SBI Group Gandeng Ondo Finance untuk Tokenisasi Saham Jepang
2026-07-17
Perkembangan SBI Group Ondo partnership menandai langkah baru dalam adopsi tokenisasi aset Jepang.
Salah satu grup jasa keuangan terbesar di Jepang itu resmi bekerja sama dengan Ondo Finance untuk membawa saham dan aset dunia nyata (Real World Assets/RWA) ke jaringan blockchain.
Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan teknologi tokenisasi, tetapi juga membangun infrastruktur keuangan digital yang mencakup distribusi aset, penyelesaian transaksi menggunakan stablecoin yen, hingga akses yang lebih luas bagi investor global.
Informasi tersebut diumumkan SBI Group dan Ondo Finance pada 16 Juli 2026, sementara The Block menyebut kerja sama ini sebagai kelanjutan strategi SBI dalam memperluas ekosistem keuangan berbasis blockchain.
Key Takeaways
- SBI Group dan Ondo Finance akan menghadirkan tokenisasi saham Jepang melalui teknologi blockchain.
- Stablecoin JPYSC akan digunakan sebagai alat pembayaran, settlement, dan jaminan (collateral) dalam ekosistem tersebut.
- Kerja sama ini memperkuat posisi Jepang dalam pengembangan pasar Real World Assets (RWA) berbasis blockchain.
Apa Isi Kerja Sama SBI Group dan Ondo Finance?
Kerja sama ini berfokus pada pengembangan pasar aset tokenisasi di Jepang melalui platform Ondo Global Markets. Nantinya, berbagai saham Jepang dapat diterbitkan dalam bentuk token digital yang mewakili kepemilikan atas aset riil.
Dengan model tersebut, investor dapat mengakses aset melalui blockchain tanpa mengubah nilai dasar atau kepemilikan aset yang mendasarinya.
Dalam kolaborasi ini, Ondo Finance bertanggung jawab menyediakan teknologi tokenisasi, termasuk infrastruktur penerbitan aset digital, mekanisme perdagangan, hingga kepatuhan terhadap regulasi.
Sementara itu, SBI Group akan memanfaatkan jaringan bisnisnya untuk mendistribusikan produk tokenisasi kepada investor ritel maupun institusi.
Menurut The Block, langkah ini merupakan bagian dari visi SBI untuk memperluas layanan keuangan on-chain di Jepang.
Daftar di Bittime dengan proses cepat, aman, dan mudah supaya bisa trading dan invest token saham!
Peran Stablecoin JPYSC
Salah satu bagian penting dalam kemitraan ini adalah penggunaan SBI stablecoin JPYSC.
Stablecoin yang dipatok terhadap yen Jepang tersebut akan digunakan sebagai:
- alat pembayaran transaksi;
- media settlement;
- aset jaminan (collateral) dalam berbagai layanan keuangan.
Dengan demikian, seluruh proses mulai dari pembelian hingga penyelesaian transaksi dapat berlangsung dalam satu ekosistem blockchain yang terintegrasi.

Ilustrasi: Generated by AI
Baca Juga: RWA Crypto Menguat, 7 Proyek Ini Bersiap Rilis Token pada 2026
Mengapa SBI Memilih Ondo Finance?
Ondo Finance dikenal sebagai salah satu perusahaan terdepan di sektor RWA Jepang tokenisasi maupun tokenisasi aset global.
Berdasarkan informasi yang dikutip KuCoin News, Ondo menguasai sekitar 60 persen pangsa pasar tokenized equities di dunia. Posisi tersebut menjadi salah satu alasan SBI memilih Ondo sebagai mitra strategis.
Selain itu, Ondo telah mengembangkan berbagai produk tokenisasi institusional, seperti:
- US Treasury tokenized;
- money market fund berbasis blockchain;
- tokenisasi saham.
Pengalaman tersebut membuat Ondo memiliki infrastruktur yang dinilai siap digunakan oleh lembaga keuangan berskala besar.
Di sisi lain, SBI Group juga membawa kekuatan distribusi yang sulit ditandingi. Grup ini memiliki jaringan bank, perusahaan sekuritas, manajemen investasi, hingga bursa aset kripto yang memungkinkan produk tokenisasi menjangkau lebih banyak investor.
