Apa Itu NBIS Stock? Saham Nebius dan CoreWeave Melonjak Setelah Masuk Nasdaq-100

2026-06-15

Apa Itu NBIS Stock?

Apa itu NBIS Stock? NBIS adalah ticker saham Nebius Group N.V., perusahaan teknologi berbasis di Amsterdam yang membangun infrastruktur cloud khusus untuk pengembangan dan pengoperasian kecerdasan buatan. 

Saham Nebius dan CoreWeave mendapatkan perhatian baru setelah Nasdaq mengumumkan bahwa keduanya akan ditambahkan ke Nasdaq-100 dalam rebalancing kuartalan Juni 2026. Secara teknis, penambahan tersebut diumumkan pada 12 Juni dan baru berlaku sebelum pasar dibuka pada 22 Juni 2026.

Key Takeaways

  • NBIS merupakan saham Nebius Group, penyedia infrastruktur AI yang mengoperasikan GPU cluster, cloud computing, storage, dan layanan inference.
  • Revenue Nebius pada kuartal pertama 2026 tumbuh 684% secara tahunan menjadi US$399 juta, sementara revenue bisnis AI cloud tumbuh 841%.
  • Masuk Nasdaq-100 dapat meningkatkan permintaan dari dana indeks, tetapi valuasi tinggi, kebutuhan modal besar, dan risiko eksekusi tetap perlu diperhatikan.

Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi. 

Apa Itu NBIS Stock?

NBIS Stock adalah saham biasa Nebius Group N.V. yang diperdagangkan di Nasdaq dengan simbol NBIS. Membeli saham NBIS berarti memiliki bagian ekonomi dalam Nebius Group sesuai jumlah saham yang dimiliki, bukan membeli token kripto atau layanan cloud perusahaan.

Nebius membangun infrastruktur full-stack untuk industri AI. Perusahaan menyediakan akses ke GPU berkinerja tinggi, compute, storage, networking, managed services, serverless AI, inference, dan berbagai perangkat yang dibutuhkan pengembang untuk melatih serta menjalankan model AI dalam skala besar.

Perusahaan ini memiliki sejarah korporasi yang tidak biasa. Sahamnya sebelumnya diperdagangkan menggunakan nama Yandex N.V. dan ticker YNDX. Setelah aset bisnis Rusia didivestasikan dan hubungan dengan operasi tersebut dipisahkan, perusahaan berganti nama menjadi Nebius Group dan mengubah tickernya menjadi NBIS pada Agustus 2024.

Apa Itu NBIS Stock?

Trading sahamnya kemudian kembali dilanjutkan di Nasdaq pada Oktober 2024. Sejak itu, Nebius memfokuskan sebagian besar sumber dayanya untuk membangun bisnis AI cloud global.

Selain bisnis inti Nebius AI Cloud, grup ini juga mempunyai bisnis dan investasi lain, antara lain:

  • Avride, pengembang teknologi kendaraan otonom dan robot pengiriman;
  • TripleTen, platform pendidikan teknologi;
  • Kepemilikan saham pada ClickHouse;
  • Kepemilikan investasi pada Toloka.

Namun, kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan revenue saat ini berasal dari Nebius AI Cloud. Pada kuartal pertama 2026, bisnis AI cloud menyumbang sekitar 98% dari total revenue grup.

Baca juga : Saham SpaceX SPCX: Panduan Lengkap IPO 2026 dan Cara Beli Saham SpaceX

Nebius dan CoreWeave Masuk Nasdaq-100

Nasdaq mengumumkan lima perusahaan yang akan ditambahkan ke Nasdaq-100 dalam rebalancing kuartalan Juni 2026, yaitu:

  • Astera Labs;
  • CoreWeave;
  • Nebius Group;
  • Rocket Lab;
  • Teradyne.

Perubahan tersebut akan berlaku sebelum pasar dibuka pada 22 Juni 2026. Nebius dan CoreWeave belum resmi menjadi komponen indeks pada tanggal pengumuman, tetapi pasar langsung merespons kabar tersebut.

