Strategy Disarankan Jual BTC US$3 Miliar, Apa Dampaknya ke Harga Bitcoin?

2026-06-29

Strategy Disarankan Jual BTC US$3 Miliar, Apa Dampaknya ke Harga Bitcoin.png

Strategi perusahaan Strategy (MSTR) yang selama ini dikenal sebagai pembeli Bitcoin terbesar di dunia kembali menjadi sorotan. 

Kali ini, bukan karena akumulasi BTC, melainkan usulan agar perusahaan menjual sebagian kepemilikannya senilai US$3 miliar demi memperkuat posisi keuangan.

Usulan tersebut datang dari Zach Pandl, Head of Research di Grayscale, yang menilai langkah itu dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap struktur modal Strategy. Namun, jika benar-benar terjadi, apakah penjualan Bitcoin sebesar itu akan mengguncang harga BTC?

Key Takeaways

  • Grayscale menyarankan Strategy menjual sekitar US$3 miliar Bitcoin untuk memperkuat kas dan memenuhi kewajiban dividen.
  • Strategy menghadapi beban dividen sekitar US$1,2 miliar per tahun sehingga struktur modalnya mulai mendapat perhatian investor.
  • Jika Strategy benar-benar menjual BTC, dampak terhadap harga Bitcoin bergantung pada cara dan waktu eksekusi penjualan.

Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi. 

Mengapa Grayscale Menyarankan Strategy Jual Bitcoin?

Perusahaan investasi aset digital Grayscale melalui Head of Research-nya, Zach Pandl, menyampaikan bahwa Strategy sebaiknya menjual Bitcoin senilai sekitar US$3 miliar.

Menurut Pandl, langkah tersebut dapat:

  • menutup sebagian besar kebutuhan kas perusahaan selama dua tahun,
  • meningkatkan kepercayaan pasar terhadap struktur permodalan,
  • mengurangi tekanan terhadap saham preferen Strategy.

Pandl menilai opsi tersebut lebih baik dibanding terus menaikkan tingkat dividen saham preferen STRC yang justru akan menambah beban keuangan perusahaan.

Dengan kata lain, rekomendasi strategy sell bitcoin bukan karena kehilangan keyakinan terhadap Bitcoin, melainkan untuk memperbaiki kondisi neraca perusahaan.

Baca Juga: Kasus Strategy dan Michael Saylor: Dampaknya ke Saham dan Bitcoin

Mengapa Kondisi Keuangan Strategy Sedang Disorot?

Selama beberapa tahun terakhir, Strategy Bitcoin identik dengan strategi membeli BTC menggunakan kombinasi kas, penerbitan saham, dan instrumen utang.

Hingga pertengahan 2026, perusahaan tercatat memiliki sekitar 847.363 BTC, menjadikannya perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

Namun, ekspansi agresif tersebut juga membawa konsekuensi berupa kewajiban finansial yang semakin besar.

Saat ini Strategy menghadapi:

  • kewajiban dividen saham preferen sekitar US$1,2 miliar per tahun,
  • cadangan kas yang sempat turun sekitar 38% sepanjang 2026,
  • saham preferen STRC yang diperdagangkan jauh di bawah nilai nominalnya.

Situasi inilah yang memicu munculnya berbagai analisis mengenai keberlanjutan bitcoin strategy perusahaan.

Mulai trading MSTRX/IDR bersama Bittime di sini!

Michael Saylor Masih Konsisten dengan Strategi Bitcoin

Meski mendapat berbagai saran, Michael Saylor masih menunjukkan komitmen kuat terhadap strategi akumulasi Bitcoin.

Bahkan dalam laporan terbaru kepada regulator, Strategy masih membeli tambahan 520 BTC senilai sekitar US$34,9 juta.

Di sisi lain, perusahaan juga meningkatkan cadangan kas hingga sekitar US$1,4 miliar, menunjukkan bahwa manajemen tetap berusaha menjaga keseimbangan antara akumulasi aset dan likuiditas.