Baca Juga: Cara Investasi Saham Global dengan Modal Kecil Melalui Tokenized Stock
Strategi Besar SBI Membangun Ekosistem Keuangan On-Chain
Kerja sama dengan Ondo Finance bukanlah langkah yang berdiri sendiri.
Dalam beberapa waktu terakhir, SBI Group aktif memperluas investasi dan kolaborasi di sektor blockchain. Menurut laporan The Block, perusahaan sebelumnya telah:
- bekerja sama dengan Solana Foundation untuk mengembangkan pasar keuangan on-chain di Jepang;
- meluncurkan stablecoin JPYSC;
- mengembangkan layanan pinjaman berbasis stablecoin;
- berinvestasi di Gauntlet;
- berinvestasi di EDX Markets;
- mengakuisisi bursa kripto Bitbank.
Jika disusun sebagai strategi jangka panjang, langkah SBI membentuk fondasi ekosistem blockchain secara bertahap, mulai dari penerbitan stablecoin, pembangunan infrastruktur blockchain, sistem settlement, hingga tokenisasi aset dunia nyata.
Perlu diketahui, SBI Group saat ini mengelola aset sekitar 250 miliar dolar AS, sehingga kolaborasi dengan Ondo Finance dinilai memiliki potensi besar dalam mempercepat adopsi aset tokenisasi di Jepang maupun pasar global.
Baca Juga: Saham Tokenisasi Bisa Dapat Dividen? Begini Cara Kerjanya
Kesimpulan
Kemitraan antara SBI Group dan Ondo Finance menunjukkan bahwa tokenisasi aset dunia nyata semakin memasuki tahap implementasi oleh institusi keuangan besar.
Melalui kombinasi teknologi tokenisasi, jaringan distribusi SBI, dan penggunaan stablecoin JPYSC, Jepang berupaya membangun ekosistem pasar modal yang lebih terbuka, efisien, dan terhubung dengan blockchain.
Bagi industri kripto, langkah ini menjadi sinyal bahwa integrasi antara pasar keuangan tradisional dan teknologi blockchain terus berkembang, terutama di sektor Real World Assets (RWA) yang diproyeksikan menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat dalam beberapa tahun mendatang.
Tertarik investasi saham global? Cek tokenized stock seperti TSLAX dan AAPLX di market Bittime.
Bittime adalah platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan — tempat kamu bisa beli Bitcoin di Indonesia dan ratusan aset kripto lainnya mulai Rp10.000. Proses registrasi cepat, aman, dan bisa langsung dimulai hari ini.
Pantau konversi USDT to IDR dan pergerakan harga aset kripto favoritmu secara real-time. Semua tersedia dalam satu aplikasi investasi kripto yang bisa diunduh gratis di Play Store.
Siap mulai? Daftar sekarang di Bittime dan eksekusi strategi investasimu dengan platform yang sudah dipercaya jutaan pengguna di Indonesia.
FAQ
Apa tujuan kerja sama SBI Group dan Ondo Finance?
Kerja sama ini bertujuan menghadirkan tokenisasi saham dan aset dunia nyata Jepang ke blockchain agar lebih mudah diakses dan diperdagangkan secara digital.
Apa fungsi stablecoin JPYSC dalam kolaborasi ini?
JPYSC akan digunakan sebagai alat pembayaran, media settlement, dan collateral dalam ekosistem keuangan berbasis blockchain yang dikembangkan SBI Group.
Mengapa SBI memilih Ondo Finance?
Ondo Finance memiliki pengalaman dalam tokenisasi aset institusional dan, menurut KuCoin News, menguasai sekitar 60 persen pasar tokenized equities global.
Apa manfaat tokenisasi saham Jepang?
Tokenisasi dapat meningkatkan efisiensi perdagangan, mempercepat penyelesaian transaksi, serta memperluas akses investor global terhadap saham Jepang.
Mengapa berita ini penting bagi industri kripto?
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa lembaga keuangan besar mulai mengadopsi teknologi blockchain untuk menghubungkan aset tradisional dengan ekosistem keuangan digital, sehingga mempercepat perkembangan pasar Real World Assets (RWA).
Disclaimer: Pandangan yang diungkapkan secara eksklusif milik penulis dan tidak mencerminkan pandangan platform ini. Platform ini dan afiliasinya menolak segala tanggung jawab atas keakuratan atau kesesuaian informasi yang disediakan. Ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran keuangan atau investasi.



