Thailand Siapkan ETF Crypto, Bitcoin dan Ethereum Jadi Pilihan Awal
2026-08-27
Bursa saham Thailand dapat segera memiliki jalur investasi crypto yang lebih resmi. SEC Thailand membuka konsultasi publik untuk rancangan ETF crypto Thailand, dengan Bitcoin dan Ethereum sebagai dua aset digital pertama yang dipertimbangkan untuk produk lokal.
Langkah ini belum berarti Bitcoin ETF Thailand dan Ethereum ETF Thailand sudah tersedia untuk dibeli. Rancangan aturan tersebut masih menerima masukan publik hingga 20 September 2026, sebelum regulator menentukan bentuk kebijakan final dan proses persetujuan produknya.
Key Takeaways
- SEC Thailand membuka konsultasi publik untuk aturan ETF crypto lokal hingga 20 September 2026.
- Bitcoin dan Ethereum menjadi dua aset awal yang dapat menjadi dasar ETF crypto Thailand.
- ETF wajib menjaga rata-rata eksposur minimal 80% terhadap aset digital yang dilacak.
SEC Thailand Menyiapkan Aturan ETF Crypto
SEC Thailand membuka dua konsultasi publik untuk membentuk kerangka investasi aset digital di pasar modal lokal. Menurut Cointelegraph, satu dokumen mengatur penerbitan dan pengelolaan ETF crypto Thailand, sedangkan dokumen lain membahas persyaratan kustodian aset digital asing bagi reksa dana dan dana privat.
Pada tahap awal, aset dasar ETF yang diusulkan hanya Bitcoin dan Ethereum. Setiap produk akan menggunakan strategi pasif dan berfokus pada satu aset digital, sehingga ETF Bitcoin mengikuti harga BTC, sementara ETF Ethereum mengikuti harga ETH.
ETF yang diterbitkan nantinya diusulkan untuk terdaftar dan diperdagangkan di Stock Exchange of Thailand atau SET. Aturan ini akan menciptakan jalur investasi yang lebih mirip produk pasar modal konvensional bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap aset crypto.
Satu ketentuan utama dalam rancangan tersebut adalah batas eksposur aset. Menurut Cointelegraph, ETF wajib mempertahankan rata-rata minimal 80% dari nilai aset bersih atau NAB tahunannya pada Bitcoin atau Ethereum yang menjadi aset dasar produk.
Ketentuan ini bertujuan menjaga kesesuaian antara nama, strategi, dan eksposur ETF. ETF Bitcoin tidak dapat mengalihkan sebagian besar dananya ke aset lain ketika kondisi pasar berubah, karena sebagian besar nilai portofolionya tetap harus mengikuti Bitcoin.

Ikuti perkembangan Bitcoin, Ethereum, dan regulasi aset digital global dengan membuat akun di Bittime.
Kustodian Lokal Menjadi Pilihan Utama
Peraturan kustodi menjadi bagian penting dari rencana ETF aset digital Thailand. Pada fase awal, SEC Thailand mengutamakan penggunaan kustodian aset digital yang berada di dalam negeri.
Menurut The Asian Banker, regulator masih membuka kemungkinan menggunakan kustodian asing. Namun, opsi tersebut hanya dapat digunakan jika SEC Thailand menilai adanya kebutuhan serta memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Kustodian asing harus berada di bawah pengawasan otoritas yang memiliki kewenangan hukum dan sistem regulasi memadai. SEC Thailand juga perlu menilai tingkat perlindungan aset investor yang diberikan penyedia jasa tersebut.
Kebijakan tersebut dapat meningkatkan kontrol regulator atas penyimpanan aset yang mendasari ETF. Penggunaan kustodian lokal juga dapat memperkuat ekosistem domestik, termasuk penyedia layanan penyimpanan, audit, keamanan siber, dan kepatuhan aset digital.
Namun, pendekatan ini juga menghadirkan tantangan. Pilihan kustodian lokal mungkin lebih terbatas pada tahap awal, sementara penerbit ETF dapat menghadapi biaya operasional dan kebutuhan teknis yang lebih tinggi untuk mengelola aset kripto dengan standar keamanan institusional.
Baca Juga: Pendanaan AI Nvidia $500 Miliar, Token AI Crypto Ikut Diuntungkan?
Apa Dampaknya bagi Pasar Crypto Thailand?
ETF crypto dapat menjadi jembatan antara sistem investasi tradisional dan aset digital. Produk tersebut memungkinkan investor memperoleh eksposur harga Bitcoin atau Ethereum melalui instrumen yang diperdagangkan pada bursa saham lokal.
