Apakah XRP Benar-Benar Berguna? Mengupas Utility & Penggunaannya
2026-02-24
Bittime - Di tengah perdebatan panjang di industri kripto, satu pertanyaan terus muncul: apakah XRP benar-benar berguna? Sebagian pihak menganggapnya sekadar aset spekulatif, sementara komunitasnya meyakini XRP akan menjadi fondasi sistem keuangan global.
Untuk memahami XRP utility secara objektif, kita perlu melihat bagaimana XRP digunakan dalam praktik nyata, siapa saja penggunanya, serta apakah benar XRP memiliki peran penting dalam sistem perbankan dan pembayaran lintas negara.
Key Takeaways
XRP dirancang sebagai aset jembatan untuk XRP cross-border payments yang cepat dan murah.
Tidak semua bank menggunakan XRP secara langsung, meskipun banyak yang memakai teknologi Ripple.
Pengguna terbesar XRP saat ini adalah investor ritel, bursa kripto, dan penyedia layanan pembayaran tertentu.
Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.
XRP Digunakan untuk Apa? Fungsi Utama di XRP Ledger

Sumber: freepik
Untuk menjawab pertanyaan “XRP digunakan untuk apa?”, kita perlu memahami bahwa XRP adalah aset native dari XRP Ledger yang diluncurkan pada 2012.
Berbeda dengan Bitcoin yang fokus pada penyimpanan nilai atau Ethereum yang mengutamakan smart contract, XRP dirancang khusus untuk:
Penyelesaian transaksi lintas negara dalam 3–5 detik
Biaya transaksi sangat rendah (kurang dari satu sen)
Menjadi bridge currency antara dua mata uang fiat
Dalam sistem tradisional, bank harus menyimpan dana di rekening luar negeri (nostro/vostro) untuk memproses transfer internasional. Dengan XRP, likuiditas dapat diperoleh secara instan tanpa perlu pra-pendanaan dalam jumlah besar.
Inilah inti dari kegunaan XRP di sektor keuangan.
BACA JUGA: Apa Itu XRP Coin: Pengertian, Sejarah, dan Perbedaannya dengan Ripple
XRP Cross-Border Payments: Real World Use Cases
Salah satu XRP real world use cases yang paling nyata adalah sistem On-Demand Liquidity (ODL) dari Ripple.
Beberapa perusahaan remitansi dan pembayaran global menggunakan XRP sebagai aset jembatan untuk:
Mengirim uang antarnegara secara instan
Mengurangi kebutuhan likuiditas dalam mata uang asing
Menekan biaya operasional transfer internasional
Contohnya, perusahaan remitansi di Asia menggunakan XRP untuk menghubungkan pembayaran antara Jepang dan Asia Tenggara. Dalam skema ini, XRP hanya digunakan beberapa detik sebagai aset perantara sebelum dikonversi kembali ke mata uang lokal.
Artinya, XRP bukan sekadar token spekulatif, tetapi memiliki fungsi teknis dalam infrastruktur pembayaran tertentu.
XRP Bank: Apakah XRP Berguna untuk Bank?
Pertanyaan besar lainnya adalah: apakah XRP berguna untuk bank?
Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak.
Banyak institusi keuangan besar menggunakan teknologi Ripple untuk sistem pembayaran mereka. Namun, tidak semuanya menggunakan XRP secara langsung.
Bank-bank besar cenderung memanfaatkan:
Sistem messaging dan settlement Ripple
Infrastruktur pembayaran berbasis blockchain
Tetapi hanya sebagian mitra tertentu yang benar-benar menggunakan XRP untuk likuiditas.
Dengan kata lain:
Ripple digunakan luas oleh institusi
XRP digunakan secara selektif oleh penyedia pembayaran tertentu
Ini menjelaskan mengapa narasi bahwa “semua bank memakai XRP” tidak sepenuhnya akurat.
Siapa Sebenarnya Pengguna XRP?
Secara global, jutaan wallet telah terdaftar di XRP Ledger. Namun, sebagian besar penggunaan berasal dari:
Investor ritel yang memegang XRP sebagai aset kripto
Bursa kripto untuk manajemen likuiditas dan transfer internal
Penyedia remitansi yang menggunakan ODL
Bursa kripto memanfaatkan kecepatan dan biaya rendah XRP untuk memindahkan dana antar platform dengan efisien. Hal ini menjadikan XRP alat infrastruktur yang praktis di ekosistem kripto.
Jadi, realitasnya berada di tengah: XRP memiliki utilitas nyata, tetapi penggunaannya lebih sempit dibandingkan klaim paling optimistis komunitasnya.
BACA JUGA: XRP Ledger (XRPL) Adalah: Pengertian dan Cara Kerjanya
Kesimpulan
Apakah XRP benar-benar berguna?
Ya, XRP memiliki utility yang jelas — terutama dalam cross-border payments dan penyediaan likuiditas instan. Namun, penggunaannya tidak seluas narasi bahwa seluruh sistem perbankan global sudah mengadopsinya.
XRP bukan aset tanpa fungsi, tetapi juga bukan solusi universal untuk semua masalah keuangan. Utility-nya spesifik, teknis, dan bergantung pada adopsi institusi tertentu.
Memahami perbedaan antara narasi dan realitas adalah kunci dalam menilai potensi jangka panjang XRP.
Cara Beli Crypto di Bittime

Ingin trading jual beli Bitcoin dan investasi crypto dengan mudah? Bittime siap membantu! Sebagai exchange crypto Indonesia yang terdaftar resmi di Bappebti, Bittime memastikan setiap transaksi aman dan cepat.
Mulai dengan registrasi dan verifikasi identitas, lalu lakukan deposit minimal Rp10.000. Setelah itu, kamu bisa langsung beli aset digital favoritmu!
Cek kurs BTC to IDR, ETH to IDR, SOL to IDR dan aset kripto lainnya untuk mengetahui tren crypto market hari ini secara real-time di Bittime.
Selain itu, kunjungi Bittime Blog untuk mendapatkan berbagai update menarik dan informasi edukatif seputar dunia crypto. Temukan artikel terpercaya tentang Web3, teknologi blockchain, dan tips investasi.
FAQ
Apa itu XRP utility?
XRP utility mengacu pada fungsi XRP sebagai aset jembatan untuk pembayaran lintas negara dan likuiditas instan di XRP Ledger.
XRP digunakan untuk apa dalam praktik nyata?
Terutama untuk cross-border payments, likuiditas bursa kripto, dan biaya transaksi di jaringan XRP Ledger.
Apakah XRP berguna untuk bank?
Beberapa penyedia pembayaran menggunakannya untuk likuiditas, tetapi tidak semua bank memakai XRP secara langsung.
Apakah semua bank menggunakan XRP?
Tidak. Banyak bank menggunakan teknologi Ripple, namun hanya sebagian yang menggunakan XRP.
Apakah XRP hanya aset spekulatif?
Tidak sepenuhnya. XRP memiliki use case nyata, meski aktivitas perdagangan tetap mendominasi volumenya.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