Pada perdagangan 12 Juni 2026, saham Nebius ditutup sekitar US$232,36 setelah naik sekitar 4,7%. Saham CoreWeave juga menguat sekitar 5% dan ditutup di kisaran US$100,55.

Pergerakan tersebut tidak hanya mencerminkan optimisme terhadap prospek bisnis AI. Investor juga mengantisipasi permintaan mekanis dari ETF dan dana investasi yang mengikuti Nasdaq-100.

Dana dengan strategi replikasi indeks perlu menyesuaikan portofolionya agar sesuai dengan komposisi baru. Karena itu, penambahan saham ke sebuah indeks besar dapat menciptakan permintaan tambahan sebelum tanggal efektif.

Meski demikian, masuk Nasdaq-100 tidak mengubah kemampuan perusahaan menghasilkan revenue atau laba secara otomatis. Efek indeks dapat bersifat sementara apabila kenaikan harga sudah mencerminkan ekspektasi pembelian dari dana pasif.

Baca juga : Apa Itu Meigen AI? Platform Galeri Prompt AI untuk Permudah Bikin Gambar dan Video

Mengapa Saham Nebius Naik Setelah Pengumuman Nasdaq-100?

Terdapat beberapa faktor yang mendukung kenaikan saham Nebius setelah pengumuman tersebut.

Pertama, status sebagai calon anggota Nasdaq-100 meningkatkan visibilitas NBIS di kalangan investor institusi. Nasdaq-100 merupakan salah satu indeks teknologi dan pertumbuhan yang paling banyak diikuti di dunia.

Kedua, pengumuman tersebut datang ketika fundamental Nebius sedang bertumbuh sangat cepat. Perusahaan melaporkan akselerasi revenue, peningkatan margin bisnis inti, ekspansi kapasitas, dan kontrak jangka panjang dengan pelanggan besar.

Ketiga, saham infrastruktur AI sedang menjadi tema penting di pasar. Pertumbuhan model generatif, AI agents, inference, dan aplikasi enterprise meningkatkan kebutuhan terhadap GPU, listrik, data center, networking, dan cloud platform.

Keempat, Nebius telah memperoleh dukungan strategis dari NVIDIA. Pada kuartal pertama 2026, NVIDIA menanamkan investasi ekuitas sebesar US$2 miliar dalam Nebius. Kemitraan teknis antara kedua perusahaan juga diperluas untuk desain AI factory serta pengembangan teknologi inference dan agentic AI.

Kelima, kontrak dengan Meta memberikan visibilitas revenue jangka panjang sekaligus membantu Nebius mengakses pembiayaan untuk pembangunan kapasitas baru.

Baca juga : Apa Itu GrowWithAI? Platform Belajar AI untuk Pemula hingga Profesional

Pertumbuhan Revenue Nebius 2026

Pertumbuhan revenue Nebius 2026 menjadi salah satu alasan utama saham ini memperoleh perhatian pasar.

Nebius Group membukukan revenue kuartal pertama 2026 sebesar US$399 juta. Jumlah tersebut meningkat 684% dibandingkan US$50,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya dan naik 75% dibandingkan kuartal keempat 2025.

Bisnis Nebius AI Cloud menghasilkan revenue sebesar US$389,7 juta, meningkat 841% secara tahunan dan 82% secara kuartalan. Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan kapasitas, tingkat penggunaan infrastruktur yang tinggi, dan harga layanan GPU generasi baru yang kuat.

Annualized run-rate revenue atau ARR bisnis AI cloud mencapai US$1,92 miliar pada akhir Maret 2026. Angka tersebut naik 674% secara tahunan dan 54% dibandingkan ARR US$1,25 miliar pada akhir Desember 2025.

ARR bukan revenue yang sudah diterima selama satu tahun. Nebius menghitungnya dengan mengalikan revenue AI cloud pada bulan terakhir kuartal dengan 12. Metrik ini menggambarkan kecepatan revenue saat ini apabila performa bulan tersebut dapat dipertahankan.

