Arthur Hayes Jual 6.000 ETH Rugi US$606 Ribu, Buyback Lagi 1.900 ETH di US$1.920
2026-07-17
Pergerakan dompet Arthur Hayes kembali menjadi sorotan publik. Pendiri BitMEX itu diketahui kembali membeli Ethereum (ETH) setelah sebelumnya menjual sekitar 6.000 ETH dan menanggung kerugian sekitar US$606 ribu.
Aksi akumulasi terbaru ini memicu spekulasi baru mengenai prospek harga Ethereum, terutama karena transaksi dilakukan ketika sentimen terhadap ETH mulai membaik.
Key Takeaways
- Arthur Hayes kembali membeli lebih dari 1.900 ETH setelah menjual 6.000 ETH beberapa pekan sebelumnya.
- Pembelian dilakukan melalui transaksi OTC yang melibatkan FalconX dan Galaxy Digital.
- Aksi investor besar dapat memengaruhi sentimen pasar, tetapi bukan jaminan harga Ethereum akan langsung naik.
Arthur Hayes Kembali Masuk ke Ethereum
Data on-chain menunjukkan Arthur Hayes kembali meningkatkan kepemilikan Ethereum melalui dua transaksi terpisah. Menurut laporan Yellow.com yang mengutip data Onchain Lens dan Lookonchain, Hayes lebih dahulu mentransfer sekitar US$1,25 juta dalam bentuk USDC ke FalconX.
Tak lama kemudian, dompet yang dikaitkan dengannya menerima sekitar 646,33 ETH dari Galaxy Digital melalui transaksi over-the-counter (OTC). Setelah itu, ia kembali membeli sekitar 1.293 ETH, sehingga total akumulasinya mencapai lebih dari 1.900 ETH dengan nilai sekitar US$3,7 juta.
Penggunaan transaksi OTC menunjukkan pembelian dilakukan di luar bursa terbuka. Cara ini lazim dipakai investor institusi atau whale untuk mengurangi dampak transaksi besar terhadap harga pasar.
Yuk daftar di Bittime dengan proses cepat, aman, dan mudah.
Mengapa Aksi Ini Menjadi Sorotan?
Yang membuat transaksi ini menarik adalah perubahan posisi Hayes dalam waktu yang relatif singkat.
Kurang dari satu bulan sebelumnya, ia diketahui menjual sekitar 6.000 ETH dengan harga rata-rata sekitar US$1.690 per koin. Berdasarkan data yang dikutip Yellow.com, transaksi tersebut membuat Hayes mencatat kerugian sekitar US$606 ribu.
Kini, ia justru kembali membeli Ethereum di kisaran US$1.920 per ETH. Artinya, Hayes memilih masuk kembali pada harga yang lebih tinggi dibandingkan saat ia melepas kepemilikannya.
Langkah tersebut memunculkan berbagai spekulasi. Sebagian analis menilai Hayes melihat perubahan kondisi pasar yang membuat prospek Ethereum kembali menarik. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Hayes mengenai alasan spesifik di balik keputusan tersebut.
Baca Juga: Arthur Hayes: Jangan Beli Bitcoin Sekarang, Tunggu Sinyal Ini!
Apakah Ini Sinyal Bullish untuk Ethereum?
Pergerakan investor besar sering dijadikan acuan untuk membaca sentimen pasar. Ketika seorang tokoh seperti Arthur Hayes kembali mengakumulasi ETH, sebagian pelaku pasar menganggapnya sebagai sinyal positif.
Meski demikian, transaksi satu investor tidak dapat dijadikan dasar tunggal untuk memprediksi arah harga Ethereum. Harga ETH tetap dipengaruhi berbagai faktor lain, mulai dari arus dana ETF Ethereum Spot, aktivitas jaringan, perkembangan sektor DeFi, hingga kondisi makroekonomi global.
Yang menarik, pembelian Hayes terjadi ketika narasi mengenai Ethereum kembali menguat. Adopsi tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA), pertumbuhan stablecoin, serta meningkatnya aktivitas institusi menjadi beberapa faktor yang terus mendukung ekosistem Ethereum.
Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin Menurut Arthur Hayes hingga 500K USD 2026
Ethereum Masih Menjadi Pusat Ekosistem Blockchain
Terlepas dari fluktuasi harga jangka pendek, Ethereum tetap memegang peran penting dalam industri aset digital.
