Apa Itu STRC? Strategy's Stretch Preferred Stock untuk Investasi Bitcoin
2026-06-19
STRC adalah saham preferen Strategy Inc. yang dirancang untuk investor yang mencari pendapatan rutin dengan volatilitas rendah. Dengan dividen 11,5% per tahun dan harga yang ditargetkan stabil di $100, instrumen ini menjadi alternatif dari MSTR yang lebih volatil.
Namun pada Juni 2026, STRC anjlok di bawah $100, menguji rancangan dan strategi pendanaan Bitcoin Strategy.
Artikel ini akan mengulas apa itu STRC, perbedaannya dengan MSTR, mekanisme dividen, serta risiko yang perlu dipahami sebelum berinvestasi.
Poin Penting
STRC adalah saham preferen Strategy Inc. (dulu MicroStrategy) dengan dividen variabel yang dirancang untuk diperdagangkan di sekitar $100 per lembar.
Tingkat dividen STRC saat ini 11,5% per tahun (~$0,96 per lembar per bulan), jauh di atas rata-rata deposito bank.
STRC berbeda dari MSTR: STRC berfokus pada pendapatan tetap dengan volatilitas rendah, sementara MSTR memberi eksposur langsung ke harga Bitcoin dengan volatilitas tinggi.
Daftar di Bittime sekarang dan mulai trading kripto dengan proses yang cepat, aman, dan mudah di aplikasi.
Apa Itu STRC?
STRC adalah ticker Nasdaq untuk saham preferen (Preferred Stock) yang diterbitkan oleh Strategy Inc., perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy. Secara resmi, STRC adalah "Strategy's Variable Rate Series A Perpetual Stretch Preferred Stock."
Instrumen ini pertama kali dijual ke publik pada Juli 2025 dengan harga penawaran $90 per lembar, menghimpun sekitar $2,5 miliar dalam satu transaksi—menjadikannya IPO terbesar di AS sepanjang 2025. Per Juni 2026, total nilai STRC yang beredar telah melampaui $10,4 miliar.
STRC dirancang untuk investor yang mencari pendapatan rutin dengan volatilitas lebih rendah dibandingkan saham biasa Strategy (MSTR).
Pemegang STRC berada di urutan lebih tinggi daripada pemegang MSTR dalam hierarki klaim perusahaan: jika Strategy dilikuidasi, pemegang STRC mendapat bayaran lebih dulu dari pemegang saham biasa.
Baca juga : Saylor Ramal Bitcoin Capai $13 Juta per Koin dalam 21 Tahun
STRC vs MSTR: Apa Perbedaannya?
MSTR vs STRC: Perbandingan
MSTR adalah saham biasa Strategy. Tidak ada janji pendapatan tetap, nilai investasi naik-turun seiring Bitcoin dengan risiko lebih tinggi.
STRC bekerja dengan logika berbeda: Anda memberi modal kepada Strategy dan mendapat imbalan berupa dividen bulanan.
Satu klausul penting: STRC tidak dijaminkan oleh Bitcoin yang dimiliki Strategy.
Strategy secara eksplisit menyatakan dalam prospektusnya: saham preferen mereka "are not collateralized by the Company's bitcoin holdings."
Baca juga : Top Influencers Crypto 2026 yang Wajib Diikuti untuk Insight Pasar
Dividen STRC: Cara Kerja dan Riwayat
Strategy menetapkan tingkat dividen STRC setiap bulan dengan satu tujuan utama: menjaga harga STRC di sekitar $100 per lembar.
Jika harga STRC turun karena sentimen pasar lemah, Strategy bisa menaikkan dividen agar saham kembali menarik. Jika permintaan terlalu tinggi dan harga melampaui $100, dividen bisa diturunkan.
Riwayat tingkat dividen STRC:
Riwayat Dividen STRC

Tingkat dividen naik selama tujuh bulan berturut-turut dari 9,00% hingga 11,50%, lalu stabil di angka itu.
Dalam angka konkret: satu lembar STRC dengan nilai nominal $100 menghasilkan sekitar $11,50 per tahun, atau sekitar $0,96 per bulan.
Angka ini jauh melampaui rata-rata bunga deposito rupiah di bank-bank besar Indonesia yang saat ini berkisar 4 hingga 6% per tahun.
Mulai Juli 2026, pembayaran dividen bergeser dari bulanan menjadi dua kali sebulan, setelah disetujui dalam rapat tahunan 8 Juni 2026.
Baca juga : Prediksi Harga MicroStrategy Tokenized Stock (MSTRon) 2026 - 2030
STRC Anjlok di Bawah $100: Apa yang Terjadi?
Pada Juni 2026, STRC turun di bawah $100, menembus level yang memang dirancang untuk dipertahankan. Harga sempat menyentuh $80—$85, jauh di bawah target.
Penurunan ini memicu kekhawatiran tentang model pendanaan Strategy untuk membeli Bitcoin.
Jika harga STRC terus menurun, Strategy mungkin perlu menaikkan dividen lagi. Jika biaya dividen naik, perusahaan membutuhkan arus kas yang stabil atau tambahan modal.
Itu bisa berujung pada penerbitan saham biasa baru (dilusi) atau—dalam skenario terburuk—penjualan Bitcoin.