Untuk sepanjang 2026, manajemen menargetkan:

  • Revenue antara US$3 miliar hingga US$3,4 miliar;
  • ARR akhir tahun antara US$7 miliar hingga US$9 miliar;
  • Adjusted EBITDA margin bisnis AI cloud sekitar 40%;
  • Contracted power lebih dari 4 gigawatt pada akhir tahun.

Target tersebut tergolong agresif. Agar tercapai, Nebius harus membawa kapasitas baru online tepat waktu, mendapatkan GPU, menyelesaikan pembangunan data center, dan mempertahankan permintaan pelanggan.

Apakah Nebius Sudah Menghasilkan Laba?

Nebius melaporkan adjusted EBITDA grup sebesar US$129,5 juta pada kuartal pertama 2026, membaik US$183,2 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Bisnis AI cloud sendiri menghasilkan adjusted EBITDA sekitar US$174 juta dengan margin 45%. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang telah beroperasi dapat menghasilkan margin yang menarik ketika tingkat utilisasinya tinggi.

Namun, adjusted EBITDA bukan laba bersih. Metrik tersebut mengecualikan sejumlah biaya seperti depresiasi, amortisasi, kompensasi berbasis saham, bunga, dan beberapa pos nonoperasional.

Depresiasi dan amortisasi Nebius mencapai US$212 juta pada kuartal tersebut. Total biaya dan beban operasional juga masih lebih besar daripada revenue. Karena itu, investor perlu membandingkan pertumbuhan adjusted EBITDA dengan laba operasional, arus kas, serta kebutuhan pembiayaan.

Baca juga : Apa Itu BISA AI Academy? Platform Kursus AI dan Data Science dari Indonesia

Nebius Kontrak Meta Senilai hingga US$27 Miliar

Kontrak Nebius dengan Meta merupakan salah satu katalis terbesar dalam tesis investasi NBIS.

Pada Maret 2026, Nebius menandatangani Infrastructure Services Agreement baru dengan Meta. Perjanjian ini mencakup sejumlah pesanan layanan GPU berdurasi lima tahun dengan total potensi nilai hingga US$27 miliar.

Struktur perjanjiannya terdiri dari dua bagian utama.

Bagian pertama bernilai US$12 miliar dan mencakup dedicated GPU capacity cluster di beberapa lokasi. Penerapan kapasitas direncanakan berlangsung secara bertahap mulai awal 2027, lengkap dengan layanan storage dan konektivitas.

Bagian kedua memiliki nilai potensial hingga US$15 miliar. Dalam pengaturan ini, Nebius dapat menjual kapasitas tertentu kepada pelanggan AI cloud lain. Apabila kapasitas tersebut belum terjual, Meta berkewajiban membeli kapasitas yang tidak terserap berdasarkan ketentuan perjanjian.

Struktur tersebut menarik karena Nebius tetap memiliki peluang menjual kapasitas pada harga pasar kepada pelanggan lain, tetapi memperoleh perlindungan permintaan dari Meta untuk kapasitas yang belum terserap.

Namun, angka US$27 miliar tidak boleh langsung diperlakukan sebagai revenue pasti yang diterima sekaligus. Sebagian nilainya bergantung pada ketersediaan kapasitas, pemenuhan kewajiban layanan, jadwal pembangunan, serta kondisi yang tercantum dalam setiap order.

Perusahaan juga menghadapi risiko keterlambatan. Kontrak mencakup ketentuan mengenai service level, potongan biaya apabila terjadi keterlambatan, hak penghentian, serta pembatasan tanggung jawab.

Baca juga : Apa Itu zer0? AI Agent yang Memantau Prediction Market Polymarket

Nebius sebagai Saham Infrastruktur AI

Nebius sering dikelompokkan sebagai perusahaan neocloud, yaitu penyedia cloud yang secara khusus membangun infrastruktur untuk beban kerja AI.

Berbeda dengan penyedia cloud tradisional yang melayani berbagai jenis aplikasi, neocloud memusatkan infrastruktur pada GPU, high-performance computing, training, inference, dan kebutuhan AI berskala besar.

