mulai eksplorasi pasar aset digital dan tokenized stocks lewat Bittime, exchange kripto yang terdaftar dan diawasi OJK, lalu daftar akun untuk mulai trading. 

Kinerja Keuangan MAPI Semester I 2026: Laba Tumbuh Dua Digit

Di luar drama tender offer, fundamental MAPI memang sedang solid. Berikut ringkasan kinerja Januari-Juni 2026 dibanding periode sama tahun lalu:

  • Pendapatan bersih: Rp24,16 triliun, naik 23,4 persen
  • Laba kotor: Rp9,76 triliun, naik 17,0 persen
  • Laba usaha: Rp2,02 triliun, naik 23,2 persen
  • EBITDA: Rp3,8 triliun
  • Laba bersih: Rp1,45 triliun, naik 26,9 persen
  • Laba per saham (EPS): Rp73, naik dari Rp58

Manajemen menyebut pertumbuhan ini ditopang trafik pelanggan yang meningkat pasca-Lebaran, momentum libur sekolah, serta portofolio merek yang tetap relevan dengan kebutuhan konsumen (Bareksa). Neraca keuangan per 30 Juni 2026 juga terlihat sehat: total aset Rp35,42 triliun, liabilitas Rp16,71 triliun, dan ekuitas Rp18,71 triliun.

Tren pertumbuhan ini sebenarnya sudah terlihat sejak kuartal pertama, saat pendapatan MAPI naik 32,04 persen menjadi Rp12,29 triliun dengan laba bersih Rp628,04 miliar. Anak usahanya, MAP Aktif Adiperkasa (MAPA), turut mencatat kenaikan laba 38,41 persen jadi Rp470,57 miliar pada periode yang sama.

Untuk sisa tahun 2026, MAP sudah menyiapkan capex Rp2 triliun dengan target membuka 550-600 toko baru, termasuk gerai pertama Ace Hardware yang dijadwalkan buka Juli atau Agustus 2026. 

Ekspansi regional juga berjalan lewat pembukaan toko Timberland di Thailand serta Abercrombie & Fitch dan Hollister di Filipina.

Baca Juga : Daftar Saham dengan Investor Terbanyak di Indonesia 2026

Apa yang Perlu Dicermati Sebelum Ikut Beli Saham MAPI?

Sebelum ikut arus, ada beberapa hal yang layak dipertimbangkan matang-matang.

Pertama, soal valuasi. Kiwoom Sekuritas sempat memberi rekomendasi beli untuk MAPI dengan target harga Rp1.900 per saham pada Mei 2026. 

Target itu sudah tercapai bahkan terlampaui pada sesi siang 3 Agustus, artinya harga saham kini sudah masuk area yang dianggap wajar oleh analis, bukan lagi murah.

Kedua, kenaikan 22 persen dalam sehari itu rawan memicu aksi ambil untung. Setelah reli setajam ini, koreksi jangka pendek adalah hal yang wajar terjadi di pasar saham, apalagi saham yang baru saja menyentuh level tertinggi 52 minggu.

Ketiga, tekanan daya beli masyarakat tetap jadi faktor risiko untuk sektor ritel gaya hidup secara keseluruhan, meski fundamental MAPI sendiri masih kuat. 

Investor sebaiknya memantau apakah pertumbuhan laba bisa berlanjut di semester kedua, dan bagaimana sinergi pengendali baru terealisasi dalam strategi bisnis ke depan.

Baca Juga: Daftar Saham dengan Dividend Yield Tertinggi di 2026

Kesimpulan

Reli saham MAPI bukan cerita satu peristiwa, melainkan akumulasi dari tiga bulan aksi korporasi yang berujung manis: pergantian pengendali yang tuntas, laba bersih yang tumbuh dua digit, dan minat asing yang genuinely berlanjut setelah settlement tender offer. 

Angka Rp9,33 triliun memang mencolok, tapi sebagian besar adalah efek mekanis dari penyelesaian MTO, bukan murni ledakan minat beli baru.

bittime biaya withdrawal murah

Pantau token saham AS: AMZONAMDONTSLAXNFLXON MSFTON dan lebih banyak lagi, kamu bisa mulai trading di Bittime

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Kenapa saham MAPI bisa melonjak 22 persen dalam sehari? 

Kenaikan ini dipicu kombinasi rampungnya proses mandatory tender offer pada 29 Juli 2026 dan rilis laporan keuangan semester I 2026 yang menunjukkan laba bersih naik 26,9 persen.

Apakah Rp9,33 triliun itu benar-benar dana beli baru dari investor asing? 

Sebagian besar angka tersebut adalah nilai settlement tender offer di pasar negosiasi, bukan murni akumulasi beli spontan di pasar reguler.

Siapa pengendali baru PT Mitra Adiperkasa Tbk? 

Pengendali baru MAPI adalah Pacific Universal Investments Pte. Ltd. bersama afiliasinya, Samudra (Investment) Pte. Ltd. dan Ocean Continuum Pte. Ltd., dengan total kepemilikan 87,24 persen.

Apakah saham MAPI masih layak dibeli setelah reli tajam ini?

Target harga analis Rp1.900 sudah tercapai, sehingga valuasi kini dianggap lebih wajar, namun risiko aksi ambil untung jangka pendek tetap perlu diwaspadai investor.

Berapa laba bersih MAPI pada semester I 2026? 

MAPI membukukan laba bersih Rp1,45 triliun pada semester I 2026, naik 26,9 persen dibandingkan Rp1,15 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

BRPT, TPIA, BREN hingga CUAN: Mana yang Layak Dipantau?
BRPT, TPIA, BREN hingga CUAN: Mana yang Layak Dipantau?

Laba BRPT dan TPIA anjlok di semester I 2026, BREN justru melesat 29%. Simak data dan prospek saham Grup Barito semester II.

2026-08-04Baca