Sebagian besar aplikasi DeFi, proyek tokenisasi aset, NFT, hingga stablecoin masih dibangun di atas jaringan Ethereum. Dominasi tersebut membuat banyak investor institusi tetap mempertahankan ETH sebagai salah satu aset utama dalam portofolio mereka.
Dalam beberapa bulan terakhir, Ethereum juga menjadi fondasi berbagai proyek tokenisasi yang melibatkan institusi besar. Tren tersebut memperkuat pandangan bahwa utilitas jaringan Ethereum terus berkembang di luar fungsi sebagai aset investasi.
Baca Juga: Arthur Hayes Dump WLD Hanya Beberapa Hari Setelah Prediksi Bullish AI
Rekam Jejak Arthur Hayes
Arthur Hayes dikenal sebagai investor dengan strategi yang cukup fleksibel. Selain Ethereum, ia beberapa kali mengubah posisi investasinya pada berbagai aset kripto seperti Hyperliquid (HYPE), NEAR Protocol, Worldcoin (WLD), Synapse (SYN), hingga Zcash (ZEC).
Perubahan portofolio tersebut menunjukkan bahwa Hayes aktif menyesuaikan strategi berdasarkan kondisi pasar. Oleh karena itu, keputusan membeli kembali Ethereum belum tentu mencerminkan pandangan jangka panjang, melainkan bisa menjadi bagian dari strategi investasi yang lebih dinamis.
Bagi investor ritel, aktivitas whale seperti Hayes sebaiknya dijadikan informasi tambahan, bukan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.
Baca Juga: Cara Beli SpaceX Tokenized Stock (SPCXon): Panduan Token Saham SpaceX Ondo
Apa Artinya bagi Investor Ethereum?
Kembalinya Arthur Hayes ke Ethereum memperlihatkan bahwa aset ini masih dianggap memiliki peluang menarik oleh sebagian investor besar. Namun, investor tetap perlu melihat faktor fundamental lain seperti perkembangan ekosistem, arus modal institusi, serta kondisi ekonomi global.
Analisis on-chain memang membantu memahami perilaku whale, tetapi arah pasar tetap ditentukan oleh kombinasi berbagai faktor, bukan hanya aktivitas satu dompet.
Baca Juga: 10 Tokenisasi Aset Kripto RWA Terbesar di Dunia
Kesimpulan
Keputusan Arthur Hayes membeli kembali lebih dari 1.900 ETH setelah sebelumnya menjual 6.000 ETH dengan kerugian sekitar US$606 ribu menjadi salah satu peristiwa yang menarik perhatian pasar kripto. Transaksi tersebut memperlihatkan bahwa investor berpengalaman pun dapat mengubah strategi dalam waktu singkat ketika melihat peluang baru.
Meski aksi ini meningkatkan sentimen positif terhadap Ethereum, investor tetap perlu menilai kondisi pasar secara menyeluruh. Aktivitas whale dapat menjadi indikator yang berguna, tetapi bukan jaminan bahwa harga ETH akan langsung memasuki tren bullish dalam jangka pendek.
Cek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), Polygon (POL), dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Mengapa Arthur Hayes membeli Ethereum lagi?
Belum ada penjelasan resmi. Namun, banyak analis menilai ia melihat peluang baru setelah kondisi pasar Ethereum berubah.
Berapa ETH yang dibeli Arthur Hayes?
Berdasarkan data on-chain, ia membeli lebih dari 1.900 ETH dengan nilai sekitar US$3,7 juta.
Mengapa transaksi dilakukan melalui OTC?
Transaksi OTC membantu investor besar membeli aset dalam jumlah besar tanpa memberikan tekanan langsung terhadap harga di bursa.
Apakah aksi Arthur Hayes menjadi sinyal bullish untuk Ethereum?
Aksi tersebut dapat meningkatkan sentimen pasar, tetapi bukan jaminan harga Ethereum akan terus naik karena masih dipengaruhi banyak faktor lain.
Apakah investor sebaiknya mengikuti langkah Arthur Hayes?
Tidak selalu. Aktivitas whale dapat menjadi referensi, tetapi keputusan investasi tetap perlu didasarkan pada analisis risiko, fundamental, dan tujuan investasi masing-masing.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