Produk utama Nebius mencakup:

  • GPU compute untuk training dan inference;
  • Bare-metal infrastructure;
  • Managed Kubernetes dan Slurm;
  • AI storage dan networking;
  • Serverless AI;
  • Model inference;
  • Agentic search;
  • DataOps dan ModelOps;
  • Nebius Token Factory untuk menjalankan model AI dalam produksi.

Nebius berusaha bersaing bukan hanya berdasarkan jumlah GPU, tetapi juga melalui software dan optimalisasi sistem. Perusahaan mengembangkan hardware, orchestration software, cloud platform, dan managed services secara terintegrasi.

Model full-stack dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan margin. Namun, strategi ini juga membutuhkan investasi penelitian, engineering, hardware, dan data center dalam jumlah besar.

Baca juga : Apa Itu Ondo Tokenized Stock? Daftar Aset yang Tersedia di Bittime

Nebius vs CoreWeave: Apa Perbedaannya?

Nebius dan CoreWeave sama-sama menyediakan infrastruktur cloud untuk AI, tetapi skala serta profil keuangannya berbeda.

CoreWeave telah memiliki basis revenue yang lebih besar. Pada kuartal pertama 2026, CoreWeave membukukan revenue sekitar US$2,08 miliar, naik sekitar 112% secara tahunan. Revenue backlog perusahaan mencapai US$99,4 miliar.[6]

Sebaliknya, Nebius menghasilkan revenue US$399 juta, tetapi pertumbuhannya mencapai 684%. Nebius memiliki basis revenue yang lebih kecil sehingga persentase pertumbuhannya dapat terlihat jauh lebih tinggi.

CoreWeave juga memiliki skala capital expenditure dan pembiayaan yang lebih besar. Perusahaan memperkirakan belanja modal 2026 antara US$31 miliar hingga US$35 miliar. Walaupun adjusted EBITDA-nya tinggi, CoreWeave masih melaporkan kerugian bersih sekitar US$740 juta pada kuartal pertama.

Nebius membukukan capital expenditure sekitar US$2,5 miliar pada kuartal pertama 2026. Perusahaan menyatakan akan menggunakan kombinasi kas operasional, pembayaran di muka pelanggan, utang, dan instrumen pendanaan lain untuk mendukung ekspansi.

Perbandingan sederhananya adalah:

  • CoreWeave lebih besar dari sisi revenue dan backlog;
  • Nebius tumbuh lebih cepat dari basis yang lebih kecil;
  • Keduanya membutuhkan modal sangat besar;
  • Keduanya bergantung pada kemampuan membawa data center dan GPU online tepat waktu;
  • Keduanya memperoleh manfaat dari tingginya permintaan komputasi AI;
  • Keduanya menghadapi risiko pembiayaan, konsentrasi pelanggan, dan persaingan hyperscaler.

Masuknya NBIS dan CRWV ke Nasdaq-100 menunjukkan bahwa pasar mulai mengakui neocloud sebagai kategori perusahaan publik yang penting dalam rantai nilai AI.

Baca juga : Apa Itu MRVLon? Tokenized Stock Marvell Technology dari Ondo Finance

Apa Dampak Masuk Nasdaq-100 bagi Saham NBIS?

Masuk Nasdaq-100 dapat memberikan beberapa dampak positif.

Meningkatkan Permintaan dari Dana Indeks

ETF dan dana pasif yang melacak Nasdaq-100 perlu menyesuaikan kepemilikannya. Hal ini dapat menciptakan pembelian saham menjelang tanggal efektif.

Meningkatkan Likuiditas

Volume transaksi berpotensi meningkat karena saham lebih banyak diperdagangkan oleh investor institusi, ETF, dan strategi algoritmik.

Memperluas Eksposur Investor

NBIS akan muncul dalam produk investasi dan laporan yang menggunakan Nasdaq-100 sebagai benchmark. Hal ini dapat memperkenalkan Nebius kepada investor yang sebelumnya belum mengikuti perusahaan.

Memperkuat Persepsi Pasar

Inklusi indeks dapat dianggap sebagai pengakuan terhadap kapitalisasi pasar dan relevansi perusahaan. Namun, Nasdaq tidak memberikan penilaian bahwa saham tersebut murah, aman, atau pasti menguntungkan.

