Prediksi Bitcoin Terbaru: Yen Jepang Bisa Dorong Harga BTC Naik
2026-08-11
Prediksi Bitcoin terbaru kembali dipengaruhi faktor makro global. Kali ini, perhatian tertuju pada yen Jepang dan kemungkinan langkah lanjutan Amerika Serikat serta Jepang untuk menjaga stabilitas mata uang tersebut.
Arthur Hayes menilai kebijakan untuk memperkuat yen dapat membuka jalur tambahan likuiditas dolar, terutama apabila fasilitas Federal Reserve yang dikenal sebagai FIMA Repo Facility digunakan secara lebih agresif.
Menurut pendiri BitMEX tersebut, skenario itu berpotensi menciptakan kondisi yang mendukung aset moneter seperti Bitcoin.
Pada 11 Agustus 2026, harga BTC berada di sekitar US$63.929, sementara yen diperdagangkan sekitar 159,20 terhadap dolar AS setelah sebelumnya sempat menguat akibat intervensi bersama AS dan Jepang.
Key Takeaways
Arthur Hayes melihat dukungan terhadap yen sebagai potensi katalis Bitcoin rally melalui peningkatan likuiditas dolar.
FIMA repo memungkinkan otoritas moneter tertentu memperoleh dolar dengan menjaminkan surat utang Treasury AS.
Dampaknya terhadap harga BTC tetap bersifat kondisional karena bergantung pada skala kebijakan, kondisi USD/JPY, suku bunga, dan sentimen pasar global.
Mengapa Yen Jepang Menjadi Perhatian Pasar?
Tekanan terhadap yen kembali menjadi salah satu tema utama pasar valuta asing.
Reuters melaporkan yen berada di sekitar 159,20 per dolar pada 11 Agustus, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sekitar 163,99 dan kemudian menguat akibat intervensi bersama AS dan Jepang pada akhir Juli.
Masalahnya, efek intervensi yen tersebut tidak bertahan sepenuhnya.
Yen telah kehilangan hampir separuh penguatan yang tercipta setelah intervensi, sehingga pasar kembali mempertanyakan apakah diperlukan langkah tambahan.
Perbedaan suku bunga antara Jepang dan negara lain juga menjadi faktor penting.
Jika imbal hasil aset dalam dolar tetap lebih menarik, tekanan terhadap yen dapat bertahan meskipun pemerintah melakukan intervensi langsung di pasar valuta asing.
Baca Juga : AS-Jepang Intervensi Yen: Apa Dampaknya ke Bitcoin dan Kripto?
Prediksi Bitcoin Arthur Hayes dan Tiga Skenario Yen
Dalam analisisnya, Arthur Hayes Bitcoin thesis berangkat dari tiga kemungkinan cara untuk memperkuat yen.
Salah satunya adalah kenaikan suku bunga yang lebih agresif oleh Bank of Japan.
Skenario kedua adalah institusi Jepang mengurangi kepemilikan aset luar negeri dan memindahkan modal kembali ke aset domestik.
Arus modal tersebut dapat meningkatkan permintaan terhadap yen.
Namun, Hayes memberikan perhatian terbesar pada skenario ketiga, yaitu penggunaan FIMA repo.
Ia berpendapat Jepang dapat menggunakan kepemilikan Treasury AS sebagai jaminan untuk memperoleh dolar, kemudian menjual dolar tersebut dan membeli yen.
Baca Juga : Yen Carry Trade Adalah Apa? Ini Cara Kerja dan Dampaknya
Apa Itu FIMA Repo?
Foreign and International Monetary Authorities Repo Facility atau FIMA repo merupakan fasilitas resmi Federal Reserve yang menyediakan sumber likuiditas dolar sementara kepada bank sentral dan otoritas moneter asing yang memenuhi persyaratan.
Dalam mekanismenya, peserta yang disetujui dapat menukarkan sementara Treasury AS dengan dolar melalui transaksi repo.
Transaksi tersebut memiliki jangka waktu overnight atau tujuh hari dan sepenuhnya dijamin oleh Treasury AS.
Artinya, FIMA repo berbeda dengan penjualan Treasury secara permanen.
Fasilitas ini dirancang sebagai backstop bagi pasar pendanaan dolar global ketika terjadi tekanan likuiditas.
Baca Juga : Sejarah Harga Bitcoin dari 2009–2026: Dari Nol Hingga Ratusan Ribu Dolar
Bagaimana Dukungan Yen Bisa Mendorong Bitcoin?
Hubungan antara yen Jepang dan Bitcoin tidak terjadi secara langsung. Kuncinya berada pada perubahan likuiditas dolar yang mungkin muncul dari mekanisme kebijakan tersebut.
Dalam skenario Hayes, penggunaan FIMA dalam skala besar akan membuat aset Federal Reserve bertambah selama repo masih outstanding.
Hayes menilai ekspansi semacam ini dapat meningkatkan jumlah dolar yang beredar dalam sistem keuangan dan pada akhirnya mendukung permintaan terhadap aset seperti Bitcoin dan emas.
Jika kondisi keuangan menjadi lebih longgar dan investor memiliki lebih banyak likuiditas, sebagian modal berpotensi mencari aset dengan potensi return lebih tinggi.