Dokumen laporan 8-K Strategy (15 Juni 2026) menegaskan bahwa cadangan Bitcoin mereka senilai $55 miliar masih cukup untuk menutup beban operasional $1,7 miliar hingga 32 tahun ke depan.
Namun pasar belum sepenuhnya yakin, karena harga STRC masih tertahan di diskon cukup dalam.
Baca juga : Cara Beli Saham MicroStrategy Melalui Crypto Lewat Token MSTR
Bagaimana Cara Kerja STRC dalam Strategi Bitcoin Strategy?
Strategy memegang lebih dari 846.842 Bitcoin (per 8 Juni 2026) bukan karena memiliki kas sebesar itu.
Sebagian besar akumulasi didanai lewat tiga instrumen:
1. Obligasi konversi berbunga 0% — Strategy meminjam miliaran dolar tanpa bunga.
2. Program ATM (At-the-Market) — menjual saham MSTR baru ke pasar setiap minggu.
3. Penerbitan saham preferen seperti STRC — menghimpun modal dari investor ritel dan institusional.
Dana dari penjualan STRC digunakan untuk membeli lebih banyak Bitcoin.
Lebih banyak Bitcoin di neraca berarti nilai BTC per saham MSTR meningkat, tanpa dilusi kepada pemegang MSTR yang sudah ada.
Inilah mengapa Strategy menyebut transisi menuju "preferred capital" sebagai inti strategi mereka pada 2026.
Cek harga token saham seperti Amazon Tokenized Stock Ondo (AMZNON), Netflix Tokenized Stock Ondo (NFLXON), Microsoft Tokenized Ondo (MSFTON) dan lebih banyak lagi hanya di Bittime.
Apakah Investor Indonesia Bisa Membeli STRC?
STRC terdaftar di Nasdaq dan tersedia di sebagian besar platform brokerage internasional.
Berbeda dengan MSTR yang sudah bisa diakses lewat Pintu dalam bentuk MSTRON, STRC belum tersedia dalam format token saham di Indonesia.
Untuk membeli STRC, investor Indonesia perlu membuka akun di broker global dengan minimum sekitar $100 per lembar.
Kesimpulan
STRC adalah saham preferen Strategy Inc. dengan dividen variabel yang dirancang untuk diperdagangkan di sekitar $100 per lembar.
Dengan tingkat dividen 11,5% per tahun, STRC menawarkan alternatif bagi investor yang mencari pendapatan rutin dengan volatilitas lebih rendah dibanding MSTR.
Namun, penurunan STRC di bawah $100 pada Juni 2026 menguji rancangan ini.
Strategy mungkin perlu menaikkan dividen lebih tinggi, yang bisa meningkatkan beban kas dan berpotensi memicu dilusi atau bahkan penjualan Bitcoin.
Bagi investor Indonesia, STRC belum tersedia di platform lokal, pembeli membutuhkan akun broker global.
STRC vs MSTR memiliki profil risiko yang sangat berbeda: MSTR untuk eksposur Bitcoin dengan leverage, STRC untuk pendapatan tetap dengan volatilitas rendah.
Tertarik investasi saham global? Cek tokenized stock seperti AAPLX dan NVDAX di market Bittime.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa itu STRC?
Saham preferen Strategy Inc. (MicroStrategy) dengan dividen variabel, dirancang diperdagangkan di sekitar $100 per lembar. Ticker Nasdaq: STRC.
Apa perbedaan STRC dan MSTR?
MSTR adalah saham biasa dengan eksposur langsung ke Bitcoin dan volatilitas tinggi. STRC adalah saham preferen dengan dividen tetap (11,5%/tahun) dan volatilitas rendah.
Berapa dividen STRC?
11,5% per tahun per Juni 2026, atau sekitar $0,96 per lembar per bulan. Tingkat dividen dapat berubah setiap bulan.
Apakah STRC dijaminkan oleh Bitcoin Strategy?
Tidak. Prospektus Strategy menyatakan STRC tidak dijaminkan oleh kepemilikan Bitcoin mereka.
Mengapa STRC turun di bawah $100?
Tekanan pasar di Juni 2026 mendorong STRC ke $80-$85, menandakan tingkat dividen 11,5% tidak lagi cukup menarik bagi investor.
Apakah investor Indonesia bisa membeli STRC?
Ya, melalui broker global. STRC belum tersedia di platform lokal seperti Pintu.
Apa risiko utama STRC?
Dividen bisa diturunkan kapan saja. Harga bisa turun di bawah $100 jika pasar kehilangan kepercayaan. Strategy bisa menaikkan dividen, meningkatkan beban kas.
Apa itu Bitcoin Yield?
Metrik yang mengukur pertumbuhan kepemilikan Bitcoin per saham dari waktu ke waktu. Per 25 Mei 2026, Bitcoin Yield Strategy mencapai 13,3% year-to-date.
Berapa Bitcoin yang dimiliki Strategy?
846.842 BTC per 8 Juni 2026, sekitar 4% dari total suplai Bitcoin yang pernah ada.
Siapa Michael Saylor?
Pendiri dan Executive Chairman Strategy Inc., pendukung Bitcoin paling vokal di dunia korporasi.
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