Saham juga dapat turun setelah masuk indeks. Investor dapat melakukan profit taking setelah pembelian dari dana indeks selesai, terutama apabila kenaikan sebelum tanggal efektif sudah terlalu besar.

Katalis Positif Saham Nebius

Prospek saham Nebius ditopang oleh beberapa katalis.

Pertama, permintaan komputasi AI masih melebihi kapasitas yang tersedia. Nebius menyatakan pipeline penjualannya pada kuartal pertama meningkat sekitar 3,5 kali dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kedua, perusahaan terus memperluas data center. Contracted power telah melampaui 3,5 gigawatt dan manajemen menaikkan target akhir 2026 menjadi lebih dari 4 gigawatt.

Ketiga, kontrak Meta memberi visibilitas permintaan dalam jangka panjang.

Keempat, kemitraan NVIDIA dapat membantu Nebius memperoleh hardware, mengoptimalkan arsitektur, dan memperkuat kredibilitas platform.

Kelima, perusahaan mengembangkan layanan inference dan agentic AI. Pasar inference berpotensi tumbuh seiring semakin banyak model AI digunakan dalam aplikasi produksi.

Keenam, Nebius masih memiliki aset tambahan seperti Avride, TripleTen, ClickHouse, dan Toloka yang dapat menciptakan nilai bagi pemegang saham.

Risiko Membeli Saham NBIS

Valuasi dan Ekspektasi Sudah Tinggi

Saham Nebius telah mengalami kenaikan yang sangat besar sepanjang 2026. Ketika harga mencerminkan ekspektasi pertumbuhan agresif, sedikit keterlambatan dapat memicu koreksi tajam.

Kebutuhan Modal Sangat Besar

Pembangunan data center AI membutuhkan GPU, listrik, tanah, cooling system, networking, dan konstruksi dalam skala besar. Nebius kemungkinan masih membutuhkan utang atau penerbitan saham untuk mendanai pertumbuhan.

Pendanaan melalui saham dapat menyebabkan dilusi. Pendanaan melalui utang dapat meningkatkan beban bunga dan risiko keuangan.

Risiko Eksekusi

Target revenue bergantung pada kapasitas yang belum sepenuhnya beroperasi. Keterlambatan konstruksi, koneksi listrik, pengiriman GPU, atau izin dapat menunda revenue.

Konsentrasi Pelanggan

Kontrak besar dengan Meta memperkuat backlog, tetapi juga meningkatkan ketergantungan terhadap pelanggan besar. Perubahan kebutuhan atau negosiasi kontrak dapat berdampak material.

Ketergantungan pada NVIDIA

Sebagian besar infrastruktur AI modern menggunakan GPU NVIDIA. Keterbatasan pasokan, perubahan harga, atau munculnya alternatif hardware dapat memengaruhi biaya dan daya saing Nebius.

Persaingan Ketat

Nebius bersaing dengan CoreWeave, Crusoe, Lambda, serta hyperscaler seperti Microsoft Azure, Amazon Web Services, Google Cloud, dan Oracle.

Risiko Penurunan Setelah Rebalancing

Sebagian kenaikan harga dapat berasal dari ekspektasi pembelian dana indeks. Setelah rebalancing selesai, saham berpotensi mengalami sell the news.

Adjusted EBITDA Bukan Arus Kas Bebas

Margin adjusted EBITDA bisnis cloud terlihat kuat, tetapi investor tetap harus memperhatikan depresiasi, bunga, kompensasi saham, capital expenditure, dan free cash flow.

Apakah Saham Nebius Layak Dibeli?

NBIS dapat menarik bagi investor yang mencari eksposur langsung terhadap pembangunan infrastruktur AI dan bersedia menerima volatilitas tinggi.

Perusahaan mempunyai kombinasi pertumbuhan revenue cepat, kontrak pelanggan besar, kemitraan strategis, ekspansi kapasitas, serta posisi yang semakin dikenal setelah terpilih masuk Nasdaq-100.