Inilah dasar argumen mengenai dampak yen terhadap Bitcoin yang dikemukakan Hayes.
Namun, hubungan tersebut tidak otomatis.
FIMA pada dasarnya merupakan fasilitas repo beragunan dan Federal Reserve menggambarkannya sebagai sumber dolar sementara, sehingga penggunaannya tidak dapat begitu saja disamakan dengan stimulus moneter permanen atau quantitative easing.
Baca Juga : Beli USDT dengan Modal Kecil, Bisa Mulai dari Berapa?
USD/JPY Menjadi Indikator Penting untuk Harga BTC
Pasangan USD JPY dapat menjadi salah satu indikator yang menarik dipantau jika tesis ini berkembang. Penguatan yen berarti angka USD/JPY bergerak turun, sedangkan pelemahan yen mendorong pasangan tersebut naik.

Sumber: Google Finance
Setelah intervensi akhir Juli, yen sempat menguat hingga sekitar 155,20 per dolar, tetapi kembali berada di sekitar 159,20 pada 11 Agustus.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa intervensi valuta asing saja belum tentu cukup menghasilkan tren yen yang berkelanjutan.
Pasar juga memperhatikan kemungkinan perubahan kebijakan moneter Jepang.
Reuters mencatat pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Bank of Japan sedikit di atas 50%, meskipun dinamika pasar obligasi Jepang membuat jalur kebijakan semakin kompleks.
Ingin memantau dan memperdagangkan Bitcoin serta aset crypto lainnya? Daftar di Bittime dan pelajari risikonya sebelum mengambil keputusan transaksi.
Apakah Bitcoin Rally Bisa Terjadi?
Prediksi harga Bitcoin berdasarkan skenario Hayes memiliki dasar makro yang menarik, tetapi belum cukup untuk memastikan Bitcoin rally.
Ada beberapa tahapan kebijakan yang harus terjadi sebelum efek likuiditas benar-benar menjadi signifikan bagi pasar crypto.
Bitcoin juga tetap dipengaruhi kondisi lain seperti kebijakan Federal Reserve, inflasi AS, arus modal institusional, sentimen risiko, leverage pasar, dan permintaan spot.
Karena itu, penguatan yen sebaiknya dipandang sebagai salah satu katalis potensial, bukan satu-satunya penentu arah harga BTC.

BTC ke USDT via Market Bittime
Pada saat artikel ini disusun, BTC berada di kisaran US$63.900.
Investor tetap perlu melihat apakah Bitcoin mampu membangun momentum harga bersamaan dengan munculnya bukti ekspansi likuiditas yang nyata.
Kesimpulan
Prediksi Bitcoin terbaru dari Arthur Hayes menghubungkan masalah yen Jepang dengan kemungkinan perubahan likuiditas dolar global.
Skenario yang paling ia soroti adalah penggunaan FIMA repo untuk memperoleh dolar dengan Treasury sebagai jaminan, kemudian menggunakan dolar tersebut untuk mendukung yen.
Jika fasilitas tersebut diperluas dan digunakan dalam skala besar, Hayes memperkirakan kondisi tersebut akan positif bagi Bitcoin. Meski begitu, skenario tersebut masih merupakan tesis makro dan bukan jaminan bahwa harga BTC akan langsung naik.
Bitcoin sudah tersedia dan siap diperdagangkan di Bittime dengan pair BTC/IDR, selain itu ada juga aset lain di jaringan BRC20 Bitcoin, seperti SATS dan ORDI.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Mengapa yen Jepang bisa mempengaruhi harga Bitcoin?
Yen dapat memengaruhi Bitcoin secara tidak langsung melalui kebijakan moneter, arus modal global, dan likuiditas dolar. Skenario Arthur Hayes berfokus pada kemungkinan tambahan dolar dalam sistem melalui FIMA repo.
Apa itu FIMA repo?
FIMA Repo Facility adalah fasilitas Federal Reserve yang memungkinkan bank sentral dan otoritas moneter asing tertentu memperoleh dolar sementara dengan menjaminkan Treasury AS melalui transaksi repo.
Apakah Arthur Hayes memprediksi Bitcoin pasti naik?
Tidak. Hayes mengemukakan skenario bahwa ekspansi penggunaan FIMA repo dapat meningkatkan likuiditas dan mendukung Bitcoin, tetapi keputusan kebijakan maupun dampaknya terhadap pasar belum dapat dipastikan.
Apa hubungan USD/JPY dengan prediksi Bitcoin ini?
USD/JPY menggambarkan nilai dolar terhadap yen. Jika pemerintah berupaya memperkuat yen melalui intervensi atau kebijakan likuiditas, perubahan pada pasangan tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai efektivitas langkah yang menjadi dasar tesis Hayes.
Apa yang perlu dipantau setelah ini?
Perhatikan pergerakan USD/JPY, keputusan Bank of Japan, kebijakan Federal Reserve, penggunaan FIMA repo, serta kondisi likuiditas dolar. Kombinasi faktor tersebut lebih relevan dibanding hanya mengandalkan satu indikator untuk membuat prediksi Bitcoin.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