Rancangan aturan ini juga memberi peluang bagi manajer aset Thailand untuk menerbitkan produk lokal. Sebelum kebijakan baru diajukan, reksa dana serta dana privat Thailand dapat memperoleh paparan aset crypto melalui ETF asing, dengan batas investasi yang berlaku. Menurut Cointelegraph, aturan baru akan membuka jalur bagi produk yang berdomisili di Thailand.
Beberapa dampak potensial dari kerangka ini meliputi:
- Investor dapat memperoleh eksposur Bitcoin atau Ethereum melalui ETF lokal yang diawasi regulator Thailand.
- Manajer investasi, kustodian, dan penyedia infrastruktur crypto lokal memperoleh pasar baru.
- SET dapat memperluas pilihan produk investasi berbasis aset digital.
- Thailand berpeluang memperkuat posisinya sebagai pusat industri aset digital di Asia Tenggara.
Meski demikian, tahap konsultasi publik berarti detail aturannya masih dapat berubah. SEC Thailand masih perlu menilai respons industri, merevisi rancangan bila diperlukan, dan menerbitkan regulasi final sebelum ETF Bitcoin atau Ethereum benar-benar dapat masuk ke pasar.
Baca Juga: Tokenized Stocks vs Saham Biasa: Pengertian, Perbedaan, dan Cara Beli
ETF Bitcoin Thailand Belum Resmi Diluncurkan
Perbedaan antara konsultasi regulasi dan persetujuan produk perlu dipahami investor. Saat ini, SEC Thailand belum mengumumkan persetujuan untuk ETF spot Bitcoin atau Ethereum yang dapat diperdagangkan publik.
Cryptopolitan melaporkan proses tersebut masih memerlukan setidaknya tahapan evaluasi masukan publik, revisi ketentuan, dan penetapan aturan resmi. Konsultasi untuk rancangan aturan tersebut dibuka hingga 20 September 2026.
Investor juga perlu memperhatikan bahwa rancangan awal membatasi produk pada Bitcoin dan Ethereum. Produk seperti ETF Solana, ETF XRP, atau ETF altcoin lain belum termasuk dalam kerangka tahap pertama yang sedang dikonsultasikan.
Kerangka ETF crypto Thailand ini dapat menjadi langkah penting jika akhirnya disahkan. Namun, minat investor akan tetap dipengaruhi oleh biaya pengelolaan, likuiditas produk, keamanan kustodi, metode penentuan harga, dan daya saing terhadap pembelian crypto langsung atau ETF luar negeri.
Baca Juga: 10 Situs Free Bitcoin Mining dan Faucet 2026, Mana yang Legit?
Kesimpulan
Thailand sedang menyiapkan aturan ETF crypto dengan Bitcoin dan Ethereum sebagai aset awal. Rancangan SEC Thailand mewajibkan rata-rata eksposur minimal 80% terhadap aset dasar dan memprioritaskan kustodian lokal, tetapi ETF Bitcoin Thailand maupun ETF Ethereum Thailand belum resmi disetujui atau diperdagangkan.
Cek harga Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), GRAM, dan BNB juga memecoin unggulan DOGE. Kamu bisa trading langsung di Bittime!
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apakah Thailand sudah menyetujui ETF Bitcoin?
Belum. SEC Thailand masih membuka konsultasi publik untuk rancangan aturan ETF crypto hingga 20 September 2026.
Aset crypto apa yang dapat menjadi dasar ETF Thailand?
Pada rancangan tahap awal, aset yang diusulkan hanya Bitcoin dan Ethereum. Setiap ETF dirancang untuk melacak satu aset digital secara pasif.
Apa arti aturan eksposur minimum 80%?
ETF wajib menjaga rata-rata setidaknya 80% dari NAB tahunannya pada Bitcoin atau Ethereum yang dilacak. Aturan itu membantu memastikan produk tetap sesuai dengan tujuan investasinya.
Di mana ETF crypto Thailand akan diperdagangkan?
Rancangan aturan mengusulkan agar ETF crypto Thailand diperdagangkan di Stock Exchange of Thailand atau SET. Ketentuan tersebut masih menunggu proses finalisasi.
Apakah kustodian asing dapat digunakan?
Bisa dalam kondisi tertentu. Menurut The Asian Banker, SEC Thailand dapat mengizinkan kustodian asing apabila diperlukan dan penyedia tersebut memenuhi standar regulasi serta perlindungan aset yang berlaku.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