Selama ini, Michael Saylor Bitcoin selalu diposisikan sebagai aset treasury jangka panjang, bukan aset yang diperjualbelikan untuk mencari keuntungan jangka pendek.

Karena itu, banyak analis menilai kemungkinan Strategy menjual Bitcoin dalam jumlah besar masih relatif kecil.

Baca Juga: Cara Beli Saham MicroStrategy Melalui Crypto Lewat Token MSTR

Apa Dampaknya Jika Strategy Benar-Benar Jual BTC?

Inilah pertanyaan terbesar yang muncul di pasar.

1. Tekanan Jangka Pendek pada Harga Bitcoin

Penjualan Bitcoin senilai US$3 miliar tentu bukan angka kecil.

Jika dilakukan melalui bursa terbuka dalam waktu singkat, pasar kemungkinan akan merespons negatif karena munculnya tambahan pasokan.

Tekanan jual tersebut dapat memicu:

  • peningkatan volatilitas,
  • aksi jual lanjutan,
  • likuidasi posisi leverage.

Dalam kondisi pasar yang sedang lemah, efek psikologis bahkan bisa lebih besar dibanding nilai jualnya sendiri.

2. Sentimen Investor Bisa Terganggu

Selama bertahun-tahun, Strategy dipandang sebagai simbol keyakinan institusional terhadap Bitcoin.

Apabila perusahaan mulai melakukan strategy jual BTC, sebagian investor mungkin menganggapnya sebagai perubahan arah strategi.

Padahal, jika penjualan dilakukan hanya untuk memperkuat neraca, fundamental Bitcoin sendiri belum tentu berubah.

3. Dampak Bisa Terbatas

Di sisi lain, pasar Bitcoin saat ini jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai lebih dari US$1 triliun, penjualan US$3 miliar sebenarnya hanya sebagian kecil dari total nilai pasar.

Apalagi jika transaksi dilakukan melalui mekanisme over-the-counter (OTC), tekanan terhadap harga spot dapat diminimalkan.

Cek harga token saham seperti Amazon Tokenized Stock Ondo (AMZNON), Netflix Tokenized Stock Ondo (NFLXON), Microsoft Tokenized Ondo (MSFTON) dan lebih banyak lagi hanya di Bittime.

Ada Alternatif Selain Menjual Bitcoin

Tidak semua analis setuju dengan rekomendasi Grayscale.

Lembaga analitik CryptoQuant menilai Strategy masih memiliki beberapa opsi lain tanpa harus melepas BTC.

Beberapa alternatif tersebut antara lain:

  • meningkatkan tingkat dividen saham preferen,
  • menghentikan sementara pembelian Bitcoin baru,
  • memperkuat posisi kas melalui pendanaan tambahan,
  • mengurangi penerbitan saham baru.

Sementara itu, pendukung Bitcoin Samson Mow berpendapat bahwa saham preferen STRC memiliki mekanisme yang memungkinkan harga kembali mendekati nilai nominal secara alami ketika pasokan saham baru berkurang.

Artinya, menjual Bitcoin belum tentu menjadi solusi utama.

Baca Juga: Prediksi Harga MicroStrategy Tokenized Stock (MSTRon) 2026 - 2030

Bagaimana Pengaruhnya terhadap Saham Strategy?

Selain Bitcoin, isu ini juga berdampak pada Strategy stock (MSTR).

Dalam beberapa pekan terakhir, harga saham MSTR mengalami tekanan seiring turunnya harga Bitcoin dan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap struktur modal perusahaan.

Jika Strategy benar-benar menjual sebagian BTC untuk memperkuat kas, terdapat dua kemungkinan:

  • Investor saham dapat melihat langkah tersebut sebagai upaya memperbaiki kondisi keuangan sehingga sentimen terhadap MSTR membaik.
  • Sebaliknya, investor yang mendukung strategi akumulasi Bitcoin bisa menganggap langkah tersebut sebagai sinyal melemahnya komitmen perusahaan.