Namun, harga saham tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan bisnis. Valuasi, biaya modal, tingkat suku bunga, eksekusi data center, kompetisi, margin, dan sentimen terhadap saham AI juga mempengaruhi return investor.

Sebelum membeli saham Nebius, pertimbangkan:

  • Pertumbuhan revenue dan ARR;
  • Perkembangan margin;
  • Capital expenditure;
  • Jumlah saham beredar dan potensi dilusi;
  • Arus kas bebas;
  • Kapasitas yang benar-benar sudah beroperasi;
  • Konsentrasi pelanggan;
  • Valuasi dibandingkan CoreWeave dan perusahaan cloud;
  • Kemampuan menanggung penurunan harga besar.

NBIS lebih sesuai bagi investor dengan toleransi risiko tinggi daripada investor yang mencari saham defensif atau pendapatan dividen stabil.

Kesimpulan

NBIS Stock adalah saham Nebius Group, perusahaan full-stack AI infrastructure yang menyediakan GPU compute, cloud platform, storage, networking, inference, dan layanan pendukung pengembangan AI.

Saham Nebius dan CoreWeave melonjak setelah Nasdaq mengumumkan keduanya akan masuk Nasdaq-100. Namun, perubahan tersebut baru efektif sebelum pasar dibuka pada 22 Juni 2026.

Fundamental Nebius memperlihatkan pertumbuhan yang sangat cepat. Revenue kuartal pertama 2026 meningkat 684% menjadi US$399 juta, sementara revenue AI cloud tumbuh 841%. Kontrak Meta senilai hingga US$27 miliar dan investasi NVIDIA sebesar US$2 miliar turut memperkuat prospek perusahaan.

Di sisi lain, Nebius harus mengeluarkan modal besar untuk membangun data center dan membeli GPU. Perusahaan juga menghadapi risiko eksekusi, dilusi, utang, konsentrasi pelanggan, kompetisi, dan valuasi yang telah mencerminkan optimisme tinggi.

Masuk Nasdaq-100 merupakan katalis penting, tetapi bukan alasan tunggal untuk membeli saham. Pantau realisasi revenue, perkembangan kapasitas, margin, dan pendanaan sebelum mengambil keputusan. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi investasi.

bittime biaya withdrawal murah

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Apa itu NBIS Stock?

NBIS adalah ticker saham Nebius Group N.V. di Nasdaq. Perusahaan ini membangun infrastruktur cloud, GPU cluster, dan layanan software untuk pengembangan serta pengoperasian AI.

Kapan Nebius masuk Nasdaq-100?

Nasdaq mengumumkan penambahan Nebius pada 12 Juni 2026. Perubahan komposisi indeks baru efektif sebelum pasar dibuka pada 22 Juni 2026.

Berapa pertumbuhan revenue Nebius pada 2026?

Revenue Nebius pada kuartal pertama 2026 mencapai US$399 juta, meningkat 684% secara tahunan. Revenue khusus bisnis AI cloud naik 841% menjadi sekitar US$389,7 juta.

Berapa nilai kontrak Nebius dengan Meta?

Perjanjian infrastruktur terbaru dengan Meta memiliki nilai total potensial hingga US$27 miliar. Nilainya terdiri dari US$12 miliar pesanan dedicated capacity dan hingga US$15 miliar untuk pengaturan kapasitas tambahan.

Apa perbedaan Nebius dan CoreWeave?

Keduanya merupakan penyedia cloud khusus AI. CoreWeave memiliki revenue dan backlog lebih besar, sedangkan Nebius tumbuh lebih cepat dari basis yang lebih kecil serta memiliki bisnis tambahan dan investasi strategis.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Apa Itu Space Exploration Technologies Corp (SPCX)? Token Inspirasi dari SpaceX
Apa Itu Space Exploration Technologies Corp (SPCX)? Token Inspirasi dari SpaceX

Kenali SPCX secara lengkap, mulai dari tokenomics, roadmap, cara beli, prediksi harga, kaitannya dengan SpaceX, hingga risiko token di jaringan BNB Smart Chain.

2026-06-15Baca