Reaksi pasar akan sangat bergantung pada alasan, skala, dan cara penjualan dilakukan.

Konversi 1 BTC menjadi IDR - Kurs Bitcoin ke Rupiah

Apakah Michael Saylor Akan Menjual Bitcoin?

Hingga saat artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi bahwa Strategy akan menjual Bitcoin senilai US$3 miliar.

Sebaliknya, perusahaan masih menegaskan komitmennya terhadap strategi treasury berbasis Bitcoin.

Michael Saylor sendiri berulang kali menyatakan bahwa Bitcoin merupakan aset jangka panjang yang diyakini mampu mempertahankan nilai lebih baik dibanding aset konvensional.

Karena itu, usulan Grayscale Strategy masih sebatas opini analis, bukan keputusan perusahaan.

Baca Juga: Analisis MicroStrategy: Alasan Pilih Dana Tunai daripada Tambah Bitcoin

Kesimpulan

Usulan agar Strategy menjual Bitcoin senilai US$3 miliar muncul sebagai respons atas meningkatnya tekanan terhadap struktur modal perusahaan, terutama kewajiban dividen saham preferen yang mencapai sekitar US$1,2 miliar per tahun.

Meski penjualan sebesar itu berpotensi memicu volatilitas jangka pendek pada harga Bitcoin, dampaknya kemungkinan tidak akan sebesar yang dikhawatirkan apabila dilakukan secara bertahap atau melalui transaksi OTC.

Di sisi lain, hingga kini Michael Saylor masih mempertahankan strategi akumulasi Bitcoin dan belum memberikan sinyal akan mengubah pendekatan tersebut. 

Oleh karena itu, investor sebaiknya terus memantau perkembangan laporan keuangan Strategy, kebijakan perusahaan, serta kondisi pasar kripto secara keseluruhan sebelum menarik kesimpulan.

bittime biaya withdrawal murah

Tertarik investasi saham global? Cek tokenized stock seperti TSLAX dan NVDAX di market Bittime.

Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.

Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.

Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.

FAQ

Mengapa Grayscale menyarankan Strategy menjual Bitcoin?

Grayscale menilai penjualan sekitar US$3 miliar BTC dapat membantu Strategy memenuhi kebutuhan kas selama dua tahun sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap struktur modal perusahaan.

Apakah Strategy benar-benar akan menjual Bitcoin?

Belum. Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari Strategy maupun Michael Saylor terkait rencana penjualan Bitcoin.

Berapa jumlah Bitcoin yang dimiliki Strategy?

Berdasarkan laporan terbaru, Strategy memiliki sekitar 847.363 BTC, menjadikannya perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

Apakah penjualan Bitcoin oleh Strategy akan membuat harga BTC turun?

Penjualan dalam jumlah besar dapat memicu tekanan jangka pendek, tetapi dampaknya bergantung pada metode penjualan, kondisi pasar, dan likuiditas Bitcoin saat transaksi dilakukan.

Mengapa Strategy tetap membeli Bitcoin meski menghadapi tekanan keuangan?

Manajemen, termasuk Michael Saylor, masih meyakini Bitcoin sebagai aset treasury jangka panjang yang mampu memberikan perlindungan nilai dibanding aset keuangan tradisional.

Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.

Campaign Deposit Trade
Auto Earn Ramadan

Blog Bittime

Peringatan BIS 2026: Risiko Stablecoin bagi Negara Berkembang
Peringatan BIS 2026: Risiko Stablecoin bagi Negara Berkembang

BIS memperingatkan bahwa stablecoin pada 2026 dapat mengganggu kebijakan moneter, melemahkan mata uang lokal, menekan bank, dan memicu risiko di negara berkembang.

2026-06-29Baca